Headline Pariwisata

BPC PHRI Lombok Tengah Fokus Recovery Pariwisata

KOFRENSI PERS: Ketua BPC PHRI Lombok Tengah, L Pathurrahman, Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili dan Kadis Pariwisata, HLM. Putria saat memberikan keterangan di hadapan awak media.

LOTENG/TRIBUN LOMBOK—Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Loteng bergerak cepat menyikapi kelesuan pariwisata pasca gempa Lombok. Berbagai upaya dilakukan BPC PHRI agar pariwisata segera pulih seperti sebelum Lombok digoyang gempa.

Salah satu upaya yang dilakukan PHRI Lombok Tengah adalah dengan meyakinkan publik atau wisatawan jika Lombok Tengah aman dikunjungi.  Daerah wisata Loteng, khususnya bagian Selatan nyaris tidak terdampak gempa.  Akomodasi dan obyek wisata di Loteng dalam kondisi baik.

“Objek wisata Lombok Tengah siap menerima wisatawan lokal dan mancanegara. Bangunan hotel, restoran dan tempat lainnya aman dari gempa. Lombok Tengah tetap aman dan nyaman. Bisa dibuktikan sendiri,” terang Ketua BPC PHRI Lombok Tengah, HL Pathurrahman saat jumpa pers bersama Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili di Laut Biru Cafe, Selong Belanak belum lama ini.

Dijelaskan Pathur, gempa lombok menyisakan imbas bagi pariwisata. Sebagian besar wisatawan yang hendak berkunjung menundang kedatangan. Boking hotel dan tempat lainnya dicancel. Tidak hanya itu, wisatawan yang sedang berada di Lombok saat gempa terjadi, pergi meninggalkan Lombok. Seolah-olah semua daerah di Lombok, termasuk Lombok Tengah mengalami kerusakan parah.

“Padahal daerah wisata di Lombok Tengah aman-aman saja. Ini yang ingin kami ceritakan ke publik melalui konfrensi pers ini. Silakan datang ke Lombok Tengah. Keamanan dan kenyamanan wisatawan terjamin,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili menjelaskan, pariwisata Lombok Tengah harus segera dipulihkan. Pemerintah daerah, pelaku pariwisata dan pihak terkait lainnya memiliki tanggung jawab yang sama untuk memulihkan pariwisata.

“Kita akan lakukan berbagai upaya untuk menormalkan pariwisata Lombok Tengah. Upaya penormalan bersifat mendesak dan harus dilakukan bersama-sama,” pesan Suhaili.

Bupati dua periode ini menambahkan, gempa Lombok memang menyisakan duka. Namun bukan berarti harus tetap larut dalam duka dan tidak segera membangkitkan sektor yang selama ini banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pemerintah.

“Berapa banyak masyarakat kita yang akan nganggur kalau pariwisata tidak segera dipulihkan. Pariwisata memberikan imbas nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnyas. (tr-01)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − five =