Headline

Indikator Menangkan Ahok di DKI Tapi Malah Keok

PRAYA—Hasil survey yang dipublish pasangan Pathul-Nursiah memantik reaksi dari beberapa kalangan. Hal tersebut karena INDIKATOR selaku Lembaga survey yang dipergunakan Pathul-Nursiah memiliki catatan khusus di publik. Salah satunya saat pilkada DKI beberapa waktu lalu saat INDIKATOR memenangkan pasangan Ahok-Djarot di survey namun faktanya hasil survey tersebut meleset dan memenangkan pasangan Anis-Sandi.
Mengacu pada reales Indikator bersama tim Pemenangan Pathul-Nursiah di Pawon Sasak, Maiq-Meres menang telak dengan angka 45,9 %. Unggul jauh di atas saingan kuatnya pasangan Masrun-TGH Habib (Manthab) yang menurut Indikator hanya mendapatkan 26,4 %. Selanjutnya pasangan Ahmad Ziadi dan Aswatara dengan 9,5 %, posisi ketiga dan keempat adalah pasangan Lale Prayatni dan H. Sumum dengan 8,7 % dan 2,5 % untuk pasangan Saswadi-Dahrun. Survey dilaksanakan akhir November 2020. Penjabaran hasil survey disampaikan Rudi Selaku Koordinator Indikator Bali dan NTB.
Pada lain Pihak saingan terkuat Pathul-Nursiah yaitu pasangan Masrun-Habib menanggapi dengan santai realese hasil survey tersebut, melalui Muhammad Zainul Afif ketua Jaringan Relawan Masrun-Habib menyatakan setiap pasangan calon sah-sah saja merilis hasil survey-nya termasuk yang dilakukan oleh pihak mereka, kami menghormati setiap hasil kajian lapangan berupa survey tersebut. Kami juga punya kajian survey yang menempatkan pada posisi penantang yang sangat kuat. Jelas Afif yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris NW Lombok Tengah.
“Indikator dulu menangkan AHOK di Pilkada DKI, faktanya kalah. Sekarang Idikator menangkan Pathul-Nursiah, faktanya nanti kita lihat,” terang cendikiawan muda Lombok Tengah, Zainu Afif.
Dijelaskan, walaupun Indikator adalah lembaga yang diakui secara Nasional namun prediksinya lewat hasil survey yang dilakukannya terbukti tidak berhasil memenangkan AHOK. Dan saat ini di Pilkada Lombok Tengah Indikator memenangkan Pathul-Nursiah dengan angka yang sangat pantastis.
“Jangan terlalu mengada-ada. Kalua dengan posisi suara seperti itu, Pathul-Nursiah tidak perlu bergerak lagi. Tinggal duduk dan diam saja tidak akan terkejar yang lain. Tapi faktanya hari ini seperti yang kita lihat Bersama. Gerakannya seperti orang yang sudah kalah,” papar Afif.
Sementara itu, berdasarkan hasil survey OMI yang direles awal November, pasangan MANTHAB menang atas Pathul-Nursiah. Hanya saja, kemenangan atas Pathul-Nursiah hanya berjarak margin error.
“Sejak saat itu MANTHAB langsung melakukan Gerakan dan saat ini sudah jauh meninggalkan Pathul-Nursiah. Tinggal menjaga dan merawat suara yang sudah ada,” pungkasnya. (tl)

Related Posts

Tinggalkan Balasan