Headline

Seminggu Jelang Pemilihan, Survey Indikator Hasilkan 45,9% Untuk Pasangan Pathul-Nursiah

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Semakin mendekati hari pemilihan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), suhu politik di kabupaten Lombok Tengah, semakin memanas. Manuver politisi k dari tim sukses masing-masing pasangan calon gencar dilakukan.

Bertempat di resto pawon sasak (2/12/2020), lembaga survey indikator menunjukkan hasil survey terbaru pilkada Lombok Tengah. Dimana survey sendiri dilaksanakan sampai tanggal 29 November 2020 lalu. Penjabaran hasil survey ini di sampaikan langsung oleh Bapak Rudi Selaku Koordinator dari Lembaga Survey Indikator Untuk Bali dan NTB.

Koordinator Riset Paslon Maiq – Meres, Bayu Satria Utama, M.IP kepada awak media menjelaskan, Paslon Pathul – Nursiah (Maiq – Meres) Sulit dikejar Paslon lain yakni dengan elektabilitas Pathul – Nursiah mencapai 45.9 persen dan 26,4 persen dari Paslon dibawahnya yakni Paslon Masrun – Habib (Manthab). “Temuan survey kami Pasangan Pathul – Nursiah sulit dikejar”, tetangnya.

Dengan elektabilitas Pathul – Nursiah mencapai 45.9% dan selisih mencapai 19 % lebih dari paslon dibawahnya, maka dapat diprediksi Pathul Nursiah akan keluar sebagai pemenang pada Pilkada Lombok Tengah 9 Desember mendatang, jelas Bayu.

Bayu juga memaparkan, Elektabilitas Paslon secara berurutan pada pertengahan bulan November dan pasca Debat Publik II Kandidat Pilkada Lombok Tengah yang digelar oleh KPU Lombok Tengah pada Senin malam, 30 November 2020 ini sebagai berikut;

Pertama, Pathul Nursiah dengan poin 45.9%, Kedua, Masrun – Habib dengan poin 26,2. Ketiga, Ziadi Aswatara dengan poin 9.5%, Keempat, Lale Prayatni Sumum dengan poin 8,7 %, dan Posisi terakhir ditempati oleh Saswadi Dahrum dengan Poin Elektabilitas 2,5%, dengan sisa waktu tinggal 7 hari saja dan persentase tidak tahu / rahasia juga tersisa sangat kecil yakni 7,0 persen. ”Maka dipastikan paslon lain tidak dapat mengejar Pathul – Nursiah, apalagi jika semua paslon sama-sama bergerak maka temuan survei ini tidak akan ada perubahan secara signifikan,”paparnya.

Lebih lanjut Bayu menjelaskan survey dilakukan pada rentan waktu 25 – 29 November 2020, dengan margin eror 4,9% dan tingkat kepercayaan 95%, dengan selisih elektabilitas pasangan Pathul – Nursiah mencapai 19% lebih dengan pasangan Masrun – Habib.”Survey dilakukan dengan datang langsung bertanya kepada Responden (Masyarakat) bukan melalui Telphone,”ujarnya

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Tim Pemenangan Paslon Maiq – Meres yang juga Ketua DPC PDIP Lombok Tengah, Suhaimi, SH menyampaikan, dengan telah dirilisnya hasil Survey Pilkada Lombok Tengah Tahun 2020 oleh Lembaga Survey Indikator dengan hasil 45,9 persen untuk Paslon Maiq – Meres, tidak membuat Paslon Maiq – Meres berbangga dan sombong.

” Penting kami sampaikan bahwa Lembaga Survey Indikator merupakan Lembaga Survey yang Kredibel dan diakui oleh KPU dan hasilnya bisa dipertanggungjawab. Dan dengan keluarnya hasil Survey Indikator ini, tidak membuat kami Paslon Maiq – Meres jumawa, berbesar hati, dan sombong, karena kemenangan Maiq – Meres adalah kemenangan Masyarakat Lombok Tengah,”ucapnya.

Anggota Dewan Lombok Tengah dua periode itu mengaku sangat menyayangkan sikap sejumlah pihak yang membuat hasil Survey abal – abal yang hasilnya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

”Banyak pihak yang membuat hasil Survey yang tidak jelas, dan itu sangat berbahaya bagi masyarakat Lombok Tengah untuk menentukan pilihannya pada 9 Desember mendatang, karena menerima hasil survey yang hasilnya tidak bisa dipertanggung jawabkan,” pungkas Suhaimi. (red/*)

Related Posts

Tinggalkan Balasan