Headline

Covid-19 Mengamuk, Empat Warga Loteng Dikonfirmasi Positif

PRAYA,Tribunlombok.net– Diam-diam wabah Corona Virus Disease (Covid-19) semakin ganas saja di Lombok Tengah (Covid-19). Melalui Press Release Sekda Lombok Tengah H Nursiah selaku Ketua Pelaksana Haruan Gugus Tugas Covid-19 per hari Senin (3/8/2020),
disampaikan bahwa pada hari Senin, 3 Agustus 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark,
Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM
RSUD HL Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Praya sebanyak 132 sampel.

Dari semua sampel tersebut disampaikan H Nursiah bahwa sejumlah 109 sampel dinyatakan hasilnya negatif, 2 sampel positif ulangan dan 21 sampel kasus baru
positif Covid-19. Dari data tersebut katanya, sebanyak 4 kasus positif baru berasal dari Loteng. Adapun empat pasien positif tersebut diantaranya:

  1. Pasien nomor 2153, an. R, perempuan dengan usia 36 tahun dan berasal dari Desa Labulia, Kecamatan Jonggat. Pasien R memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini yang bersangkutan sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB.
  2. Pasien nomor 2160, an. MA, laki-laki yang berusia 32 tahun yang merupakan penduduk Desa Sengkol, Kecamatan
    Pujut. Pasien tersebut memiliki riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat
    ini MA sedang menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sengkol.
  3. Pasien nomor 2161, an. FA, laki-laki berusia 27 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan
    Praya Loteng. FA memiliki riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Sehingga saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Praya.
  4. Pasien nomor 2162, an. N, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan
    Praya Barat Daya (Prabarda). Yang berdangkutan memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-
    19 namun belum teridentifikasi. Saat ini N juga sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap
melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang
terkonfirmasi positif,” ungkap Sekda dalam releasenya, Senin kemarin.

Disampaikan Nursiah bahwa pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang berbahaya. Kasus-kasus kematian yang disebabkan oleh Covid-19 tidak hanya disertai oleh penyakit komorbid saja. Sehingga ia mengajak agar masyarakat senantiasa waspada dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan
dan pencegahan Covid-19. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa hingga hari ini (kemarin) kondisi rumah sakit rujukan dan rumah sakit second line untuk penanganan Covid-19 sudah penuh. Bahkan kata mantan Camat Praya Timur tersebut, Ruang Intensif di RSUP NTB juga telah penuh. Oleh karenanya, ia pun menghimbau agar masyarakat senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam
seluruh aktifitas sosial dan ekonominya. Terutama ketika di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan. Termasuk juga di berbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-
kegiatan sosial.

“Kita semua memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain disekitar kita. Sehingga hal terpenting bagi kita untuk dapat beradaptasi dengan tatanan baru
kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan
pencegahan Covid-19, agar kita semua dapat tetap beraktifitas, produktif, sehat dan aman di
tengah pandemi ini,” seru Nursiah.

Mantan Asisten III Setda Loteng ini juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, beribadah di rumah dan senantiasa memakai masker jika keluar rumah. Selain itu,ia juga berterimakasih kepada masyarakat yang telah berusaha menghindari kerumunan, menerapkan physical distancing minimal dua meter saat beraktifitas serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

“Kita harus ingat bahwa terjadinya kasus covid-19 karena masih rendahnya disiplin masyarakat dalam mematuhi anjuran tersebut. Oleh karena itu dihimbau untuk terus meningkatkan disiplin,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikannya bahwa,
pemerintah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan. Baik dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.
Demimian juga, untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan
mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Baik
pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

“Pemerintah Daerah menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 https://corona.lomboktengahkab.go.id, serta layanan Call Center Covid-19. Silakan itu diakses juga,” tutupnya. (Tl-03)

Related Posts

Tinggalkan Balasan