Headline

Pelapor Bingung Laporannya 5 Bulan Tak Digubris Polres Loteng

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dedi Afriadi Zulkarnaen dan Hasanudin warga Dusun Mengkudu Lauk, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur meminta perlindungan Polres Lombok Tengah, sekaligus  melaporkan Jaelani dan koleganya yang diduga telah menggeragah lahannya.

Hasanudin selaku ahli waris dari Kimbang yang merubah pemilik lahan, mengatakan penggeragahan lahan dan pengerusakan tanaman miliknya yang dilakukan oleh Jaelani dan koleganya sudah empat kali terjadi.

“Para pelaku ini sudah melakukan perusakan 4 kali berurut-turut”

Bahkan pada penggeragahan pertama, dirinya langsung melaporkan hal itu ke Polres Lombok Tengah tepatnya pada tanggal 24 Desember 2020, Nomor: STTLP/598.a/ XII/2020/NTB/Res.Loteng dengan pelapor atas nama Kimbang, dan terlapor Kemban Hadi alias Amaq Wawan. Namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjut dari Polres

Penggeragahan dan perusakan tanaman itu terjadi lantaran Jaelani dan koleganya mengklaim bahwa tanah yang di tempatinya dengan luas sekitar 1,27 hektar diklaim  Jaelani. Padahal tanah itu sudah di perkarakan dan bahkan hasil putusan dari pengadilan sudah keluar dengan memenangkan pihaknya. ia juga menceritakan pengerusakan terjadi dari bulan desember sampai hulan februari dengan cara membabibuta.

” Perusakan rumah (kakak dari kimbang) dan damai dan berjanji tidak menghalangi, Kebun kimbang bulan desember, Kebun kimbang bulan februari, Kebun Dedi bulan februari.  Mereka secara beramai ramai dan membawa senjata tajam di depan umum dan melakukan pengancaman, Melakukan perusakan secara membabi buta pakai mesin sensow dan kerugian ratusan juta” terangnya kepada wartawan Senin, 5/4/21.

“Memang dulu sudah saya laporkan yang bersangkutan ke Polres Loteng dan sempat saya dipanggil untuk dimintai keterangan. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan bagaimana hasil laporan yang dulu saya masukkan,” katanya, Senin, 15 Februari 2021.

ia mengatakan, dirinya telah melakukan jalur hukum sebagai upaya unntuk menghindari hal yang tidak diinginkan dibawah.

Saya merasa sudah melakukan upaya hukum yang benar, keluarga saya pegang sertifikat dan ketika ada yang merusak/menggeregah lahan tersebut kami melaporkan kepihak Polres Loteng, namun kenapa sampai saat ini tidak ada tindak lanjut?,” tanyanya.

sebagai warga negara yang baik, ia berharap jangan sampai ada pertumpahan darah karena lambannya penyelesaian konflijk oleh pihak kepolisian.

“Jangan sampai dibawah terjadi pertumpahan darah, baru polisi mau bergerak,” pungkasnya. (tl-02)

Related Posts

Tinggalkan Balasan