Headline

Hendak Transaksi Didepan Kuburan, Terduga Pengedar Sabu 112,55 gr Diringkus Polisi

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Seorang terduga pengedar narkoba jenis sabu yakni Sh ( 27 ) warga Kecamatan Masbagik, Lombok Timur berhasil ditangkap dan diamankan anggota opsnal Satresnarkoba Polres Loteng, Rabu (6/11/2019) sekitar pukul 01.30 wita. Sh ditangkap bersama Barang Bukti ( BB ) sabu seberat 112,55 gram saat hendak transaksi di depan kuburan jalan raya Penujak, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.

Kapolres Loteng melalui Kasatresnarkoba, AKP Dhafid Shiddiq kepada wartawan membenarkan adanya penangkapan terduga pengedar narkoba jenis sabu tersebut.

Diungkapkan bahwa, penangkapan terhadap pelaku berawal dari adanya informasi yang diperoleh aparat dari masyarakat sekitar, yang merasa curiga dan resah terhadap keberadaan serta gerak-gerik orang asing yang nongkrong didepan kuburan Karang Daye, desa Penujak.

Berdasarkan laporan tersebut, tim opsnal Satresbarkoba kemudian bergek menuju Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) untuk melakukan pengintaian dan penyelidikan. Setelah berhasil mendapatkan informasi dan terindikasi kalau terduga pelaku akan melakukan transaksi jual beli narkoba, aparatpun langsung bergerak menangkap pelaku yang saat itu berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Aparatpun langsung melakukan penggeledahan terhadap badan pelaku, dan barang haram yang dicari tidak ditemukan. Namun aparat tidak mau kecolongan, penggeledahanpun dilanjutkan disekitar lokasi tempat korban ditangkap. Benar saja, dibawah tumpukan batu bata yang jaraknya sekitar 3 meter dari tempat duduk terduga pelaku, aparat berhasil menemukan bungkusan berupa kantong plastik warna hitam berisikan sebungkus plastik yang berisikan kristal bening diduga narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu.

Sementara kepada aparat saat diintrograsi, tersangka terduga pelaku pengedar narkoba tersebut mengakui kalau barang haram itu adalah miliknya, dan akan diantarkan kepada pemesan atas nama inisial BD yang saat ini sedang di buru atau menjadi buronan aparat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 112 atau Pasal 114 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. ( tl-02 )

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − 2 =