Headline

Terkait Tambang Liar Prabu, Dewan Loteng Angkat Bicara

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Adanya tambang tambang rakyat di Loteng, seperti di desa Prabu yang suda berjalan puluhan tahun sampai dengan saat ini bukti bahwa pemerintah daerah kita tidak mampu membuat lapangan kerja baru untuk masyarakat, padahal visi misi Suhaili normal dan suhaili pathul membuka 1000 lapangan kerja baru melalui UMKM pun tidak bisa terwujud, sehingga tidak ada pihak manapun yang boleh menyalahkan masyarakat penambang khususnya apalagi saat ini kondisi negara sedang kesulitan, semua sulit sekarang ini harga bahan pokok mahal, BBM 12 kali naik, TDL naik, lapangan kerja juga susah mau berharap sama siapa selain kekayaan bumi yang ada, untung ada kalau tidak ada rakyat makan apa. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang anggota Dewan Loteng, M.Samsoel Qomar.

Menurut Qomar, semestinya sesuai undang undang memang antara wisata dan penambangan sangat bertolak belakang. Namun kegiatan ini bukan saat ini di lakukan ini sudah lama dan pemda melakukan pembiaran selama ini bukan hanya di wilayah prabu tapi seluruh loteng, kalau sekarang tiba tiba ada pihak kayak ITDC menyalahkan penambang ya saya fikir mereka sedang bangun kesiangan, terus kalau tambang itu di tutup siapa yang menjamin pekerjaan bagi rakyat penambang yg mencar nafkah di sana ? Ada yang berani jamin ga ?
Saya melihat masalah tambang ini adalah masalah keterpaksaan karena rakyat butuh ekonomi yang baik, karena alam dan isinya ini adalah milik rakyat harusnya pemerintah menyiapkan jalan lain untuk rakyat dalam mengais rezeki bukan mengkambinghitamkan mereka.
Terkait pariwisata yang akan terganggu tentu saja terganggu sama halnya ketika rakyat terganggu hidupnya karena susah cari makan, gampang kalau kita bilang begitu saya juga bisa mencari aturan yg memojokkan rakyat tapi tentu harus menyiapkan solusi juga untuk ke depannya kayak gimana.
Kalau ITDC merasa terganggu dengan aktifitas tambang harusnya mereka menyiapkan way out untuk rakyat penambang dan jaminan perbaikan ekonomi bukan menyalahkan rakyat yg bertahan hidup, mungkin ada sebagian yg dari luar tapi intinya masyarakt sekitar yang lebih banyak, nah percuma pariwisata kita maju lux dan mewah tapi masyarakat sekitarnya lapar , mending tidak usah ada saja sekalian, semua pembangunan kan untuk hajat hidup orang banyak bukan untuk kelompok saja atau pengusaha saja. ( tl-02 )

Related Posts

  1. Pingback: short term loans
  2. Pingback: casino
  3. Pingback: levitra for sale
  4. Pingback: levitra generic
  5. Pingback: vardenafil
  6. Pingback: Buy cialis
  7. Pingback: cialis mastercard
  8. Pingback: pharmacy online
  9. Pingback: rx pharmacy
  10. Pingback: canadian pharmacy
  11. Pingback: cialis generic
  12. Pingback: top ed pills
  13. Pingback: viagra generic
  14. Pingback: cialis pill
  15. Pingback: coupon for viagra

Tinggalkan Balasan