Headline

Maharani : Lombok Timur Tidak Serius dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Bulan nopember tahun 2020 yang lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) bersama legislatif mengesahkan Anggaran Belanja Daerah tahun 2021.

Anggaran Belanja pada tahun 2021 mencapai hampir 3 trilun, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) 376 Milyar, dana Perimbangan 1,7 Triliun, dana lain lain pendapatan daerah yang sah 611 milyar dan ditambah dengan rencana utang daerah sebesar 225 milyar.

Anggaran yang cukup besar ini dihajatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lotim. namun, apakah porsi anggaran itu proporsional?

Analis Kebijakan dari Lombok Research Center (LRC) Bapak Maharani mengatakan bahwa kebijakan anggaran di Lombok Timur masih belum pro masyarakat miskin dan pro lingkungan. Jika dilihat dari porsi anggaran yang diproyeksikan pada tahun 2021, prosentasi belanja tidak langsung masih dominan yaitu sekitar 1,6 triliun sedangkan belanja langsungnya sekitar 1,4 trilun.

“ Seharusnya jika pemerintah daerah Lombok Timur serius dalam mendorong kesejahteraan masyarakat maka belanja langsung harus lebih dominan” ungkap Maharani.

Apalagi saat ini kita sedang dilanda bencana wabah covid-19 ini, seharusnya pemerintah fokus dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan mengeluarkan kebijakan anggaran untuk mendorong peningkatan ekonomi dengan mengeluarkan kebijakan anggaran yang besar bagi usaha ekonomi mikro masyarakat.

Tidak seperti yang dilakukan saat ini yaitu mengeluarkan anggaran yang cukup besar bagi infrastruktur sekitar 500 milyar pada tahun 2021.

Lalu bagaimana dengan kebijakan pengelolaan sumberdaya air? ini yang sangat disesalkan oleh Maharani, bahwa kebijakan anggaran tahun 2021 di Lombok Timur tidak berpihak kepada pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan.

Dari porsi anggaran tahun 2021 ada item anggaran bagi pengelolaan sumberdaya air, namun dari total anggaran 70 milyar, semuanya hanya untuk kegiatan fisik perpipaan dan pembuatan sarana irigasi. “Hal ini sangat aneh, sarana irigasinya bagus namun air yang akan lewat tidak ada” ungkap Maharani.

Jika tahun 2020 yang lalu ada anggaran bagi pelestarian mata air sebesar 25 juta, namun tahun 2021 ini sama sekali tidak ada alias nol rupiah ungkap Maharani. Sehingga bisa dikatakan bahwa komitmen Pemerintah Lombok Timur untuk penyelamatan sumberdaya alam hanya sekedar mimpi yang tidak akan pernah terwujud tambah Maharani.

Data dari Lombok Research Center menunjukkan bahwa lima tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah mata air di Lombok Timur berkurang 45%, Bahkan luasan lahan kritis di Lombok Timur mencapai 30.000 hektar.

“Wajar jika setiap musim kemarau kita akan kekurangan air dan jika musim penghujan kita akan mengalami banjir dimana-mana” ungkap Maharani. (red)

Related Posts

Tinggalkan Balasan