Headline

Jelang Akhir Masa Jabatan, Abah Uhel Resmikan Pasar Renteng

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Pasar  Renteng, Kecamatan Praya, Lombok Tengah (Loteng), NTB diresmikan, Rabu sore (10/2/2021). Setelah sebelumnya, pasar tradisional terbesar di Loteng ini terdampak gempa dan mengalami kebakaran sebagian besar fasilitasnya pada 2018 lalu. Pada peresmian tersebut, hadir Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya pada Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dan jajarannya, Bupati Loteng H Moh. Suhaili FT, Wakil Bupati Loteng HL. Pathul Bahri, Ketua DPRD Loteng M. Tauhid dan sejumlah pimpinan Forkompinda Loteng lainnya. Sebagai tanda diresmikan dan kesiapan beroperasinya pasar tersebut, ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian pasar dan pengguntingan pita oleh bupati.

Pada peresmian tersebut, mewakili Menteri PUPR, Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Iwan Suprijanto menyampaikan, bahwa pembangunan pasar ini dilakukan sesuai dengan arahan presiden agar bagaimana pelaksanaan pembangunan sarana prasarana untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) dipercepat. Seperti halnya untuk mendukung pembangunan dan rehabilitasi sekolah, madrasah, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan juga sarana prasarana pasar yang salah satunya yakni Pasar Renteng ini. Amanat tersebut kata Iwan, dituangkan dalam peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2019 tentang pembangunan rehabilitasi atau renovasi pasar rakyat, prasarana perguruan tinggi, perguruan tinggi keagamaan Islam dan satuan pendidikan dasar dan menengah.

“Kami dari Kementerian PUPR telah menyelsaikan rehabilitasi pembangunan pasar ini sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat. Fasilitasnya menjadi bangunan yang lebih aman, nyaman, bersih tertata dan lebih memiliki nilai estetik sekaligus menjadi ikon baru untuk Kabupaten Lombok Tengah,” jelas Iwan

Dikatakannya, Pasar Renteng ini dibangun melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB yang terdiri dari dua area. Selain itu, rehabilitasi pasar ini juga dilaksanakan secara multiyears kontrak mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 yang karena adanya kebijakan refocusing terkait dengan Penanganan Covid-19, makanya diperpanjang hingga 2021. Adapun kontrak pelaksanaannya, dimulai sejak 30 Desember 2019 hingga 26 Februari 2021 dengan nilai kontrak fisiknya sebanyak Rp. 120,54 miliar. Namun demikian, pihaknya mampu menuntaskan lebih cepat dari pada lama kontrak pelaksanaannya. Dimana, PT. Nindya Karya Persero selaku kontraktor pelaksana dan PT. Indah Karya selaku konsultan manajemen konstruksi.

“Yang perlu saya sampaikan pak bupati, bahwa dalam rangka pemulihan ekonomi nasional kami melakukan upaya percepatan penyelsaian pembangunannya. Sehingga pengerjaannya telah berhasil diselsaikan pada 30 Desember 2020. Sedangkan pada  2021 ini kami hanya menyelsaikan kewajiban pembayaran kepada pihak-pihak pelaksana saja,” ujarnya.

Direktur juga melanjutkan, bahwa struktur bangunan Pasar Renteng ini khususnya di bagian atap merepresentasikan arsitektur rumah adat yang ada di Kampung Sade Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Dimana, ini menunjukkan dan mencerminkan kearifan lokal sekaligus merepresentasikan kontekstual bangunan pasar terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga sekarang bisa dipastikan bahwa bangunan ini sudah menjadi ikon baru dan Landmark dari Loteng. Untuk itu, besar harapannya agar fasilitas ini dapat membantu meningkatkan produktivitas roda perekonomian masyarakat dan mampu memberikan manfaat langsung. Baik kepada para pedagang maupun kepada masyarakat sekitar pada umumnya. Sehingga Kota Praya dan Loteng pada umumnya memiliki gedung yang representative terhadap perkembangan masyarakat. 

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa selama masa pemeliharaan nantinya, apabila ditemukan masih terdapat kerusakan yang sifatnya kerusakan konstruksi, itu masih menjadi tanggung jawab pihaknya di KemenPUPR melalui kontraktor yang masih berkontrak sampai dengan masa pemeliharaan yang mana berakhir pada 24 Desember 2021 mendatang. Namun demikian, jika kerusakan terkait kesalahan penggunaan ataupun ada fasilitas serta barang-barang yang hilang yang diakibatkan oleh pengelola, maka itu menjadi tanggung jawab Pemda.

“Kami sangat berharap bapak bupati, fasilitas ini dapat dikelola dan dirawat dengan baik. Kepada para pedagang yang nantinya akan memanfaatkan, semoga fasilitas ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Loteng H Moh. Suhaili FT mengutarakan, bahwa keberadaan fasilitas penunjang peningkatan perekonomian masyarakat ini merupakan sejarah baru untuk membangun peradaban ekonomi masyarakat. Terutama bagi 1.700 lebih pedagang yang menjadi korban kebakaran pada 2018 lalu. Karena dengan anggaran pembangunannya yang cukup fantastis, gedung pasar yang megah seperti ini tidak banyak kabupaten/kota yang punya. Terlebih, gedungnya dilengkapi dengan mitigasi peringatan dini kebakaran dan dibangun dengan konstruksi tahan gempa. Makanya, ia berharap agar fasilitas super mewah yang dibangun oleh  pemerintah pusat melalui KemenPUPR tersebut hendaknya dijaga kebersihan, keasrian dan kenyamanannya. 

“Mari kita jaga bersama, kebiasaan lama jangan di pertontonkan. Jaga kebersihan semua fasilitasnya, tolong pengelola dalam hal ini dinas terkait juga dihimbau kepada para pedagang,” saran Abah Uhel.

Bupati dua periode Loteng ini juga menambahkan, kendati pembangunan pasar sudah tuntas dari pemerintah pusat, ada tanggung jawab Pemkab saat ini.  Ialah perihal pengerjaan tembok keliling dan areal parkirnya dengan dana sebanyak Rp 1 miliar lebih. Proyek tersebut kata Uhel, akan segera dikerjakan.

“Kita sudah anggarkan untuk tembok keliling dan tempat parkirnya,” pungkas Politisi Partai Golkar ini. ( tl-02/adv )

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan media online Tribunlombok.net

Related Posts

Tinggalkan Balasan