Headline

Gempa Kamis Dini Hari Telan Korban, Panik, Warga Perumnas Tampar-ampar Praya Meninggal

PRAYA/tribunlombok.net–Gempa Berkekuatan 5,3 SR pada Kamis dini hari menimbulkan korban jiwa. Tuti Alawiyah, 45 tahun, warga Jl. Cendana, Perumnas Tampar-ampar Lombok Tengah meninggal dunia. Perempuan naas ini menghembuskan nafas terakhir beberapa saat setelah gempa.

Berdasarkan informasi yang diserap tribunlombok.net, korban meninggal dunia karena luka serius di bagian kepala akibat jatuh saat berusaha membuka gerbang untuk menyelamatkan diri

“Informasi detailnya belum kita tahu. Tapi beliau jatuh saat berusaha menyelamatkan diri,” terang Kepala Lingkungan Tampar-ampar, Lalu Ishak.

Beberapa saat setelah jatuh dan pendarahan di kepala,, korban sempat dilarikan ke rumah RSUD Praya untuk mendapat pertolongan. Sayangnya, nyawa perempuan yang juga guru SD Tampar-ampar ini tidak bisa diselamatkan.

Saat berita ini ditulis sekitar pukul 03.17 Wita, kediaman Lalu Arif Widya Hakim yang merupakan suami korban ramai didatangi warga. Warga sekitar menyampaikan belasungkawa ke salah satu pengacara senior Loteng ini.

Seperti diketahui, Gempa Kamis dini hari terpusat di laut Selatan Klungkung, Bali. Getaran gempa terasa hingga Lombok dan Sumbawa. Jagat maya heboh beberapa saat setelah gempa. Sejauh ini belum diketahui kerusakan yang timbul akibat gempa Kamis dini hari. (tl-01)

Related Posts

  1. obviously like your website however you have to test the spelling on quite a few of your posts.
    Many of them are rife with spelling issues and I in finding it very troublesome
    to inform the reality then again I will surely come again again.

  2. For example, several kinds of breast cancers are directly associated with genetic lines that has to be identified in a very mother, father’s mother, aunts, grandparents and cousins. One with the hormone’s manufacturers, Eli Lilly, even admits that cows injected with IGF-1 exhibit significantly-increased body and liver weights, but they won’t agree that it is major source of cancer on humans. If you’re forty or older, you mustn’t wait a later date to begin with Human Growth Hormone therapy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 3 =