Headline

Kasta NTB Sesalkan Pemecatan 8 GTT Oleh Kepsek SMPN 5 Batukliang

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Kasta NTB menyesalkan pemecatan sepihak yang dilakukan oleh beberapa orang kepala sekolah terhadap Guru honorer di beberapa sekolah di Lombok Tengah. Termasuk diantaranya, pemecatan 8 orang guru honorer oleh Kepsek SMPN 5 Batukliang, Lombok Tengah baru- baru ini.

Kebijakan memberhentikan para GTT yang bahkan sudah mengantongi SK bupati adalah kebijakan yang salah dan emosional, sesal ketua pembina Kasta NTB Lalu Wink haris kepada wartawan.

Diungkapkan bahwa, sepertinya banyak kepala sekolah yang belum paham fungsi dari SK GTT yang dikeluarkan Bupati Loteng tersebut, sehingga sembrono sekali mengambil kebijakan merumahkan GTT yang bahkan barangkali masa pengabdian mereka lebih lama dari kepala sekolah.

Alasan banyak kepsek memecat GTT karena ketidak mampuan membayar honorer mereka karena kekurangan siswa, tentu bukan jawaban yang bijak karena pada prinsipnya SK Bupati itu adalah awal bagi proses administratif lanjutan sebagai syarat utama untuk mengurus dapodik dan berpeluang mendapatkan tunjangan fungsional guru (sertifikasi), kalau pemecatan ini dibiarkan maka sama saja kita menghilangkan hak hak guru honorer yang sudah tahunan mengabdi bahkan tanpa di bayar sekalipun.

Soal defisit anggaran sekolah untuk membayar honorarium GTT kan bisa dibicarakan hati ke hati dengan kawan kawan GTT sendiri saran Lalu Wink.
Kasta NTB akan menyurati Bupati Lombok Tengah melalui dinas pendidikan untuk menyikapi hal ini secara serius karena kalau ini dibiarkan maka sama saja kita memberikan ruang bagi penzoliman hak hak guru untuk masa depan mereka yang lebih baik, para kepala sekolah harusnya sadar kalau kepala sekolah bukanlah jabatan struktural tapi hanya tugas tambahan yang jika sudah berakhir maka akan kembali lagi menjadi guru, maka sebaiknya bijaklah sebelum mengambil keputusan terkait nasib para guru honorer kata lalu wink.

Untuk diketahui bahwa, sebanyak 8 GTT yang selama ini mengabdi dn mengajar di SMPN 5 Batukliang dirumahkan atau dipecat oleh Kepsek SMPN 5 Batukliang.

Pemecatan sendiri menurut Kepsek SMPN5 Batukliang. H.Zaenuddin yang dikonfirmasi di sekolah, dilakukan karena baru-baru ini, SMPN 3 Batukliang kedatangan 3 orang guru berstatus PNS. Kedatangan 3 guru tersebut berpengaruh pada jam mengajar para guru yang ada. Sementara disatu sisi jumlah siswa atau rombel terbatas.

Solusi yang diambil pihak sekolah yakni memberhentikan sebanyak 8 GTT yang ada. ( tl-02 )

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 2 =