Headline

Pemimpin Harus Punya Ide Besar, *Haji Masrun Kunjungi Harian Suara NTB

MATARAM

Tribunlombok.net-Seorang pemimpin harus membawa ide besar untuk membuat perubahan. Demikian pula dengan kepala daerah, baik gubernur maupun bupati atau wali kota. Seorang calon bupati misalnya, harus menawarkan gagasan baru yang bertumpu pada kondisi daerahnya.

Penanggung Jawab Harian Suara NTB sekaligus Direktur Radio Global FM Lombok Agus Talino mengungkapkan hal itu saat menerima kunjungan H. Masrun yang Juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Tengah di kantornya pada Hari Sabtu dalam mengisi kegiatan H. Masrun di luar kedinasannya di Jalan Bangau No.15, Cakranegara Bar, Cakranegara, Mataram. Agus juga mengingatkan siapapun yang terjun ke politik jangan terjebak pada perasaan. Politik harus berpijak pada data, fakta yang hadir di lapangan.

“Lombok Tengah ini luar biasa besar potensinya. Mandalika sudah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus, menjadi superprioritas nasional. MotoGP juga confirmed memilih Lombok Tengah menjadi tuan rumah salah satu serinya. Loteng akan jadi pusat ekonomi baru di NTB, bahkan di Indonesia. Karena itu, seorang calon bupati harus membawa ide besar untuk memimpin pusat ekonomi baru ini,” ungkap Agus.

Ide besar tersebut, sambung Agus, harus diterjemahkan menjadi bahasa sederhana yang mudah dicerna masyarakat. Masyarakat Lombok Tengah harus mengerti posisi mereka dalam konteks pusat ekonomi baru tersebut. Peran apa yang harus diambil dan apa yang menjadi prasyarat agar masyarakat bisa menjadi bagian dari poros ekonomi baru Pulau Lombok tersebut.

“Bupati Lombok Tengah harus mampu memerankan diri sebagai katalisator utama yang mempertemukan potensi besar tadi dengan kondisi masyarakat saat ini. Nah, ini perlu desain besar dan utuh, sehingga masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut ekononmi baru tersebut. Jangan sampai masyarakat menjadi tamu di rumah sendiri, menjadi penonton di tanah kelahirannya,” tandas jurnalis senior kelahiran Sumbawa tersebut.

Di sisi lain, Agus Talino berpesan kepada siapapun yang memutuskan terjun ke dunia politik untuk menanggalkan sisi emosional atau perasaannya. Sebaliknya, seorang politikus harus membekali diri dengan data memadai sekaligus akurat. Visi, misi, kebijakan, dan program harus berpijak pada data yang memberikan gambaran utuh masyarakat dan daerahnya.

“Saya dengar Pak Haji (Masrun) ini akan maju mencalonkan diri. Saya pikir Loteng ini ladang yang terbuka karena bupati petahana tidak bisa mencalonkan diri lagi. Ini kesempatan. Cuma saya berpesan, dalam politik ini jangan terlalu mengandalkan perasaan. Jika dikelola dengan perasaan, akan capek sekali dan mungkin tidak sebanding dengan yang kita dapatkan. Habis energi kita. Karena itu, penting untuk memetakan segala potensi yang tersedia sebelum kita mengeksekusi sebuah rencana,” kata Agus lagi.

Lombok Tengah Mendunia

Ihwal gagasan besar yang dilontarkan Agus Talino ini sejalan dengan visi besar Haji Masrun untuk membawa Lombok Tengah Mendunia. Masrun menilai saran Agus Talino klop dengan sejumlah rencana yang tengah disiapkan jika kelak mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Lombok Tengah.

Salah satu upaya menyambut pertunjukkan kelas dunia itu adalah mempersiapkan diri menjadi warga kelas dunia. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah memenuhi kualifikasi sebagai warga internasional yang ditandai dengan kemampuan berkomunikasi bahasa internasional juga kualitas manusianya yang unggul. Pasca Pembangunan infrastruktur yang sudah di mulai Bupati Suhaili 2 periode perlu dilanjutkan dengan membangun Sumber Daya Manusianya yang unggul dan Maju. lanjut Masrun.

Anugerah Allah yang tidak terhingga atas keindahan dan kekayaan Lombok Tengah tentu harus berbading lurus dengan kesejahtetaan masyarakat. maka H. Masrun menekankan bahwa fungsi pemerintah kedepan adalah bagaimana mampu mengelola secara maksimal dan baik anugerah Allah yang luar biasa tersebut untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah khususnya dan Indonesia pada umumnya.

2021 kita akan kedatangan tamu sekitar 200 ribu orang setiap seri MotoGP yang bergulir di Lombok Tengah. Mereka ini merupakan penggila otomotif yang duitnya banyak, uangnya tidak berseri. Mereka tentu butuh makan, minum, souvenir buat oleh-oleh, dan lain-lain. Tentu itu peluang kita warga Lombok Tengah bagaimana dapat berkreasi dan berinovasi. Sebagai modal dasarnya, kita harus bisa bahasa kelas dunia, bahasa internasional. Ini yang harus kita persiapkan menuju Lombok Tengah mendunia,” tandas Masrun saat menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Desa Mas-Mas, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

“Penyelenggaraan pesta olahraga otomotif kelas dunia ini jelas membutuhkan banyak pekerja. Hanya mereka yang punya sertifikat profesi yang bisa bekerja. Kalau kita warga Lombok Tengah tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut, maka pekerjaan tersebut akan diisi dari daerah lain. Ini sangat disayangkan. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri menjadi profesional di bidang apa saja agar kelak kita menjadi tuan rumah di tanah kita sendiri,” ungkap Masrun di hadapan peserta pelatihan ketenagakerjaan di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Desa Panti, Praya Barat, Lombok Tengah. (*)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − seventeen =