Headline

Gedor Kejari Lotim, Kasta NTB Minta Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Sambelia Ditahan

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Hari ini Kasta NTB DPD Lombok timur menggedor kejaksaan negeri lombok timur di selong, kehadirian ratusan anggota Kasta NTB dengan membawa atribut dan tulisan yang meminta agar Kejaksaan negeri lombok timur segera melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pasar sambelia lombok timur yang berinial LM yang mana saat ini yang bersangkutan sedang menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR kabupaten lombok timur dan rekanan yang mengerjakan proyek pasar tersebut berinisial A.

Rombongan peserta aksi setelah hampir setengah jam berorasi secara bergantian di depan kantor kejaksaan negeri selong kemudian meminta ditemui Kepala Kejaksaan negeri lombok timur, hanya karena Kajari sedang tidak berada di tempat sehingga diwakilkan oleh Kasi intel Lalu Rasyidi SH dan Kasi Pidsus Wasita Triantara SH.

Perwakilan masa aksi menolak tawaran dialog dilakukan di dalam kantor Kejari selong dan meminta agar diadakan di tengah jalan raya di depan kantor kejari, pada kesempatan tersebut Presiden Kasta NTB Lalu wink haris dengan didampingi oleh ketua DPD KASTA NTB lombok timur Daur Tasalsul SH menanyakan apa sebab sehingga oknum atas nama LM hingga saat ini belum dilakukan upaya penahanan padahal penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan sejak bulan desember 2019, ini artinya sudah hampir satu tahun yang bersangkutan menyandang status tersangka tetapi progres penanganan kasusnya stagnan sebab yang bersangkutan sampai saat ini masih bebas kata lalu wink.

“Bukankah penetapan tersangka sudah harus memenuhi dua alat bukti dan seharusnya layak untuk dilakukan penahanan, tetapi sampai hari ini tidak dilakukan, tentu kita wajar bertanya ini ada apa sampai tidak ada penahanan. Jangan sampai karena kasus dugaan korupsi ini melibatkan pejabat pemkab setingkat kepala dinas sehingga kasusnya terkesan mangkrak kecam lalu wink. Kita tentu tidak menginginkan bila perlakuan hukum berbeda antara rakyat jelata dan pejabat negara sebab hukum harus adil kepada semua pihak, jangan sampai masyarakat berinterpretasi kalau seolah olah kejaksaan memainkan status tersangka ini untuk tujuan tujuan tertentu,” terang lalu wink seraya meminta kejaksaan selong agar dalam waktu sesegera mungkin melakukan penahanan terhadap para tersangka.

Menjawab hal tersebut Kasi intel lalu rasyidi SH mengatakan kalau kasus dugaan korupsi yang menyeret kepala dinas PUPR lotim ini sedang berjalan, kami menunggu hasil audit BPKP atas berapa jumlah kerugian negara dalam perkara tersebut baru kemudian berlanjut kepada tahapan selanjutnya, hal ini diamini oleh kasi pidsus wasita triantara SH yang juga menyebut pihaknya belum melakukan penahanan karena harus menunggu hasil audit BPKP. Disamping juga ada surat himbauan dari kejaksaan agung RI yang tidak membolehkan pemanggilan tersangka di masa pandemi covid 19 ini, penjelasan kedua pejabat kejari selong tersebut tidak bisa diterima oleh peserta aksi sebab bagaimana mungkin seseorang dinyatakan sebagai tersangka sementara hasil audit BPKP belum ada, serta pandemi covid seharusnya tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak memeriksa tersangka korupsi, ini hanya alasan pembenaran saja dari kejaksaan negeri selong teriak massa. Akibat dari terjadinya sedikit kisruh di depan kantor kejaksaan akhirnya pertemuan dilanjutkan di dalam kantor kejari selong, dalam pertemuan tersebut pihak kejaksaan negeri selong menyanggupi untuk menuntaskan kasus ini dengan meminta waktu penyelesaian selama satu bulan ke depan, hal ini bertujuan memperdalam masalah ini dengan memanggil pihak pihak lainnya untuk tujuan lebih mendalami kasus ini. Kami minta waktu satu bulan ke depan terhitung hari ini kata kasi intel dan kasi pidsus yang menerima perwakilan Kasta NTB.
Ketua Kasta NTB DPD lotim Daur Tasalsul SH MH kemudian menyatakan akan tetap mengawal kasus ini serta berharap agar sebelum tenggat waktu satu bulan ke depan kedua tersangka dugaan tindak pidana korupsi tersebut sudah ditahan. (tl-02/*)

Related Posts

Tinggalkan Balasan