Pariwisata

PHRI,  Mitra Alam dan FWLT Hijaukan Jalur Wisata

PRAYA/tribunlombok.net–Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Lombok Tengah Forum, Wartawan Lombok Tengah (FWLT) bersama PT. Mitra Alam Tengah menggelar kegiatan Lombok Green atau Lombok Hijau dengan tema NTB Bangkit 2018, Sabu, (15/12/2018).
Penghijauan terpusat di jalan pariwisata Dusun Selong Belanak hingga Dusun Serangan sepanjang 5 km di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Terdapat sebanyak 2.50 pohon yang ditanam. Terdiri dari bibit trambesi dan kayu putih.
Hadir dan ikut dalam kegiatan penghijauan itu, Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH yang diwakili Asisten I Setda Lombok Tengah, H. Lalu Muh. Amin, Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah H. Lalu Herdan, Kapolsek Praya Barat Kompol Suparta, Ketua PHRI Lombok Tengah H. Lalu Fathurahman, GM PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Lombok Internasional Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita, Selong Belanak Comunity Association (SBCA), Kades Selong Belanak Lalu Yahya, Kades Mekar Sari, Azhar, Ketua FWLT Agus Wahaji beserta seluruh pengurus dan anggota FWLT, para Penggiat dan Pemerhati Pariwisata, ratusan tokoh Masyarakat, Pemuda, dan Kadus se Desa Selong Belanak, serta puluhan wisatawan asing.
Dalam sambutannya, Kades Selong Belanak, Lalu Yahya menyampaikan ucapan terimakasih atas dipilihnya Kawasan Pariwisata Pantai Selong Belanak sebagai lokasi kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit 2018 yang dinisiasi oleh FWLT dan PHRI.”Kawasan Pariwisata Pantai Selong Belanak dan sekitarnya merupakan Proritas ke dua untuk dikembangkan setelah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Kuta. Untuk itu kami sangat bersyukur Selong Belanak dijadikan lokasi kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit, sehingga kedepan Kawasan Pantai Selong Belanak menjadi lebih Hijau, tertata, indah, bersih dan semakin ramai di kunjungi wisatawan,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Ketua PHRI Lombok Tengah, H. Lalu Fathurahman menyampaikan, kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit ini merupakan salah satu kegiatan memajukan sektor Pariwisata di Bumi Tatas Tuhu Trasna, dan untuk meyakinkan kepada wisatawan luar maupun dalam negeri, bahwa kawasan Pariwisata, khususnya di Lombok Tengah aman untuk dikunjuni pasca Gempa Bumi 7,0 SR yang mengguncang Lombok – Sumbawa, NTB pada bulan Agustus 2018 lalu.” Kegiatan ini salah satu kegiatan yang telah kami rencanakan bersama FWLT Pasca Gempa Lombok pada bulan Agustus lalu. dan kegiatan ini untuk meyakinkan kepada Dunia bahwa NTB, khususnya Lombok Tengah aman untuk dikujungi. Untuk itu kalau mau daerah kita dikunjungi wisatawan, tata dulu kawasan wisata kita, dijaga dan dirawat, karena kalau masih kotor, tidak nyaman dan masih semerawut, wisatawan pasti kecewa, karena yang mereka (wisatawan) cari keindahan, kenyamanan dan keamanan,” ujarnya.
Sementara itu mewakili Bupati Lombok Tengah, Asisten I Setda Lombok Tengah H. Lalu Muh Amin mengatakan, kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit atau sejenisnya, bisa dilaksanakan secara terus menerus, dan tidak hannya dilaksanakan satu organisasi saja, melainkan juga bisa dilaksanakan oleh Instansi, Lembaga Pemerintah, Swasta, Pelaku Pariwisata, bahkan oleh pemerintah ditingkat paling bawah, mulai dari tingkat Desa hingga ke tingkat Dusun.” Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terimakasih kepada FWLT dan PHRI serta para pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Bila perlu kegiatan semacam ini kita Lombakan mulai dari tingkat Dusun. Para Kadus bisa memulainya dengan menanam jenis jenis Pohon, lalu kita berikan nilai,” pungkasnya.
Kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit 2018 itu juga mendapat dukungan dari Pemkab Lombok Tengah, BUMD, BUMN di Lombok Tengah, serta dari Instansi dan lembaga pemerintah lainnya.
Sementara itu, Ketua FWLT Agus Wahaji menjelaskan, kegiatan Lombok Green NTB Bangkit mendapat sambutan hangat sejumlah kalangan. “Ini karena pemilihan lokasi yang tepat yakni menghijauan jalur wisata yg belum ditanami pohon,” terangnya.
Dijelaskan, panitia memilih pohon trambesi karena beberapa pertimbangan. Salah satunya, pohon ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan sangat rindang. Dengan demikian, jalur wisata akan tampak hijau sejak beberapa tahun kedepan. (tl)

Related Posts

  1. Pingback: generic cialis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 6 =