Headline

129 Sabar Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Diberangkatkan

PRAYA—Sebanyak 129 calon santri baru (Sabar) yang akan menempuh pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Sumberejo, Situbondo Provinsi Jawa Timur (Jatim) secara resmi diberangkatkan, Selasa (18/8/2020). 129 Sabar tersebut diizinkan berangkat menuntut ilmu setelah menjalani rapid tes dan mereka semua dinyatakan non reaktif. Dalam pemberangkatan tersebut, ikut diantara mereka juga 120 wali santri guna mengantar anak-anaknya selama dua hari di sana. Termasuk juga sembilan pendampingnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, HM. Nursiah yang ikut melepas Sabar tersebut menegaskan bahwa, para santri yang baru ini diharapkan terus semangat dalam menuntut ilmu di pondoknya. Para generasi muda kata dia, harus membulatkan tekad untuk berjuang menuntut ilmu secara maksimal meski jauh dari orang tua. Karena bagi Sekda bahwa ini menjadi tantangan besar bagi orang yang menuntut ilmu yang jauh dari orang tuanya.

“Nanti anak-anakku, kami doakan semoga setelah selsai menuntut ilmu di pondok, semoga menjadi tuan guru, ulama serta pemimpin yang hebat. Tapi bulatkan tekad bahwa kita pergi meninggalkan keluarga untuk menuntut ilmu dengan tujuan yang sangat mulia,” ungkap mantan Camat Pratim ini saat melepas para Sabar di Lapangan Bundar Praya, Selasa kemarin (18/8/2020).

Sekda mengaku bahwa, selama proses belajar di Ponpes nantinya, para santri akan mendapat ilmu yang sangat banyak dan mulia. Ilmu ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kemajuan Loteng ke depan. Ia juga berharap agar para santri bersabar dalam menuntut ilmu. Apalagi, ketika di pondok nantinya santri pasti akan merasa rindu dengan orang tuanya. Dalam kondisi itu ia yakin para santri pasti bakal menangis. Namun rasa itu tidak akan berlangsung lama, paling tidak satu atau dua hari.

“Itu hal yang wajar, tapi kita harus tetap semangat dalam menuntut ilmu demi masa depan,” terangnya.

Nursiah juga menegaskan, para santri yang diberangkatkan ini diakuinya sudah dilakukan rapid tes. Bahkan, para orang tua dan pendamping juga sudah melaksanakan itu untuk memastikan bahwa mereka ini terhindar atau bebas dari penyebaran virus corona.

“Alhamdulilah ternyata hasilnya semua santri asal Loteng semua non reaktif. Sehingga kita bisa memberangkatkannya,” bebernya.

Sementara itu Ketua Rayon Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Sumberejo Situbondo, Jatim (IKSASS) Alumni Loteng, Zulkarnaen Arifin menegaskan bahwa, seluruh santri yang diberangkatkan saat ini adalah Sabar. Sementara santri lama yang sempat dipulangkan ke Lombok karena adanya Covid-19, kini sudah kembali ke pondok. Selain itu, untuk diketaui saat ini santri asal Loteng yang mondok di Salafiyah Syafi’iyah jumlahnya sekitar 432 santri. Ditambah lagi dengan sabar yang 129 santri.

“Semua yang baru ini kita berangkatkan bersama orang tuannya. Orang tua santri nantinya hanya dua hari berada di Ponpes,” tukas pria yang biasa disapa Zul ini. (Tl-03)

Related Posts

Tinggalkan Balasan