Headline

Unggahan Hati Pengacara Muda, Negara Kembali Menzholimi Rakyatnya!

Lombok Tengqh, Tribunlombok.net – Dalam KUHAP ( Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana ) merujuk ketentuan pasal 56 ayat (1) . Dalam hal tersangka atau terdakwa disangka atau didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun atau lebih atau bagi mereka yang tidak mampu yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih yang tidak mempunyai penasihat hukum sendiri, pejabat yang bersangkutan pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib menunjuk penasihat hukum bagi mereka

Lalu kemudian kita membaca kasus 4 IRT dan 2 balita yg ditahan oleh Kejaksaan Negeri Praya,lombok tengah baru2 ini yg dimana Kasus tersebut adalah limpahan dari Polres Lombok tengah dengan status terdakwa Pasal 170 ayat (1) Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, yang nominal kerusakan menurut pihak kepolisian adalh Rp 4.5 jt yaitu lecetnya seng digudang pengusaha tembakau akibat lemparan kayu dan batu.

Maka ada kewajiban bagi pejabat yaitu pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut untuk menunjuk penasihat hukum bagi mereka yg memang terbukti tidak mampu ,tapi ternyata dalam faktanya ke 4 IRT tersebut tidak sama sekali didampingi oleh penasehat hukum yg sudah ada dan dibiayai oleh Negara.

Lalu dengan alasan bahwa Pihak Kejaksaan Negeri Praya Menahan 4 IRT yg diikuti oleh 2 Balita tidak adannya surat penangguhan penahanan dari terdakwa adalah sebuah kegagalan dari 2 instansi penegak hukum ini tidak memiliki rasa kemanusian bagaimana tidak kalau kita melihat kondisi dari para terdakwa yg tidak akan mungkin bisa membuat /mengajukan surat penangguhan Penahanan yg diminta oleh Pihak kejaksaan negeri Praya.

Terus sampai kapan Hukum dinegeri ini bisa menerapkan equality before the law/Persamaan dihadapan Hukum jika rakyat miskin atau tidak mampu selalu menjdi korban dalam penegakan hukum !!!

Semoga kasus ini sebagai pembelajaran kita semua utk lebih mengedepankan rasa kemanusiaan utk bertindak lebih jauh !

Muhanan, SH (Arnand_ Gibest_sang_Rakyat_Jelata)

Related Posts

Tinggalkan Balasan