Headline

LLA NTB Kawal Verifikasi dan Survey Lapangan Terkait Kesiapan Perusahaan Pengekspor BL

Lombok NTB
Tribunlombok.net- Dari 19 perusahaan yang direkomendasi oleh Kementeri Kelautan dan Perikanan (KKP), 7 perusahaan masuk NTB dan 5 diantaranya sudah diverefikasi dan disurvey lapangan terkait kesiapan nelayan atau kelompok nelayan yang dimiliki. Proses tersebut dikawal ketat oleh Lombok Lobster Asosiasi (LLA).

“Kami dari dari LLA akan mengawal dan akan melakukan investigasi terhadap proses verifikasi yang dilakukan pihak DKP NTB. Jangan sampai ada permainan atau main mata antara pihak perusahaan dengan pihak DKP,” ungkap Muhanan, SH selaku ketua LLA NTB.

Dijelaskan bahwa pengawalan yang dilakukan tersebut adalah untuk memastikan kalau perusahaan yang ada benar benar sesuai dan layak untuk mendapat izin beroperasi di NTB, sehingga nantinya tidak merugikan para petani nelayan yang ada.

“Kami mengharapkan perusahaan yang diberikan izin operasi di wilayah NTB benar benar perusahaan yang memenuhi persyaratan dan tentunya perusahaan yang melaksanakan proses regulasi yang ada sesuai dengan ketentuan,” tegas Muhanan.

Sementara itu Kasi Kapi dan Kenelayanan DKP NTB, Sabriyono saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa, sampai saat ini dari sebanyak 19 perusahan yang oleh pihak Kementeri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mendapat izin ekspor Benih Lobster (BL), sebanyak 7 diantaranya sudah masuk NTB dan terdata oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB. Lima perusahaan diantaranya sudah dilakukan survey lapangan terkait keberadaan nelayan atau kelompok nelayan yang diajukan, yakni ; PT Royal, PT NTB, PT Sinar Lombok, PT Samudra dan PT Oceanic. Sedangkan dua perusahaan lainnya masih menunggu proses.

Dari hasil verefikasi berkas persyaratan serta survey lapangan yang sejauh ini telah dilakukan, berkas kelima perusahaan tersebut rata rata sudah lengkap. Kalaupaun ada yang masih kurang, perusahaan diminta untuk melengkapi kekurangannya. Termasuk terkait dengan keberadaan para nelayan atau kelompok nelayan binaan dari masing-masing perusahaan.

Keberadaan nelayan atau kelompok-kelompok nelayan tersebut sangatlah penting, sebab itu akan menjadi salah satu acuan atau syarat untuk penentuan kuota ekspor BL NTB dari Kementerian.

“Sampai saat ini, kami sudah turun kelapangan melakukan survey terhadap nelayan atau kelompok nelayan yang diajula oleh kelima perusahaan tersebut,” pungkasnya. ( tl-02 )

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − twelve =