Headline

HIMASTA Tuntut Disdik dan Kemenag Loteng Berikan Sanksi Ponpes yang Libatkan Santri Ikut Demo

Lombok Tengah

Tribunlomok.net – Organisasi Mahasiswa yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Tatas tuhu Trasna (HIMASTA) menutut Dinas pendidikan Lombok Tengah dan Kemenag Kabupaten Lombok Tengah untuk menegur dan memberikan sanksi atau tindakan hukum untuk pondok pesantren yang melibatkan santri dibawah umur ikut Demo di kantor Bupati Lombok Tengah, kamis (21/11/2019).

Keramaian Santri dibawah umur dalam aksi demonstrasi menjadikan tolak ukur pendidikan Pondok Pesantren tidak terkontrol.
Penasehat HIMASTA, Lalu Panji Ardiansyah sangat kecewa dan merasa terpukul akan hadirnya para santri dan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Lombok Tengah.
Kami dari HIMASTA sempat merasa kagum hadir nya Santri dalam melaksanakan Istigosah di Lapangan Bunder Praya. Hanya saja kami mengira Santri hanya terlibat ketika agenda Istigosah saja, tetapi ikut dimobilisasi untuk ikut aksi demonstrasi. Ini akan menjadi sorotan di mata khalayak publik, bahwa ada kesan yang kurang terdidik untuk anak usia dibawah umur di paksakan turun aksi. Sepatunya yang bertanggung jawab dalam aksi ini, serta pondok ponpes yang terlibat aksi tidak memaksakan anak-anak Santri untuk terlibat. Saya takut pandangan masyarakat ada kesan politis didalamnya.
Lalu Panji Ardiansyah, menambahkan bahwa kami dari HIMASTA menuntut pihak-pihak yang bersangkutan untuk mempertanggung jawabkan aksi yang melibatkan para santri dibawah umur, serta mendorong Dinas Pendidikan, Kemenag, maupun Komisi Perlindungan anak untuk menegur bahkan melakukan tindakan hukum pada Lembaga Pondok Pesantren yang melibatkan anak-anak santri dibawah umur untuk aksi.”Pungkasnya ” ( tl-02 )

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − sixteen =