Headline

Massa Pro Perubahan Nama Bandara Datangi Kantor Bupati Loteng, Sebagian Besar Santri

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Janji akan menghadirkan sebanyak 10 ribu massa sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan aksi ke pihak kepolisian Polres Loteng, aksi demonstrasi dukungan terhadap perubahan nama Bandara Internasional Lombok ( BIL ) atau Lombok Internasional Airport ( LIA ) menjadi BIZAM pada Kamis ( 21/11/2019 ) di depan kantor Bupati Lombok Tengah hanya dihadiri oleh sekitar 2000 massa. Itupun sebagian besar terdiri dari santri madrasah yang ada di Loteng.

Pantauan Tribunlombok.net dilapang menunjukkan bahwa, massa aksi yang dikomandani oleh mantan anggota DPRD Loteng, M.Samsoel Qomar tersebut sebelum bergerak ke kantor Bupati Loteng, sejak pukul 08.00 wita berdatangan dan berkumpul di lapangan bundar Praya. Baru sekitar puul 09.30, massa aksi bergerak menuju kantor Bupati Loteng.

Selama perjalanan hingga sampai didepan kantor Bupati, secara bergilira korlap serta orator aksi melakukan orasi yang berisikan dukungan terhadap perubahan nama BIL/LIA menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid ( BIZAM ). Sementara sejumlah pimpinn kau melakukan lobi untuk bisa masuk kantor Bupati guna bertemu dan berdialog dengan Bupati, Wakil Bupati serta Sekda Liteng.

Salah seorang orator aksi yakni Himni menyatakan bahwa, kedatangan mereka adalah untuk memberikan dukungan terhadap pergantian nama BIL menjadi BIZAM. Dimana penetapannama BIZAM oleh pemerinta pusat semestinya harus didukung oleh pemerintah daerah, termasuk oleh Pemda Loteng.

Nama BIZAM menurut Himni adalah merupakan nama yang pas, mengingat beliau adalah merupakan pahlawan nasional dari NTB, khususnya Loteng. Jadi semestinya kita berbangga atas penamaan nama bandara BIZAM tersebut, karena hal tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan kita, tegasnya.

Sejumlah orator lainnya juga menyampikan hal yang sama. Dimana mereka menuntut pihak Pemda Loteng untuk mendukung penetapan nama BIZAM tersebut.

Setelah sekitar satu setengah jam lamaya, massa berada didepan kantor Bupati Loteng, sementara permintaan untuk bertemu Bupati, Wakil Bupati serta Sekda tidak terealisasi, akhirnya skitar pukul 11.30 WITA, M.Samsoel Qomar selaku koordinator umum aksi mengakhiri Aksi tersebut dan meminta para peserta Aksi dengan bertib kembali ketempat asal masing-masing.

Jamuan sebelum itu, M.Samsoel Qomar menyatakan akan kembali lagi melakukan aksi demonatrasi pada senin mendatang ke kantor Gubernur NTB, dengan massa aksi yag jauh lebih banyak. ( tl-02 )

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + four =