Headline

Larang Wartawan Liputan, Lima Komisioner KPUD Loteng Diperiksa Polisi

LOTENG, Tribunlombok.net – Laporan Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT) terkait larangan peliputan debat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah beberapa waktu lalu oleh pihak KPUD Lombok Tengah, mendapat atensi khusus Polres Lombok Tengah.

Jumat (20/11/2020), lima komisioner KPUD Lombok Tengah memenuhi panggilan penyidik Polres Lombok Tengah.

Pemeriksaan dijadwalkan di waktu berbeda yakni pagi dan sore. Ahmad Fuad Fahrudin, Alimudin Sukri dan Lukmanul Hakim diperiksa pagi. Sedangkan dua komusioner KPUD lainnya yakni Lalu Darmawan dan M. Zaeroni dijadwalkan pukul 15.30 wita.

Tiga komisioner KPUD Lombok Tengah tersebut tiba di Polres sekitar pukul 9.00 Wita tanpa didampingi kuasa hukum.

Pemeriksaan berlangsung selama tiga jam lebih. Oleh penyidik mereka dimintai keterangan seputar tupoksinya KPUD. Termasuk terkait pelaksanaan debat Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah di D-Max Hotel benerapa waktu lalu.

Kasat Reskrim, AKP I Putu Agus Indra Permana menjelaskan, pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi laporan FWLT.

Keterangan para saksi baik dari pihak KPUD selaku terlapor maupun FWLT akan didalami sampai memperoleh kesimpulan yang jelas dalam persoalan ini. Pihaknya pun berjanji akan menangani ini dengan sebaik mungkin.

” Intinya siapapun kalau salah pasti kita ditindak,” kata Agus.

Selain komisioner KPU, polisi juga memita keterangan Khaerudin, salah seorang wartawan yang berada di lokasi debat Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Kepada penyidik, wartawan Radar Lombok yang akrab disapa Memet tersebut menceritakan perlakukan pihak panitia kepada awak media saat pelaksanaan debat.

” Bagaimana sombongnya pihak panitia memperlakukan awak media saat debat semuanya sudah saya beberkan dengan jelas. Tapi kalau dirasa masih kurang saya siap dipanggil lagi,” jelasnya.

Sementara itu kuasa hukum FWLT, Muhanan mengapresiasi ketegasan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.

” Luar bias, ternyata rekan-rekan di kepolisian sangat serius menangani kasus ini. Kita berharap pihak kepolisian jangan setengah-setengah dalamm menyelesaikan kasus ini biar KPU kedepan tidak seperti raja kecil yan semaunya asal usir,” pungkasnya. (red)

Related Posts

Tinggalkan Balasan