Headline

LRC : PMI yang Pulang ke Lotim Butuh Penanganan Serius dari Pemda

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Sejak mulainya wabah Covid-19 tahun 2020 yang lalu, menyebabkan banyak pahlawan devisa kita yang pulang kampong ke Lombok Timur. Baik diakibatkan oleh berakhirnya masa kerja, maupun yang diputus kontrak diakibatkan adanya Pandemi Covid-19.

Data yang terbaru, per pebruari 2021 saja yang sudah balik ke Lombok Timur sekitar 1.200 orang. Itu belum yang balik tahun 2020 yang lalu. Dari data yang diperoleh Lombok Research Center (LRC), per januari-Desember 2020 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Lombok Timur yang telah pulang sekitar 4.675 orang. Ini yang terdata, bagaimana dengan yang belum terdata?

Melihat hal itu, Bapak Maharani, Peneliti dari LRC mengatakan bahwa Pemerintah daerah Lombok Timur  harus mengantisipasi PMI yang pulang kampong sebagai dampak keberlanjutan pandemi Covid-19 dalam bentuk kebijakan ekonomi berkelanjutan dan pemberdayaan.

Hal ini menjadi sangat penting dikarenakan bahwa PMI yang pulang, jika tidak mendapatkan pemberdayaan maupun pekerjaan di masa pandemic ini akan mengakibatkan masalah social bagi daerah.

Apalagi Lombok Timur saat ini sedang gencar-gencarnya membuat program pengentasan kemiskinan, stunting dan lainnya.

Untuk menangani berbagai tantangan ini, diperlukan intervensi yang tepat sasaran dan efektif diikuti dengan kerja sama semua pihak. Untuk itu, Pemerintah Daerah Lombok Timur harus melakukan koordinasi, fasilitasi, maupun advokasi kepada Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19, OPD teknis terkait, dunia usaha, media massa maupun masyarakat dalam menjamin perlindungan terhadap mantan PMI ini. Untuk itu, diperlukan model pemberdayaan yang berkelanjutan sesuai dengan potensi dari PMI yang pulang, tambah Maharani.

Maharani juga menambahkan bahwa Lombok Timur memiliki banyak potensi yang dapat menjadi kekuatan dalam melakukan pemberdayaan bagi mantan PMI di masa pandemi ini. Seperti di Kecamatan Lenek sudah ada Balai Tenaga kerja Internasional, di Gelang pemerintah daerah memiliki BLK daerah. Itu harus dimanfaatkan secara maksimal.

Belum lagi dengan potensi Sumberdaya Manusia yang dimiliki Lombok Timur. Ada juga sector swasta. Kita harus bergerak bersama ungkap Maharani.

Kami dari LRC sudah memulai membuat program yang tersentra bagi mantan PMI yaitu membuat kawasan agroforestry buah di Pringgabaya dan sambalie. Mudah-mudahan contoh yang sudah ada dapat di replikasi oleh pemerintah saerah agar lebih banyak penerima manfaat khususnya mantan PMI ungkap Maharani.

Related Posts

Tinggalkan Balasan