Headline

Kadisdik Loteng Bantah Mutasi 61 Kepala SMP Asal Comot, Namun Sesuai Permendikbud

Kadisdik Loteng, H. Lalu Idham Khalid

LOMBOK TENGAH, Tribunlombok.net –  Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), H.Lalu Idham Khalid menyatakan bahwa, Pengangkatan dan Pelantikan 61 Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN pada mutasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tahun 2022 oleh Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri  di Gedung PKK Loteng pada Kamis, (23/6/2022) kemarin telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi atau Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

“Mutasi Kepala Sekolah sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021. Oleh karenanya tidaklah benar pengangkatan dan pelantikan Kepala Sekolah asa comot seperti yg diungkapkan salah seorang tokoh muda Loteng (Obok) di media sebelumnya,” terang H.Lalu Idham Khalid, Jumat, (24/6/2022).

Dalam Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 menyebutkan bahwa guru dapat diberikan tugas sebagai kepala sekolah untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan transformasi pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik. ” Semua dilaksanakan sesuai dengan aturan dan Kepala Sekolah Penggerak tahap pertama juga telah diakomodir sesuai dengan atur, jadi sekali lagi tidak besar asal Comot saja, semua harus sesuai aturan,” ucap H. Lalu Idham

Lebih lanjut, H. Lalu Idham menjelaskan bahwa, persyaratan guru yang diberikan penugasan sebagai Kepala Sekolah yakni harus memiliki kualifikasi akademik paling rendah S1 atau diploma empat DIV dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi. Guru harus memiliki sertifikat pendidik,  serta memiliki Sertifikat Guru Penggerak. Memiliki pangkat paling rendah penata muda tingkat I, golongan ruang III/b bagi Guru yang berstatus sebagai PNS. Guru memiliki jenjang jabatan paling rendah Guru ahli pertama bagi Guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Memiliki hasil penilaian kinerja Guru dengan sebutan paling rendah Baik selama 2 tahun terakhir untuk setiap unsur penilaian. Guru yang telah memiliki sertifikat calon kepala sekolah yang diterbitkan sampai akhir 2021 dapat diberi tugas sebagai kepala sekolah sesuai dengan peraturan baru.

” Untuk memperkuat kapasitas guru sebagai kepala sekolah dibutuhkan penataan dan perbaikan mekanisme penugasan guru sebagai kepala sekolah,” pungkasnya. (tl-02)

Related Posts

Tinggalkan Balasan