Headline

20 Cabor Hengkang dari Musorkab KONI Loteng Dan Akan Gelar Musorkablub

PRAYA, Tribunlombok.net – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) memilih ketua KONI Kabupaten Lombok Tengah yang digelar disalah satu hotel diwilayah wisata Desa Kuta Kecamatan Pujut diwarnai aksi walk out oleh peserta rapat. Dari 29 Cabang Olahraga (Cabor) yang memiliki hak pilih, sebanyak 20 Cabor terpaksa bersikap keluar dari ruangan musyawarah. Hal ini dilakukan 20 Cabor itu lantaran mencium aroma kecurangan yang dilakukan oknum Panitia Musorkab.
Kendati diwarnai aksi mosi tidak percaya oleh Cabor yang melakukan aksi Walk Out, panitia yang dituding melaksanakan kegiatan dengan cara curang tetap melaksanakan proses pemilihan ketua KONI. Dimana hasil dari proses Musorkab yang jumlah pesertanya yang memiliki hak pilih tidak korum tersebut memenangkan salah satu calon kandidat ketua yakni Syamsul Qomar.
Menyikapi aksi Walk Out yang dilakukan oleh 20 terhadap proses musyawarah kemudian melakukan pertemuan membahas apa sikap selanjutnya yang akan dilakukan. Dimana dari hasil kesepakatan bersama antara 20 Cabor dan dua Kandidat calon Ketua. Disepakati dalam waktu dekat akan mwnggelar Musorkab luar biasa (Musorkablub) paling lambat hari senin (29/3) mendatang. Dimana kesepkatan ini di tandai dengan dibubuhkannya tandangan bersama oleh 20 Cabor yang menolak hasil sidang Musorkab.
Dua kandidat ketua, L Candra Yudistira dan Hatibi Bin Yahya didampingi 20 Cabor dalam konfrensi Persnya menyatakan, aroma kecurangan saat proses sidang Musorkab yang dilakukan panitia kental terlihat. Dimana pada saat proses sidang, terjadi perubahan persyatan calon kandidat yang boleh memgajukan diri sebagai calon ketua umum yang berhak dipilih pemilih suara. “Dimana perubahan Peraturan Organisasi (PO) tentang mekanisme calon kandidat ketua disampaikan panitia pada sidang kedua,” ungkap Lalu Candra.
Pada saat proses verifikasi penjaringan calon kandidat ketua, yang berhak dan boleh mengajukan diri sebagai ketua umim yakni ketua, sekertaris dan bendahara Cabor. Namun faktanya saat pelaksaan sidang panitia merubah aturan sepihak dengan membolehkan ketua dan sekertaris Cabor saja boleh mencalonkan diri sebagai ketua umum. “Melihat adanya indikasi aroma kecurangan,kemudian dua calon kandidat bersama 20 Cabor mengajukan intruksi namun tidak mendapat respon panitia,” sambungnya.
Karena dianggap panitia tidak menjunjung tinggi sporivitas dalam proses pemilihan ketua umum KONI, lantas kedua kandidat dan 20 Cabor sepakat melakukan aksi walk out dari ruang sidang. Kemudian melakukan pertemuan kilat dan menelurkan kesepakatan untuk segera melakukan Musorkab luar biasa pekan depan. “Dimana Musorkab ini nanti akan diikuti oleh lebih dari 2/3 anggota KONI yang memiliki hak suara,” tegasnya.
Jika merujuk dari aturan yang ada, legalitas pelaksanaan Musorkab luar biasa ini dibenarkan oleh aturan yang ada. Dimana aturannya menyatakan Musorkab luar biasa harus diikuti oleh sebanyak 2/3 pemilik suara. “Semua tindakan yang akan kami lakukan sudah sesuai dengan aturan dan tidak melanggar aturan sama sekali,” jelasnya.
Untuk suksesi Musorkab luar biasa ini nanti, kurun waktu sehari dua hari kedepan pihaknya akan melakukan koordinasi ke Pemerintah Kabupaten Loteng dan pengurus KONI Provinsi NTB. Dengan harapan tentunya pelaksanaan Musorkab luar biasa ini nanti mengedepankan dan menjunung sportivitas. “Pada saat pelaksaan Musorkab luar biasa nanti tetap panitia akanengundang 9 Cabor yang ada dibarisan yang tetap mengikuti kegiatan Musorkab yang tidak korum, ” sambung Hatibi yang diamini 20 Cabor.
Menurutnya, akibat aksi walk out yang dilakukan secara otomatis pelaksanaan Musorkab tersebut gagal dan cacat demi hukum. Karena Musorkab itu diikuti oleh kurang dari 2/3 jumlah peserta yang memiliki hak suara. Dimana 20 anggota yang melakukan aksi walk out yakni Issi, persani, porki, PBVSI, Perserosi, Perpani, Muatai, Perkemi, Perlti, Pordasi, PRSI, ESI, Futsal, PSTI, Percasi, PSSI, Taekwondo, Perbasi, PBSI, IMI. “Sementara Cabor yang diam dan tetap mengikuti proses Musorkab yakni ASI, Pobsi, Gabsi, FPTI, IPSI, Perbakin, FASI, PSOI,” paparnya.(tl-02)

Related Posts

Tinggalkan Balasan