Headline

Prestasi dan Kreasi Warnai Peringatan HGN MTsN 1 Loteng

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati setiap tanggal 25 November hari ini terasa sangat berbeda. MTs Negeri 1 Lombok Tengah yang dinahkodai dua pimpinan muda, Nasruddin Mansyur (Kamad) dan Moh. Holidi Alwi (KTU) Memberikan sentuhan yang cukup spesial untuk perayaan HGN Tahun ini. Kolaborasi tangan dingin keduanya mampu memberikan hadiah special untuk sivitas akademika MTsN 1 Lombok Tengah.

Prestai dan Kreasi

Perayaan HGN lebih semarak dengan dikukuhkannya tiga orang siswa MTsN 1 Lombok Tengah sebagai utusan Lombok Tengah pada kejuaraan karate nasional memperebutkan Piala Walikota Malang, Jawa Timur. Thoriq Arya Rahmatullah, siswa kelas VIII.3 Unggulan, berhasil mempersembahkan medali perunggu pada kelas kumite 45 Kg pemula putra.

“Ini adalah salah satu kado yang kami, para siswa, bisa persembahkan untuk guru di hari spesial ini,” ungkap Thoriq dengan senyum sumringahnya.

Selain Prestasi di atas, di hari yang berbahagia bagi para guru ini, siswa juga memberikan persembahan yang berbentuk atraksi dan narasi bagi para guru. Demi menyaksikan performa ini, para siswa dan guru rela bertahan di lapangan olahraga sampai menjelang siang.

Kemenag Peduli dan Melayani

Sebagai pelengkap kebahagiaan, seakan tidak mau kalah, para pejabat Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah yang ikut hadir pada upacara HGN juga membawa berita gembira bagi para siswa yang berprestasi. Kepala Kemenag Lombok Tengah, H. Jalalussayuthi, pada sela-sela pembacaan amanat Menteri Pendidikan di Hari Guru Nasional, kembali menegaskan komitmennya bahwa pejabat Kemenag akan terus memperhatikan dan melayani civitas madrasah.

Di Hari Guru Nasional ini, Kemenag mengajak Perusahaan Pegadaian Kantor Cabang Praya untuk memberikan apresiasi kepada para siswa yang berprestasi di madrasah lingkup kabupaten Lombok Tengah. Tiga dari sepuluh siswa tersebut merupakan siswa MTs Negeri 1 Lombok Tengah. Para siswa yang berprestasi ini diberikan reward berupa tabungan emas.

“Semoga hal ini, menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi sesuai bakat dan minatnya. Seperti salah satu poin nasihat Mendikbud, Nadiem Makarim, mari terus menggali potensi para siswa dan arahkan agar mencapai titik maksimal dari potensi mereka,” tutur H. Jalalussayuthi.

Menggandeng tangan, membuka pikiran, menyentuh hati, dan membentuk masa depan. Seorang guru akan berpengaruh selamanya. Namun, dia tidak pernah tahu kapan pengaruhnya mulai berefek dan akan berakhir. Dia tak akan pernah tahu pengaruh dirinya akan positif atau negatif. Semoga para guru selalu diberi rahmat untuk memberikan tauladan yang baik demi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + one =