Headline

Galian C di Kecamatan Masbagik Marak, Pemda Lombok Timur Tutup Mata

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik menjadi salah satu Desa sumber utama air bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Timur. Desa ini memiliki sekitar 8 mata air yang debitnya cukup besar. Sehingga selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, juga digunakan untuk kegiatan ekonomi lainnya.

Namun sejak dua tahun terakhir ini. Mata air yang ada mengalami pengurangan debit yang cukup drastis. Hal ini diakibatkan semakin maraknya usaha galian C yang ada di sekitar mata air.

Namun kenapa pemerintah daerah seolah-olah diam dan melakukan pembiaran terhadap usaha galian C ini?

Ini yang menjadi pertanyaan besar bagi analis kebijakan dari Lombok Research Center (LRC) Bapak Maharani.

Pada tahun 2020 yang lalu, 15 kecamatan dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur ini mengalami permasalahan kekeringan yang sangat parah, untung saja awal musim hujan tahun 2020 yang lalu agak maju, sehingga permasalahan kekeringan tidak bertambah menjadi seluruh kecamatan yang ada di Lombok Timur ungkap Bapak Maharani.

Dengan melihat permasalahan kekeringan yang dialami oleh daerah, seharusnya Dinas Lingkungan Hidup melakukan upaya-upaya penyelamatan terhadap lingkungan, khususnya terhadap daerah-daerah yang memiliki sumberdaya air.

Ini malah membiarkan usaha-usaha galian C yang berada di daerah sumber mata air. Apakah Dinas Lingkungan Hidup tidak memiliki konsep yang jelas dalam membuat sebuah kebijakan atau bagaimana? Ungkap Maharani.

Galian C yang ada di sekitar Desa lendang Nangka cukup banyak, dari hasil pendataan awal yang dilakukan oleh LRC sekitar 11 Titik, dan itu berada di sekitar daerah yang memiliki mata air.

Itu di satu Desa, bagaimana dengan Desa-Desa sekitarnya seperti di Desa Jurit, Pangadangan, Lenek dan desa lainnya.

Ada beberapa hal yang dilanggar dalam usaha Galian C ini, ungkap Maharani. Seperti pelanggaran terhadap Teknis pertambangan, palnggaran aturan Undang-undang No No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara di pasal 158 (terkait pelanggaran Pidananya) dan peraturan daerah Lombok Timur terkait tata ruang (dalam revisi).

Untuk itu, Maharani berharap bahwa Pemerintah Daerah Lombok Timur harus serius dalam menertibkan usaha-usaha galian C yang akan berdampak terhadap rusaknya sumberdaya alam kita sehingga akan mengakibatkan kita kekurangan air setiap tahunnya. Dan Maharani juga mengharapkan keseriusa dari Bupati Lombok Timur dalam membuat kebijakan penyelamatan mata air ini. Jangan sampai air dijadikan alat politik dan alat kampanye setiap pemilihan kepala daerah saja. (tl-02)

Related Posts

Tinggalkan Balasan