Headline

Gairahkan Kreatifitas Pemuda, Jarpuk Rindang Gelar “Festival Penenun Muda Mandalika”

Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya didampingi Ketua Jarpuk Rindang Loteng, Masnim saat memantau kreatifitas para penenun muda Loteng

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal masyarakat dan mengembangkan bakat dan keterampilan para pemuda, Jarpuk Rindang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, riset dan Teknologi RI pada bidang Kebudayaan (PBK) mengeglar Festival Penenun Muda budaya Mandalika bertempat di Alun-alun Tastura Praya, pada sabtu-minggu (27-28/11/2021).

Ketua Panitia yabg juga merupakan Ketua Jarpuk Rindang Lombok Tengah, Masnim menyampaikan saat acara pembukaan festival bahwa, Kegiatan ini merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Jarpuk Rindang bersama Pemkab Loteng sejak Oktober 2021 lalu, dalam upaya terus meningkatkan gairah kreatifitas para penenun muda Lombok Tengah. Dimana selain kegiatan festival kali ini, sebelumnya juga telah dilakukan beberapa kegiatan, diantaranya yakni pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda, pelatihan jurnalistik dan lainnya.

Diungkapkan bahwa, festival yabg diikuti olek para puluhan penenun muda usia 13-20 tahun dari tiga Kecamatan yakni Kecamatan Praya Barat Daya, Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Pujut tersebut merupakan salah satu upaya untuk terus melakukan pelestarian budaya lokal menenun serta untuk melakukan pembinaan terhadap para generasi muda penenun, yang merupakan salah satu aset berharga daerah.

Kami berharap, kegiatan ini bisa memacu semangat dan meningkatkan kreatifitas para pemuda, khususnya putri atau dedare Loteng untuk terus meningkatkan kemampuan menenun yang mereka miliki.

“Mereka adalah aset daerah yang sangat potensial dan berharga, oleh karenanya, kami berharap mereka bisa diperhatikan serius oleh pemerintah, melalui berbagai program pemberdayaan dan pembinaan kedepannya”, harap Masnim.

Sementara Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bagus sebagai motifasi dan pemicu semangat bagi generasi muda dalam mengembangkan budaya lokal peninggalan nenek moyang, yakni menenun.

“Kita harapkan generasi muda Loteng tidak hanya menjadi penganten baru dalam usia yang tidak direkomendasikan UU, melainkan diusia muda mereka bisa kreatif dan terampil, salah satunya dengan membudayakan budaya tenun”, terang Lalu Firman Wijaya.

Oleh karenanya, Sekda mengharapkan kegiatan seperti festival tenun ini terus digalakkan dan ditingkatkan. Begitu juga dengan kemampuan para penenun yang ada, harus tetua ditingkatkan, sehingga kedepannya mampu menghasilkan hasil tenun dengan berbagai kreasi menarik. (tl-02)

Related Posts

Tinggalkan Balasan