Headline

Sampah Menumpuk Dimana-mana, Amir Ali Akui Minim Armada Sampah

PRAYA

Tribunlombok.net — Belum bisa diurainya persoalan sampah di Lombok Tengah (Loteng) diakuinya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pasalnya, persoalan sampah diyakini sebagai sebuah persoalan serius di gumi Tastura ini. Padahal Loteng sebagai kabupaten strategis pengembangan pariwisata nasional hingga internasional saat ini. Adapun salah satu persoalan seriusnya yakni terkait masih kurangnya armada sampah yang dimiliki.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Loteng, Amir Ali belum lama ini. Diakui Amir Ali bahwa, salah satu persoalan yang membuat lambannya penanganan sampah di Loteng ialah belum memadainya armada sampah yang dimiliki pihaknya. Armada yang dimaksud ialah kontainer pembuangan dan pengangkut sampah. Kata dia, saat ini DLH hanya memiliki 26 kontainer. Jumlah tersebut diakuinya memang sangat kurang dibandingkan kebutuhan yang sebenarnya. Sebab, sebagian besar dari jumlah tersebut ada di Kota Praya saja. Sisanya ada di beberapa pasar kecamatan. Idealnya memang harus lebih dari 100 bak kontainer dimiliki jika melihat luas wilayah Loteng. Terlebih, saat ini Loteng memiliki 42 pasar yang tersebar di 12 kecamatan. Artinya, idealnya per pasar memiliki dua kontainer. Termasuk satu kontainernya ditempatkan di pusat kecamatan.

“Kendaraan pengangkut sampah dan kontainer kita akui kurang memang. Idealnya 100 lebih jika melihat jumlah pasar dan luas wilayah,” terang Amir Ali.

Namun demikian ujarnya, kondisi tersebut sangatlah dimaklumi karena kondisi keuangan daerah sedang minim. Terlebih sekarang ini sedang mewabah Covid-19. Memang, sudah sering pihaknya ajukan penganggarannya secara bertahap namun belum bisa terealisasi karena kondisi APBD masih belum mengarah ke pengadaan armada tersebut. Ia pun berharap agar ke depan bisa terealisasi. Untuk sementara, pihaknya lebih fokus pada pembenahan pengelolaan TPA Pengengat, penanganan sampah dalam kota, sosialisasi penguatan peran desa dalam penanggulangan sampah dan lainnya.

“Kami tahu dan pahami keluhan rekan-rekan Kades dan camat terkait persoalan sampah. Tapi soal armada kita masih belum memadai,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan mantan Kadis PUPR Loteng ini, terhadap kondisi tersebut ia sangat berharap agar masyarakat dan Pemdes ikut membantu Pemkab menanggulangi persoalan sampah. Karena seperti diketahui, Dana Desa (DD) bisa diarahkan untuk mengurai persoalan sampah. Misalnya untuk pengadaan kendaraan roda empat berupa truk sampah, kendaraan roda tiga, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) hingga program pemberdayaan masyarakat.

“Peran desa, masyarakat dan kita semua sangat diharapkan dalam pengelolaan dan penanggulangan sampah. Paling bagus itu, edukasi masyarakat agar bisa memilah sampah organik maupun anorganik,” tandasnya. (tl-03)

Related Posts

Tinggalkan Balasan