Headline

Diduga Mencuri di Makam Nyatok, Nenek Asal Lotim Diamankan Polisi

PUJUT Tribunlombok.net– Seorang Nenek berinisial IH (62), warga yang diketahui berasal dari Desa Montong Ba’an, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim) diamankan warga dan anggota Polsek Pujut, Rabu (29/7/2020). Nenek IH diamankan karena diduga mencuri dompet salah seorang pengunjung di Makam Nyatok, Dusun Telok Bulan Daye, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Rabu (29/7/2020).

Kapolsek Pujut, AKP Herman ketika dikonfirmasi Tribunlombok.net membenarkan ada seorang nenek inisial IH asal Lotim yang diamankan pihaknya. IH, terduga pelaku diamankan warga karena diduga mencuri di area pintu masuk parkir Makam Nyatok. Untuk menghindari amarah warga dan guna proses penyelidikan, pihaknya langsung amankan terduga pelaku. Hanya saja, dari keterangan korban, tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. Sedangkan dari keterangan terduga pelaku, ia datang sendirian ziarah makam.

“Dari keterangan terduga pelaku,ia datang ke Makam Nyatok sendirian,” terangnya.

Herman juga menceritakan kronologis kejadian bahwa, sekitar pukul 10.15 Wita terduga pelaku diketahui melakukan aksinya. Disaat itu pula, korban yang enggan disebutkan orangnya itu berada di dalam makam bersama suami dan saudaranya. Korban baru mengetahui bahwa tas yg digunakannya sudah dalam keadaan terbuka dan dompet berisi uang sebesar Rp 2.075.000 raip. Setelah mengetahui hal tersebut, korban kemudian memberitahu suaminya dan mengadukan ke penjaga pintu bahwa uangnya hilang. Seketika itu, salah satu penjaga pintu masuk Makam Nyatok yang bertugas langsung mencari terduga pelaku kemudian menunjukkan ke korban. Akan tetapi, korban tidak berani memastikan bahwa terduga pelaku adalah pelaku pencurian (copet). Sebab barang bukti belum ada dan tidak ada juga orang yang pernah melihatnya. Guna menindaklanjuti dugaan tersebut, petugas jaga mengamankan terduga pelaku untuk diserahkan ke pihak Kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.

“Terduga pelaku telah kita amankan guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Herman.

Ditambahkan, sebelumnya pihaknya mengintrogasi terduga pelaku untuk memastikan kebenaran atas kecurigaan para pengunjung. Selain itu, pihaknya juga melakukan penggeledahan terhadap terduga pelaku oleh Polwan. Dimana, semua pakaiannya di buka namun tidak ditemukan barang bukti baik berupa dompet maupun uang milik korban yang mengaku kehilangan tersebut. Di dompet terduga pelaku hanya ditemukan uang sebesar Rp 80.000 saja.

“Jadi sementara masih dalam proses penyelidikan dek,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Rembitan Lalu Minaksa yang dikonfirmasi terpisah membenarkan ada seorang pengunjung Makam Nyatok yang diamankan pihak Polsek Pujut. Namun pihaknya belum tahu pasti perkembangan penyelidikan dari Polsek. Sehingga ia belum bisa mengatakan yang diamankan itu pelakunya. Ia pun menceritakan bahwa terhadap kejadian pencurian tersebut sebenarnya bukan kali ini saja terjadi di areal makam. Dari keterangan petugas makam diketahui kerap ada pengunjung yang mengaku kecurian barang-barang bawaan maupun uangnya. Sehingga pihak penjaga makam dan petugas parkir melakukan pengawasan dan penjagaan super ketat selama ini. Bahkan, sebagai upaya antisipasi pihaknya meminta petugas penjaga makam untuk mengawasi dan mencari siapa saja pengunjung luar Desa Rembitan yang setiap hari Rabu datang ke makam. Setelah diawasi, diketahui nenek IH selalu hadir setiap hari kunjungan. Sehingga petugas pun mengawasi gerak geriknya. Makanya ketika ada pengunjung yang mengaku kehilangan, petugas langsung menunjukkan terduga pelaku tersebut kepada korban.

“Ini bukan kita curigai, tapi bentuk antisipasi saja. Kebetulan juga dia (nenek IH, Red) setiap hari kunjungan selalu datang,” tutur Minaksa.

Belajar dari kejadian tersebut, ia pun meminta kepada para pengunjung untuk berhati-hati membawa barang bawaannya. Sebab, dimanapun tempat umum itu tidak ada yang bisa terhindar dari namanya pencurian. Apalagi seperti Makam Nyatok yang terbuka untuk umum setiap hari Rabu. Selain itu, saat ini pihaknya menerapkan protokol Covid-19 bagi para pengunjung. Salah satunya yakni pengunjung antre ketika masuk pusaran makam. Bisa saja, ketika antre tersebut menjadi peluang orang yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi pencuriannya.

“Kami berharap agar para pengunjung waspada terhadap pencurian. Terutama saat antre di area pusaran makam,” serunya. (tl-03)

Related Posts

Tinggalkan Balasan