Headline

Pesta Miras Berujung Perkelahian, Amaq Jumenim Tewas Mengenaskan

Lombok Tengah

Tribunlombok.net– Tak ada yang menyangka Amaq Jumenim/Jumah (55 tahun), warga Dusun Sentalan, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur (Pratim) bakal meninggal di tangan keluarga dekatnya, inisial AG (54 tahun) yang juga warga Dusun Sentalan. Sebab sebelumnya, korban bersama pelaku hidup berdampingan dan rukun di rumah mereka yang keduanya (rumah singgah) di Dusun Kebon Dalem Aur Manis. Namun siapa sangka, pesta miras yang dilakukan keduanya berbuntut pada perkelahian.

Dari penuturan beberapa masyarakat, awalnya keduanya antara pelaku AG dan Amaq Jumenim tidak ada masalah. Itu diketahui oleh empat warga lainnya yang sempat menemui dan bersama keduanya di rumah pelaku AG. Namun sebelum terjadi cek
-cok mulut antara keduanya, empat warga itu duluan meninggalkan mereka. Namun selang beberapa waktu lamanya sekitar pukul 17.00 dan dibawah pengaruh minuman keras, keduanya terlibat perselisihan pendapat hingga pada keputusan AG membunuh ayah tiga anak tersebut hingga tewas. Melihat rekan minumnya tersebut meninggal dengan luka memar di kepalanya. Pelaku diketahui memindahkan jenazah korban ke tanah lapang yang jaraknya sekitar 25 meter tidak jauh dari rumahnya. Hanya saja, beruntung ada sekitar empat warga sekitar yang kebetulan melintas di dekat TKP melihat pelaku membawa jenazah Amaq Jumenim. Ketika itu pun aksi pembunuhan tersebut diketahui masyarakat luas.

Mengetahui kejadian tersebut, jajaran dari Polsek Pratim dan Polres Loteng langsung turun melakukan olah TKP. Sejauh ini, warga belum mengetahui motif perkelahian keduanya. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Pratim dan Polres Loteng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Mereka berdua ini keluarga dekat. Dan terduga pelaku sudah diamankan polisi,” tutur Junaidi, salah satu warga Desa Bilelando kepada Tribunlombok.net.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Loteng, AKP Priyo Suhartono yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian perkelahian yang menewaskan Amaq Jumenim tersebut.

“Korban saat ini masih di autopsi,” singkatnya

Demikian juga, Polsek Pratim IPTU Nasrun juga mengaku masih bersama tim melakukan olah TKP.

“Ini kita masih di TKP dek. Informasi lebih jelasnya nanti saya sampaikan,” ujar Kapolsek. (tl-03)

Related Posts

Tinggalkan Balasan