Home Articles posted by TribunLombok.net
Headline

L.Ramdan SAg, salah anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Kasus robohnya Puskesmas Awang Kecamatan Pujut yang pembangunannya dikerjakan dengan aggaran APBD tahun 2020 kemarin yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Lombok Tengah terus bergulir. Lantaran menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat sebagai tempat mendapatkan pelayanan kesehatan, dukungan agar Kejari Loteng bekerja secara profesional datang dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan agar Kejari Loteg bekerja profesional dalam menangani perkara ini juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah.

L.Ramdan,SAg, salah satu anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah yang berasal dari daerah pemilihan Pujut-Praya Timur yang juga sebaga Sekertaris DPC Partai Gerindra saat diwawancara via ponselnya menyatakan, robohnya Puskesmas Awang sebelum digunakan untuk melayani gangguan kesehatan masyarakat setempat merupakan sebuah kejadian yang fatal. Akibat kejadian ini, sudah sepatutnya pihak Kejari Loteng mengambil sikap serius untuk menangani persoalan tersebut.

“Menurut saya, sudah tepat langkah yang diambil pihak Kejaksaan menangani kasus ini untuk ditelusur lebih mendalam,” ungkapnya.
Dalam menangani persoalan tersebut, pihaknya meminta dan mendorong Kejari Loteng menangani kasus ini secara profesional sesuai tugas dan fungsinya sebagai Aparat Penegak Hukum (APH). Dengan bekerja secara profesional, tentu menjadi modal utama dalam mencari potensi terjadinya kerugian negara yang diakibatkan dari pengerjaan proyek tersebut. apalagi pengerjaan proyek ini menyedot APBD Loteng yang nilainya cukup fantastis yakni sebesar Rp 7,7 Miliar. “Intinya kalau memang ada kesalahan dalam proses pengerjaan proyek tersebut ya haruslah ada yang bertanggung jawab penuh,” tegasnya.

Namun demikian, lantaran Puskesmas ini merupakan sebuah layanan yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai tempat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Tentunya hal itu juga agar dijadikan salah satu pertimbangan pihak Kejari Loteng untuk menangani kasus ini secara profesional dan serius. Jika memang ada kesalahan dalam proses pengerjaannya, tentu APH juga diminta profesional menetapkan siapa yang seharusnya bertanggung jawab penuh. “Saya minta jika ini memang ada kesalahan dalam prosesnya, siapa yang harus bertanggung jawab haruslah dijerat hukum sesuai tingkat kesalahannya,” katanya.
Penuntasan perkara ini kedepannya juga diharapkan mampu sebagai sebuah efek jera bagi siapapun yang coba-coba ingin mengambil keuntungan pribadi yang tidak sepatutnya dalam setiap proyek di Kabupaten Lombok Tengah. Efek jera ini ditujukan baik itu kepada rekanan maupun pihak Pemerintah sebagai penyedia anggaran. “Kalau tidak APH siapa lagi yang harus kita percaya di Bumi Tatas Tuhu Trasna ini dalam hal melakukan penegakan hukum yang adil dan profesional,” terangnya.

Kemudian terhadap Pemerintah sebagai penyedia anggaran dalam setiap proyek, diminta untuk lebih serius lagi dalam melakukan seleksi rekanan pemenang dalam semua tahapan proses terutama proses tender. Pemerintah diminta tidak melakukan lelang proyek apalagi proyek yang nilanya miliaran dalam kondisi mepet waktu. Akibat mepet waktu itu yang diduga menjadi salah satu penyebab pihak rekanan terkesan asal-asalan dalam mengerjakan proyek di Kabupaten Lombok Tengah.

“pemerintah tentunya haruslah mempertimbangkan situasi dan kondisi dalam menentukan waktu pelaksanaan proyek yang ada,” harapnya.

Buka hanya itu, bahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ada di Dinas-Dinas yang memiliki proyek besar juga perlu mendapatkan perhatian untuk dievaluasi. Jika memang sudah dianggap bekerja tidak lagi secara professional diminta untuk segera digantikan oleh PPK yang mau bekerja secara profesional dan handal.

“PPK ini juga pasti tau mana proyek yang dikerjakan asal-asalanndan dikerjakan profesional, jadi tidak ada salahnya PPK juga mendapat perhatian untuk di evaluasi Pemerintah kedepannya,” ujarnya.(tl-03)

Headline

Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim.

Mataram, Tribunlombok.net- Berkenaan dengan laporan elemen masyarakat (LSM GARUDA) yang melaporkan kegiatan pemerintah yang terdapat penyimpangan ke KPK, khususnya program beasiswa dan kegiatan kehumasan.

“Dari persepktif Laporan Hasil Pemeriksaan, saya ingin mengatakan bahwa: program bea siswa ini sudah diaudit dan diperiksa terinci Oleh BPK RI perwakilan NTB yan masuk dalam pemeriksaan Laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2020”, terang Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim.

Dijelaskan bahwa, program bea siswa kepada masyarakat berprestasi ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 49 tahun 2020, yang secara teknis dikelola dinas dikbud sebesar Rp. 29.239.000.000, dengan realisasi 26.370.330.932, yang peruntukannya untuk bantuan beasiswa Mahasiswa NTB yang Berprestasi melalui seleksi oleh tim dengan tujuan perguruan tinggu Luar dan Dalem negeri.

Program ini sudah diaudit oleh BPK dengan temuan terdapat kelebihan pembayaran komponen biaya beasiswa sebesar Rp. 87.030.000, adapun temuan ini sudah disetor Lunas ke kas daerah.

“Artinya sudah tidak temuan keuangan yg berpotensi merugikan keuangan daerah, termasuk kegiatan kehumasan terdapat temuan kelebihan pembayaran jasa publikasi sebesar Rp. 3.000.000, yang juga telah disetor ke kas daerah. (lunas)”, jelasnya.

Untuk optimalisasi program yang bertujuan meningkatkan IPM NTB secara bertahap dan berkalanjutan dari Gubernur dan Wakil Gubernur ini, pemprov diminta untuk meningkatkan kualitas verifikasi kelengkapan dokumen siswa dan dokumen pembayarannya, meningkatkan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan program ini, karena program ini baik sekali bagi upaya meningkatkan wawasan SDM anak anak NTB, karena dapat kesempatan belajar diluar negeri seperti Malaysia , Polandia, Ceko, Sudan , Rusia.

Sementara, bahwa ada kekurangan administrasi tentu menjadi evaluasi oleh pengelola agar kedepan lebih baik lagi, tutup Ibnu Salim. (tl-02)

Headline

Direktur LSM GARUDA Bapak M. Zaini langsung datang ke gedung merah putih itu dijakarta bersama beberapa pengurus inti Garuda Indonesia.

Jakarta, Tribunlombok.net – Gerakan Rakyat Untuk Demokrasi dan Kemanusiaan (GARUDA) Indonesia, pada hari Jumat (22/10/2021) resmi melaporkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB dan Kepala Biro Humas NTB ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Direktur LSM GARUDA Bapak M. Zaini langsung datang ke gedung merah putih itu dijakarta bersama beberapa pengurus inti Garuda Indonesia.
M. Zaini saat dihubungi via Telpon mengatakan bahwa, LSM Garuda melaporkan Gubernur NTB dan jajarannya terkait dengan indikasi korupsi Belanja Jasa Publikasi pada Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Tidak Sesuai Ketentuan tahun anggaran 2020 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan adanya indikasi Korupsi Belanja Beasiswa Kepada Masyarakat Berprestasi Belum Berpedoman pada Ketentuan yang Berlaku tahun anggaran 2020 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Ya, benar kami LSM Garuda melaporkan Gubernur NTB dan jajarannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait beberapa indikasi korupsi pada anggaran tahun 2020” Ungkapnya.
Pemerintah Provinsi NTB tahun 2020 menganggarkan Belanja Beasiswa kepada Masyarakat Berprestasi senilai Rp29.239.000.000,00 dengan realisasi senilai Rp26.370.330.932,01 atau senilai 90,19%.
Untu kasus indikasi korupsi pada anggaran beasiswa, LSM GARUDA menemukan ada beberapa pelanggaran yang dilakukan yaitu : Terdapat pembayaran biaya hidup dan dana bantuan penelitian tidak didukung dengan SK, masih ditemukannya pelanggran secara admnistrasi dalam proses perekrutannya dan Kelebihan pembayaran biaya hidup
Sedangkan untuk indikasi korupsi pada Biro Humas dan protocol terdapat pelanggaran dalam bentuk Terdapat realisasi Belanja Jasa Publikasi kepada media yang tidak memiliki perjanjian kerja sama dengan Biro Humas dan Protokol serta adanya temuan Pembayaran Belanja Jasa Publikasi tidak berpedoman pada standar satuan harga.
Untuk diketahui bahwa Pemerintah Provinsi NTB tahun 2020 menganggarkan Belanja Barang dan Jasa senilai Rp1.137.792.752.468,38 dengan realisasi senilai Rp1.080.977.858.050,00 atau 95,01%. Di dalam Belanja Barang dan Jasa tersebut, Biro Humas dan Protokol menganggarkan Belanja Jasa Publikasi senilai Rp5.916.640.000,00 dengan realisasi senilai Rp5.903.969.754,00 atau 99,79%.
Menurut Direktur Garuda M. Zaini, program yang dijalankan oleh gubernur terkait peningkatan sumberdaya manusia di NTB melalui Beasiswa ini sangat baik. Namun, proses dan pelaksanaanya masih amburadul sehingga menimbulkan beberapa temuan. Untuk itu kami sangat berharap KPK menindaklanjuti laporan kami ini. untuk penyelamatan keuangan Negara dan untuk kemajuan anak negeri.
“Kami sangat mendukung terlaksananya beberapa program dari Gubernur NTB terkait dengan pemberian beasiswa untuk putra daerah demi kemajuan sumberdaya manusia NTB. Namun prosesnya dan pelaksanaannya masih kurang professional sehingga menimbulkan indikasi adanya kerugian Negara. Untuk itu kami sangat mengharapkan KPK menindaklanjuti laporan kami ini” Tambah M. Zaini (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng memimpin upacara Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar di halaman Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin (Ponpes Yahimu) Desa Labulia kecamatan Jonggat Lombok Tengah, Jum”at (22/10/21), bahwa pentingnya perjuangan dalam meneladani semangat jihad para santri yang digelorakan para ulama.

Upacara pringatan hari Santri Nasional tersebut mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga”, yang diikuti oleh seluruh santriwan maupun satriwati Ponpes Yahimu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan S.IP, saat membacakan amanat Kementrian Agama RI mengatakan, sejak ditetapkan pada tahun 2015 setiap tahun peringatan Hari santri terus diselenggarakan mengacu pada keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 sebagai hari Santri Nasional dengan tercetusnya resolusi jihad yang bersifat faktual kewajiban terjahat demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Jadi hal ini perlu diperhatikan juga oleh masyarakat Indonesia pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa Indonesia terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkitkan dari dampak pandemi covid 19”,ujarnya.

Dandim juga menambahkan modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang sudah diajarkan oleh para pemimpin Pesantren dan kyai kepada santri-santrinya.

“Kita tidak boleh lupa bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah,”terang Dandim.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi covid 19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

“Untuk itu manfaatkan moment hari santri ini agar kedepan kita maupun para santri menjadi lebih baik,”tutup Dandim. (tl-02)

Headline

( Lalu Tajir Syahroni : sosok Bung Ali akan sangat mudah diterima masyarakat NTB )

NTB, Tribunlombok.net – Rencana pencalonan Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) NTB, Ali Alkhaeri pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2024 mendatang ternyata bukan isapan jempol belaka

Sejak mendapat mandat dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) beberapa waktu lalu, pria yang akrab disapa Bung Ali tersebut mulai blusukan.

Namun untuk saat ini, pria kelahiran Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara tersebut tidak fokus berkampanye melainkan meminta doa dan restu dari para alim umala di NTB.

Menurutnya, meminta restu para alim ulama untuk menambah spirit dan keberkahan memulai segala ikhtiar pencalonannya nanti. Yang mana sejauh ini puluhan tuan guru khususnya di Pulau Lombok sudah didatangi.

Selanjutnya akan dilanjutkan dengan menggalang dukungan dari elemen masyarakat lainnya. Ia ingin pencalonannya mendapat dukungan maksimal dari masyaakat.

Adapun di internal Gerindra, menurutnya sudah tidak ada masalah. Seluruh kader partai solid mendukung keputusan DPP yang telah memandatkan dirinya sebagai calon Gubernur NTB.

Lagipula lanjut Ali, sebagai salah satu partai dengan raihan kursi terbesar di NTB, sangat rugi jika Gerindra tidak mengusung calon sendiri.

Adapun motifasi dirinya untuk maju di Pilgub NTB bukan untuk mencari materi melaikan murni untuk pengabdian maksimal. Pengabdian maksimal kata Ali akan lebih mudah dilakukan apabila sudah memegang kekuasaan. Dan untuk mendapatkan mandat atau kekuasaan dari rakyat harus direbut dengan ikut berkompetisi dalam pemilihan umum sebagaimana yang diamanatkan konstitusi.

” Pengabdian memang tidak mesti berkuasa, tapi alangkah baiknya lagi jika niat pengabdian kita yang tulus didukung dengan kewenangan penuh yang diberikan masyarkat,” jelasnya.

Namun demikian kata Ali, rencana tersebut disadarinya masih belum sepenuhnya diyakini oleh masyarakat. Sebagian masyarakat saat ini masih menganggap hal tersebut hanya manufer politik.

Berbagai anggapan tersebut menurutnya sangat wajar. Karena memang selama ini masyarakat hanya menilai dari kegagalannya di pemilihan legeslatif.

Tapi perlu diketahui kata Ali, hal itu tidak bisa dijadikan sebagai ukuran. Kegahalannya selama ini justeru dianggap sebagai salah satu poin pendewasaan dalam berpolitik.

” Mental saya petarung. Dalam politik kalah dan menang jtu biasa, garis tangan seseorang siapa yang tahu,” tegasnya.

Rencana pencalonan Bung Ali tampaknya mendapat sambutan positif dari banyak kalangan. Para aktifis misalnya, sangat berharap pria berbadan gempal tersebut bisa maju di Pilgub NTB mendatang, seperti yang diungkapkan aktifis senior Lombok Tengah, Lalu Tajir Syahroni.

Menurutnya, peluang Bung Ali untuk memimpin NTB terbuka lebar. Sebagai kader partai yang mendapat dukungan penuh dari DPP Gerindra, jalan Bung Ali untuk melangkah di Pilgub nyaris tidak akan ada hambatan.

Selain itu, sosok Bung Ali akan sangat mudah diterima masyarakat NTB. Secara geo politik, Bung Ali diyakini memiliki banyak kelebihan. Sebagai putra Bima yang lahir dan berkilrah di Lombok Tengah, Bung Ali sangat diuntungkan. Dengan kata lain, sosok Bung Ali akan mewakili seluruh daerah yang akan di NTB.

” Kalau mau jujur, istilah Sasak Samawa Mbojo (Sasambo) ada di Bung Ali,” puji Tajir.

Selain itu, jejaring politik yang bersangkutan sudah tidak diragukan lagi. Begitu juga kiprahnya di masyakat sudah banyak mendapat pengakuan.

Tidak itu saja Bung Ali juga merupakan perwakilan generasi muda dan merupakan salah satu kandidat potensial dari Lombok Tengah. (tl-02/*)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Fadil Regan, SH, MH didampingi Catur Hidayat Putra, SH (Kasi Intelijen) dan Iwan Gustiawan, SH (Kasi PB3R) melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumah tinggal layak huni bagi keluarga Bapak Nasrat di dusun Puninbe desa Ubung, kecamatan jonggat kabupaten Lombok Tengah pada rabu (20/10).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kejari Lombok Tengah dengan Tulus Angen Community (TAC) sebagai bentuk kepedulian kepada Masyarakat kurang mampu di Lombok Tengah.

“Ini adalah Pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) ke-19 yang telah dilaksanakan oleh TAC dan kami sangat berterimakasih kepada Bapak Kajari, Kasi Intel dan Kasi BB Kejari Lombok Tengah karena kegiatan TAC selama ini banyak didukung oleh teman-teman Bapak Kajari Lombok Tengah dan jajaran” terang Bajang Tony, Koordinator TAC Lombok Tengah;

Bajang Tony menambahkan “ selain sebagai penegak hukum, ternyata kejaksaan sangat antusias dalam hal – hal social kemanusiaan, selain membangun rumah layak huni hari ini, sebelumnya kawan – kawan kejaksaan aktif mendukung kami dalam membantu pengobatan dari: adik Ida Rahayu (4 th) yang mengalami sakit kanker mata; pengobatan dan operasi kanker mata Ida Rahayu dilaksanakan di RS Dr. Sutomo Surabaya, saat ini kondisinya berangsur pulih dan dalam proses pembuatan protesa palsu; adik Ilham (1 th) mengalami Hedrosephalus yang sekarang sedang di rawat di RSUD Propinsi NTB, dan adik M. Azil Hadi (2,5 th) yang mengalami bosor jantung dan sekarang masih di rawat di RSUD Sanglah Denpasar Bali.

Harapan kami juga kejaksaan di pusat dan didaerah selain sebagai penegak hukum, juga selalu memperhatikan hal – hal kemanusiaan, tidak mengenai besar kecil bantuan yang diberikan namun kepedulian dan kepekaan yang sangat dibutuhkan. motto kami selalu “ Nyalah Menurut Ite, Berharge Bagi Nie “ (tidak seberapa menurut kita yang membantu, namun sangat berharga bagi mereka yang kita bantu), serta apapun dan berappun donasi dari para donator akan kami sampaikan kepada yang berhak, terangnya.

Pada kesempatan ini Bapak Kajari Lombok Tengah juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan sosial yang selama ini telah diinisiasi pelaksanaannya oleh TAC, “saya dan jajaran kejari lombok tengah tentunya sangat mendukung dan akan terus bekerjasama dengan rekan-rekan organisasi sosial kemasyarakatan di Lombok Tengah terutama TAC yang selama ini selalu bekerjasama dengan Kejari Lombok Tengah dalam berbagai Misi Kemanusiaan di Lombok Tengah” terang fadil.
“Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik dan peduli pada yang membutuhkan. Saya mendorong kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan dan Kejari Lombok Tengah akan tetap mendukung TAC dalam misi-misi kemanusiaan yang dijalankan” demikian tandas fadil. (tl-02)

Headline

Gedung puskesmas Awang yang masih dalam proses pengerjaan

LOMBOK TENGAH, Tribunlombok.net – Kasus robohnya Puskesmas Awang Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah dalam tahapan perbaikan oleh pihak rekanan.

Anehnya, robohnya bangunan yang dikerjakan pada tahun 2020 yang menelan anggaran sekitar Rp 7,7 miliar tersebut sedang dalam tahapan penyelidikan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng.

Sedangkan anggaran perbaikan Puskesmas tersebut belum jelas sumbernya dari mana. Sebab jika melihat dari aturan yang ada, waktu pemeliharaannya telah habis. Sehingga patut dicurigai jika anggaran perbaikan itu bersumber dari “dana siluman”.

Bahkan, dari informasi yang dihimpun media ini, perbaikan Puskesmas tersebut akan dikerjakan secepat “Superman”. Artinya, waktu perbaikan oleh pihak rekanan ditargetkan tuntas minggu ini.

“Kok aneh sekali, biaya perbaikannya dari mana coba. Waktu pemeliharaannya kan sudah lewat. Jadi patut kita curigai sumber anggarannya ini,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Disatu sisi, beberapa waktu lalu beberapa pihak yang terlibat dalam pengerjaan Puskesmas ini telah memenuhi pemanggilan dari pihak Kejari Loteng. Pemanggilan itu dilakukan guna meminta keterangan terkait robohnya bangunan tersebut.

Tidak itu saja, jika dilihat dari konstruksi bangunan saat ini, sudah jelas-jelas dikerjakan tidak sesuai spek. Bahkan, robohnya beberapa ruas bangunan tersebut menjadi bukti kuat adanya dugaan tindak pidana.

“Kejari Loteng harus tetap mengawal persoalan ini. Karena walapun bangunan ini diperbaiki, tidak menghapus tindakan pidana yang dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, Lalu Yunardi Prawira berdalih jika perbaikan Puskesmas Awang tersebut murni sebagai bentuk tanggung jawab pihak rekanan.

“Rekanannya yang baik, mau bertanggung jawab,” katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp, kemarin.

Disinggung terkait adanya tindakan penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan dan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, ia justru menanggapinya dengan santai. “Ndak apa-apa,” tutup pria yang akrab disapa Aang ini.

Seperti diketahui, dari hasil penulusuran disitus resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Loteng, proyek pembangunan Puskesmas Awang yang terdiri dari gedung puskesmas, pemagaran dan penataan halaman puskesmas dikerjakan tahun 2020 dengan anggaran sekitar 7,7 milyar.

Dimana, pengerjaanya tersebut dilakukan oleh pemenang tender yakni PT. Ramadhani Cahaya Mandiri, yang beralamat Jl. Al Jawahir No. 39 RT. 07 Kelurahan Baru Kecamatan Tenggarong Kutai Kerta Negara Kabupaten Kalimantan Timur. ( tl-02 )

Headline

Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Fathul Bahri saat menyambut para atlet PON Papua asal Lombok Tengah

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan apresiasi atas keberhasilan duta-duta olahraga asal Kabupaten Lombok Tengah yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua. Bupati Lombok Tengah, H.L. Pathul Bahri, S.IP., menyampaikan bahwa prtestasi atlet asal Lombok Tengah yang berhasil menyumbangkan 5 medali untuk NTB, tidak hanya menjadi sebuah kebanggan namun juga mampu mengangkat nama baik daerah, terlebih khusus Kabupaten Lombok Tengah. Hal demikian disampaikan Bupati saat menerima kedatangan atlet peserta PON Papua di Aula Kantor Bupati Lombok Tengah, yang dihadiri sejumlah pejabat di antaranya Sekretaris Daerah Lombok Tengah, L. Firman Wijaya ST., MT., Ahad (17/10).

Bupati menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat Lombok Tengah sangat berbangga dan memberikan apresiasi, di mana meskipun dalam suasana pandemi serta masih kurangnya anggaran namun para atlet mampu memberikan yang terbaik. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Lombok Tengah memberikan bonus berupa sejumlah uang masing-masing untuk peraih medali emas perorangan 25 juta, emas beregu masing-masing 10 Juta, medali perak beregu 7,5 juta, medali perunggu perorangan 10 juta, dan perunggu beregu masing-masing 5 juta.

Atlet asal Lombok Tengah yang mengikuti PON Papua sebanyak 9 orang dan 1 pelatih. Atlet-atlet penyumbang medali yakni medali emas dan perak diraih Anggun Yolanda untuk cabang panjat tebing perorangan dan beregu, medali emas pada cabang Kempo diraih Rizkiawan Dwi S, sedangkan untuk medali perunggu diraih dari cabang Tarung Derajat oleh Dedi Iswari dan dari cabang Futsal (4 orang). (tl-02/adv)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Mandalika Hotel Associtaion (MHA) merupakan asosiasi profesi yang menghimpun para perwakilan resmi/pengelola hotel di Kawasan Mandalika dan Lombok Tengah.

Saat ini terdapat 53 hotel yang tergabung menjadi anggota MHA mulai dari pantai Serangan sampai Pelabuhan Awang di desa Mertak Pujut, serta hotel di kawasan Bandara Internasional Lombok.
Sejak didirikan pada 21 Januari 2018 lalu dan Samsul Bahri, S. Adm terpilih untuk memimpin perkumpulan professional ini selama dua tahun dari 2018 – 2020 yang berkedudukan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika melalui proses Musyawarah Besar. Namun akibat pandemi covid-19 jadwal musyawarah yang seyogyanya digelar pada Januari tahun 2020 lalu molor dan baru bisa terlaksana hari ini, Jumat 15 Oktober 2021 yang bertempat di Raja Hotel Mandalika dan dihadiri oleh 28 perwakilan hotel keanggotaan MHA.
Dalam keputusan Musyawarah besar II MHA, secara kompak peserta sidang menunjuk kembali Bapak Samsul Bahri, S. Adm untuk menahkodai MHA untuk kedua kalinya.

Dalam pidato sambutannya, Samsul yang juga General Manager JM Hotel menyampaikan ucapan terima kasih dan appresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepada semua general manager, perwakilan hotel keanggotaan MHA yang sudah dengan sangat baik mendukung semua program kerja MHA terlebih dalam upaya membangkitkan pariwisata di masa pandemi sejak tahun 2020 awal.
“terima kasih dukungan rekan-rekan semua sejak 2 tahun lalu mempercayakan saya memimpin di MHA dan hari ini kembali diberikan tanggung jawab dan amanah yang sangat besar ini oleh rekan-rekan”, ungkapnya.
Samsul juga menyampaikan kepada semua peserta sidang perwakilan hotel untuk bersiap menyambut event-event Internasional yang sebentar lagi akan di gelar di Mandalika.
“sebentar lagi, gelaran event internasional Idemitsu Asian Talent Cup, World Superbike, Mandalika100, Mandalika Healthy Festival 2021 dan MotoGP di tahun depan, kita harus benar-benar siap” pungkasnya.
Adapun struktur kepengurusan MHA periode 2021 – 2023 sebagai berikut :

  1. Ketua : Samsul Bahri, S.Adm – GM JM Hotel
  2. Wakil Ketua : Lalu Eri Wiradana – GM Kuta Baru Hotel
  3. Sekretaris : Rata Wijaya – GM TWA Gunung Tunak
  4. Bendahara : Guruh Adrian – GM Jivana Resort
  5. Humas I : Lalu Alamin – Owner Kuta Cove
  6. Humas II : Lalu Sandika Irwan – GM Lombok Hills Resort

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 kabupaten Lombok Tengah yabg jatuh pada tanggal 15 Oktober 2021, Pemerintah Daerah kabupaten Lombok Tengah menggelar upacara bertepatan di halaman kantor Bupati Lombok Tengah.

Selaku Inspektur upacara, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP, mengatakan hari jadi kabupaten Lombok Tengah yang ke-76 ini adalah salah satu cara mensyukuri nikmat dan kesempatan yang masih diberikan untuk mengabdi bagi masyarakat dan daerah tercinta.

“Melalui peringatan hari jadi ini pula kita gunakan sebagai momentum untuk mengingat kembali bahwa setiap capaian pembangunan yang kita raih saat ini adalah berkat kerja keras para pendahulu kita,” ujar Pathul.

Disampaikan, tugas pemerintah saat ini hanyalah melanjutkan pembangunan yang telah mereka (para pendahulu) rintis dan perjuangkan sehingga Lombok Tengah menjadi daerah yang sangat istimewa seperti saat ini.

“Sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada para pendahulu kita, kita harus bertekad untuk tetap bekerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan daerah kita tercinta ini,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Pathul, masih dalam kondisi pandemi covid 19. Pandemi yang telah menyebabkan terjadinya banyak perubahan dalam sistem kehidupan. Bahkan pandemi ini juga barangkali telah mengambil orang-orang terkasih yang selama ini menemani.

“Meski demikian, kita tidak boleh menyerah dengan kondisi saat ini. Kita masih tetap memiliki optimisme bahwa hari esok akan menjadi jauh lebih baik karena kita memiliki keyakinan bahwa Inna Maal Usri Yusro yang artinya sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” ungkapnya.

Dikatakan, target vaksinasi 70% warga Lombok Tengah sudah tercapai. Sebuah target yang dipersyaratkan agar sirkuit Mandalika dapat dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan event World Superbike pada tanggal 19, 20 dan 21 November 2021 mendatang.

“Melalui momentum yang sangat tepat ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap tenaga kesehatan TNI – Polri, ASN dan elemen masyarakat yang telah berjibaku melakukan vaksinasi convid-19,” tuturnya.

Saat ini, pembangunan ruas Jalan Bypass BIL – Mandalika sepanjang 17, 36 km dengan panjang 50 meter telah rampung. Dengan jalan tersebut mengurangi waktu tempuh dari bandara internasional Lombok menuju kawasan Mandalika dari semula 30 menit menjadi 15 menit.

Kemudian juga, rampungnya sirkuit Mandalika yang secara resmi telah masuk ke dalam daftar tempat penyelenggaraan event MotoGP bulan Maret 2022 usai penyelenggaraan MotoGP Qatar. (tl-02/adv)