Home Articles posted by TribunLombok.net
Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Hari ini Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri akan melantik Sekda Lombok Tengah Definitif pengganti Dr. Nursiah, S.Sos, M.Si yang terpilih melalui proses Pansel yakni Lalu Firman Wijaya, ST, MT.

L. Firman Wijaya pernah menjabat sebagai Kadis PUPR Kabupaten Lombok Tengah tahun 2020 pada priode Bupati Suhaili–Pathul. Sebelum menjadi kepala dinas PUPR sejak awal selalu berdinas di Ke-PUan. Dengan kompetisi yang dimiliki telah sukses tercatat sebagai kepala Dinas yang berpengalaman pada bidang infratruktur, kurang lebih selama 21 tahun kinerjanya diabdikan pada bidang Ke-PUan, membuat Pak Suhaili waktu itu mengamanahkannya sebagai Kepala Dinas Perkim pada tahun 2017 dan Kepala Dinas PUPR pada tahun 2020.
Pria kelahiran Praya, 04 Mei 1970 mulai berkiprah pada dunia ASN sejak tahun 2000, meski memiliki masa kerja yang relatif singkat namun dengan segudang prestasi Firman dipercayakan mengemban amanah sebagai PJ. Kasi Perencanaan Teknis Subdin Binamarga pada tahun 2007 dan Kasi Pengembangan Kebinamargaan tahun 2008. Sebelum Bupati Suhaili priode pertama menjabat sebagai Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Firman sudah menduduki jabatan Kabid Tata Ruang pada tahun 2010 kemudian dilantik oleh Bupati Suhaili sebagai PJ Kabid Bina Marga Dinas PUESDM pada tahun 2011-2013, dengan masa kerja yang cukup singkat Firman mampu menyelesaikan sebagian tugas-tugasnya untuk mengawal program unggulan Bupati Suhaili yaitu “Lombok Tengah Bersatu” Bersatu dalam ikhtiar meningkatkan kesejahteran masyarakat melalui program 2R (Rurung dan Reban) khusunya dalam mengawal infrastruktur jalan di Kabupaten Lombok Tengah, yang sukses membawa Suhaili terpilih kembali pada Priode Ke 2.
Selanjutnya pada tahun 2013 – 2017 L. Firman Wijaya, ST. MT., lebih konsen pada Bidang Cipta Karya dan pada priode inilah beban pikiran yang paling berat, saat Bupati Suhaili berniat untuk melaksakanan pengembangan konsep dan segra menyelesaikan pembangun kantor Bupati termegah di Provinsi Nusa Tenggatra Barat sebelum priode jabatannya berakhir, dan pembangunan Infratruktur lainnya seperti pembangunan kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah, dan infrastruktur lainnya. Ide pembangunan kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah sendiri sudah mulai diwacanakan pada akhir priode jabatan Bupati H. L. Wiratmaja (Mamiq Ngoh) namun dapat direalisasikan sebelum Priode jabatan Bupati Suhaili berakhir. Setelah dianggap sukses menyelesaikan perencanaan konsep pengembangan dan pondasi awal pembangunan kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah oleh Bupati Suhaili, Firman diangkat menjadi kepala Dinas Perkim tahun 2018 dan kepala Dinas PUPR pada tahun 2020, dan pada priode inilah kantor Bupati Lombok Tengah selesai dibangun dan menjadi kado terindah dari Bupati Suhaili pada Hut Lombok Tengah Ke-75 dan saat itulah resmi menjadi kantor Bupati dengan arsitektur perpaduan gaya Eropa dan Islam termegah seantero Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dengan kedekatan serta interaksi yang intens bersama Bupati dan Wakil Bupati khusunya dalam proses mengawal perncanaan sampai proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lombok Tengah, L. Firman Wijaya, ST, MT. aktif membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam berdiskusi dan tukarpikiran untuk merealisasikan cita-cita pembangunan infratruktur di Kabupaten Lombok Tengah, diantaranya :
1. Pembangunan Land Side BIL;
2. Pembangunan jalan 2 jalur pertama di Lombok Tengah khususnya Kota Praya (simpang kodim – eks PTP Puyung) dilanjutkan dengan Pembangunan jalan 2 jalur Sudirman – Biao;
3. Pembangunan RTH Tonjeng Beru;
4. Pembangunan RTH Alun Alun Tastura;
5. Pembangunan Gedung Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah;
6. Pembangunan Gedung Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah;
7. Pembangunan Pasar Renteng;
8. Pembangunan TPA Pengengat;
9. Penataan Kota Praya Koridor Simpang 4 Pos Polisi – Masjid Agung;
10. Pembangunan Pendopo Bupati;

L. Firman Wijaya, Memiliki track record yang baik dalam proses lobi-lobi program pembangunan infrastruktur dengan pemerintah pusat karena dibekali dengan kecerdasannya dalam negosiasi serta jaringan nasional yang kuat, menyelesaikan study S1 di Fakultas Teknik Sipil di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tahun 1996 dan menyelesaikan Megister S2 pada Program Pasca Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2006.

Beberapa prestasi L. Firman Wijaya, ST. MT., dalam lobi-lobi program pembangunan infratruktur kabupaten Lombok Tengah dengan Pembiayaan dari Pusat (APBN) antara lain sebagai berikut:
1. Pembangunan RTH Tonjeng Beru;
2. Pembangunan RTH Alun Alun Tastura;
3. Pembangunan Pasar Renteng;
4. Pembangunan TPA Pengengat;
5. Penataan Kota Praya Koridor Simpang 4 Pos Polisi – Masjid Agung;

Kepiawaiannya dalam komunikasi dan lobi juga mendapatkan penghargaan oleh PUPR RI karna dapat menyelesaikan konflik-konflik dalam pembesaban tanah untuk pembangunan infratruktur, karepa tidak mudah melakukan komunikasi kepada masyarakat dalam negosiasi harga dan kerelaannya untuk meninggalkan tanah warisan leluhurnya, Beberapa proses negosiasi konflik yang pernah sukses dilakukan antara lain sebagai berikut:
1. Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan 2 jalur Sudirman – Biao;
2. Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Bypass BIL – Mandalika;

“Responsif: Bekerja Keras, Bergerak Cepat dan Bertindak Tepat”. Selalu menjadi motivasinya dalam menjalankan amanah yang dipercayakan padanya. ( tl-02/* )

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net -Tim Puma Kepolisian Resort Lombok Tengah pada hari Jumat tanggal 23 Juli 2021 sekitar pukul 16.00 Wita, mengamankan seorang perempuan berinisial ARO, calon penumpang di Bandara Internasional Lombok lantaran menggunakan surat keterangan PCR diduga palsu.

Pelaku diamankan berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/B/312/VII/2021/SPKT/RES.LOTENG/POLDA NTB tertanggal 24 Juli 2021 tentang tindak pidana menggunakan surat keterangan palsu sesuai dengan pasal 263 KUHP.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK, menjelaskan pelaku ketahuan menggunakan surat keterangan PCR palsu saat petugas KKP inisial D, validator dokumen Kesehatan di kantor KKP Bandara Lombok hendak validasi surat PCR penumpang inisial ARO.

Setelah melakukan pemeriksaan, petugas menemukan kejanggalan pada surat yang tanpa dilengkapi stemple basah, melainkan hasil scanner dari komputer.

Pihak KKP kemudian menghubungi pihak Rumah Sakit Universitas Mataram dan menanyakan apakah penumpang tersebut terdaftar sebagai pemohon PCR atau tidak.

“Pihak Rumah Sakit Universitas Mataram membantah dengan mengatakan yang bersangkutan tidak terdaftar di sistem Rumah sakit Universitas Mataram,” jelas Kapolres Lombok Tengah.

ARO akhirnya dibawa ke Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah untuk dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan terkait surat PCR yang diduga palsu tersebut.

Setelah dilakukan pengembangan, kata Kapolres, polisi juga mengamankan dua orang lainnya inisial PE yang disebut menyalurkan dalam pembuatan surat PCR palsu dan MF selaku pihak yang disebut sebagai pembuat surat keterangan PCR palsu di rumahnya, di Batu Layar, Lombok Barat.

Kapolres menyebutkan, terhadap para pelaku masing-masing dikenakan pasal, ARO disangkakan pasal 263 ayat 2 sub pasal 263 ayat 2 KUHP, PEHPS diterapkan pasal 263 ayat 1 Jo 55 jo 56 KUHP dan MF disangkakan dengan pasal 263 ayat 1 sub Pasal 263 ayat 1 KUHP, sementara satu orang lagi yang dianggap terlibat dalam kasus itu masih dalam pengejaran aparat.

Barang bukti yang diamankan, lanjut Kapolres, berupa surat keterangan hasil pemeriksaan PCR diduga palsu, hasil pemeriksaan laboratorium Rumah Sakit Unram diduga palsu, satu unit HP Samsung milik MF, satu Unit komputer yang digunakan untuk membuat surat keterangan PCR palsu. ( tl-02 )

 

 

Headline
KoLombok Tengah, Tribunlombok.net- Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri S.IP Dalam Sambutannya di hadapan para pimpinan DPRD, segenap Anggota DPRD, PLT Sekda, Asisten, Ketua PN Praya, Para OPD se-kabupaten Lombok Tengah pada acara Rapat Paripurna DPRD tentang Tiga Ranperda berlangsung diaula Gedung Sidang DPRD dijalan Jontlak Praya Tengah Senin (5/07/2021) kemarin menyatakan, Pimpinan DPRD, dan Anggota serta hadirin undangan yang kami hormati, melalui kesempatan yang terhormat ini perkenankan saya menyampaikan Terima kasih yang sebesar besarnya kepada segenap anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah atas telah diselesaikannya Pembahasan Ranperda masing-masing tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2020 kemudian penataan dan pembinaan Pasar Raya belanjaan dan Toko swalayan pengelolaan kearsipan dan Ranperda tentang penyelenggaraan Kabupaten layak anak.

Ranperda telah dibahas dan telah disetujui bersama meskipun dua Ranperda terakhir yakni Ranperda tentang pengelolaan kearsipan dan Perda tentang pengelolaan Kabupaten layak anak masih ada sedikit pembahasan dan penyempurnaannya namun pada prinsipnya telah disetujui itu yang paling penting. Bisa terselesaikan dengan penuh dedikasi yang merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama sebagai orang-orang yang telah dipilih oleh masyarakat menduduki tempat ini.” Jelas Bupati.

Dijelaskan, Sekali lagi kami sampaikan terima kasih apresiasi yang seluas-luasnya kepada hadirin Pimpinan dan anggota DPRD yang kami banggakan. Adapun barangkali dalam proses pembahasan terjadi silang pendapat hal demikian adalah hal biasa, tapi sebagai manusia biasa mungkin ada ketersinggungan semacam bahasa mulai melalui kesempatan ini kami sampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya insya Allah setiap kekurangan akan menjadi bahan introspeksi diri kita untuk perbaikan di masa-masa yang akan datang.” marilah kita tetap bertekad bersama membangun daerah yang sama-sama kita cintai ini.” Pungkas HL Pathul Bahri. Diakhir Pidatonya Bupati menyatakan, seperti yang disampaikan oleh ketua komis II HL Kelan SPD sangatlah berat amanah yang kita emban kita sebagai pemimpin, namun Siapa lagi yang akan membawa Lombok Tengah ini Kalau bukan kita bersama walaupun berat tanggung jawab itu maka ketika kebersamaan ini muncul Insyaallah akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan setiap perbuatan kita akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tentang apa yang dipimpinnya. Terima kasih atas apa yang disampaikan oleh saudara sebagai referensi kita untuk selanjutnya kita akan berkarya membangun bangsa ini kedepan untuk kebersamaan dan kemaslahatan anak cucu kita yang akan datang.” Tutup Bupati.

Selanjutnya Wakil Pimpinan DPRD HL Rumiawan S,Sos mengucapkan terima kasih kepada Saudara Haji Lalu Fathul Bahri S.IP Bupati Lombok Tengah dengan telah disampaikannya pendapat akhir kepala daerah. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dalam pidatonya HL Kelan selaku Ketua Komisi 2 DPRD Loteng mengatakan Sayyidina Ali RA pernah berkata Aku tidak akan pernah takut dan bersedih bila nyawaku berpisah dengan badan tapi yang paling aku takuti adalah bilamana imanku berpisah dengan hatiku mudah-mudahan kita semua mendapat ridho Allah subhanahu wa ta’ala (SWT) serta kita semua tetap dikuatkan iman yang melekat dalam hati kita semua. Demikian pesan disampaikan HL Kelan sekaligus Juru Bicara Ketua Komisi II DPRD kabupaten Lombok Tengah pada Rapat Paripurna Tentang Tiga Ranperda berlangsung di Aula Gedung DPRD  Lombok Tengah dijalan Jontlak Praya Tengah Senin (5/07/2021) kemarin.

Lalu kelan mengatakan, Pimpinan beserta rekan-rekan anggota dewan dan bapak Bupati beserta undangan yang saya hormati pula,
Beberapa elemen dan lembaga masyarakat seperti Bagian Ekonomi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Desa Camat dan beberapa masukan serta saran yang telah disampaikan dalam diskusi sudah kami akomodir dan kami jadikan sebagai referensi untuk lebih kami menyempurnakan dan melengkapi Isi atau materi substansi daripada ranperda ini sehingga Alhamdulillah Setelah kami diskusikan dengan beberapa lembaga dan elemen masyarakat kami ajukan ke pimpinan dalam sidang paripurna semua anggota fraksi se 7 untuk dibahas lebih lanjut menjadi sebuah Rancangan peraturan daerah dan diproses lebih lanjut oleh Komisi 2 yang dipercayakan untuk bisa menjadi peraturan daerah lalu proses berikutnya,”dari beberapa pimpinan OPD pertama kami mengundang dari Dinas Perdagangan Alhamdulillah beliau Kepala Dinas Perdagangan dari awal sampai selesainya pasal demi pasal kami bahas beliau selalu hadir Alhamdulillah beliau telah menunjukkan loyalitasnya kepada kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah beliau telah menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pimpinan Dinas Perdagangan sehingga ini sebagai informasi, perlu diberikan apresiasi walaupun sebentar lagi akan purnabakti Insya Allah mungkin bulan Desember beliau akan pensiun tetapi tetap menunjukkan tanggung jawab dan loyalitasnya.

Kedua kami telah mengundang dari Dinas Koperasi dan UMKM tetapi kami hanya mendapatkan kalimat siap, Padahal dari Dinas Koperasi, berhubungan sangat penting untuk beliau hadir karena banyak substansi atau materi dari ranperda ini berkaitan dengan Dinas Koperasi dan Dinas Perhubungan. berikutnya kami undang dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap beliau hadir dari awal sampai selesai.”
mudah-mudahan ini menjadi evaluasi dan koreksi dari kepala daerah untuk bisa kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan ini bisa dipercayakan untuk
Tempat dan maupun yang berkaitan dengan aturan hukum dan sebagainya Alhamdulillah itu menambah kesempurnaan daripada pembahasan atau proses Ranperda tentang penataan pasar dan pembinaan pasar rakyat, berikut juga kami undang dari Dinas Pariwisata karena ada kaitannya dengan pasar rakyat yang berada di lokasi pariwisata tetapi dengan satu dan lain hal tidak pernah ada putusannya dan ini menjadi bahan evaluasi dari kepala dinas.” Jelas Lalu Kelan. selanjutnya dari berbagai lembaga stakeholder yang sudah kami undang untuk mendampingi bersama-sama kita bahas ranperda ini dan kami sudah rampung membahasnya dari bab ke bab dari pasal-pasal dan selesai Sudah kami bahas, namun Sebuah peraturan daerah belum bisa ditetapkan kalau belum dievaluasi oleh Gubernur maka kami hari ini akan menyampaikan hasil pembahasan kami ke Gubernur untuk dievaluasi 15 hari kedepan. Untuk itulah maka hasil pembahasan kami tentang Ranperda penataan dan pembinaan pasar rakyat pusat perbelanjaan dan Toko swalayan ini tidak bisa kami sampaikan dalam Paripurna ini kepada pimpinan untuk ditetapkan menjadi Perda kami akan menunggu 15 hari kedepan setelah keluar hasil evaluasi dari gubernur untuk itulah lewat kesempatan yang sangat baik ini kami mohon untuk penambahan waktu 15 hari ke depan mungkin itu yang kami sampaikan.” Jelas Ketua Komisi 2 DPRD Loteng tersebut.

Dijelaskan, sebuah Hadist yang artinya jadilah seorang yang selalu pemaaf, maknanya kita diharuskan untuk melupakan dua hal dan diharuskan mengingat dua hal yang kita lupakan pertama adalah kesalahan orang lain terhadap diri kita, kemudian yang ke-2, adalah harus kita lupakan jasa kita terhadap orang lain yang telah kita berikan. sebagai politisi Apakah itu kepala daerah Apakah itu anggota dewan pada kontestasi pileq atau Pilkada ada teman kita ada saudara kita, ada masyarakat kita yang mungkin dengan pertimbangan lain sehingga tidak memilih kita maka janganlah itu menjadikan alasan kita untuk kita tidak mau memberikan.” tegas Lalu Kelan.

Diakhir Pidatonya Lalu Kelan menyatakan, ajaklah orang lain berbuat kebaikan walaupun satu kalimat sebesar apapun kalau tidak diamalkan tidak disampaikan ibarat pohon kayu yang gugur daunnya habis dimakan ulat, “ajaklah orang’ untuk berbuat kebaikan, jangan berpaling kepada orang yang bodoh pengertian bodoh ini bukan tidak bisa apa-apa pengertian bodoh di sini yang dimaksud adalah persoalan kecil namun dibesar-besarkan Padahal dia sendiri tidak tahu masalah itu. Oleh karena itu mari kita berlomba lomba dalam melakukan kebaikan, jelas HL Kelan. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Komando Distrik Militer (KODIM) 1620/Lombok Tengah menyiapkan barak/ tempat isolasi terpadu bagi warga yang positif terpapar Covid-19. Hal ini dilakukan TNI sebagai cara untuk mencegah penyebaran klaster keluarga.

Kodim telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten untuk menyiapkan tempat isolasi di masing-masing zona teritorial yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, kemudian selanjutnya hari ini untuk dilakukan pembenahan dan pembersihan melalui kegiatan Karya Bhakti.

Kegiatan Karya Bhakti ini merupakan Agenda Kodim 1620/Loteng melalui Koramil jajarannya bersama-sama dengan pihak terkait untuk melakukan pembenahan dan pembersihan sekaligus sarana silaturahmi antara TNI, Polri dan masyarakat, guna terciptanya hidup bersih, sehat, rukun dan bersatu padu.

Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., Menjelaskan, pendirian tempat isolasi di zona-zona yang sudah di tentukan ini, diharapkan dapat mencegah penularan, terutama terjadinya klaster keluarga. Sehingga apabila dalam keluarga itu ada satu orang positif, maka dapat ditarik untuk melakukan isolasi ke tempat yang telah disediakan.

Ia menilai, ketika satu orang positif melakukan isolasi mandiri di rumah, hal ini tentu akan menyulitkan tenaga kesehatan melakukan pengawasan. Terlebih, jika kondisi rumahnya tidak layak, kemungkinan besar malah justru dapat menimbulkan penularan dalam keluarga tersebut.

“Ruang isolasi ini memanfaatkan tempat-tempat strategis seperti hotel, rumah, atau gedung-gedung pertemuan yang sementara tidak dipakai, kemudian nantinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Dandim, Sabtu (24/7/21).

Dandim mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu memberi solusi. Sehingga, lanjut dia, hari ini Kodim 1620/Loteng melakukan kegiatan Karya Bhakti di semua tempat yang sudah di tentukan untuk dijadikan sebagi ruang isolasi.

“Kalau (isolasi) di rumah-rumah sendiri itu susah dipantau, sehingga yang muncul itu sekarang klaster keluarga. Satu (orang) reaktif atau positif, setelah itu tidak mau ditarik untuk melakukan isolasi, lalu yang lainnya jadi ikut tertular, seperti anak istrinya,” ujar Dandim.

Menurut Dandim, terkadang dari pihak keluarga sendiri juga ada yang tidak mau diarahkan untuk isolasi di tempat khusus yang disediakan. Oleh karenanya, Ia juga berharap kepada Anggota Babinsa dapat membantu dalam melakukan pendekatan atau memberikan pemahaman kepada masing-masing warganya.

“Pendekatan ini penting dilakukan agar warga yang melakukan isolasi itu murni dari keinginannya sendiri dan tidak karena paksaan. Sebab, bagaimanapun juga kondisi psikis warga yang melakukan isolasi ini pasti akan berpengaruh,” ungkapnya.

Sebelum pelaksananaan kegiatan, Komandan Kodim mewakili Pihak Kodim, menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat, dan pemerintah Desa maupun Kecamatan yang telah bersedia untuk menyiapkan tempat sebagai ruang isolasi terpadu.

Dirinya menyampaikan pula bahwa keselamatan bangsa, keutuhan NKRI bukan hanya tanggung jawab TNI saja, akan tetapi merupakan tugas dari seluruh lapisan masyarakat Indoonesia.

Agenda dimulai dengan pelaksanaan apel di masing-masing zona. Kegiatan apel dipimpin oleh Danramil dimasing-masing wilayah. Kegiatan karya bakti ini melibatkan TNI, Polri dan masyarakat. Adapun kegiatan karya bakti ini adalah membenahi serta membersihkan gedung dan sekitarnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Demi menghindari penyebaran wabah Covid-19, unsur pimpinan DPRD kabupaten Lombok Tengah meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) lebih intens dengan memperketat pengawasan Protokol Kesehatan (Prokes) terhadap masyarakat.

“Jika kita ingin segera terbebas dari virus Corona, maka Pemda Loteng harus lebih tegas dalam mengawasi penerapan Prokes,” kata Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, H. Lalu Sarjana, SH, Kamis (22/7).

Tidak hanya itu, lanjut politisi PKB Lombok Tengah itu, Pemda juga harus memiliki inovasi atau terobosan yang berpihak kepada masyarakat setelah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro saat ini.

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa PPKM ini memiliki dampak yang kurang menguntungkan bagi para petani, pedagang atau pegiat usaha lainnya. Untuk itu, Pemda harus memikirkan solusi yang tepat bagi mereka,” imbuhnya.

Biar bagaimanapun, PPKM merupakan instruksi pemerintah pusat dalam meredam penyebaran Covid-19 yang dilakukan secara menyeluruh di semua Kabupaten/kota. Untuk itu, masyarakat harus memaklumi keputusan tersebut demi kebaikan bersama.

“Syukurnya, kita di Lombok Tengah ini masih menerapkan PPKM skala mikro sehingga ruang gerak atau aktivitas ekonomi masyarakat masih bisa berjalan. Namun, dari sisi penghasilan mungkin berkurang karena ada pembatasan. Sehingga Pemda harus segera mencarikan solusi terbaik,” pintanya.

Pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi gerakan Pemda Lombok Tengah yang telah tanggap melakukan vaksinasi terhadap masyarakat. Namun, disisi lain karena keterbatasan stok vaksin mengakibatkan beberapa masyarakat belum dapat menerima vaksin.

“Animo masyarakat untuk divaksin cukup tinggi. Hanya saja ketersediaan vaksin saat ini masih kurang. Ya tentu kita berharap Pemda segera mendapatkan vaksin. Bila perlu langsung minta ke Pemerintah Pusat agar semua masyarakat Lombok Tengah tervaksin,” ungkapnya.

Dewan Dapil IV Praya Barat – Praya Barat Daya itu juga menyarankan agar Satgas Covid-19 di kabupaten Lombok Tengah tidak hanya melakukan sosialisasi Prokes seperti penggunaan masker saja, namun perlu juga untuk dilakukan sosialisasi akan pentingnya berolahraga dimasa pandemi saat ini demi meningkatkan imun.

“Sosialiasi terhadap masyarakat akan berolahraga juga perlu kita lakukan. Namun tentu harus dengan standar Prokes. Seperti halnya senam dengan mengatur jarak. Itu bisa kita terapkan di masing-masing desa,” usulnya.

Ditegaskan bahwa penerapan Prokes terhadap masyarakat sudah menjadi instruksi DPP PKB, sehingga pihaknya juga selalu turun ditengah masyarakat untuk memberikan himbauan akan pentingnya menerapkan Prokes.

“Musibah besar ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun tanggung jawab semua pihak. Dan mari kita sama-sama berdo’a agar Allah mengangkat Covid-19 ini. Kita juga harus ikhtiar dengan selalu menerapkan Prokes”, pungkasnya.(tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Komandan Korem (Danrem) 162/WB, Brigjen TNI. Ahmad Rizal Ramdhani, S. Sos, SH. M. Han., Hari ini membagikan paket sembako dan obat-obatan terapi secara gratis kepada pasien terpapar Covid-19 yang kurang mampu, khususnya bagi mereka yang melakukan isolasi terpadu (isoter).

Kegiatan tersebut merupakan Bakti Sosial Korem 162/Wira Bhakti
dalam rangka untuk membantu meringankan beban masyarakat dimasa pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2021. Paket bantuan diluncurkan mulai Kamis pekan ini, (22/07/2021).

“Danrem memutuskan mulai Kamis minggu ini, akan launching sejumlah paket bantuan berupa sembako dan obat-obatan untuk warga di Kabupaten Lombok Tengah yang terpapar Covid-19, baik Orang Tanpa Gejala (OTG) dan pasien gejala ringan,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., yang juga selaku Dansub Satgas Protokol Covid-19 wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Ia pun menjelaskan, Ada tiga jenis paket obat isolasi terpadu yang di berikan, Paket 1, berisi vitamin dalam bentuk parsel buah-buahan untuk warga dengan PCR positif tanpa gejala atau OTG.

“Kemudian Paket 2, berisi obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman. Jadi untuk paket ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter,” kata Dandim

“Dan Paket 3, berisi sembako untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Paket ini juga membutuhkan konsultasi dan resep dari dokter,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tiga orang perwakilan warga menerima paket obat Isoter gratis sesuai dengan keperluannya masing-masing. Mereka adalah perwakilan dari perawat yang bertugas untuk memberikan perawatan kepada pasien.

Dandim menyebut, bantuan ini akan menjangkau bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi terpadu. “Dan ini telah berlangsung di dua desa yang ada di wilayah Lombok Tengah, diantaranya Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat dan di Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah ini,” ujar Dandim.

Komandan Kodim 1620/Loteng sebelumnya sudah menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyusun rencana, mekanisme pencatatan, penyaluran, dan sosialisasi bantuan tersebut.

“Bagi warga terpapar yang sedang melaksanakan isolasi terpadu di tempat-tempat yang sudah di siapkan di masing-masing desa, tentu akan terus kami pantau bersama dengan dokter atau bidan desa serta Babinsa juga nanti akan ikut membantu,” ungkap Dandim Letkol, I Putu Tangkas.

Dandim menjelaskan, dalam rangka mengurangi laju penularan Covid-19. Kebijakan PPKM dan Disiplin Protokol Kesehatan tidak bisa dihindarkan. Kodim 1620/Loteng terus bekerja keras untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Oleh karena itu, saya juga menghimbau kepada kita semua. Mari kita bersama-sama menjaga diri dan keluarga serta patuhi aturan-aturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah demi keselamatan kita bersama,” pungkasnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net —Belum dibangunnya dua gedung Sekolah yang ada die jatah Kecamatan Pujut, karena tergusur pembangunan Bypas BIL- KEK Mandalik membuat prihatin sejumlah kalangan yang ada. Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng) turun langsung ke wilayah Desa Sukadana Kecamatan Pujut untuk meminta keterangan dari pihak terkait, sebagai upaya menyelesaikan polemik terkait dengan nasip dua sekolah yakni SDN Tonjer dan SMP 15 Pujut yang menjadi korban pembangunan mega proyek bypas BIL- Kuta.
Para wakil rakyat ini mendengarkan secara langsung permasalahan yang terjadi dan solusi yang akan dilakukan. Dari pertemuan tersebut, para wakil rakyat ini menilai bahwa memang perencanaan yang tidak matang dari pemda yang membuat permasalahan ini bisa terjadi. Disepakati juga bahwa para siswa ini akan dititipkan di sekolah terdekat, aula kantor desa hingga di madrasyah yang ada di Desa Sukadana.
Bahkan untuk SMP 15 Pujut oleh dewan juga menyarankan agar kembali bisa menempati sekolah lama. Pasalnya memang sampai dengan saat ini sekolah yang kini dijadikan kantor perusahaan, belum ditempati semua oleh perusahaan. Sehingga memang sangat penting untuk bisa memanfaatkannya kembali demi masa depan para peserta didik.
Kepala Desa Sukadana M Syukur menegaskan bahwa dampak pembangunan bypas ini memang sangat dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya yakni SD dan SMP yang selama ini menjadi lokasi anak- anak mereka belajar kini kena imbas. Padahal jauh sebelumnya, pihaknya sudah meminta agar sekolah digusur jika ada lokasi anak didik belajar dilokasi yang lain.
“Tapi yang namanya kita kades yang bawahan, maka mau bagaimana lagi. Tapi saya sangat kasihan terhadap anak didik kita mau belajar dimana dia. Bahkan wali murid harus mengantar anak didiknya ke rumah guru yang sangat jauh, karena berada di Desa Sengkol. Maka kami meminta agar segera dibangun sekolah agar generasi muda tidak terlantar,” ungkap Kades Sukadana M Syukur, saat mediasi di kantor desa, Senin kemarin (20/7)
Yang lebih mereka sesalkan bahwa selama ini tidak pernah ada komunikasi dengan pemdes. Padahal jika komunikasi dilakukan, maka permasalahan ini tidak akan bisa terjadi seperti ini. Karena dari pihak desa tentu akan mengambil sikap sebelum murid menjadi terlantar. “Kan ada madrasyah NW, SD dan aula kantor desa yang bisa digunakan. Tapi ini komunikasi yang jelas- jelas tidak ada,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Tonjer, H Pahluddin menegaskan bahwa, awalnya memang ratusan murid yang ada, mereka belajar dirumah. Karena memang adanya covid-19. Hanya saja timbul permasalahan ketika ada rencana belajar tatap muka. Pasalnya para murid ini tidak tau harus kemana akan belajar. Mengingat sekolah mereka sudah dirobohkan.
“Sebelum belajar tatap muka, maka saya menghadap ke dinas dan ada alternatif pertama kita titip di SD terdekat, ada SD belar dan SD sengkol. Hanya saja ternyata memang di SD belar sudah ditempati SMP dan SD 3 Sengkol sedang dilakukan renovasi,”tegasnya.
Sehingga saat itu, sempat ada alternatif yakni sewa gedung. Namun masalahnya wilayah Sukadana tidak ada juga yang menyewakan gedung. Sehingga pihak sekolah menjadikan mushola, sekolah guru dan berbagai tempat untuk belajar. “ Kami jadikan rumah penduduk dan mushola untuk belajar. Tapi yang namanya anak- anak apalagi jumlahnya 176 orang maka tidak jarang dapat konflin dan kita setiap ada konflin selalu pindah,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Lombok Tengah, Sapruddin menegaskan kalau memang dari segi perencanaan tidak semua harus saling menyalahkan atas kekeliruan yang terjadi. Karena memang ini menjadi sebuah kelalaian. Namun yang terpenting saat ini sekolah tersebut pembebasan lahan sudah selesai. “ Penggantinya berupa satu bidang tanah dengan luas 1,141 hektar dan biyaya dua sekolah Rp 5,7 mililyar. Terhadap luas lahan untuk SD dan SMP dana pembebasan sudah selesai dan akan segera dilakukan pembangunan,”terangnya.
Pihaknya menegaskan bahwa saat ini memang untuk proyek tersebut masih dalam tahap upload dukumen dan diperkirakan akan selesai dikerjakan pada Desember mendatang. Hanya saja memang pihaknya tidak menafikan jika mereka sempat terputus informasi terkait dengan nasip para peserta didik ini sehingga bisa terlantar.
“Maka kita memang ada rencana untuk membuatkan gedung darurat, tapi yang menjadi masalah lokasinya dimana dan dewan juga mempertanyakan anggarannya dari mana. Makanya kita sangat setuju jika nantinya anak- anak kita dipindahkan ke SD terdekat atau di aula kantor desa,”terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi 1V DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Supli menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan gedung SMP menjadi tempat direksi, yang membuat mereka miris adalah terkesan saat ini lebih mementingkan perusahaan dari pada mementingkan dunia pendidikan. Terlebih pihaknya melihat bahwa sebenarnya tidak semua ruangan sekolah yang ditempati perusahaan.
“Saya lihat terpotong gedung yang digunakan dan kenapa didahulukan PT. Kalau masih ada fasilitas, maka angkat kaki saja PT dari sana dan kita kembalikan anak- anak SMP untuk belajar di SMP itu, untuk SD maka lebih memungkinkan untuk mencari sekolah terdekat, agar mereka bisa belajar nyaman. Sementara untuk membangun sekolah darurat juga membutuhkan waktu, pungkasnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., mengecek kesiapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro hingga tingkat RT/RW di tiap-tiap Desa yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Senin (19/07/2021).

Dalam kunjungannya, ia menyatakan anggota TNI Kodim 1620/Loteng siap mensukseskan kebijakan Pemerintah mengenai PPKM skala mikro.

“Kalau perlu kita akan terjun langsung sampai tingkat RT ataupun tingkat RW untuk menyosialisasikan kebijakan Pemerintah, kata Letkol I Putu Tangkas.

Pada kesempatan itu, Dandim Loteng juga secara bersama-sama mengajak masyarakat selalu waspada terhadap penyebaran virus Covid-19 dengan tetap patuh serta disiplin terhadap protokol kesehatan.

“Kita harus sama-sama peduli, penyebaran virus ini masih ditemukan dan bahkan meningkat drastis. Saya minta kerjasamanya, patuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, pakai masker setiap keluar rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, jaga kebersihan baik diri maupun lingkungan, dan hindari kerumunan,” pintanya.

“Peraturan PPKM Mikro sudah mulai dijalankan, Saya minta peran aktif para Babinsa Koramil dan Babinkamtibmas Polsek diwilayah untuk membantu pemerintahan daerah higga tingkat RT/RW. Kita harus bergerak cepat dalam pembuatan posko-posko PPKM ditingkat Desa, ataupun kecamatan,” ucapnya.

Dandim yang didampingi Para Danramil yang ada di masing-masing posko, juga berkesempatan melakukan pengecekan sarana dan prasarana, data dan laporan tentang zona ataupun kondisi wilayah tiap-tiap Desa yang telah ditetapkan.

Selain itu, Dandim juga meninjau langsung kondisi rumah isolasi terpadu yang sudah ditentukan di masing-masing Desa, sebagai tempat bagi warga yang terpapar virus covid-19. (tl-02)

Headline

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Menindak lanjuti hasil temuan BPK pada bulan April yang lalu, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menggelar rapat terbatas dengan sejumlah OPD, guna mengoptimalkan pengawasan internal di ruang rapat Bupati. Pada rapat terbatas tersebut menghadirkan 17 OPD yang menjadi sampel pemeriksaan BPK.

Hal itu didasari hasil uji petik pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan tahun 2020. Tercatat 24 temuan BPK tersebut menurut Bupati sama kualitasnya dengan temuan tahun sebelumnya. Namun demikian Bupati mengingatkan agar ke depan temuan-temuan serupa tidak terulang kembali.

Bupati juga meminta Inspektorat mempelajari kembali seluruh temuan dan memberikan pemahaman kepada seluruh OPD. Bupati Sukiman meminta kepada OPD yang tidak menjadi sampel tahun ini agar ditekankan sehingga tidak akan terulang temuan serupa. Sebab temuan-temuan tersebut sudah pula terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Selain membahas temuan BPK, Bupati kembali memberikan tenggang waktu kepada pejabat yang belum menyampaikan Laporan Harta Kekayan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan laporan Inspektur sesuai hasil rapat koordinasi dengan KPK beberapa waktu lalu. masih ada pejabat Lombok Timur yang belum menyampaikan LHKPNnya.

Melihat hal tersebut, Ketua gerakan Advokasi Rakyat Untuk Demokrasi dan Kemanusiaan (GARUDA) Indonesia Bapak Muh Zaini mengatakan bahwa Bupati kurang tegas terhadap bawahannya. Dikarenakan pada rapat tersebut membahas hasil temuan dari BPK.

Yang menjadi catatan adalah temuan tahun ini sama dengan temuan tahun sebelumnya. Artinya rekomendasi BPK tahun sebelumnya tidak dijalankan atau masih setengah-setengah menjalankannya. “ Bupati seharusnya tegas dan jangan lemah terhadap bawahnnya, jika bawahannya kurang gesit sebaiknya dievaluasi saja, jika perlu langsung dimutasi” ungkap Zaini.

“Jangan sampai rekomendasi tahun depan akan sama lagi dengan dua tahun ini” ungkap Zaini. Untuk itu dibutuhkan ketegasan seorang pemimpin untuk membuat bawahnnya bekerja dengan serius.

Zaini juga mengatakan bahwa ini adalah tahun ketiga masa kepemimpinan Sukiman Rumaksi. Bupati harus mampu memenuhi semua janji-janji politiknya yang dahulu, agar dua tahun sisa masa kepemimpinannya tidak meninggalkan utang janji. “atau jangan-jangan Bupati tidak didengar oleh bawahannya” Tambah Zaini. (tl-02)