Home Articles posted by redaksi TribunLombok.net
Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau covid-19 ditengah masyarakat, Sabtu pagi (30/5/2020) sebanyak 20 orang pedagang sayur dan ikan yang ada dipasar Renteng, Praya dirapid test.

Babinsa Kelurahan Renteng, Sertu Ismaini kepada wartawan seusai pelaksanaan rapid test tersebut mengungkapkan bahwa, rapid test yang dilakukan kali ini hanya sebanyak 20 orang pedagang untuk sampel. Pedagang yang diambil test darahnya diambil secara acak, yang terdiri dari pedagang yang berasal dari Loteng, Lobar dan Lotim, yang setiap hari berdagang di pasar Renteng.

Pengambilan sampel sendiri dilakukan oleh tim medis Puskesmas Praya bersama Camat Praya, Danramil 01/Praya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Kepala Pasar Renteng. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – “Luar biasa!”, Kata inilah yang pantas disematkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah atas kembali diraihnya prediket predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI  Perwakilan NTB. Raihan WTP ke-8 diraih atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun anggaran 2019.

Bupati Lombok Tengah, H.M.Suhaili FT, SH dalam sambutannya setelah menerima penyerahan Predikat WTP yang diraih  tahun 2020 secara virtual dari pihak BPK RI di Pendopo Bupati, Jumat (29/5/2020) menyampaikan bahwa, WTP yang dibraih ini merupakan  yang kedelapan kalinya  setelah secara berturut-turut, yakni mulai diraih pada Tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020 saat ini.

“Mari kita sama-sama bersyukur atas prestasi yang diraih Pemkab Loteng saat ini. Prestasi ini tentunya akan bisa dijadikan pemicu semangat kerja dari seluruh OPD serta ASN yang ada dilingkup Pemkab Loteng, supaya lebih baik lagi kedepannya,” ungkap Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas Raihan WTP yang ke-8 tersebut, dimana WTP ini diharapkan akan bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat Lombok Tengah, khususnya untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Tengah, M Tauhid yang juga hadir dalam kegiatan itu mengatakan,  beberapa waktu lalu BPK RI Perwakilan NTB telah melakukan pemeriksaan atas LKPD Tahun anggaran 2019. Hasilnya Lombok Tengah meraih prediket WTP. Ini sangatlah membanggakan bagi kita semua.

“Tidak ada yang pantas kita ucapkan selain rasa syukur atas capaian yang sangat luar biasa ini, karena hari ini untuk kedelapan kalinya secara berturut, BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Tahun anggaran 2019,” ungkap M.Tauhid.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, raihan WTP ini mengindikasikan kalau Kabupaten Lombok Tengah telah menyelenggarakan pengelolaan keuangan daerah dengan baik, yakni sesuai dengan empat kriteria dalam pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Pemberian WTP ini sendiri diharapkan supaya bisa menjadi semangat dan motivasi selanjutnya dari seluruh OPD yang ada dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

Sementara terhadap beberapa temuan dan rekomendasi yang diberikan dalam LHP BPK tersebut, kami harapkan supaya segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan Daerah, pungkas ketua DPRD Lombok Tengah tersebut. (tl-02)

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan media online Tribunlombok.net

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Intensitas hujan yang cukup tinggi pada hari Kamis (28/5/2020) semenjak pukul 15.20 WITA, dalam wilayah Kabupaten Lombok Tengah telah menyebabkan bencana banjir semenjak pukul 19.00 WITA di sejumlah desa yang ada. Sedikitnya 8 unit rumah milik warga mengalami kerusakan akibat tergerus arus air dan tergenang air banjir

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Lombok Tengah, Murdi, AP.,M.Si melalui pernyataan resminya pada jumat dinihari (29/5/2020) mengungkapkan bahwa, desa-desa yang terdampak banjir akibat luapan air sungai tersebut yakni ;

  1. Kecamatan Praya Timur, meliputi Desa Semoyang, Desa Ganti (2 Dusun), Desa Sengkerang (7 Dusun), Desa Landah (8 Dusun), dan Desa Mujur.
  2. Kecamatan Praya Tengah, meliputi wilayah Desa Persiapan Lelong
  3. Kecamatan Praya Barat Daya, meliputi wilayah Desa Ranggata.
  4. Kecamatan Janapria, dusun Bawak Bunut desa Lekor. Kejadian bencana banjir ini disebabkan oleh luapan air parit/sungai yang mengalami penyempitan dan sedimentasi alur parit/sungai yang melintasi pemukiman warga, serta penumpukan sampah pada alur sungai/parit. Air terpantau mulai surut semenjak pukul 22.30 WITA setelah intensitas hujan mulai rendah dan membuka 2 (dua) pintu saluran irigasi guna mengalihkan aliran air.

Akibat dari banjir yang hingga Jumat pagi masih menggenangi sejumlah titik atau wilayah tersebut yakni ; Tergenangnya rumah warga + 1.500 KK. Rusaknya 8 unit rumah warga. Adapun nilai kerugian materil yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan. 5 Regu TRC BPBD Kab. Lombok Tengah diterjunkan ke lapangan guna melakukan assessment awal dan pemberian bantuan kedaruratan

Pihak BPBD Loteng sendiri sejauh ini terus berupaya untuk melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait diantaranya, BPBD Prov. NTB, Basarnas Mataram, Dinas PUPR Kab. Lombok Tengah, Dinas Sosial Kab. Lombok Tengah, Pemerintah Kecamatan beserta Koramil & Mapolsek, serta pemerintah desa setempat guna langkah penanganan selanjutnya.

Adapun langkah awal yang dilakukan yakni, menyalurkan kebutuhan mendesak diantaranya Selimut, Terpal, Makanan Siap Saji, dan Air Minum

Mengingat genaganan air atau banjir masih terjadi di sejumlah wilayah, pihak BPBD menghimbau warga untuk menghindari area berbahaya dan mencari tempat perlindungan yang lebih aman (terutama warga lansia, perempuan, anak-anak, dan kelompok warga rentan lainnya).

Sementara untuk wilayah yang genangan airnya sudah surut, masyarakat (terutama warga laki-laki dewasa) mulai kembali ke rumah masing-masing untuk memantau dan memeriksa kerugian materil, sementara warga rentan (perempuan, lansia, dan anak-anak) masih berlindung pada tempat-tempat yang aman disekitar lokasi bencana.

Untuk kondisi saat ini, masyarakat terdampak banjir mengharapkan uluran bantuan mendesak berupa ; Sembako, Tenda pengungsian, Pakaian layak pakai, Obat-obatan dan kebutuhan mendesak lainnya. (tl-02

Headline

Lombok Tengah Tribunlombok.net – Setelah melakukan kunjungan ke Pemkot Mataram dan Pemda Lombok Barat (Lobar) Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah bersama Forkopimda melanjutkan kunjungan ke Pemda Lombok Tengah (Loteng) Kamis, (28/05/2020).

Gubernur menyemangati jajaran birokrasi agar terus melakukan upaya penanganan Covid-19. Masyarakat juga diharapkan tidak lengah, karena kasus positif baru masih terus ditemukan oleh Gugus Tugas Covid-19 di lapangan.    

“Kita harus bersinergi, bergandeng tangan dan bergotong royong dalam memerangi Covid-19 ini,” terang Gubernur dihadapan Bupati Loteng H.M Suhaili FT bersama jajaran pemda Loteng.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mendorong agar program maskerisasi atau penggunaan masker oleh masyarakat terus digalakkan di Loteng. Karena penggunaan masker dapat mengurangi risiko penularan Covid-19 antar masyarakat.

Gubernur juga memberi motivasi ke Pemda Loteng untuk mengaktifkan UMKM di masa pandemi ini, karena keberadaan mereka akan menghidupkan ekonomi yang sedang lesu.  
Sementara itu Bupati Loteng H.M Suhaili FT dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya memberi apresiasi atas kunjungan Gubernur dalam rangka ikhtiar memerangi virus corona. Menurutnya, kehadiran Gubernur sangat berarti dalam memberikan peran petunjuk,  sinergi dan koordinasi.

Bupati minta agar kebijakan penanganan Covid se-NTB disamakan. Bahkan ia mengusulkan agar provinsi yang mengambil alih pengananan Covid-19 ini. “Sehingga kabupaten/kota tinggal mengikuti intruksi dari pemerintah provinsi,” saran Suhaili.

Suhaili mengaku sangat prihatin dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari Covid-19 ini. Sehingga upaya sosialisasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar mereka sadar dengan risiko tertular virus corona ini terus dilakukan.

“Kami sudah menutup sebagian pasar di Loteng untuk mengurangi dampak penyebaran Covid di NTB khusus di Loteng,” jelas Bupati.

Bupati mengatakan, menyatukan tekad dan komitmen antar semua pihak sangat penting untuk memutus mata rantai penularan virus ini. Hal ini juga penting untuk mempersiapkan diri menuju era kenormalan baru atau new normal.

“Sementara untuk bantuan sudah sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Begitu juga bantuan dari kabupaten sudah didistribusikan,” kata Bupati. (red/adv)

*Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan media online Tribunlombok.net*

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Akibat intensitas hujan yang tinggi sejak kamis siang (28/5/2020), sejumlah desa yang ada di wilayah Lombok Tengah terendam Banjir.

Pelaksana tugas BPBD Lombok Tengah, Murdi kepada wartawan mengungkapkan bahwa, beberapa desa yang terdampak banjir yaitu Desa Ganti, Desa Persiapan Pengonak, Desa Sengkerang, desa Mujur Kec Praya Timur, dusun Lingkuk Bunut desa Lekor Kemanatan Janapria dan Desa Ranggagata Kec Praya Barat Daya, serta sejumlah wilayah lainnya.

Penyebab dari banjir yang melanda sejumlah desa tersebut yakni intensitas curah hujan yg cukup tinggi mengakibatkan luapan air sungai yang ada.

“Sampai kamis malam, sejumlah wilayah yahg ada masih terendam banjir dengan ketinggian mulai10-50 cm. Bahkan disejumlah titik banjir, genangan air mencapai satu meter lebih,” terangnya.

Sementara untuk korban jiwa, sampai saat ini belum ada laporan yang diterima tim TRC BPBD yang sedang melakukan Asessment di lokasi banjir.

“Untuk korban jiwa, maupun kerugian material akibat banjir yang melanda, sampai berita ini diturunkan, tim TRC BPBD Loteng masih melakukan pendataan dilapangan,” pungkas Murdi. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat yang datang hearing ke kantor desa Pandan Indah kemarin, yang mempertanyakan terkait penggunaan 40 persen Dana Desa (DD) tahap pertama serta proses pendataan terhadap masyarakat yang mendapatkan bantuan berupa BLT desa, Kades Pandan Indah yakni Anhar Ditya menyampaikan dengan panjang lebar dan detail terhadap hal tersebut.

Untuk angaran (DD) tahun 2020 yang totalnya berjumlah Rp 1.678.555.000 dan sudah terpakai 40% untuk tahap pertama, Anhar dihadapan masyarakat merincikan bahwa, DD tahap pertama tersebut digunakan untuk berbagai program kerja yang ada.

Program-program tersebut yakni ; sub bagian pendidikan sebesar Rp 15.000.000, sub bidang pekerjaan umum dan tata ruang Rp 85.000.000, sub bidang rabat jalan 100 m di dusun dangah 43.697.500, rabat jalan 85 m Dusun Kelambi 1A 30.500.000, rabat jalan 70 m Dusun Kelambi 1B Rp 31.555.000, rabat jalan 100 m dusun kelambi II Rp 35.355.000, rabat jalam 115 M dusun sukalalem A Rp 50.105.000, tabat jalan 50 M dusun sukalalem B Rp 22.892.500, perkerasan jalan (sirtu) Dusun Dangah 200 M Rp 22.395.000

Selanjutkan anggaran digunakan untuk pembangunan sumur bor dusun panggongan Rp 78.172.000, pembangunan sumur bor dusun bolor gejek Rp 77.803.000, pembangunan sumur bor dusun dangah Rp 72.817.000, pembangunan sumur bor dusun nangker Rp 21.216.000, sub bidang perhubungan komunikasi dan informatika Rp 8.500.000, sub bidang kebudayaan dan keagamaan Rp 55.000.000, P3K 3.294.800
“Adapun total keseluruhannya DD tahap pertama yang 40 persen tersebut adalah Rp.671.422.000,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pencairan DD tahap ke 2 akan dimanfaatkan ybtuk BLT DD covid-19. Dimana jumlah penerima sebanyak 263 Kepala Keluarga (KK) selama 3 bulan. Setiap satu kali penyaluran yang diberikan per KK Rp.600.000 totalnya adalah Rp.157.800.000 diberikan selama satu kali penyaluran dikali tiga bulan maka jumlahnya  Rp.473.400.000.
Selanjutnya berdasarkan aturan dari pemerintah pusat, ada tambaha tiga bulan untuk penerima BLT DD yaitu dengan  jumlah uang Rp 300.000/bulan. Dengan jumlah 263 KK penerima, maka jumlahnya Rp.78.900.000 satu kali penyaluran.
Kemudian 78.900.000 dikali 3 bulan berjumlah Rp 236.700.000 sehingga total keseluruhan DD yahg digunakan untuk BLT DD yakni Rp.473.400.000 ditambah Rp 236.700.000 menjadi Rp.710.100.000, dan InsyaAllah beberapa hari kedepan ini BLT DD tahap pertama akan dibagaikan oleh Satgas covid-19 secara langsung kepada masyarakat penerima.

“Terhadap hal tersebut, pihaknya selaku Kades Pandan Indah mengharapkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat desa Pandan Indah, supaya semua program desa yang ada bisa berjalan dengan baik dan lancar,” pungkas Anhar Ditya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Rabu pagi (27/5/2020) adalah merupakan kali terakhir dari Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa untuk memimpin apel anggota dihalaman Mapolres Loteng. Kesempatan tersebut sekaligus sebagai ajang pamitan dari AKBP Budi Santosa yang resmi pindah tugas ke Polda Jawa Timur.

Budi Santosa menyampaikan ucapkan terimakasih kepada seluruh personil dan ASN Polres Loteng atas kinerja dan dedikasi yang tinggi selama dirinya menjadi Kapolres. Hal ini ditunjukkan dengan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Tengah yang cukup baik dan kondusif.

Pada kesempatan tersebut, Budi Santosa juga menyampaikan apresiasi ke Wakapolres, seluruh perwira, Kapolsek dan anggota yang selama ini telah menjalankan tugas dengan sangat baik, sehingga berbagai permasalahan yang muncul bisa di selesaikan dengan segera.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memohon doa dan dukungan, sehingga nantinya diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan tugas ditempat yang baru di Jawa Timur.

“Saya atas nama pimpinan dan mewakili seluruh keluarga, apabila ada kesalahan dan kehilafan yang saya lakukan, baik itu sengaja maupun tidak, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya

“Akhirnya, saya ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H Mohon maaf lahir dan batin. Dan semoga talisilaturrahim yang sudah terjalin selama ini terus berlanjut,” harapnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Jumlah warga Lombok Tengah yang terpapar Corona atau covid-19 mengalami pelonjakan. Dari hasil emeruksaan Bahwa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB pada Selasa (26/5/2020), diperoleh hasil 7 (tujuh) sampel kasus baru positif Covid-19. Satu diantaranya baru berusia 1 bulan.

Sekda Lombok Tengah, H.Nursiah selaku Ketua Harian Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lombok Tengah melalui pres realesenya menyampaikan bahwa, Dengan adanya tambahan tujuh (7) kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah sampai hari Selasa (26/5/2020) sebanyak 38 orang, dengan perincian 23 orang sudah sembuh, 0 orang meninggal dunia, serta 15 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Kasus baru positif tersebut yaitu ;

• Pasien nomor 495, an. Tn. GKA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 502, an. Ny. DR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 503, an. Tn. AK, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 516, an. An. NA, perempuan, usia 1 tahun 11 bulan, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 518, an. Tn. MWS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 519, an. Ny. AS, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 520, an. An. A, perempuan, usia 1 bulan, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 34 orang dengan perincian 15 orang (35%) PDP masih dalam pengawasan, 22 orang (65%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 1 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 493 orang, terdiri dari 24 orang (5%) masih dalam pemantauan dan 469 orang (95%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 155 orang, terdiri dari 123 orang (79%) masih dalam pemantauan dan 32 orang (21%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 7.817 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 89 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 7.728 orang (99%).

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, beribadah di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal satu meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ingat bahwa terjadinya kasus covid-19, karena masih rendahnya disiplin warga masyarakat dalam mematuhi anjuran tersebut. Oleh karena itu dihimbau utk terus meningkatkan disiplin,” harap Sekda.

Lebih lanjut di ungkapkan bahwa, Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

Sementara untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Pemerintah Daerah menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 https://corona.lomboktengahkab.go.id, serta layanan Call Center Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah :

  • 082 147 554 214 BPBD Lombok Tengah
  • 081 805 266 668 DIKES Lombok Tengah
  • 087 722 240 201 RSUD Lombok Tengah
  • 081 917 378 899 DISKOMINFO Lombok Tengah

Headline

Mataram
Tribunlombok.net – Gubernur bersama Forkopimda sinergi maksimalkan penanganan Covid-19 di NTB. Bertempat di Pendopo Gubenur NTB, Gubernur dan Wagub NTB, didampingi Sekda NTB, para Asisten, Kepala Biro Humas dan Protokol hingga Dirut RSUD NTB. Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB antara lain Kapolda, Kajati, hingga Danrem 162 WB, Selasa malam (26/5/20).

Pada rapat terbatas tersebut, Gubernur membahas kebijakan yang akan diambil terkait kelanjutan penanganan Covid-19 di NTB, antara lain :

• Pertama, Swab test untuk setiap orang yang akan masuk NTB dan menutup akses masuk ke NTB.

• Kedua, Bandara International Lombok akan ditutup mulai dari 1 Juni – 1 Juli 2020, serta yang masuk melalui pelabuhan harus punya surat tugas dan sudah di swab test.

• Ketiga, Gubernur menginstruksikan jajarannya untuk membuat masker gratis untuk anak-anak dan segera dibagikan.

“Yuk, semua masyarakat NTB kita dukung segala bentuk upaya pemerintah menangani Covid-19 dan jangan lupa pakai masker,” pungkas Gubernur. ( tl-02/humas NTB )

Headline

Lombok Timur
Tribunlombok.net – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo telah resmi mencabut larangan ekspor benih lobster pada era Susi Pudjiastuti.

Pencabutan aturan tersebut ditandai dengan peraturan menteri (Permen) yang baru, yakni Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.), di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Dengan bergantinya Permen tersebut, lobby pusat untuk merebutkan kuota ekspor kian tak terbantahkan. Selanjutnya, para eksportir yang telah berhasil membudidayakan ditandai dengan telah berhasilnya membudidayakan dan melepasliarkan sekitar 2 persen dari hasil budidaya.

Aturan ini telah diundangkan dalam aturan baru Permen KP 2020.

Lombok Lobster Asosiasi (LLA) dalam hal ini sebagai mitra pemerintah daerah untuk mengawasi kebijakan tersebut mengingat para pihak (oknum) kerap melakukan kecurangan-kecurangan dalam hal pelepasliaran Lobster.

LLA telah berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan tersebut agar ekosistem Lobster tetep terjaga. Seperti yang disampaikan Gubernur NTB DR.Zulkieflimansyah dalam kunjungannya ke Bale Lauk, (Desa Batu Nampar Selatan) dalam agenda buka bersama beberapa waktu lalu. “NTB harus mengambil peren dalam perubahan Permen KP 2020, LLA kita dorong sebagai mitra dalam mengawasi kebijakan tersebut,” pintanya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur juga datang bersama dengan pasukan lengkap diantaranya ; Kadis DKP NTB , Kadia Perijinan, Kadis UMKM, Koperasi, Kadia Perdagangan, Bapeda dan beberapa Kadis lainnya ikut turun melihat kondisi lapangan bertemu dengan Assosiasi Lombok Lobster (LLA) di Perairan Desa Batu Nampar Selatan. Hal ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam menyambut perubahan kebijakan Mentri MKP Edhy Prabowo.

“Hal semacam inilah yang masyarakat inginkan, bersinergi dengan pemerintah dalam mengelola hasil lautnya sendiri, kita malu kalau menjadi penonton di kampung sendiri.” Pungkas Muhanan selaku Ketua LLA.

Suasana khidmat Bale Lauk telah menyatukan persepsi antara pemerintah dan LLA dalam hal pengawasan pelepasliaran Lobster kembali ke alam.

“Kita harus menjadi raja di rumah dan kampung kita sendiri, kekayaan laut NTB mestinya harus dinikmati oleh masyarakat NTB itu sendiri, bukan memperkaya orang-orang di luar NTB”. Ungkap Rangkun Gunawan Syamsu selaku koordinator LLA Lombok Timur. ( tl-02 )