Home Articles posted by redaksi TribunLombok.net
Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Hari ni, Rabu ( 19/2/2020 ) giliran pihak Komisi IV DPRD Lombok Tengah, menggelar Rapat Kerja ( Raker ) dengan pihak Satuan Kerja Pelayan Masyarakat ( SKPM ) Pemkab Loteng. Rapat Kerja tersebut adalah sebagai bentuk evaluasi dan monitoring terhadap berbagai kegiatan atau program kerja dari masing-masing SKPM yang ada.

Kabag Humas DPRD Loteng, Suhadi Kana kepada wartawan menerangkan bahwa, Raker Komisi IV yang dipimin oleh Ketua Komisi IV, H.Supli,SH tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang sama pada hari sebelumnya. Selain dihadiri oleh para anggota Komisi IV DPRD Loteng, juga dihadiri dan diikuti oleh SKPM selaku mitra kerja Komisi IV yakni BPBD Loteng, Disnakertrans Loteng, Dinsos Loteng dan DPMD Loteng.

“Kegiatan ini adalah merupakan agenda dari masing-masing Komisi yang ada di DPRD Loteng, dengan SKPM mitra masing-masing”, jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Loteng, H.Supli, SH menerangkan bahwa, Rapat Kerja ini digelar guna mengetahui sejauh mana dan seperti pada pelaksanaan berbagai program yangtelah dilaksanakan pada tahun 2019 lalu, dan guna mengetahui persiapan dari masing-masing SKPM untuk melaksanakan berbagai program kerja tahun 2020 ini.

“Raker ini adalah merupakan bentuk evaluasi dan monitoring terhadap kinerja SKPM yang menjadi mitra kerja Komisi IV”, terangnya singkat. ( tl-02/adv )

Headline

Wapres RI, KH.Ma’ruf Amin saat tiba di Bandara Internasional Lombok disabut Gubernur NTB dan pejabat lainya.

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Selamat Datang di NTB Bapak Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (HC), KH. Ma’ruf Amin.

Siang ini, Rabu (19/02/2020), Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc menyambut kedatangan Wapres.

Hadir juga menyambut orang nomor dua di Indonesia itu, sejumlah Anggota FKPD Provinsi NTB.

Ada sejumlah agenda pada Kunker Wapres selama dua hari ini. Di antara meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdapak gempa, memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, serta menyapa masyarakat terdampak gempa di Gontoran, Kelurahan Bertais. Termasuk juga agenda berkunjung ke beberapa pondok pesantren yang ada. (red)

Peserta kuliah umum oleh KH.Ma’ruf Amin di Universitas Mataram

Headline

Ketua ALARM NTB, Lalu Hizzi

Lombok NTB

Tribunlombok.net – Genap 4 (empat) tahun sudah dr. MAWARDI menghilang, Pemprov. NTB seolah-olah bungkam sementara sudah 5 kali ganti Kapolda semenjak dr. MAWARDI hilang pun belum jelas dimana rimbanya. Aneh bin ajaib, padahal Lombok ini kecil tetapi hanya untuk menemukan seorang dr. Mawardi saja sulit setengah mati.

Melalui press reelisnya, Lalu Hizzi mengingatkan kita tentang kasus hilangnya dr. MAWARDI empat tahun silam, bahwa ingat ” bagaimanapun ini merupakan tanggung jawab Gubernur terdahulu dalam hal ini TGB sebagai atasannya, dan bukan hanya sekedar itu, ada kasus yang mengawali hilangnnya dr. MAWARDI bukan ujuk- ujuk mehilang atau menghilangkan diri” ucap Hizzi.

“Kami akan mencoba menggalang kekuatan bersama teman-teman pergerakan, jaringan LSM dan ORMAS se-NTB dan mendesak kepolisian bergerak cepat untuk menentukan langkah dan sikap dalam upaya pencarian dr. Mawardi, kalau tidak demikian maka kepercayaan masyarakat akan hilang terkait kinerja kepolisian” tandas Lalu Hizzi. Banyak pihak menyayangkan kasus seperti ini bisa terjadi, khawatir kedepannya ada pejabat-pejabat lain yang akan dihilangkan.

Dalam seminggu kedepan Lalu Hizzi akan menggelar diskusi publik dengan tema ” DOKTER MAWARDI HILANG ATAU DIHILANGKAN”

“Kami melalui Lembaga ALARM akan mencoba mengundang teman-teman LSM dan Wartawan serta pihak kepolisian dan bila perlu keluarga dokter MAWARDI juga kita undang dalam diskusi tersebut” tutup Hizzi ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Ribuan, bahkan puluhan ribu masyarakat yang memadati kawasan pantai A’an, desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah yang menjadi lokasi malam puncak Core Even Bau Nyale pada Jumat malam ( 14/2/2020 ) sampai Sabtu dinihari, terhibur dan puas dengan berbagai pagelaran seni dan budaya yang ditampilkan.Terlebih dengan penampilan memukau dari Charly Setia Band.

Dengan antusiasme masyarakat yang hadir, Carly disela-sela aksi panggungnya menyatakan sangat senang dan gembira bisa tampil dan menghibur masyarakat Lombok pada acara Core Even Bau Nyale 2020.

“Sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi saya dan tim bisa tampil dihadapan lautan masyarakat Lombok yang hadir. Semoga semua bisa terhibur”, teriaknya.

Sementara satu hal yang sangat menarik pada malam puncak Core Even Bau Nyale tersebut yakni Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah naik keatas panggung bersaman dan memberikan sambutan bersama. Hal ini seakan menjadi penyejuk dari panasnya situasi politik antara keduanya, khususnya terkait perubahan nama bandara.

Gubernur NTB, DR.Zulkiflimansyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pelaksanaan Core Even Bau Nyale ini merupakan salah satu aset budaya kebanggaan NTB, khususnya Lombok Tengah. Dimana selain menjadi salah satu agenda budaya nasional, kegiatan ini merupakan salah satu simbol atau pertanda kalau Lombok Tengah kedepannya akan menjadi daerah yang maju.

“Dengan berbagai pembangunan yang dilakukan di Lombok Tengah, khususnya pembangunan kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Mandalika, terutama pembangunan sirkuit MotiGP yang sedang berlangsung, kedepannya Loteng akan menjadi daetah maju dan berkembang”, ungkap Gubernur.

Untuk itu, Gubernur menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang ada untuk sama-sama mendukung berbagai ptlrogram pembangunanan yang berlangsung, salah satunya dengan menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah, pintanya.

Sementara itu Bupati Lombok Tengah, H.M.Suhaili FT, SH ada kesempatan tersebut tidak bosan-bosanya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berbagai karunia berupa program pembangunan berbagai bidang di Lombok Tengah.

Diungkapkan bahwa, kagiatan Bau Nyale ini adalah merupakan salah satu budaya peninggalan leluhur yang sampai saat ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat. Oleh karenanya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga berbagai rangkaian kegiatan Bau Nyale 2020 ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, baik dukngan dari pemerintah pusat, provindi NTB serta dukungan yang kuat dari masyarakat, Maka atas nama masyarakat dan Pemkab Loteng, kami sampaikan banyak terimakasih.

“Alhamdulillah, semua rangkaian kegiatan Bau Nyale yang mulai dilaksanakan sejak tanggal 8 Februari 2020 lalu berjalan dengan baik dan sukses. Semua itu tidak lepas dari dukugan dan kerjasama semua pihak”, pungkasnya.

Sementara itu Staf Ahli Kementerian Pariwisata Bidang Ekonomi Kreatif, Ari Julian dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan berupa Core Even Bau Nyale ini adalah merupakan salah satu ajang untuk terus menumbuh kembangkan dunia pariwisata yang ada.

Diketahui banwa dalam beberapa waktu terakhir ini, dunia pariwisata yang ada ikut terkena imbas dari merebaknya Kadus virus Corona di China. Dimana diketahui bahwa China adalah merupakan salah satu negara sumber wisatawan yang datang berkunjung.

“Dengan digelarnya even atau kegiatann seperti ini, diharapkan dunia pariwisata kita bisa terus bangkit, bertumbuh dan berkembang”, harapnya.

Sementara selain diisi oleh aksi panggung dari Charly Setia Band, pada malam puncak Bau Nyale tersebut, masyarakat yang hadir dihibur dengan berbagai seni dan budaya. Diantaranya yakni penampilan berbagai jenis tari tradisional, serta penampilan derama kolosal Putri Mandalika yang mampu menyedot perhatian dan menghibur ribuan masyarakat yang hadir. ( tl-02 )

Kerjasama Bagian Humas dan Protoko Setda Lombok Tengah dengan Media online Tribunlombok.ne”

Headline


Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Nyale atau Cacing Laut oleh asyakat Lombok, khususnya Lombok Tengah bagian selatan diyakin berdasarkan legenda sebagai jelmaan dari putri Mandalika yang konon terkenal sangat cantik dan diperebutkan oleh sejumlah pangeran yang ada.

Masyarakat Lombok selatan sendiri setiap tahunnya menanti dan menangkap Nyale untuk kemudian dimakan atau dikonsumsi. Tidak hanya dimasak dengan berbagai olahan masakan. Namn tidak sedikit dari masyarakat yang memakan Nyale tersebut hidup-hudup atau mentah, karena diyakini memiliki banyak khasiat. Diantaranya yakni khasiat awet muda dan bagi muda mudi yang belum menikah, akan menjadi laku atau laris layaknya putri Mandalika.

Salah seorang warga desa Kuta, Kecamtan Pujut yakni H.Badaruddin kepada wartawan mengaku kalau dirina ysetiap tahun selalau berupaya untuk meluangkan waktu menangkap Nyale di sepanjang pantai Seger Kuta dan sekitarnya.

Seperti hal nya pada Bau Nyale 2020 kali ini, sejak Kamis pagi ( 13/2/2020 ) dan jumat pagi ( 14/2/2020 ), dirinya bersama ribuan masyarakat lainnya tumpah ruah di sepanjang pantai yang ada untuk menangkap Nyale.

“Alham dulillah, sejak Kamis pagi bahkan dari Rabu pagi, Nyale yang keluar cukup banyak dan masyarakat merasa puas karena rata-rata mereka mendapatkan Nyale yang dinanti-nanti”, ungkapnya.

Khusus dirinya, H.Badaruddin yang juga merupakan mantan Kades Kuta tersebut mengaku mendapatkan tangkapan Nyale yang cukup banyak. Hasil tangkapan tersebut kemudian diolah menjadi sayur. Namun karena merasa yakin akan khasiat Nyale yang sangat luar biasa yakni untuk awet muda, maka selain dimasak, Nyale hasil tangkapannya juga dimakan mentah-mentah.

Kami sudah terbiasa memakan Nyale hidup-hidup karena meyakini, dengan memakannya hidup maka khasiatnya akan lebih dari jika dimasak, ungkapnya.

Duukapkan oleh H.Badaruddin bahwa, selain berbagai khasiat diatas, oleh masyarakat petani, Nyale yang berhasil ditangkap dibawa pulang untuk kemudian ditarus atau dilepas disawah atau di lahan pertanian. Hal tersebut diyakini akan bisa menjadi penangkal berbagai jenis penyakit bagi tanaman padi yang ada. Termasuk juga untuk kesuburan tanam yang ada.

Akan halnya Nyale yaang masih mentah, Nyale yang sudah matang atau diolah menjadi makanan juga okeh masyarakat diyakini memiliki mafaat yang cukup banyak bila dikonsumsi. Diantaranya yakni untuk awet muda, pemikat bagi muda mudi untuk cepat nikah, meningkatkan stamia dan lainnya.

“Yang pasti mau dimakan mentah ata dimasak, Nyale memiliki banyak khasiat. Anda akan rugi jika belum mencoba memakannya”, pungkasnya. ( tl-02 )

Headline

Lomok Tengah
Triunlombok.net – Tidak hanya di kota Praya, carnaval budaya dalam rangka menyambut pelaksanaan Bau Nyale 2020 juga berlangsung cukup meriah di desa Selong Belanak, Kecamat Praya Barat. Kamis siang ( 13)2/2020 ), penampilan peserta carnaval Bau Nyale mampu menyedot pethatian masyarakat sekitar serta para wisatawan mancanegara yang sedang berlibur dikawasan pantai Selong Belanak dan sekitarnya.

Sepanjang rute yang dilalui oleh peserta carnaval yang menampilkan berbagai seni budaya tersebut mampu memberikan hiburan yang menarik bagi masyarakat.

Kepala Desa Selong Belanak, Lalu Yahya yang dikonfirmasi menerangkan bahwa, kegiatan carnaval Bau Nyale ini adalah merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut acara Bau Nyale yang malam puncaknya akan digelar di pantai Selong Belanak, Jumat malam ( 14/2/2020 ).

Selain memberikan hiburan kepada masyarakat dan wisatawan, carnaval Bau Nyale 2020 ini digelar dalam rangka mempromosikan berbagai seni dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat desa Selong Belanak dan Praya Barat pada umumnya.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat untuk ikut carnaval setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Semoga hal ini menunjukkan trand yang positif bagi peningkatan dunia pariwisata kita”, pungkasnya. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – iring-iringan putri Mandalika yang diiring oleh para dayang dan pengawal mampu menyedot perhatian ribuan msyarakat kota Praya dan sekitarnya. Bahkan tidak sedikit terlihat para wistawan mancanegara yang dengan senyum penuh kepuasan ikut menyaksikan jalannya Mandalika Fashion Carnival yang digelar di jalan protokol, Praya Lombok Tengah, kamis siang ( 13/2/2020 )

Dari pantauan dilapangan menunjukan bahwa, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan carnival tersebut sangatlah tinggi. Hal ki terlihat dari padatnya sepanjang jalur yang dilalui oleh peserta oleh masyarakat. Sementara para peserta mnampilkan penampilan yang cukup menarik perhatian dan memukau setiap pasang mata yang menyaksikan.

Mandalika Fashion Carnival sendiri merupakan salah satu kegiatan dari ragkaian kegiatan Core Even Bau Nyale 2020, yang rangkaian kegiatan a sdah dimulai dari tanggal 8 Februari 2020 lalu, serta malam puncak acara akan digelar di pantai A’an, desa Sengkol pada Jumat malam (14/2/2020). Mandalika Fashion Carnival ini diikuti oleh perwakilan dari 12 Kecamatan yng ada di Lombok Tengah.

Acara pembukaan serta pelepasan peseta carnaval sendiri dilakukan oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri dan dihadiri oleh Ketua Dekranasda NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE.M.Sc, Forkopimda, Kepala SKPM Lombok Tegah, Tokoh Budaya, serta tokoh masyarakat.

Dlam sambutannya, Hj.Niken Saptarini Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa, Core Even Bau Nyale adalah merupakan salah satu Festival atau core even yang ada di Lombok Tengah, NTB. Bahkan sudah menjadi salah satu agenda nasional yang tentunya menjadi kebangaan masyarakat NTB, khususnya masyarakat Lombok Tengah.

Oleh sebab itu, dirinya sangat menyambut baik kegiatan ini dalam rangka mengoptimalisasi budaya lokal yang ada. Oleh karenanya, pihakna menfajak kepada seluruh masyarakat untuk mendukung dan sama-sama mensukseskan kegiatan ya sudah masuk menjadi agenda nasioal ini, harapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri, S.IP pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, budaya Bau Nyale ini adalah merupakan salah budaya yang sudah dilestarikan oeh masyarakat sejak nenek moyang kita dulu. Bau Nyale ini adalah merupakan budaya terbaik yang dimiliki oleh masyarakat Lombok Tengah, yang haru terus dilestarikan kedepannya.

Bukti kalau Bau Nyale merupakan budaya terbaik yang ada, yakni dengan dijadiakannya sebagai salah satu agenda budaya nasional. Sehigga pelaksanaan Core Even Bau Nyale ini merupakan sinergitas atau kerjasama dari pihak pemerintah pusat, Pemprov NTB, Pemkab Loteng yan didukubg sepenuhnya oleh masyakat.

Pada kesempatan tersebut, Wabup mengajak kepada seluruh masyarakat Leteng untuk sama-sama mensukseskan rangkaian demi rangkai acara Core Even Bau Nyale 2020, pungkasnya, sebelum melepas secara simbolis para peserta carnaval tersebut.

Rute yang ditempuh oleh para peserta Mandalika Fashion Carnival Pesona Bau Nyale tersebut yakni, mulai star dari depan Hotel Aerotel Praya, berjqlq menuju depan panggung kehormatan yang berada di jalan protokol depan Kantor Bupati Lombok Tengah, dan finish di Alun-alun Tastura Praya.

“Kerjasama bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan media online tribunlombok.net”

Headline

Tribunlombok.net –
Badan ku terasa digoyang-goyang. Pagi itu saya masih dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar. Mataku masih terpejam. Di kejauhan telingaku mendengan suara azan.
Dan benar saja, anakku yang paling kecil sedang menggoyang-goyang badanku. “Ayah, Bangun. Solat yah!!!”. Ungkapnya dengan suara agak dikeraskan.
Memang kalau masalah yang itu, saya mengajarkan kedua anakku dengan disiplin dan keras. Tidak boleh ditawar-tawar. Tidak dengan urusan yang lain. Masih bisa ditawar dan saya sesuaikan dengan umur mereka.
Subuh kali ini, saya kalah bangun dengan anakku yang paling kecil. Setelah menggeliatkan badan ke kiri dan kekanan. Saya pun dengan sempoyongan berjalan kekamar mandi, dan langsung mengambil air wudhu.
Selesai solat subuh. Saya kembali merebahkan badanku di atas kasur. Mata ini kayaknya sulit sekali diajak kompromi. Sambil samar-samar saya melihat istriku bolak balik ke belakang, kekamar. Sekali-kali membuka lemari menyiapkan baju anak-anak yang akan dibawa.
“ yah ayo siap-siap. Sudah mau setengah 6 ini” ucapnya, sambil kedua tangannya terus bekerja melipat baju-baju yang ingin dibawa.
Memang pagi ini, saya dan istri akan ke Mataram untuk mengantar kedua anak saya mengikuti lomba berenang. Lomba renang kali ini adalah lomba pertama yang diikuti oleh kedua anak saya. Lomba kali ini pun saya dan istri agak memaksa. Yang ada difikiran saya dan istri adalah bagaimana melatih mental kedua anak kami. Mental bertanding. Mental sportifitas. Mental mengalahkan diri sendiri.
Kalau mengejar target menang, itu adalah hal yang tidak mungkin. Dikarenakan kedua anak saya baru belajar renang dengan guru profesional kurang lebih dua bulan.
Melihat semangat kedua anak saya. Kami berdua pun tidak kalah semangat. Yang ada dibenak saya pagi subuh kali ini adalah dapat kekuatan dari mana istri saya.
Pekan ini, jadwal istri saya memang agak padat. Sejak Senin kemarin sampai Jumat, istri saya masih beraktifitas ke luar daerah untuk pekerjaan kantornya. Jum’at itu pun dari bandara langsung ke Mataram menunggu saya yang sedang meeting di Bank Indonesia perwakilan Mataram sampai magrib. Sampai dirumah malam itu sekitar jam 09.30 malam.
Pagi itu, setelah menyiapkan semua keperluan kedua anak kami, istri saya masih semangat. Yang menjadi semangat kami berdua adalah agar anak-anak kami memiliki pengalaman dan punya kepercayaan diri.
Pagi itu, sabtu tanggal 8 februari 2020. Sejak semalam hujan masih membasahi bumi. Begitupun dengan pagi ini. walaupun hujannya tidak sebesar semalam. Gerimis pagi itu membuat orang-orang asik dan tidak mau keluar dari dalam selimut.
Berbeda dengan saya dan istri. Gerimis pagi itu malah membuat kami semakin semangat. Untuk berangkat ke Mataram. “besok jam 7 pagi sudah harus di kolam tempat lomba ya om” itu adalah kata-kata dari pelatih renang anak kami.
Kata-kata itu yang masih terngiang dikepala saya dan istri. Sehingga gerimis pagi ini membuat kami tambah semangat.
Sejak semalam, Ibu saya selalu bertanya “Pakai apa ke Mataram” ungkapnya. Begitupun pagi itu. Setelah mengidupkan mesin motor saya. Dari jendela kamarnya, ibu saya teriak. “pakai apa ke Mataram?”.
“Tenang Uty, Abbas pake mobil. Motor ditaruh di kantor Paokmotong” jawabku. Semoga jawabanku tadi membuat tenang Uty, fikirku.
Sepeda motor Vario itu pun melaju sambil membelah gelap dan dinginnya pagi itu. Gerimis masih tetap dengan formalinnya.
Sepanjang jalan desa Lendang Nangka saya berpapasan dengan orang-orang yang masih memakai mukenah dan baju koko. Orang-orang baru turun dari masjid menjalankan ibadah sholat subuh.
Sekitar 15 menit, saya sampai di Paokmotong. Gerimis pun masih tetap turun, walaupun tanah-tanah di beberapa ruas jalan yang saya lalui sudah jenuh dengan air. Itu terlihat dibeberapa jalan air tergenang seperti membentuk kolam-kolam kecil.
Setelah membuka pintu gerbang kantorku, sepeda motor saya rapikan dan mengunci stangnya. Semoga motor saya aman. Fikirku dalam benak. Tas ransel saya ambil dan langsung meletakkan ke punggung. Lumayan berat juga, gumanku.
Pintu gerbang kantor saya kunci kembali. Gerimis pagi itu masih tetap setia membasahi bumi.
“Ayo kita nyebrang jalan” ucapku kepada istri. Sambil memegang tangan kedua anakku. Beberapa mobil pik up pagi itu sudah terparkir rapi di sepanjang jalan. Memang Paokmotong dikenal sebagai pusat pasar transit untuk kebutuhan sayur. Dan pasar ini akan rame di sore dan pagi hari. Begitupun dengan pagi hari itu.
Tidak lama menunggu. Mobil angkutan yang menuju mataram muncul dari arah keramaian pasar. Mobil angkutan umum ini lebih dikenal dengan sebutan “engkel”. Setelah memberi isyarat dengan melambaikan tangan, mobil engkel pun berhenti persis didepan kami.
“duduk didepan saja” ungkap pak haji, sopir engkel ini. spontan saya menjawab “tidak cukup pak, kami berempat”. Dengan cekatan saya minta istri dan kedua anak saya naik dan mencari tempat duduk yang nyaman di kursi paling belakang. Saya pun naik kedepan dekat sopir.
“bisa dikecilkan suara musiknya pak” ucap saya ke arah pak sopir. Tanpa menjawab, sopir itu pun mengecilkan suara musiknya. Pagi itu gerimis masih tetap turun. Ditambah dengan suara musik tempoe dulu. Menambah suasana pagi itu semakin menggairahkan saya untuk cepat sampai di lokasi lomba renang kedua anakku.
“Yah, kita turun di Alfamart atau Indomaret yang paling dekat dengan Baretais, soalnya mau beli pulsa” ungkap istriku memberi kode dari belakang. Jam di HP saya menunjukkan pukul 06.30.
Tepat di depan Alfamart Sandubaya dekat Telkom Baretais saya pun memberi isyarat ke pak sopir untuk berhenti. Setelah memberi beberapa lembar uang kertas, saya pun turun dari engkel. “terima kasih pak” ungkapku sambil melambaikan tangan ke Pak sopir.
Tanpa dikomando, istri dan kedua anakku langsung masuk kedalam Alfamart. Saya pun mencari kursi kosong didepan Alfamart. Sambil meluruskan kedua kaki, saya membuka tas ransel untuk mencari botol mineral yang sengaja disiapkan oleh istri saya.
Tak lama kemudian, kedua anakku keluar dari dalam Alfamart sambil menenteng tas kresek yang penuh dengan belanja. “kalau sudah masuk pulsanya, langsung saja pesen gocar” kata saya ke istri.
Tanpa menjawab, istri saya langsung membuka aplikasi mobilonline di HPnya. Tak sampai sepuluh menit, sebuah kendaraan Avanza warna hitam mendekat pelan-pelan ke arah kami. Setelah mengecek plat mobilnya, kami pun langsung mendekat. Tanpa dikomando, kami berempat langsung naik kedalam mobil hitam tersebut. “langsung ke lokasi tujuan pak” kataku tanpa menoleh ke sopir disamping saya.
Pagi itu, gerimis di kota mataram sudah berhenti. Jalanan pun sudah mulai mengering. “didaerah mana kolam Moyosakhi?” ungkap sopir kepada saya. “ nah saya baru pertama ini kesana pak, coba ikuti aja aplikasi HPnya” jawabku singkat.
“dikolam Moyosakhi adalah tempat acara lomba renang pak, kayaknya kalau ada tempat rame-rame disitulah kayaknya tempatnya” tambahku ke pak sopir disamping saya.
Benar saja, setelah muter-muter masuk gang di Jalan Halmahera, kami pun menemukan banyak kendaraan yang lalu lalang membawa anak-anak yang berpakaian renang. Gang menuju kolam merupakan gang perumahan sehingga menyulitkan kendaraan untuk berpapasan.
Melihat situasi yang agak ruwet tersebut, saya pun memutuskan untuk turun dari mobil dan mengajak anak-anak untuk berjalan kaki. Biar lebih cepat datang fikirku.
“nah ini dia, saya telpon tapi tidak aktif” kata Om Yan pelatih renang anak saya. Om Yan sudah menunggu didepan gerbang kolam renangnya. “ya om” jawabku, sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Saya langsung bawa anak-anak masuk aja ya, dan langsung ganti baju kataku ke Om Yan. Kolam Moyosakhi letaknya diujung gang. Dan berbatasan dengan sungai. Setelah mengganti baju, saya langsung ajak anak-anak ke pelatihnya, om Yan dan Om Rizki.
Saya dan istri memantau dari kejauhan. Hal ini sengaja kami lakukan agar mental bertanding dan kemandirian mulai tumbuh di anak-anakku.
Lomba renang kali ini diikuti oleh peserta dari club dan sekolah. Sehingga kalau saya pridiksi pesertanya lumayan banyak sekitar seratusan anak-anak.
Karena lomba kali ini merupakan lomba pertamanya, anak saya yang besar agak mulai minder dan mentalnya mulai ciut. Karena melihat pesaing-pesaingnya lebih besar, lebih pede dan lebih segalanya. Benar saja, sebelum namanya dipanggil, anak saya ini mulai mual-mual dan pusing. Berbeda dengan si kecil. malah si kecil sudah tidak sabar namanya dipanggil untuk langsung terjun ke kolam.
Melihat perubahan yang terjadi pada si besar, istri saya langsung menghampiri dan memberikan semangat. “yang penting kakak ikut saja dulu, terjun dan renang, masalah kalah dan menang itu urusan nanti” kata istriku sambil memberikan minyak kayu putih ke punggung kakak.
Tak lama dari kejadian itu, nama kakak dipanggil oleh panitia untuk bersiap-siap. “ayo kakak, semangat” ucapku sambil memegang kepalanya. Mudahan energi kata-kataku tadi menjadi sebuah energi bagi anakku.
Seri 15, untuk kelas 3 dan 4 gaya dada 25 meter putri, tempat si kakak ikut. Setelah peluit berbunyi, kakak langsung terjun dan mulai berenang dengan gaya dada. “ Alhamdulillah, kakak sampai finis” gumanku. Walaupun paling akhir tapi saya bangga pada anakku.
Perubahan 100% terjadi pada si kakak setelah seri 25 meter gaya dada itu. Wajahnya ceria kembali dan semangatnya full lagi. Malah si kakak nantang untuk namanya dipanggil lagi.
Perubahan ini yang saya nantikan bersama istriku. Kedua anak saya memiliki mental bertanding dan berjuang. Semoga pertandingan berikutnya akan memberikan hasil yang berbeda dan sebuah kejutan datang.
“saya siap untuk pertandingan bulan maret dan april lagi yah kata kedua anak saya”. Diatas mobil engkel ketika pulang.

**Cerpen ini ditulis oleh Maharani untuk Istri dan Kedua Anak tercinta

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Jika Bakal Calon ( Balon ) Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah lainnya, sibuk dan gerasak herusuk, bahkan audah banyak yang mulai promosikan diri kepada masyarakat, beda dengan Balon Bupati/Wakil Bupati yang satu ini.

Adalah H.Lalu Arif Rahman Hakim yang akrab disapa Bajang Arif, salah seoran Balon Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah yang sejauh ini jarang terdengar di hiruk pikuknya dunia perpolitikan Lombok Tengah yang mulai memanas. Numun ternyata sejauh ini, ia sedang mempersiapkan diri dengan serius untuk maju bertarung pada Pilkada Loteng 2020 mendatang.

Srbagai bukti keseriusannya, Rabu ( 12/2/2020 ), Bajang Arif melalui sejumlah tim penghubungnya mengembalikan formulir pendaftaran ke Desk Pilkada DPC PBB Loteng.

Dikonfirmasi terpisah, H.Lalu Arif Rahman Hakim menyatakan bahwa, pendaftaran yang dilakukan ters but merupakan bentuk keseriusan dirinya untuk maju bertarung pada Pilkada Loteng 2020.

“InsyaAllah, dengan dukungannyang kuat dari sejumlah kalangan, saya memtapkan diri jbtuk ikut berikhtiar maju sebagai Balon Bupati/Wakil Bupati” ungkapnya.

Lebih lanjut Bajang Arif menjelaskan bahwa, selain pengalaman didunia politik dengan behasil sebagai anggota DPRD Loteng selama tiga periode, serta sebagai ketu DPC PBB Loteng dalam kurun waktu yang cukup lama, keputusan untuk maju bertarung pada Pilkada Loteng 2020 dilandasi dengan harapan dan keinginan untuk bisa lebih meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat Lombok Tengah.

Sementara saat ini, akan halnya para Balon Bupati/Wakil Bupati lainnya, dirinya sedang fokus untuk melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai politik, serta melakukan komunikasi terkait dengan siapa dirinya akan berpasangan nantinya, pungkasnya. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah

Tibunlombok.net – Bertempat di desa Ketare, Rabu ( 12/2/2020 ) sekitar pukul 14.30. Wita ratusan orang perwakilan dari desa lingkar bandara yakni desaPenujak, Tanak Awu, Ketare Sengkol, Batujai, bahkan hadir juga tokoh-tokoh dari desa lainnya seperti Rembitan, Kawo, Setanggor, mangkung, bonder dll. Pertemuan tersebut diinisiasi oleh beberapa tokoh yang terdiri dari desa Ketare antara lain: Mamiq Tajudin, Mamiq Devi, Mamiq Dani. Beberapa tokoh juga dari Desa Rembitan yakni Mamiq Ringgit, Sekdes Rembitan dan tokoh-tokoh muda lainnya dari beberapa perwakilan desa lainnya.

Dalam pertemuan itu Pula Hadir beberapa Tokoh LSM yang selama ini getol menyuarakan penolakan nama perubahan nama bandara, diantarnya Lalu Hizzi Ketua LSM ALARM-NTB, Ikhsan Ramdani, FORMAPI-NTB, hadir pula beberapa deligasi dari LSM NTB BANGKIT.

Pada kesempatan tesebut disepakati untuk tetap konsisten menolak pergantian nama bandara, bahkan dalam waktu dekat, selesai acara Event Bau Nyale, mereka berencana akan menggelar aksi Akbar yg akan melibatkan desa-desa se Lombok Tengah.

Dalam keterangannya, Lalu Hizzi yang ikut juga dalam pertemuan itu menyampaikan, ” bahwa tidak benar desa-desa tersebut telah setuju dengan perubahan nama bandara, bahkan mereka berapi-api menyampaikan penolakan dengan teriakan BIL harga mati ” Lalu Hizzi juga menyampaikan bahwa “Akan ada pertemuan lanjutan untuk merumuskan pola pergerakan atau aksi, agar tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, kita perlu mempunyai pola pergerakan yang tepat, karena mereka rata-rata ingin mengepung bandara bahkan sampai ada yang ingin menginap disana. Nah hal-hal yang seperti ini kita harus hindari, kecuali memang situasinya yang memaksa harus demikian” tandas Lalu Hizzi

Diakui juga oleh Koordinator umum Geram sekaligus Ketua ALARM-NTB ini bahwa masyarakat Lombok Tengah khususnya masyarakat desa lingkar bandara masih sangat solid dan kompak mempertahankan nama BIL atau LIA dan menolak nama BIZAM.

” Jadi Pemprov dan pihak Angkasa Pura hendaknya jangan membandel dan tetap memaksakan merubah nama bandara, karena akan berpotensi konflik yang sangat besar, dan tentu akan menjadi presiden buruk bagi pemeritah Pemprov NTB hari ini” tutup Lalu Hizzi. ( tl-02 )