Home Articles posted by redaksi TribunLombok.net (Page 2)
Headline

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Hari ini Kasta NTB DPD Lombok timur menggedor kejaksaan negeri lombok timur di selong, kehadirian ratusan anggota Kasta NTB dengan membawa atribut dan tulisan yang meminta agar Kejaksaan negeri lombok timur segera melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pasar sambelia lombok timur yang berinial LM yang mana saat ini yang bersangkutan sedang menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR kabupaten lombok timur dan rekanan yang mengerjakan proyek pasar tersebut berinisial A.

Rombongan peserta aksi setelah hampir setengah jam berorasi secara bergantian di depan kantor kejaksaan negeri selong kemudian meminta ditemui Kepala Kejaksaan negeri lombok timur, hanya karena Kajari sedang tidak berada di tempat sehingga diwakilkan oleh Kasi intel Lalu Rasyidi SH dan Kasi Pidsus Wasita Triantara SH.

Perwakilan masa aksi menolak tawaran dialog dilakukan di dalam kantor Kejari selong dan meminta agar diadakan di tengah jalan raya di depan kantor kejari, pada kesempatan tersebut Presiden Kasta NTB Lalu wink haris dengan didampingi oleh ketua DPD KASTA NTB lombok timur Daur Tasalsul SH menanyakan apa sebab sehingga oknum atas nama LM hingga saat ini belum dilakukan upaya penahanan padahal penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan sejak bulan desember 2019, ini artinya sudah hampir satu tahun yang bersangkutan menyandang status tersangka tetapi progres penanganan kasusnya stagnan sebab yang bersangkutan sampai saat ini masih bebas kata lalu wink.

“Bukankah penetapan tersangka sudah harus memenuhi dua alat bukti dan seharusnya layak untuk dilakukan penahanan, tetapi sampai hari ini tidak dilakukan, tentu kita wajar bertanya ini ada apa sampai tidak ada penahanan. Jangan sampai karena kasus dugaan korupsi ini melibatkan pejabat pemkab setingkat kepala dinas sehingga kasusnya terkesan mangkrak kecam lalu wink. Kita tentu tidak menginginkan bila perlakuan hukum berbeda antara rakyat jelata dan pejabat negara sebab hukum harus adil kepada semua pihak, jangan sampai masyarakat berinterpretasi kalau seolah olah kejaksaan memainkan status tersangka ini untuk tujuan tujuan tertentu,” terang lalu wink seraya meminta kejaksaan selong agar dalam waktu sesegera mungkin melakukan penahanan terhadap para tersangka.

Menjawab hal tersebut Kasi intel lalu rasyidi SH mengatakan kalau kasus dugaan korupsi yang menyeret kepala dinas PUPR lotim ini sedang berjalan, kami menunggu hasil audit BPKP atas berapa jumlah kerugian negara dalam perkara tersebut baru kemudian berlanjut kepada tahapan selanjutnya, hal ini diamini oleh kasi pidsus wasita triantara SH yang juga menyebut pihaknya belum melakukan penahanan karena harus menunggu hasil audit BPKP. Disamping juga ada surat himbauan dari kejaksaan agung RI yang tidak membolehkan pemanggilan tersangka di masa pandemi covid 19 ini, penjelasan kedua pejabat kejari selong tersebut tidak bisa diterima oleh peserta aksi sebab bagaimana mungkin seseorang dinyatakan sebagai tersangka sementara hasil audit BPKP belum ada, serta pandemi covid seharusnya tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak memeriksa tersangka korupsi, ini hanya alasan pembenaran saja dari kejaksaan negeri selong teriak massa. Akibat dari terjadinya sedikit kisruh di depan kantor kejaksaan akhirnya pertemuan dilanjutkan di dalam kantor kejari selong, dalam pertemuan tersebut pihak kejaksaan negeri selong menyanggupi untuk menuntaskan kasus ini dengan meminta waktu penyelesaian selama satu bulan ke depan, hal ini bertujuan memperdalam masalah ini dengan memanggil pihak pihak lainnya untuk tujuan lebih mendalami kasus ini. Kami minta waktu satu bulan ke depan terhitung hari ini kata kasi intel dan kasi pidsus yang menerima perwakilan Kasta NTB.
Ketua Kasta NTB DPD lotim Daur Tasalsul SH MH kemudian menyatakan akan tetap mengawal kasus ini serta berharap agar sebelum tenggat waktu satu bulan ke depan kedua tersangka dugaan tindak pidana korupsi tersebut sudah ditahan. (tl-02/*)

Headline

MATARAM, Tribunlombok.net – Satu langkah progresif penanganan Covid-19 tercipta di Lapangan Tenis Mapolda NTB Kamis (19/7). Di tempat itu, terjadi penandatanganan deklarasi yang menyatakan bahwa semua bapaslon yang akan maju di pemilukada harus bertanggung jawab terhadap masa pendukungnya. Sanksi administratif dan pidana menanti.

Kendati demikian, semua bapaslon mengapreasiasinya. ’’Kami sangat mengapresiasi dan mendukung deklarasi yang dicanangkan pak Kapolda (Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal, Red),’’ kata Makmur Said, salah seorang bakal pasangan calon (bapaslon) yang akan maju dalam pilwali Mataram.

Diakui Makmur, bahwa deklarasi ini memang bakal merepotkan semua bapaslon. ’’Tapi, situasinya memang luar biasa. Dan saya bisa sangat memahami deklarasi ini,’’ kata calon yang diusung dari Partai Gerindra, PKB, PKPI, dan Berkarya. ’’Saya sangat mendukungnya. Dan saya kira semua bapaslon lain juga setuju,’’ tambahnya.

Poin-poin yang ada dalam deklarasi memang cukup memberatkan bagi pasangan calon. Pada intinya, deklarasi yang ditandatangani Kamis (17/9) ini membuat pasangan calon tak boleh lepas tangan terhadap aksi kampanye dan aksi sosialisasi lainnya yang digelar oleh pendukungnya. Seperti klub sepak bola yang harus ikut bertanggung jawab jika terjadi aksi anarkistis oleh suporternya. Hanya, dalam pemilukada kali ini, konteks yang menjadi objek adalah protokol kesehatan yang rentan dilanggar dalam kampanye mendatang.

Jika tidak ada deklarasi ini, akan banyak terjadi aksi liar yang tidak ada penanggungjawabnya, dan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Inilah yang membedakan deklarasi ini dengan deklarasi pemilukada yang hanya berkutat pada damai serta siap kalah-siap menang itu.
Acara deklarasi hari ini dihadiri oleh 23 pasangan calon yang akan berlaga di tujuh pemilukada kota/kabupaten. Juga Ketua KPU dan Bawaslu NTB, Wagub NTB, serta Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Riza Ramdhani.

Hal yang sama juga diutarakan oleh rival Makmur dalam Pilwali Mataram mendatang, Mohan Roliskana. ’’Kami tegak lurus dengan aturan main yang telah disepakati bersama ini,’’ terangnya. Situasi memang sangat sulit, dan poin deklarasi mengikat betul antara bapaslon dan pendukungnya.

Baik Makmur maupun Mohan mengatakan bahwa mereka akan mati-matian menjaga antusiasme pendukungnya. ’’Kami akan bicara dengan pendukung, dan kami akan memberikan pemahaman bahwa antusiasme yang berlebihan bisa merugikan kita semua,’’ kata Makmur.
Sejauh ini, NTB menjadi salah satu provinsi yang paling progresif mitigasi Pandemi Covid-19.

Selain membuat sinergitas antara semua pihak dalam lomba Kampung Sehat, yang paling anyar adalah adanya Perda No. 7/2020 tentang pengendalian penyakit menular.
Di tempat yang sama, Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal menegaskan bahwa pihaknya tak ingin ada ledakan baru klaster pemilukada di daerahnya.

“Semua kawasan di Indonesia menghadapi problem yang sama. Karena, jadwal pemilukada tetap dihelat pada 9 Desember mendatang,’’ ucapnya. ’’Namun, semuanya bisa diantisipasi jika semua pihak yang terkait mematuhi protokol keamanan dengan ketat,’’ tambahnya, membeber alasan kenapa pihaknya menggelar deklarasi tersebut.
Selain itu, Iqbal juga mengingatkan semua pihak untuk tak menepuk dada terlebih dulu dengan makin landainya kurva Covid-19 di NTB.

“Perjalanan masih panjang. Ancaman Covid-19 masih di depan mata. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan masih menjadi sangat penting,’’ tutur jenderal polisi dengan dua bintang di pundak tersebut.

Mantan Kapolrestabes Surabaya itu juga menyitir prinsip hukum paling dasar, yakni Solus Populi Suprema lex Esto –Keselamatan Rakyat merupakan hukum tertinggi. ’’Silakan berkompetisi, silakan berkampanye, tapi jangan lupa protokol. Karena yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat,’’ tutur mantan Kadiv Humas Mabes Polri tersebut.

Selain itu, Iqbal juga mengatakan bahwa sudah empat bulan terakhir semua pihak sudah bekerja keras untuk menekan kurva Covid-19. Kerja keras itu jangan kemudian sia-sia karena euphoria politik yang berlebihan. ’’Saya berharap, semua pihak mengingat ini semua. Kami siap memproses tiap pelanggaran yang ada secara pidana,’’ tegasnya.

Selanjutnya, Direskrimum Polda NTB Kombespol Hari Brata memaparkan mengenai aturan-aturan hukum yang bisa digunakan kepada setiap potensi pelanggaran protokol dalam tahapan pemilu. ’’Saya nyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari jerat pidana. Oleh karena itu, mari kita semua bersama menjaga protokol ini dengan ketat, dan bisa menjalani pemilukada dengan semua tetap sehat,’’ terang perwira menengah dengan tiga melati di pundak tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Danrem 162 WB, Wagub NTB, dan tokoh adat serta pemuka agama yang ada. (red/*)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Guna menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional, Kodim 1620/Lombok Tengah menggelar kegiatan Komunikasi Sosial Kreatif Pagelaran Pencak Silat Tradisional se-Kabupaten Lombok Tengah dengan mengusung tema “Membentuk SDM Kreatif, Inovatif dan Adaptif ” bertempat di Halaman Makodim 1620/Lombok Tengah, Kamis, 17 September 2020.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Danramil 1620-07/Batukliang Kapten Chb Heri Susanto didampingi oleh Pembina IPSI (Ikatan Pencak Silat) Kabupaten Lombok Tengah Bapak Saharjo, SH dihadiri oleh Pasi Ter Kodim 1620/Loteng Kapten Inf Anak Agung Ray Budiana, Pasi persdim 1620/loteng Kapten I Made Suardana, Ketua Paguyuban pencak silat Loteng Bpk Rozak serta Para juri dari IPSI Loteng.

Dalam sambutannya Dandim1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.I.Pol yang dibacakan oleh Kapten Chb Heri Susanto mengatakan kegiatan Komsos Kreatif yang diselenggarakan saat ini oleh Kodim 1620/Lombok Tengah adalah sebagai wahana dalam menjalin komunikasi sosial yang sehat dan harmonis antara prajurit TNl dengan komponen masyarakat.

Selain itu tujuan yang paling penting, kata Prastiwanto adalah untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme serta rasa cinta terhadap tanah air.

“Tugas dan tanggung jawab menjaga serta memelihara Negara ini bukanlah tugas dari TNI semata tetapi merupakan tugas dan kewajiban kita bersama untuk melakukan hal tersebut,” terangnya.

Tidak itu saja, orang nomor satu di jajaran Kodim 1620/Loteng ini mengapresiasi para ketua paguyuban pencak silat yang ada di Kabupaten Lombok Tengah yang secara tidak disadari telah turut serta dalam melestarikan budaya pencak silat di wilayah Lombok Tengah Khususnya dan di NTB pada umumnya, sebab tradisi pencak silat bukan hanya sekedar bela diri, namun juga menjadi bagian dari jalan hidup bagi para pelakunya.

“Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, namun yang terpenting adalah pencak silat juga mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan,” imbuhnya.

Sementara pembina IPSI Kabupaten Lombok Tengah Bapak Saharjo, SH mengapresiasi langkah kodim 1620/Loteng dalam melaksnakan kegiatan komsos kreatif ini yang tujuannya menjalin komunikasi sosial yang sehat dan harmonis antara prajurit TNl dengan komponen masyarakat.

“Kami juga perlu dibina untuk kegiatan depannya agar kegiatan ini terus berkesinambungan sehingga silaturahmi kami tidak saat lomba saja tetapi terus menerus,” ujar Saharjo.

Ia menyampaikan bahwa lomba kali ini adalah seni jurus sesuai dengan intruksi pusat setiap kegiatan agar tidak kontak fisik antar peserta dengan menegedepankan protokol kesehatan Covid 19.

Kegiatan lomba ini diikuti oleh perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Lombok Tengah diantaranya, perguruan Macan putih, Tapak suci, Merpati putih, PSHT (Persatuan Setia Hati Teratai), Sitembak dan PD (Perisai Diri) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti himbauan pemerintah diantaranya, memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan sebelum memasuki tempat perlombaan guna mencegah penyebaran virus Corona.

Diakhir kegiatan Kodim 1620/Loteng mengapresiasi pagelaran seni pencak silat dengan memberikan hadiah pemenang lomba yang diserahkan oleh Pasiter Kodim 1620/Loteng Kapten Inf Anak Agung Ray Budiana. (tl-02/*)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Didasari rasa kepedulian terhadap sesama, tim Milenial pasangan hj.Lale Prayatni – H.Sumum (PAS) yang mengusung jargon politik “Menah Tandur” berbagi selepas subuh dengan warga kota Praya dan sekitarnya, kamis pagi (17/9/2020).

Koordinator tim pemenangan pasangan PAS, H.Lalu Suriade menerangkan bahwa, gerakan berbagi selepas subuh tersebut dilakukan oleh tim milenial Menah Tandur adalah merupak program sosial yang rutin dilaksanakan.

Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah para pejuang Lombok Tengah yang sejak selepas subuh mulai bekerja melaksanakan tugas mereka, yakni para petugas pembersih atau penyapu jalan sepanjang kota Praya serta para pedagang kaki lima (PKL), para ojek dan lainnya.

“Walau haya sekedar kopi hangat, kami merasa sangat bahagia bisa berbagi dengan mereka,” ungkap H.Lalu Suriade.

Sementara beberapa warga yang dimintai keterangannya merasa bersyukur dan berterimakasih atas uluran tangan dari pemuda Milenial Menah Tandur tersebut. Semoga semuanya diberikan balas yang setimpal olehNya, ungkap mereka. (tl-02/*)

Headline

Praya, Tribunlombok.net – Aparat gabungan TNI, Polres dan Satpol-PP Lombok Tengah terus melakukan razia
Peraturan Daerah (Perda) Provinsi NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular Covid-19. Dalam operasi yutisi yang telah dilakukan selama tiga hari itu masih banyak warga yang terjaring tidak menggunakan masker.

Kepala UPTD Unit Pelayanan Pajak Daerah, Sabirin Alam mengatakan, dari hasil razia penerapan protokol kesehatan covid yang telah dilakukan di beberapa titik termasuk di hari ketiga di depan Kampus IPDN Praya, cukup banyak masyarakat yang terjaring tidak memakai masker.

“Pelanggar yang terjaring cukup banyak, sehari itu bisa sampai puluhan, belum ditempat lain,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela razia, Rabu (16/9).

Bagi pelanggar yang terjaring tidak memakai masker, mereka diberikan saksi sosial berupa menyapu sampah dan di denda uang Rp 100 ribu. Selain warga sipil, dalam razia itu juga ada dua oknum PNS yang terjaring dan diwajibkan membayar denda Rp 200 ribu.

“Kalau masyarakat sipil itu boleh memilih sanksi denda uang Rp 100 ribu atau sanksi sosial. Tapi PNS wajib sanksi denda uang Rp 200 ribu,” terangya.

Dikatakan, dari puluhan yang telah terjaring itu sekitar 10 orang yang memilih sanksi denda uang dan selebihnya itu mereka memilih saksi sosial sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk sanksi uang telah mulai diberlakukan. Jadi masyarakat wajib pakai masker kalau tidak mau di denda,” harapnya.

“Hasil uang Razia ini disetor langsung ke KAS Daerah sebagai PAD,” katanya.

Kabag Op Polres Lombok Tengah, Kompol I Kadek Suparta A.Md mengatakan, jumlah personil yang dilibatkan dalam razia ini sekitar 52 anggota yang tersebar di beberapa titik. Razia dalam rangka peningkatan penerapan protokol covid ini akan terus dilakukan, baik pagi hari, siang, sore maupun malam hari.

“Ini semua untuk mencegah penyebaran covid. Kita juga imbau masyarakat pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” pungkasnya. (red)

Headline

PRAYA, Tribunlombok.net — Nasip naas dialami oleh Sairah, (51) warga Dusun Endut Tojang Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara (BKU) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena depresi yang disebabkan karena hutang yang membelitnya.

Kejadian yang menimpa ibu yang bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT) itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 07.30. wita dikediaman korban.

Kapolsek Batukilang Utara, AKP Komang Ranoka menegaskan bahwa, sebelum kejadian tepatnya sekitar pukul 07.00 wita, saudara kandung korban yakni Jumirah sempat berbicara dgn Korban dan korban sempat menawarkan saudaranya untuk makan ( Kripik ) namun di tolak ,kemudian korban masuk ke rumahnya.

“Namun, sekitar pukul 07.30 wita saudara ipar korban yakni Suriati masuk ke dalam rumah dengan maksud untuk menawarkan Kopi. Namun menemukan Korban sudah dalam posisi tergantung di dalam rumahnya,” ungkap Kapolsek Batukilang Utara, AKP Komang Ranoka kepada wartawan.

Ia menjelaskan, korban ditemukan tergantung menggunakan selendang berwarna biru tergantung di sebidang kayu atap atau palang kayu rumah milik Korban, setelah mengetahui korban dalam keadaan tergantung, kemudian Suriati memanggil suaminya yakni Jumrah, untuk melihat kejadian tersebut.

” Seketika itu juga Jumrah memotong Selendang Biru yang di gunakan untuk gantung diri. Namun korban sudah dalam keadaan meninggal,” teranya.

Lebih jauh disampaikan, bahwa petugas yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).Petugas juga langsung mengamankan barang bukti (BB).

“Kita juga sudah kordinasi dengan tim Medis untuk melakukan pemeriksaan awal atau Visum terhadap mayat. serta melakukan interogasi terhadap saksi-saksi dan keluarga korban di sekitar lokasi kejadian,”terangnya.

AKP Komang Ranoka menambahkan, dari keterangan pihak keluarga, bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit. Akan tetapi dari keterangan Jumrah bahwa korban terlilit hutang dan di duga korban nekat menggantung diri karena terbebani hutang yan tidak bisa di bayar. Karena korban sembelum menggantung diri, sempat berbicara kepada saudaranya Jumrah, bahwa hendak ke Malaysia menjadi TKW dengan alasan agar bisa mengganti hutang. Sehingga tanggapan keluarga, kuat dugaan korban menggatung diri karena terbebani ( Depresi,red ) oleh hutang tersebut.

“Dari hasil rapat keluarga ,seluruh keluarga bersepakat untuk tidak melakukan outopsi dan di kuat kan dengan surat penolakan Outopsi dan keluarga menyadari kejadian ini sebagai Musibah. Korban di makam kan Ba’da shalat Ashar di pemakaman umum Dusun Endut Tojang Dess Lantan,”tegasnya. (red)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Tak kenal lelah dan terus semangat, ditunjukkan oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati hj.Lale Prayatni – H.Sumum (PAS). Hal ini ditunjukkan dengan tiada henti melakukan safari politik atau lawatan ke para tokoh masyarakat serta tokoh agama yang ada di Lombok Tengah. Selasa siang (15/9/2020), H.Sumum dengan didampingi sejumlah tim pemenangan pasangan PAS melawat ke kediaman H.Lalu Arif Rahman Hakim di Kauman, Praya.

Kedatangan H.Sumum beserta tim tersebut disambut hangat oleh H.Lalu Arif Rahman Hakim ( Bajang Arif ). Pada kesempatan tersebut H.Sumum mengungkapkan bahwa, keputusan yaang diambil untuk beriktiar pada perhelatan Pilkada serentak 2020, tidak lain didasari oleh niat untuk lebih memaksimalkan pengabdian serta pelayanan kepada masyarakat Lombok Tengah. Dimana ditengah geliat pembangunan Lombok Tengah saat ini, terlebih pembangunan Kawsaan Ekonomi Khusus ( KEK ) Mandalika, tentunya harus diimbangi dengan pembangunan atau peningkatan IPM serta SDM masyarakat.

Dijelaskan oleh H.Sumum bahwa, pembangunan serta peningkatan IPM serta SDM masyarakat sudah merupakan kewajiban dan keharusan untuk menyambut berbagai pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan.

“Pendidikan yang merata bagi masyarakat adalah salah satu komitmen yang akan dilaksanakan oleh pasangan PAS, jika perjugan dan ikhtiar untuk memenangkan Pilkada Loteng terwujud,” ungkap H.Sumum.

Oleh karenya, dalam ikhtiar serta perjuangan saat ini, tentunya membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua kalangan yang ada. Termasuk sah satunya dukungan dari Bajang Arif beserta para simpatisan yang dimiliki.

Sementara Bajang Arif yang merupakan mantan ketua DPC PBB Lombok Tengah, dan saat ini untuk ketiga kalinya berhasil sebagai anggota DPRD Lombok Tengah menyambut baik kedatangan H.Sumum beserta timnya tersebut.

Sebagai kader PBB, saya beserta para pendukung dan simpatisan yang terkenal dengan “Relawaan Bajang Arif” tentunya akan berjuang dan beriktiar bersama untuk menenangkan pasangan PAS.

“Dengan dukungan yang terus mengalir dari para tokoh Lombok Teng ke pasangan PAS, kami optimis kalau pasangan PAS akan meraih kemenangan,” tutup Bajang Arif. ( red/* )

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dukungan kepada Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri, S.Ip – Dr. HM. Nursiah (Pathul – Nursiah) yang dikenal dengan pasangan Maiq Meres di Pilkada Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2020 terus mengalir. Wabilkhusus, dukungan dari Keluarga Besar Yayasan Ponpes Attohiriyah Alfadiliyah (Yatofa).

Dukungan dari keluarga besar Yatofa kepada Pathul – Nursiah (Maiq – Meres) itu disampaikan oleh Pimpinan Yayasan Ponpes Yatofa TGH.Fadli Fadhil Thohir pada acara Silaturahim keluarga besar Yatofa dengan Paket Maiq – Meres di Komplek Yatofa di Bodak, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Senin, (14/9/2020).

Humas Pemenangan Maiq – Meres, Lalu Amrillah menyampaikan bahwa, dalam acara Silaturahim Keluarga Besar Yatofa dengan Pathul-Nursiah kemarin (Senin,14/9), Beliau (TGH. Fadli Fadhil Thohir) menyampaikan agar Keluarga Besar Yatofa dan Jamaah Yatofa memilih dan memenangkan Pathul – Nursiah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah di Pilkada Lombok Tengah Tahun 2020.

Dalam acara Silaturahim keluarga besar Yatofa yang juga dihadiri Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili Fadhil Thohir, TGH. Fadli Fadhil Thohir menegaskan, hannya Pathul – Nursiah yang mampu melanjutkan keberhasilan pembangunan di Lombok Tengah dan yang mampu melanjutkan perjuangan Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT untuk mensejahterakan dan memakmurkan Masyarakat Lombok Tengah menuju Masyarakat Lombok Tengah Beriman, Sejahtera dan Bermutu (Bersatu).

“Dalam kesempatan tersebut, Beliau juga menitip Pathul – Nursiah kepada Keluarga Besar dan Jamaah Yatofa untuk menjadi penerus perjuangan  H. Moh Suhaili FT dalam membangun Lombok Tengah ke depan,” ujar Lalu Amrillah. (red/*)

Headline

Praya, Tribunlombok.net – Setelah dilakukan pencarian sejak hari Minggu (13/9) sampai Selasa (15/9), Tim Sar Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban tenggelam terseret ombak saat selfi di Pantai Tanjung Bongo Bukit Merese.

“Wira (20) warga Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya itu ditemukan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Pujut, Iptu Lalu Abdurrahman

Setelah dilakukan pencarian sejak hari Minggu (13/9), korban berhasil ditemukan pada pukul 07.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia pada titik koordinat 8°54’56.6″S 116°19’26.7″E. Memasuki hari ke-3 pencarian korban ditemukan di perairan Tanjung Aan.

“Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dan dibawa menuju rumah duka,” katanya.

Sebelumnya Basarnas Mataram mengerahkan personilnya yang bertugas di Pos Siaga SAR Kuta Mandalika bersama Satpol Air sejak Minggu (13/9) malam setelah menerima laporan dari bapak Ketut anggota Polsek Kuta dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB), rubber boat dan jetski.

TNI, Polri, petugas kesehatan, Tagana, ISTDA, masyarakat/nelayan dan unsur/potensi SAR lainnya turut membantu dalam proses pencarian dan evakuasi.

Sesaat sebelum laporan diterima oleh Basarnas Mataram, korban bersama temannya, Adam yang tinggal di jalan Ambon RT. 08 RW. 02 Cengkareng Timur Jakarta Pusat pergi sekitar pukul 17.00 wita. Saat mereka berswafoto di lokasi kejadian yaitu di dekat batu karang, tiba-tiba ombak besar dengan tinggi sekitar dua meter menerjang mereka berdua dan menyeretnya ke tengah laut.
sempat ditolong oleh Adam. Namun karena arus air laut yang deras, korban tidak mampu diselamatkan dan akhirnya tenggelam, namun temannya berhasil menyelamatkan diri. Korban diketahui tidak bisa berenang. (red)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – “Tidak ada kata terlambat dan menyerah”, inilah yang dipegang oleh pasangan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah hj.Lale Prayatni – H.Sumum ( PAS ). Pasangan yang mengusung jargon politik “Menah Tandur” ini melanjutkan safari politik atau silaturrahim ke para tokoh masyarakat serta tokoh agama yang ada di Lombok Tengah.

Senin sore (14/9/2020) hj.Lale Prayatni dan H.Sumum melawat ke Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya. Kedatangan pasangan PAS beserta tim disambut hangat oleh pimpinan Ponpes Darul Muhajirin, TGH.Syamsul Rizal.

“Alhamdulillah, kedatangan kami disambut hangat dan diterima dengan tangan terbuka,” ungkap koordinator tim pemenangan pasangan PAS, H.Lalu Suriade.

Selain meminta do’a restu serta dukungan untuk maju bertarung pada Pilkada serentak yang akan di helat pada 9 Desember 2020 mendatang, hj.Lale Prayatni dan H.Sumum pada kesempatan tersebut mendapat saran dan wejangan sebagai bekal dan pegangan dan berjuang serta beriktiar pada perhelatan Pilkada serentak 2020.

Sementara dukungan dan suport dari pimpinan Ponpes Darul Muhajirin ini adalah merupakan salah satu motor penyemangat, serta motipasi bagi pasangan PAS dan tim dalam berjuang meraih kemenangan.

“Dengan suport dan dukungan kuat dari para tokoh Lombok Tengah, termasuk pimpinan Ponpes Darul Muhajiri, kami optimis akan bisa menang pada Pilkada Loteng 2020 ini,” terang H.Lalu Suriade dengan penuh rasa optimis. ( tl-02 )