Home Articles posted by redaksi TribunLombok.net (Page 3)
Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dalam memperingati hari jadi ke-64 nya Kodam IX/Udayana menggelar acara Lomba Koramil unggulan dan UMKM tingkat Persit di setiap Kodim Jajaran Korem se Kodam IX/Udayana yang dilaksanakan pada awal bulan Januari 2021 lalu.

Dengan mengadakan berbagai macam Lomba kegiatan ke teritorialan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat juga melibatkan berbagai unsur pemerintahan yang ada di Desa, Kecamatan maupun Kabupaten Kota, bertujuan untuk kesejahteraan Masyarakat dan ketahan pangan wilayah.

Demikian dikatakan Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan S.IP, di sela kesibukannya menghadiri acara Apel Dandim dan Danramil di Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (27/5/2021). bahwa saat ini Kodam IX/Udayana tepat berusia 64 Tahun dari sejak berdirinya pada tahun 1957 sampai dengan sekarang.

Penyerahan hadiah Lomba tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos.,SH.M.HAN kepada para pemenang Lomba sekaligus membuka acara Apel Dandim dan Danramil jajaran Korem 162/WB serta pemberian Reward UMKM terbaik tingkat persit di Desa Talonang Baru Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat.

Hal tersebut terlihat dengan berbagai macam program Lomba yang di adakan Kodam IX/Udayana di tahun 2021, seperti Lomba Koramil Unggulan dengan meliputi Pembibitan Ikan Air tawar, Pembibitan Ayam Petelur dan penanaman berbagai macam jenis Kacang kacangan, dan cabai, serta Lomba UMKM tingkat persit”ungkapnya.

Lanjutnya, dari program Lomba yang di adakan Kodam IX/Udayana Kodim 1620/Loteng menempati urutan juara kedua dalam Lomba Koramil unggulan dan Reward terbaik UMKM yang di raih oleh Persit KCK Cab XXX Dim 1620 Loteng.

“Ini merupakan suatu kebanggaan dan penghargaan yang di berikan kepada kita oleh Kodam IX/Udayana agar kita terus bisa berkereasi untuk memberikan yang terbaik kepada TNI AD umumnya dan untuk Masyarakat, khususnya Masyarakat Lombok Tengah,”jelas orang nomor satu di Kodim Loteng tersebut.

Selain itu Letkol Inf  I Putu Tangkas sapaan akrab Dandim, mengatakan penghargaan yang di dapat bukan sebagai bahan untuk kita berpuas diri, namun apa yang kita dapatkan sekarang merupakan sebagai tolak ukur satuan kita bagaimana untuk terus bisa memberikan pengabdian yang terbaik untuk bangsa, Negara dan TNI AD serta masyarakat khususnya Lombok Tengah.

”Terima kasih kepada Kodam IX/Udayana dan Masyarakat Lombok Tengah atas penghargaan serta juara yang di berikan kepada satuan kami Kodim 1620/Loteng yang menempati urutan kedua katagori Lomba Koramil unggulan,”tandasnya.

Kodam IX/Udayana bersama komponen Bangsa lainnya, siap mewujudkan wilayah Bali Nusra aman, damai dan sejahtera demi bangsa dan Negara serta masyarakat.

“Dirgahayu Ke – 64 Kodam IX/Udayana Siap Wujudkan Bali Nusra aman, damai dan sejahtera,”pungkasnya. (tl-02)

Headline

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Mutasi pada dasarnya adalah kebijakan positif suatu lembaga dalam rangka penyegaran sumber daya manusia (SDM). Di samping itu, mutasi juga merupakan sarana yang tepat dalam rangka menerapkan sistem reward and punishme (penghargaan dan penghukuman).

Menyikapi mutasi yang dilakukan Bupati Lombok Timur terhadap sejumlah pejabatnya beberapa waktu lalu, Sekretaris LSM KASTA NTB, Hasan Gauk kepada wartawan menyatakan bahwa , seringkali Pemkab Lombok Timur menggunakan parameter yang kurang tepat sebagai pertimbangan kebijakan mutasi. Selama ini, kebijakan mutasi hanya didasarkan pada kedekatan, bukan berdasarkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Tidak pada masalah kualitas, integritas, dan kemampuan yang bersifat substantif tidak ter-cover dalam data.

Diluar itu, Hasan Gauk juga menyoroti masalah waktu mutasi yang tidak terpola sehingga terkadang menyebabkan satu posisi struktural kosong untuk rentang waktu yang cukup lama. Masalah kekosongan akan menjadi krusial apabila posisi tersebut ternyata posisi penting sehingga banyak pekerjaan yang terbengkalai. Juga soal posisi SDM yang ditempatkan tidak pada keahliannya.

Parameter promosi dan mutasi juga harus diperbaiki, jangan hanya melihat dari sisi formalitas tanpa melihat kapabilitas, integritas, dan kompetensi.

Statemen Sekda yang mengatakan “mutasi hal yang biasa untuk memperkuat kinerja,” ternyata fakta sepertinya terbalik. Ketidakmampuan membaca hal yang fundamental dalam menempatkan SDM sesuai dengan kemampuannya akan membawa kehancuran.

Berbagai eselon pejabat dimutasi dalam peristiwa mutasi hari selasa kemarin. Pejabat eselon II banyak yang bergeser, ini tentunya juga menjadi perhatian publik. Apakah sesuai aturan atau tidak karena setau saya eselon II ini harus melalui Job Fit dan assessment sesuai dengan PP 17 tahun 2020 perubahan atas PP 11 2017 tentang Manajemen PNS khususnya dalam mutasi dan/atau promosi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Seharusnya sekelas Sekertaris Daerah dan BKPSDM harus hatam soal perundang-undangan. Tugasnya dalam hal ini melaksanakan kajian dan telaah secara komprehensif dalam memberikan masukan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Hal ini menunjukkan kelemahan dalam menjalankan kepatuhan terhadap peraturan perundangan dalam bernegara.

Pak Bupati seolah-olah memimpin Lombok Timur ibarat memimpin perusahaan pribadi yang seenaknya tanpa memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Bagaimana Lombok Timur bisa maju. Seorang Dokter jadi Asisten III bidang Administrasi Pemerintahan, Dokter Gigi menjadi staf Ahli Bupati, dan di era Pak Bupati yang sekarang paling banyak mengangkat staf khusus Bupati tanpa dasar hukum yang jelas, selain itu Bupati juga membentuk tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan yang terkesan memboroskan anggaran karena keberfungsian tim tersebut seolah hanya untuk mengakomodir Tim Sukses.

Tidak cukup dengan itu, carut marut Ijin Usaha Retail dan Tambak serta mengelola BUMD PDAM dalam hal pemberhentian dan pengangkatan kembali direktur yang terkesan sangat jelas mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..
Itulah bagian kecil sekelumit carut marut Negeri Lotim ku tercinta.

Para pembantu Bupati dalam urusan mutasi pejabat sebenarnya sangat memahami aturan-aturan yang ada, namun mereka lebih memilih memakai kacamata kuda sehingga kebodohan seperti ini kerap dipertontonkan atau memang Bupati sengaja ingin memperlihatkan sifat aslinya yang bertangan besi? Hal itu bisa kita sama-sama tanyakan pada Drs. H. M. Juaeni Taoufik M.AP., dan Syamsuddin, S.Adm., S.Sos., M.AP., yang sudah paham betul terkait aturan perundang-undangan dan Administrasi seperti yang sama-sama kita ketahui secara bersama.

“Tapi kalau Bung Syam selaku Gubernur LIRA NTB tersebut masih menganggap saya ngawur, berarti kita perlu memeriksa kembali gelar yang berderet-deret tersebut”, pungkasnya. (tl-02)

Headline

LOMBOK TENGAH, Tribunlombok.net – warga penerima program Rumah Tahan Gempa (RTG) di Desa Sukaraja, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah yang telah memasukkan data masyarakat Desa Sukaraja, korban bencana Gempa Bumi Lombok, NTB Tahun 2018 sebagai penerima manfaat program Rehab – Rekon (RR). “Mewakili masyarakat penerima manfaat, saya menyampaikan ucapan terimakasi kepada pemerintah dari Tingkat Dusun sampai dengan Pemerintah Pusat,” ucap Muhammad Rais, salah seorang penerima program RTG, warga Dusun Kebun Pelange, Desa Sukaraja, Kamis,(28/5/2021).
Kepada wartawan, Rais mengaku sangat menyayangkan pemberitaan disalah satu media online bidikankameranews.com yang diterbitkan pada tanggal, 27 Mei 2021 dengan judul “Muncul Dugaan Usulan RTG Desa Sukaraja Syarat Rekayasa Oleh Tim Pendataan”. Dimana berita tetsebut sama sekali tidak benar atau tidak sesuai fakta, karena apa yang diusulkan itu sesuai dengan kondisi rumah penerima manfaat. Dan pengusulan data penerima program RTG ini tidak berdasarkan harta dan kekayaan penerima, melainkan kondisi rumah masyarakat yang terdampak Bencana Gempa,” sebutnya
Selain itu, Rais juga menyayangkan isi berita yang menyatakan bahwa kondisi rumahnya masih bagus serta layak huni, bahkan punya sawah berhektar-hektar.

“Apa urusannya saya punya sawah banyak dengan rumah saya yang rusak akibat Bencana Gempa. Semestinya saya ditanya juga apa benar saya punya sawah banyak, dan program RTG ini tidak dinilai dari harta benda, melainkan dari kondisi rumah warga akibat Gempa. Semestinya nama warga yang mengeluh atau memprotes itu juga dinaikkan/ditulis juga pada berita, jangan disembunyikan biar jelas,” ucapnya
Menurut Rais, program RTG yang telah digelontorkan Pemerintah Pusat sesuai dengan data penerima manfaat dan tepat sasaran. Memang awalnya kami memperbaiki rumah seadanya secara swadaya, supaya kami ada tempat berteduh. Dan setelah program RTG turun, baru rumah kami diperbaiki sapai layak huni. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah membantu masyarakat terdampak bencana Bumi, tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Sukaraja, Purnama.
Atas nama Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaraja, dan atas nama pribadi, Purnama nyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak -pihak yang telah ikut serta mengusulkan masyarakat Desa Sukaraja sebagai penerima manfaat Program RTG. ” Data Masyarakat penerima manfaat program RTG sesuai dengan kondisi dan keadaan dilapangan. Dan dengan telah berjalannya Program RTG ini, rumah masyarakat terdampak Gempa yang tadinya tidak layak huni menjadi layak huni, untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada Pemerintah dan pihak – pihak terkait yang telah memperjuangkan nasip masyarakat terdampak bencana Gempa,”sebutnya
“Atas nama warga, kami juga mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada Tim Pendata, aplikator dan juga fasilitator RTG yang telah berupaya maksimal demi membantu masyarakat yang terdampak Gempa Tahun 2018 silam,” pungkas Purnama. (tl-02)

Headline

LOMBOK, NTB, Tribunlombok.net – Upaya penguatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui peningkatan partisipasi masyarakat terus dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebanyak 250 anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) di wilayah Nusa Tenggara Barat memperoleh pembekalan teknis pengawasan kawasan konservasi selama tiga hari, 25-27 Mei 2021.

Pengawasan yang dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan POKMASWAS ini merupakan salah satu strategi pengawasan Ditjen Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP di era Menteri Sakti Wahyu Trenggono. Selama ini para POKMASWAS inilah yang menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi terjadinya pelanggaran di bidang kelautan dan perikanan.

“Dalam menjaga kelestarian pesisir dan sumber daya laut, kami sangat mengandalkan kerja sama dari teman-teman POKMASWAS. Mereka mata dan telinga kita,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar.

Menurut Antam, POKMASWAS memegang peranan penting termasuk dalam pengawasan di wilayah perairan konservasi nasional.

Senada dengan Antam, Plt. Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan, M. Eko Rudianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa hampir semua pelanggaran destructive fishing yang ditindaklanjuti oleh KKP berasal dari laporan POKMASWAS.

“Terima kasih berkat teman-teman POKMASWAS, atas laporan-laporan yang kemudian berhasil kami tindak lanjuti”, terang Eko.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa POKMASWAS merupakan bagian dari sistem pemantauan yang melengkapi Pusat Pengendalian dan Kapal Pengawas Perikanan yang dimiliki KKP.

“Selain informasi berbasis teknologi dan air surveillance, laporan masyarakat juga kami analisis”, jelas Ipunk.

Selain pembicara dari Ditjen PSDKP turut hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Koordinator Wilayah Kerja Taman Wisata Konservasi Gili Matra, dan Koordinator Program NTB Wildlife Conservation Society (WCS) dalam pembinaan teknis tersebut.

Sebanyak 250 anggota POKMASWAS yang berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa antusias mengikuti pembinaan teknis tersebut.

“Kegiatan ini sangat berarti, terutama bagi kami POKMASWAS yang masih baru dan masih butuh banyak ilmu untuk melakukan pemantauan di lapangan,” ungkap Ketua POKMASWAS Gili Matra, Hasan.

Untuk diketahui, saat ini Ditjen PSDKP telah membina 1.050 POKMASWAS aktif yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Ditjen PSDKP juga telah mengembangkan SMS Gateway untuk mempermudah pelaporan hasil pemantauan yang dilakukan oleh para anggota POKMASWAS. (tl-02/HUMAS DITJEN PSDKP)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri S.Ip, Kamis 27/5/2021, lounching Kampung Horti di Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah NTB.

Lounching Kampung Horti tersebut, dirangkai dengan Penyerahan Kartu Asuransi Tani Serta Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian.

Dalam sambutanya Bupati Loteng menyampaikan bahwa, soal bagaimana marketing hasil pertanian saat ini sesuai disampai Kadis Pertanian dan Perternakan pada sambutanya pada acara tersebut, sudah tidak menjadi persoalan lagi. Karena KEK Mandalika merupakan “barang yang sudah pasti.”

Saat ini lanjut Bupati, uang sedang banyak bergerak di wilayah Kecamatan Pujut hampir Rp.8 triliun. Itu mulai dari Run Way dan Upron BIZAM hingga jalan baypass 8 jalur Bizam Kuta Mansalika.

Artinya lanjut Bupati, APBD Provinsi NTB hampir Rp.4 triliun dan APBD Lombok Tengah hampir Rp.2 triliun. Kalau Rp.8 trilin beredar saat ini di Lombok Tengah, itu artinya 4 kali lipat APBD Lombok Tengah.

“Apa yang ada hari ini kita patut berbangga, karena ini bukan hasil Pathul Bahri-Nursiah, namun hasi kaluarga masyarakat Lombok Tengah,”katanya.

Dalam kurun waktu antara tahun 2021-2022 lanjut Bupati, akan ada tamu sekitar Rp.50 ribu orang ke Lombok Tengah. Perhitungan mengenai jumlah persediaan hasil panen berupa anek Holtikultura dibutuhkan untuk menenuhi kebutuhan pokok tamu tersebut.

“Maka pantaslah kalau kementerian pertanian meminta dibentuk 1500 kampung Horti seperti ini,”imbuh Bupati.

Bersamamaan dengan itu lanjut Bupati, dibagikan juga Kartu Tani Maiq Meres kepada para petani penerima. Kartu tersebut, bermamafaat bila peternak yang kehilangan sapi, maka akan diganti dengan Rp.20 juta. Begitu juga bila petani yang gagal panen, akan diganti sesuai dengan luas lahan yang ditanam.

“terimakasih banyak buat semua warga dan jajaran pemkab Lombok Tengah dan Forkopinda yang telah ikut mensuskseskan kegiatan,” ungkap Bupati dihadapan puluhan petani yang saat itu hadiri. ( tl-02/adv )

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Komite Nasional Rakyat untuk Palestina (KNRP) kabupaten Lombok Tengah menyalurkan bantuan yang terkumpul dari beberapa donatur. Untuk bantuan tahap I, KNRP Lombok Tengah berhasil mengumpulkan sebanyak Rp. 52.912.900 dan telah mendistribusikan melalui KNRP Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat tanggal 21 Mei 2021.

Ketua KNRP Lombok Tengah, M. Samsul Rijal, mengatakan penggalangan dana yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara yang ada di Palestina.

“Kami juga telah menjalin koordinasi dengan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Lombok Tengah dalam hal ini HM. Ridwan,” ungkap Samsul Rijal, Selasa (25/5).

Dikatakan, pengumpulan donasi masih akan terus dilakukan. Mengingat, Palestina masih membutuhkan bantuan untuk berbagai keperluan.

“Untuk warga yang mau menyumbang bisa melalui rekening dengan nomor 727.727.7225 (BSM/BSI Mandiri) atas nama Komnas Untuk Rakyat Palestina,” sebutnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk saudara-saudara muslim yang sedang dibombardir oleh Israel.

“Semoga Palestina diberikan kemenangan sehingga dapat shalat bersama di Masjid Aqso,” harapnya. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Warga desa Kuta, Kecamatan Pujut digemparkan dengan seorang bule berkebangsaan Jerman Elisa Henriette (31) ditemukan sudah tidak bernyawa, dengan cara gantung diri di Guest House Batu Bambu, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Senin malam (24/05/2021) sekitar pukul 20.10 wita.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK kepada wartawan mengungkapkan bahwa, kasus bunuh diri itu pertamakali diketahui oleh rekan korban atas nama Johanna yang juga merupakan WNA Jerman dan Julia, berkebangsaan Austria.

Dijelaskan bahwa, Korban yang diketahui sebagai Boss Guest House Batu Bambu, Kuta itu ditemukan dalam kondisi tewas gantung diri. Selanjutnya, kedua rekan korban kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan memutus tali yang menjerat leher korban serta memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar. Wargapun kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

“Aparat kepolisian Polsek Kuta bersama warga kemudian saat itu langsung melarikqn korban ke Puskesmas Kuta. Setelah dilakukakn pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas Kuta, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan bahwa, aparat Kepolisian Polsek Kuta langsung menuju lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan kasus bunuh diri itu, dan langsung mengamankan TKP, mengamankan barang bukti dan saksi-saksi serta berkoordinasi dengan Puskesmas Kuta untuk melakukan evakuasi korban menuju RS Bhayangkara Mataram.

Berdasarkan keterangan para saksi, lanjut Kapolres, bahwa korban pernah menceritakan dirinya mengalami depresi dikarenakan masalah ekonomi dan masalah hubungan asmara dengan tunangannya.

“Berdasarkan keterangan yang ada, korban ini adalah pemilik Guest House Batu Bambu dan sudah tinggal selama kurang lebih 7 tahun di Kuta, Lombok Tengah,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, tunangan korban yang diketahui bernama Steven Andrew Moloney serta Manager Guest Houst milik korban, Muclas hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan lantaran masih trauma atas tragedi maut itu.

Adapun saat ini korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Mataram oleh petugas Puskesmas Kuta, guna menunggu konfirmasi dari pihak keluarga serta kedutaan Jerman. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dalam upaya menertibkan dan memudahkan pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mulai meluncurkan program Bersama Kita Gerakkan Mengurus Administrasi kependudukan (BEGERUSUK).

Bertempat di Bollroom lantai 5 Kantor Bupati Lombok Tengah, acara dihadiri Bupati HL Pathul Bahri, Plt Sekda HL Idham Khalid, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para pejabat terkait lainnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diadukcapil) Baiq Anita Nindiana dalam sambutannya mengatakan, program BEGERUSUK bertujuan untuk menumbuhkan gerakan membangun sinergi dan kerjasama antara Disdukcapil dengan dinas instansi lain.

Hal ini sebagai bentuk terobosan dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan Adminduk.

“Program Begerusuk ini sebenarnya bukan program baru. Beberapa aksi sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

Beberapa aksi itu diantaranya, pembukaan loket pelayanan Adminduk di 12 kecamatan, pembukaan loket pelayanan di beberapa fasilitas kesehatan (RSUD, RS Yatofa Bodak dan beberapa Puskesmas), pelayanan keliling sambang dusun, membuka pelayanan kepada kelompok Lansia, Difabel, dan lainnya.

“Program Begerusuk hadir untuk memudahkan pelayanan dengan menyasar semua lini di semua instansi,” terangnya.

Ia menuturkan, permintaan untuk melengkapi Adminduk masyarakat terus ada, dan meningkat setiap hari seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan zaman.

Hal tersebut tentu harus diimbangi dengan pelayanan ekstra dengan berbagai terobosan, salah satunya melalui program Begerusuk. “Kami mohon kerjasama dinas-dinas atau instansi terkait untuk kesuksesan program ini,” harapnya.

Beberapa program yang menjadi bagian program Begerusuk, lanjut Anita misalnya di Dinas Pendidikan, dalam waktu dekat akan dilaksakan kegiatan Dukcapil Goes To School dan beberapa terobosan lainnya.

Hal ini juga tidak lain sebagai upaya menyukseskan program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati yang ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri mengakui program ini sangat bagus dan sangat tepat di tengah besarnya harapan masyarakat kepada pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bagian Adminduk.

Bagaimanapun juga kata Pathul, pelayanan Adminduk merupakan hal penting yang dibutuhkan masyarakat. Selama ini Disdukcapil selalu dikeluhkan pelayanannya oleh masyarakat.

“Namun dengan program ini dan beberapa program lain yang sudah dan sedang berjalan, saya yakin permasalahan semuanya bisa terurai satu persatu,” ucapnya optimis. (tl-02/adv)

Headline

LOMBOK TENGAH, Tribunlombok.net – Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri, S.Ip mengajak masyarakat Lombok Tengah untuk sama-sama berdoa dan berdonasi guna membantu masyarakat Palestina yang sedang berjuang melawan agresi Israel. “Kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah bisa membantu dengan berdoa atau mungkin dengan berdonasi dalam rangka untuk membantu meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang ada di Palestina,” kata H. Lalu Pathul Bahri usai menyerahkan donasi secara simbolis untuk membantu Rakyat Palestina yang diterima oleh Penjabat Sekda Lombok Tengah, H. Lalu Idham Halid didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H. Lalu Herdan pada acara Zikir dan Doa bersama dalam rangka merayakan hari Lebaran Topat Tahun 2021 di Ballrom Gedung B, Lantai 5 Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis, (20/5/2021).

Untuk membantu Rakyat Palestina, Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Tengah itu menerbitkan surat himbauan Donasi untuk Palestina yang ditujukan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian dan Camat se – Lombok Tengah.

Penerbitan surat himbauan Donasi untuk Palestina Nomor : 441.5/45/KESRA yang ditandatangani oleh Bupati Lombok Tengah pada Kamis, 20 Mei 2021 itu merujuk pada pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD) Tahun 1945 “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala Bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”
Berdasarkan hal tersebut di atas maka dalam rangka membantu meringankan penderitaan yang dialami saudara saudara kita yang berada di Palestina maka dengan ini kami himbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lombok Tengah untuk berpartisipasi dalam “Donasi Untuk Palestina”. “Donasi dimaksud agar di kumpulkan di Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lombok Tengah paling lambat Hari Jum’at 21 Mei 2021 pukul 10.30 Wita,” ujar H. Lalu Pathul. ( tl-02/adv )

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Pada Perayaan lebaran topat Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP bersama Kapolres Loteng AKBP Esty Setya Nugroho, S.IK mendatangi lokasi penyekatan dan beberapa lokasi wisata yang ada di wilayah Lombok Tengah. Hal ini dilakukan untuk memastikan lokasi wisata seluruhnya ditutup.

“Kami ingin memastikan lokasi wisata yang biasa didatangi masyarakat itu ditutup, dan dijaga oleh TNI/Polri serta Pol PP,’’ ujar Dandim, Kamis (20/2021).

Selain itu, kata Dandim, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengecek
anggota yang bertugas dalam keadaan siap di lokasi wisata maupun di pos penyekatan bersama Polri dan Sat Pol PP dalam kondisi aman dan kondusif tidak ada kerumunan masyarakat.

“Mengingat pandemi Covid-19 ini belum usai dan Lombok Tengah masih berstatus orange, maka kami harus memastikan wilayah Lombok Tengah aman dan kondusif di Perayaan Lebaran Topat hari ini tidak ada kerumuman masyarakat,” katanya.

Iapun menambahkan, hari ini ada penyekatan dan pengalihan arus yang dilakukan petugas gabungan TNI Polri dan Sat Pol PP di perbatasan Lombok Tengah untuk mengantisipasi masyarakat dari luar Lombok Tengah yang masuk ke lokasi wisata yang ada di Lombok Tengah termasuk di pintu masuk wisata.

“Ini dilakukan untuk meminimalisir kerumunan pada perayaan lebaran topat,” imbuhnya.

Terakhir, Dandim mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar mengikuti imbauan pemerintah melaksanakan lebaran Topat di rumah saja bersama dengan keluarga masing-masing, tidak perlu berkunjung ke tempat saudara ataupun keluarga yang lain ataupun ke tempat-tempat wisata dan makam yang biasanya dikunjungi saat lebaran Topat.

“Mari tetap mengikuti protocol kesehatan, melaksanakan social dan physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menggunakan masker demi keamanan dan keselamatan diri, keluarga dan sesame dari bahaya penyebaran covid-19,” tutupnya. (tl-02)