Home Articles posted by redaksi TribunLombok.net (Page 3)
Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Tidak ada kata terlambat dan tidak mau kalah dengan partai politik lainnya, Sabtu ( 14/3/2020 ) bertempat di Illira Hotel, Lombok Tengah, DPC PBB Lombok Tengah menggelar acara Bedah Visi Misi Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah untuk Pilkada 2020.

Ketua Desk Pilkada PBB Loteng, Drs.H.Pahrurrozi dalam laporannya menyampaikan bahwa, penyampaian visi misi ini merupakan rangkaian dari proses penjaringan Balon Bupati/wakil Bupati Lombok Tengah yang telah diatur dalam AD/ART PBB.

Sejak dibukanya pendaftaran Balon oleh Desk Pulkada Loteng 2029, sebanyak 8 Balon mendaftar ; Ir.H.Sugiyanto, MM. Ahmad Ziadi, Lalu Suriade, TGH.Habib Ziadi, H.Lalu Putrie, H.Masrun,SH, Drs.H. Lalu Normal Suzana dan H.Lalu Arif Rahman Hakim, MH.

Untuk penyampaian visi misi telah disiapkan fanelis yang tentunya teruji. Para fanelis akan membantu dalam membedah visi misi dari masing-masing Balon.

Kami berharap siapapun nantinya yang diusung oleh PBB, dan jika menang pada Pilkada Loteng 2020, kami harapkan supaya bisa melaksanakan visi misi yang telah disampaikan, tegasnya.

Ketua DPC PBB Loteng, Lege Warman menyampaikan bahwa, kegiatan ini adalah merupakan bentuk keseriusan dari DPC PBB Loteng dalam rangka menjaring Balon Bupati/Wakil Bupati Loteng yang akan diusung atau didukung pada Pilkada Loteng 2020.

“Kami mengharapkan yang akan diusung oleh PBB nantinya adalah Balon Bupati/Wakil Bupati yang benar-benar mampu untuk membawa Loteng kedepan lebih maju”, pungkasnya. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Menindak lanjuti permasalahan dan keluhan dari Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja ( P3K ) tekait kejelasan nasip mereka, Komisi I DPRD Lombok Tengah bersama dengan dua perwakilan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) berkunjung ke kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI, Selasa ( 11/3/2020 ) kemarin. Tujuan dari kedatangan tersebut untuk mempertanyakan nasib P3K yang masih belum jelas hingga sekarang.

Wakil Ketua I DPRD Loteng, HL Rumiawan membenarkan, hari ini (kemarin,Red) dirinya bersama Komisi dan dua perwakilan dari P3K mendatangi kantor Kemenpan-RB. Kujunganya ini untuk menindaklanjuti kejelasan nasib dari hasil seleksi P3K di Loteng.

“Sudah hampir satu tahun setelah dinyatakan lulus, mereka belum memiliki status. Sehingga, komitmen Komisi I sangat jelas, bahwa bagaimana semua peserta yang dinyatakan segera mendapatkan kepastian,” katanya, kemarin.

Ia menegaskan, dari hasil pertemuan dengan pihak Kementerian tersebut masih belum membuah hasil yang baik. Sebab, masih menunggu Perpres. Namun, pihak kementerian sudah menyampaikan terkait aturaan P3K tersebut pada saat pelaksanaan rakor antar kementerian sebelumnya.

“Sudah sampaikan terkait regulasi itu pada rakor antar kementerian. Makanya, kita hanya bisa menunggu sekarang,” jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya dari DPRD juga sudah menyampaikan pada pihak kementerian agar segera menurunkan regulasi tentang P3K ini. Sebab, sangat kasian mereka setelah lulus seleksi, namun hingga sekarang nasib tidak kujung jelas.

“Memang persoalan ini tidak hanya di Loteng saja. Melainkan pada P3K di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Ditambahkan, pihaknya sangat berharap pada semua P3K ini agar bersabar terlebih dahulu untuk menunggu aturan itu dari kementerian. Hal ini lantaran, aturan ini sangat penting untuk mengatur P3K. Baik dalam segi penggajian maupun penempatannya dimana saja.

“Tapi mudahan saja, aturan itu segera bisa diturunkan. Agar status mereka segara jelas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Loteng, HM Nazili menegaskan yang menjadi persoalan P3K ini hingga sekarang, karena pemerintah pusat belum mengeluarkan aturan yang mengatur tentang penggajian dan pengangkatannya. Persoalan ini tidak hanya di Loteng saja, namun menjadi persoalan di bagi P3K di seluruh Indonesia.

“Pemerintah pusat masih menyusun regulasi dari mulai pengangkatan hingga pemberian gajinya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kalau aturan pemerintah pusat sudah turun tentang P3K ini, tentu pihaknya di daerah tinggal melakukan penyesuaian saja. Terutama pada anggaran untuk menggaji mereka atau lainnya.

“Kalau aturan sudah turun. Mau tidak mau kami harus siap untuk dengan anggaran gaji mereka,” tuturnya.

Ia mengaku, pihaknya tidak mempersoalkan anggaran untuk gaji mereka, namun menjadi persoalan sekarang adalah kapan aturan dari pemerintah pusat ini akan keluar.

“Setelah ada aturannya. maka akan segera diketahui terkait dengan status dan juga gaji yang diterima. Makanya mereka sementara waktu ini masih mengikuti honorer,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya sangat berharap aturan atau regulasi itu segera diturunkan. Karena memang pihaknya tidak ingin kalau persoalan ini terus menjadi pemicu keributan di tingkat bawah. (adv)

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Media online Tribulombok.net

Headline

Maharani dari Peneliti Lombok Research Center

NTB

Tribunlombok.net – Dalam laman Suara NTB online tanggal 11 Februari 2020 yang lalu, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berada pada kisaran hingga 5,6 persen pada tahun 2020 ini. Tahun 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi NTB hanya tercapai 4, 01 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, mengusulkan strategi-strategi agar pertumbuhan ekonomi NTB memenuhi proyeksi. Diantaranya, sektor pertanian secara luas yaitu pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dari hulu harus dipastikan bisa tumbuh lebih baik. Kemudian industri pengolahan hasil pertanian semakin banyak dan memberikan nilai tambah.
Demikian juga dengan industri pariwisata harus fokus digarap wisatawan domestik. Mengingat pengaruh global pada virus Corona yang saat ini masih menjadi masalah.
NTB memiliki momentum yang cukup baik pada tahun-tahun mendatang. Saat ini geliat pembangunan untuk mengejar perhelatan motor GP di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika sedang dikebut prosesnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lombok Research Center (LRC) perputaran uang dari sector pariwisata pada tahun 2021 bisa mencapai lebih dari 10 triliun. Jika perhelatan Motor GP bisa terlaksana pada tahun itu.
Selain pertumbuhan ekonomi dibidang pariwisata, NTB juga mempunyai unggulan yang lain yaitu semakin banyaknya tumbuh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baru. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM NTB pertumbuhan UMKM dari tahun ke tahun semakin meningkat pesat.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Nusa Tenggara Barat jumlah pelaku UMKM NTB sebanyak 653.000 orang. jumlah ini terus bertambah, terhitung selama satu dekade terakhir prosentase peningkatan jumlah umkm sebanyak 12%, dari 545.000 UMKM pada tahun 2006 menjadi 644.000 UMKM di tahun 2016. Jumlah tenaga kerja yang terserap lebih dari 1,8 juta orang.
Geliat perkembangan (UMKM) di provinsi NTB cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan serapan PDRB di sektor UMKM sebanyak 4,9% dari total PDRB NTB pada tahun 2016. Ini menunjukkan bahwa sumbangan UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi NTB dan peningkatan ekonomi masyarakat cukup signifikan.
Pemerintah berupaya memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap para pelaku UMKM melalui beberapa SKPD seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh LRC selama tahun 2019. Terjadi pertumbuhan yang stagnan, bahkan cendrung mengalami penurunan dalam Produksi, kontinuitas serta masih minimnya perputaran uang di sector ini. Penurunan ini disebabkan oleh banyak factor yaitu Internal dan eksternal. Factor internal yaitu kurang tersedianya bahan baku, kurang modal, masih lemah terhadap penguasaan teknologi dan manajemen yang masih tidak professional. Sedangkan factor ekternal yaitu terjadinya bencana pada tahun 2018 yang lalu menyebabkan pertumbuhan ekonomi di NTB masih belum pulih. Hal ini mengakibatkan pasar yang belum stabil.
Dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Juni 2019 sebesar US$ 757.996 mengalami penurunan sebesar 75,96 persen jika dibandingkan dengan ekspor bulan Mei 2019 yang bernilai US$ 3.153.694. Bulan ini sama seperti bulan sebelumnya tidak ada ekspor Barang Tambang/ Galian Non Migas.
Ekspor bulan Juni 2019 yang terbesar ditujukan ke Hongkong yaitu sebesar 45,07 persen, disusul ke Amerika Serikat sebesar 17,64 persen dan China 14,11 persen.
Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Juni 2019 adalah Perhiasan/ Permata senilai US$ 417.918 (55,13 persen), Garam, Belerang, dan Kapur US$ 172.577 (22,77 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 134.204 (17,70 persen), serta Barang Kiriman sebesar US$ 26.884 (3,55 persen).
Dari ekspor yang dilakukan masih didominasi oleh Perusahaan-perusahaan besar. Dengan kata lain tidak ada yang dilakukan oleh UMKM-UMKM kita. Untuk itu diperlukan terobosan-terobosan yang sifatnya mengungkit dalam mendorong UMKM kita supaya naik kelas.
Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mendorong UMKM kita naik kelas yaitu dengan mendirikan pusat layanan usaha terpadu (PLUT) yang berada dibawah naungan dinas koperasi dan UMKM NTB. PLUT sendiri semenjak didirikan pada tahun 2014 telah melakukan pendampingan pada sekitar 3000 pelaku usaha mikro dan kecil di pulau lombok. sementara di Pulau Sumbawa, PLUT hanya menjangkau ke sebagian kabupaten dan kota saja sehingga upaya pendampingan belum mampu dilakukan secara maksimal.
Bagi PLUT UMKM NTB, dalam melakukan pendampingan tantangan terbesar yakni mengubah pola pikir para pelaku usaha, dimana antara lain masih adanya sifat konsumtif dan minimnya kemauan dari pelaku usaha untuk mengembangkan diri. Sehingga pembinaan yang dilakukan PLUT lebih pada bagaimana mengubah mindset dan pola pikir UMKM dengan memberikan pemahaman atau pelatihan secara mental.
Dari total keseluruhan UMKM NTB, yang paling besar dan cukup potensial yakni industri kreatif sebesar 38%, lalu makanan olahan sebesar 15% dan sandang sekitar 11%.
Dalam mendorong keberhasilan pembangunan sektor UMKM NTB tentu perlu adanya persatuan pendukung UMKM yang melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, perusahaan besar atau perbankan, dan kemauan dari para pelaku UMKM sendiri untuk berkembang. hal ini penting demi mewujudkan pelaku usaha yang berkualitas, mandiri dan berdaya saing secara global.
Di era revolusi ekonomi 4.0 atau dikenal digitalisasi, masyarakat dituntut menguasai teknologi. Tidak saja industri besar, pelaku usaha mikro kecil menengah dituntut memasarkan produknya dalam jaringan (daring) internet atau online. Tantangannya, UMKM di NTB masih gagap teknologi.

Penulis adalah Peneliti Lombok Research Center

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Pengurus Kasta NTB kecamatan Batukliang, senin ( 9/3/2020 ) mendatangi Inspektorat Lombok Tengah untuk mempertanyakan hasil audit dugaan korupsi dana Bumdes desa Tampak Suring, kecamatan Batukliang
ketua Kasta NTB Kecamatan Batukliang, Ishak mengatakan bahwa kedatangan mereka ke kantor Inspektorat adalah untuk menagih janji atas hasil audit yang sudah dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Lombok Tengah atas dugaan korupsi dana Bumdes yang disinyalir atau diduga sekitar Rp.90 juta tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh pengurus Bumdes desa dan pemerintah desa Tampak Siring Batukliang.

“Kami dari Kasta menemukan fakta bahwa dana Bumdes Tampak Siring dibagi dengan alasan pinjam yang ternyata tidak dikembalikan oleh banyak pihak, baik oleh pengurus Bumdes maupun mantan kades Tampak Siring”, ungkapnya.
Lebih ajutbdijelaskan bahwa, hasil audit Inspektorat menurut informasi yang kami terima juga tidak jauh dari hasil temuan kami dari Kasta NTB.

Terhadap hal tersebut, pihaknya mendesak Inspektorat agar segera merampungkan proses auditnya, agar dapat ditemukan fakta yang lebih jelas atas nominal kerugian negara pada kasus bancakan dana bumdes tampak siring ini pinta Ishak.
Sementara Insoektur Inspektorat Lombok Tengah melalui ketua tim auditor untuk kasus desa Tampak Siring, Budi yang menerima pihak Kasta NTB menyatakan akan segera menyelesaikan semua tahapan audit, dan berjanji akan menuntaskan dalam minggu ini. Tim hanya butuh satu tahapan lagi yakni konfirmasi ke pihak-pihak yang dinyatakan terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana Bumdes Tampak Siring atas angka angka yang kami temukan di lapangan.

“Kami akan panggil dan temui pihak pihak tersebut, jika mereka tidak mau memberi klarifikasi ke kami maka kami anggap apa yang kami temukan adalah faktanya”, pungkas Budi.

Headline

Gubernur NTB, DR.Zulkiflimansyah saat Press Comference dengan wartawan Lombok Tengah, Sabtu siang ( 7/3/2020 )

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Jika sejumlah daerah lainnya di Indonesia memilih menolak atau tidak mengizinkan kapal pesiar asing menyadar sebagai atisipasi penyebaran dan penularan virus corona, berbeda dengan Nusa Tengara Barat ( NTB ). Dimana NTB terbuka dan siap menyambut kapal-kapal pesiar yang ingin menyandar dan berlabuh. Hal terebut diungkapkan oleh Gubernur NTB, DR.Zulkiflimansyah saat acara press comference atau ramah tamah dengan para wartawan Lombok Tengah yang berlangsung sabtu siang ( 7/3/2020 ) di rumah makan Pawon Sasak, Praya.

Kendati demikian, Gubernur NTB menjelaskan bahwa, izin menyandar dan berlabuh kapal pesiar tersebut diberikan bagi kapal pesiar yang penumpangnya tidak sakit atau tidak terpapar virus Corona.

Terhadap hal tersebut, pihak Provinsi NTB melalui dinas/instansi terkait tentunya akan melakukan upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, dengan menyiapkan tim kesehatan yang teruji untuk melakukan pemeriksaan serta pengawasan kesehatan bagi para penumpang kapal pesiar yang menyandar.

Kebijakan mengizinkan kapal pesiar untuk menyandar di NTB menurut Gubernur, tidak lain adalah untuk menghormati dan menghargai mereka yang hendak datang berkunjuh atau berwisata.

“Jika penumpang pesawat kita berikan masuk atau tidak ditolak. Lalu kenapa penumpann kapal laut harus kita tolak”, terangnya.

Intinya menurut Gubernur NTB, izin menyandar bagi kapal pesiar tersebut ada ketentuannya, serta akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi para penumpang sebelum turun dan berlibur diwilayah NTB. Jika ada penumpang yang sakit atau terindikasi terkena virus corona, maka para penumpang tidak akan diberikan izin turun. Namn jika tidak ditemukan adanya penumpang yang sakit atau terindikasi terpapar virus Corona, baru mereka akan diizinkan turun dan berlibur diwilayah NTB. ( tl-02 )

Headline

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net-BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB berduka. Sekretaris HIPMI NTB, Lalu Martoyo tutup usia pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 14.00 Wita. Martoyo meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Jalan Negara wilayah Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, Martoyo meninggal dunia karena jatuh dari Motor Gede (Moge) jenis Harley Davidson saat melintas di jalan Aik Darek. Saat itu, pria yang juga sempat menjadi Ketua REPNAS Jokowi-Makrup NTB ini hendak menyalip kendaraan di depannya. Naas bagi Martoyo, Harley yang ia kendarai tergelincir. Dari arah berlawanan, datang kendaraan roda tiga jenis Kaisar dan melindas Martoyo.

“Almarhum meninggal karena luka serius di bagian kepala dan leher,” terang salah satu petugas Puskesmas Aik Darek.

Sementara itu, salah satu rekan korban, Edi menjelaskan, saat kejadian Martoyo beriringan ke arah Timur dari Mataram. Saat itu, Martoyo hendak mengikuti acara komunitas Harley di Lombok Timur.

“Saya kebetulan tidak ikut. Almarhum pergi bersama dua teman yang lain. Tadi siang saya sempat ajak beliau nongkrong di Epicentrum. Tapi lebih memilih ke Lombok Timur,” terang Edi.

Dijelaskan, keluarga besar Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Lombok sangat berduka atas musibah ini. Ia berharap keluarga yang ditinggal tabah.

Sementara itu, kakak Lalu Martoyo, Lalu Kartayasa sangat terkejut mengetahui adik kandungnya meninggal dalam insiden kecelakaan.

“Rumah beliau di Mataram. Tapi kita baea ke Bonder di Lombok Tengah. Beliau kita makamkan di Bonder pada Hari Ahad setelah sholat Ashar,” pungkasnya. (tl/01)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Agenda Angkringan literasi ngobrol Perkara inspiratif yang bertema membangun sinergitas anak muda dalam mensukseskan KEK Mandalika pada tanggal 06.03.2020 tempat pawon sasak yang dihadiri oleh Komisaris ITDC Ir H.Irzani, M.Si. dalam agenda ini dihadiri oleh Organisasi kepemudaan dari Himpunan Generasi Muda Loteng, Himpunan Mahasiswa Tastura, BlOK Pujut, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Ruang Diskusi anak lingkar, serta beberapa OKP kepemudaan lainnya.

Ir.H.Irzani, M.Si mengungkapkan peran pemuda untuk bersinergi bersama ITDC adalah bagian yang sangat diharapkan, mengingat kemajuan dari sektor pariwisata khususnya di area KEK Mandalika yang berada di Kabupaten lombok tengah adalah jambatan untuk kemajuan pemuda untuk memberikan kontribusi dalam mengembangkan ide dan gagasan di dunia pariwisata, ekonomi, dan sosial. Sehingga kami selaku Komisaris ITDC yang menjabat 20 hari ini masih melakukan Sosialisasi agar keberadaan ITDC bisa dipahami oleh seluruh Masyarakat dan pemuda khususnya.
Tambahnya keberadaan pemuda dapat menyuarakan dan mendorong masyarakat agar lebih terbuka dalam bekerjasama untuk membangun KEK Mandalika melalui ITDC, karena tidak mungkin ITDC mampu menilai sendiri tanpa adanya monitoring dari seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah yang secara khusunya warga masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Adapaun tambahan dari beberapa pemuda yang memberikan Masukan dalam *forum Angkringan Literasi Ngopi Ini*. Antaranya Nasrullah SH mengatakan, Kontestasi yang sebenarnya adalah ketika pemuda memberi solusi, bagaimana melakukan dan melaksanakan peran fungsi pemuda yaitu membantu dan memberikan aksi atau tindakan dengan pemberdayaan bukan hanya sekedar aksi demonstrasi, tetapi melakukan Pemberdayaan khsus. Khususnya Pemberdayaan dalam segi pariwisata, Pungkas nya

Lalu Panji Ardiansyah, S.I.P menambahkan dalam agenda *Angkringan Literasi ngopi* i sebagai ajang silaturahmi untuk membahas dan bertukar pendapat dalam memajukan Kabupaten lombok tengah khususnya. Ini adalah ruang seluruh pemuda dari segala penjutu untuk menampung dan menjalankan apa yang menjadi rujukan diskusi nantinya. Ucapnya ( red )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Animo masyarakat muslim Lombok Tengah untuk pergi melaksanakan rukun Islam ke-5 yakni menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah sangatlah tinggi. Hal ini terlihat dari data daftar tunggu pemberangkatan Jamaah Calon Haji ( JCH ) Loteng yang saat ini sudah masuk 31 tahun.

“Jika hari ini masyarakat mendaftar, maka masuk daftar tunggu untuk beragkat 31 tahun yakni tahun 2051 mendatang”, terang Kasi Pemberangkatan Haji dan Umrah ( PHU ) Kanmenag Loteng, H.M.Muhson, saat dikonfirmasi duruang kerjanya kemarin.

Dijelaskan oleh Kasi PHU Kanmenag Loteng bahwa, kendati daftar tunggu bsa dibilang cukup lama, namun pihak Kanmenag tidak bisa melarang meyarakat untuk datang mendaftar berangkat ibadah haji. Animo masyarakat untuk ibadah haji ini sangatlah tinggi. Hampir setiap hari, ada masyarakat yang datang untuk mendaftar.

Adapun untuk pemberangkatan JCH tahun 2020, kuota yang dimiliki oleh NTB yakni sebanyak 4499 JCH. Sementara kalau tidak ada kendala, sesuai jadwal pemberangkatan kloter pertama NTB nantinya yakni pada tangal 25 Juni 2020 mendatang.

“Kita berharap pemberangkatan JCH tan 2020 ini berjalan sesuai jadwal dan tidak ada halangan. Termasuk juga kita berharap tidak dilakukan penundaan atau pembatalan akibat virus Corona, seperti penundaan ibadah umroh saat ini,” harapnya. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Selasa, (3/3/2020), Baznas Lombok Tengah mendapat kunjungan dari Baitul Maal Aceh. Dalam hal ini, Baitul Maal Aceh mengirim salah satu stafnya, yaitu Bobby Novrizan, S.Si yang merupakan Kasubbid Pengembangan Baitul Maal Aceh. Selain ke BAZNAS Lombok Tengah, ia juga berkunjung ke BAZNAS NTB dan BAZNAS Kota Mataram.

Kepada Baznas Lombok Tengah, Bobby Novrizan mengutarakan bahwa tujuan kunjungannya adalah untuk menyambung tali silaturrahmi. Namun, selain itu tujuan utamanya juga untuk studi banding mengenai pengelolaan zakat dengan sistem SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS).

SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) merupakan sebuah sistem secara nasional diterapkan BAZNAS bertujuan terciptanya sistem pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Melalui aplikasi ini, muzaki akan dilayani sebaik mungkin mulai dari registrasi sampai ke pembayaran dan pelaporan secara transparan dan legalitas bukti validasinya.
Terkait alasan study banding ke BAZNAS Lombok Tengah dan BAZNAS NTB, Bobby mengatakan bahwa itu adalah rekomendasi dari BAZNAS Pusat. Selain itu, prestasi yang ditorehkan oleh BAZNAS NTB dan BAZNAS Lombok Tengah juga menjadi alasan utama ia studi banding ke daerah NTB.

Di sela-sela perbincangan, kami bertukar pikiran mengenai sistem dan manajemen pengelolaan zakat di masing-masing daerah. Ia juga menceritakan pengalaman yang ia lalui selama ia berkarier sebagai amil di Baitul Maal Aceh. Selain pengalaman manis, pengalaman pahit juga sempat ia lalui. Namun, hal tersebut tak lantas membuat ia berkecil hati untuk berhenti menjadi amil dan melayani umat.

Di akhir pertemuan, Bobby mengucapkan ungkapan terima kasih kepada staf BAZNAS Lombok Tengah atas jamuan dan informasi yang diberikan oleh kami. Ia juga tak lupa meminta untuk bertukar nomor telepon supaya tetap bisa berkomunikasi dan bertukar pikiran mengenai pengelolaan zakat yang baik. Dengan pengelolaan zakat yang baik , maka keberadaan BAZNAS akan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. ( tl-02/Humas BAZNAS Lombok Tengah )

Headline

Mataram

Tribunlombok.net – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memperoleh penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP. yang diserahkan Menteri Dalam Negeri, Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D pada acara puncak Kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja ke-70 dan Perlindungan Masyarakat ke – 58, Landasan Udara (Lanud) Zainuddin Abdul Madjid, Selasa (03/03/2020).

Penganugerahan tersebut diberikan atas komitmen dan kepedulian Gubernur NTB dalam meningkatkan kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB.

Selain Gubernur NTB, beberapa kepala daerah juga menerima penghargaan tersebut, antara lain Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Bali, Walikota Mataram, Walikota Jambi, dan Bupati Lebak. ( red/humas NTB )