Home Archive by category Headline

Headline

Headline

Bupati Lombok Tengah, H.M.Suhaili FT,SH pimpin rapat percepatan penangan virus corona atau covid-19 Minggu (5/4/2020).

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – mengantisipasi serta guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, berbagai upaya dilakukan oleh pihak Pemkab Lombok Tengah. Termasuk salah satunya yakni pengadaan 2 juta Alat Perlindungan Diri (APD) berupa masker.
Pengadaan 2 juta masker tersebut, diungkapkan Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH dalam rapat pembahasan kebutuhan anggaran Penanganan Covid-19 bersama jajaran SKPD Lingkup Pemkab Lombok Tengah, yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Tengah, Minggu (05/04/2020).

”Kita akan mengadakan masker yang juga malahnya Dua kali lipat warga Loteng, yakni 2 juta masker. Sehingga masing-masing warga akan mendapatkan 2 masker,” ungkap H.Moh Suhaili FT,SH.

Dijelaskan bahwa masker yang akan dibagikan kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah itu merupakan masker yang bisa dipakai berkali–kali dan bisa di cuci yang proses pembuatan atau produksinya melibatkan seluruh konveksi termasuk Konveksi rumahan dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Lombok Tengah.
Dimana 2 juta masker ini tidak didatangkan dari luar. Semuanya di produksi oleh seluruh UKM kita yang ada di Lombok Tengah. Jumlah konveksi yang sudah didata lebih dari 300 Konveksi yang tersebar di masing–masing kecamatan. Dan dalam sehari konveksi kita mampu memproduksi 300 sampai dengan 400 masker,
jelasnya.

Dijelaskan oleh Bupati bahwa, pelibatan konveksi dan UKM dalam memproduksi masker selama tanggap darurat nasional non alam Covid-19 ini bertujuan untuk memberdayakan para pelaku UKM dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Lombok Tengah dimasa wabah virus corona.

Proses produsi atau pembuatan masker sendiri akan dimulai pada pertengahan bulan April 2029 ini. Selanjutnya, masker tersebut nantinya akan di distribusikan kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah melalui Camat, kades dan kadus.

Selain 2 juta Masker, Masyarakat Lombok Tengah juga akan menerima bantuan Sabun Cuci Tangan yang dibagikan per Kepala Keluarga (KK). Pemberian sabun ini tidak lain bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya mencuci tangan.

“Dengan pemberian sabun tersebut, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah memegang sesuatu,” tegasnya.

Dijelaskan pula bahwa, apa yang dilakukan ini adalah merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk memutus mata rantai penularan, serta mempercepat Penanganan Covid-19.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip; Sekda Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah; para Asisten, Kepala SKPD, Staf Ahli dan Camat se Lombok Tengah. ( tl-02 )

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan Media online Tribunlombok.net

Headline

Pemuda Kecamatan Pringgarata menggelar pertemuan bahas langkah antisipasi virus corona

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Menindaklanjuti surat edaran dari Sekda Provinsi NTB dan keterangan BPBD yang mengkonfirmasi dan merealese hasil penambahan pasien terpapar Virus Covid-19 (Corona Virus) yang salah satu dari dua penambahan pasien yang positif berada di lingkup Pemkab Lombok Tengah dan merupakan masyarakat Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata. Pemuda Pringgrata memberikan respon.

“Saya tegaskan bahwa dengan kondisi yg sudah semakin mengkhawatirkan tersebut saya meminta untuk retail modern (alfamaret dan indomart) dimanapun berada selama berada di wilayah Kecamatan Pringgarata harus di tutup total,” ungkap Tokoh Pemuda Pringgarata, Bambang Heri.

Diugkapian bahwa, masih buka dan beroperasinya retail modern yang ada saat ini, menjadi kecemburuan terhadap para pedagang kecil yang berusaha dipasar tradisional karena merasa di anak tirikan dengan dikeluarkannya surat edaran Bupati Lombok Tengah yang mengharuskan pasar tradisional yang ada diwilayah Lombok Tengah harus tutup secara total.

Terhadap hal tersebut, kami mengarapkan ada ketegasan dan keadilan dari pemerintah terhadap masyarakat kecil. Termasuk juga harus memikirkan dan mencari solusi terhadap dampak sosial ekonomi masyarakat dalam kondisi darurat virus Corona atau covid-19 saat ini, harap Bambang Heri. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Sebagai bentuk kepedulian terhadap wabah virus corona atau covid-19 yang saat ini melanda, anggata DPRD Lombok Tengah dari PBB yakni H.Lalu Arif Rahman Hakim yang akrab dipaggil Tuan Arif, mengajak kepada seluruh anggota DPRD Lombok Tengah, untuk sama-sama berempati kepada masyarakat atas mewabahnya virus corona saat ini.

“Secara pribadi saya mengusulkan dan mengajak rekan-rekan anggota Dewan Loteng untuk menyisihkan nggaran perjalanan dinas serta dana makan minum rapat yang tidak bisa terpakai selama masa darurat corona saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tuan Arif mengatakan bahwa, saat ini dengan situasi darurat virus corona, cukup berimbas pada sosial ekonomi masyarakat. Banyak dintara masyarakat Lombok Tengah yang harus kehilangsn mata pencaharian mereka untuk sementara saat ini. Diantaranya para pedagang kecil yang setiap hari mengais rizki dengan menggelar dagangan di pasar-pasar tradisional yang ada, tidak bisa lagi menggelar dagangan mereka karena pasar-pasar ditutup. Termasuk para pedagang kaki lima di kota praya, serta para pegawai swasta atau pegawai perusahaan yang dirumahkan untuk sementara waktu.

Begitu juga dengan ratusan warga Lombok Tengah saat ini yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang tersebar di hampir semua desa, yang butuh bantuan pangan karena mereka harus menjalani isolasi atau karantina rumah selama 14 hari. Termasuk pula keluhan dari petugas medis terkait Alat Pelindung Diri ( APD ) yang sangat mereka butuhkan.

Adapun untuk Pemda Loteng, Tuan Arif mengharapkan supaya cepat tanggap dan serius dalam menghadapi wabah virus Corona saat ini, khususnya terkait dampak sosial bagi masyarakat. Dimana Pemda harus segera melakukan pemetaan terkait kebutuhan riil masyarakat saat ini.

Begitu juga kepada Sekwan Loteng, diharapkan untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak TAPD terkait pola pengalihan anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan wabah virus Corona tersebut.

“Sekali lagi saya mengetuk hati anggota Dewan Loteng lainnya untuk kiranya bersedia menyisihkan dana perjalanan dinas yang tidak bisa terpakai selama darurat virus cirona saat ini. Bila perlu dana reses mendatang juga dialihkan untuk penanganan Corona,” pungkasnya. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Masih banyaknya masjid-masjid yang belum mengindahkan Surat Edaran serta himbauan terkait tidak melakukan ibadah shalat Jumat di masjid dan diganti dengan shalat Dzuhur di rumah, membuat Bupati Lombok Tengah geram.

“Mulai Jumat besok, shalat Jumat di seluruh masjid yang ada di Loteng tidak dilaksanakan. Ini berlaku sama untuk masjid di kota maupun didesa dan dusun”, tegas Bupati Lombok Tengah, H.M.Suhaili FT, SH dalam rapat koordinasi di pendopo Bupati Lombok Tengah, Selasa (31/3/2020).

Sikap tegas tersebut menurut Bupati, harus dilakukan untuk mengantisipasi wabah virus Corona atau covid-19 saat ini. Dimana surat edaran atau himbauan tersebut berlaku untuk semua masjid yang ada di Loteng, bukan hanya untuk masjid di kota saja.

“Jika masih ada yang nekat melaksanakan shalat Jumat dimasjid, maka kami akan panggil siapa penanggung jawabnya dan kita tangkap kemudian kita periksa sesuai hukum dan aturan yang ada”, tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Tengah, TGH.Minggre pada kesempatan tersebut juga mengharapkan supaya himbauan serta fatwa MUI terkait larangan shalat Jumat di masjid untuk sementara waktu harus sama-sama kita Patuhi. Dimana himbauan atau fatwa tersebut berlaku untuk semua masjid, bukan hanya masjid yang ada di kota-kota saja.

“Kami berharap dalam situasi saat ini, masyarakat Lombok Tengah harus mematuhi himbauan serta fatwa yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Langkah cepat, sigap dan tegas dilakukan oleh tim penanganan kesehatan Kelurahan Renteng bersama tim kesehatan Puskesmas Praya. Selasa (31/3/2020), tim turun langsung menyisir warga yang pulang atau datang dari luar daerah dan luar negeri di semua lingkungan yang ada di Kelurahan Renteng.

Babinsa Kelurahan Renteng, Ismaini menerangkan bahwa, langkah yang ditempuh oleh tim penanganan virus Corona tersebut, adalah sebagai bentuk respon dari banyaknya laporan atau masukan dari warga yang merasa khawatir atas banyaknya warga yang tiba-tiba datang atau pulang dari luar daerah bahkan luar begeri.

Setelah pihaknya bersama Bhabinkamtib dan tim lainnya melakukan pendataan, tim kesehaan kemudian turun langsun untuk memeriksa dan mengukur suhu tubuh warga yang datang dari luar daerah dan luar negeri tersebut.

Lebih lanjut di jelaskan bahwa, warga yang diperiksa adalah warga pendatang yang memang belum menjalani pemeriksaan. Sedangkan bagi warga yang dengan kesadaran sendiri sudah melakukan pemeriksaan kesehatan tidak diperiksa, namun keberadaan mereka tetap kita awasi bersama.

“Kita harapkan kesadaran masyarkat yang aru datang dari daerah lain untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau poako-posko kesehatan yang ada”, harapnya.

Sementara untuk langkah selanjutnya, diharapkan bagi semau warga yang baru datang dai daerah lain untuk menjalani prises isolasi diri di rumah selama14 hari, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut sangatlah penting sebagai gentuk antisipasi dan pencegahan terhadap penyebaran covid-19 yang saat ini menjadi musuh kita bersama, tegas Ismaini. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – “Sedia payung sebelum hujan”, kalimat ini yang saat ini diterapkan oleh aparat Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya. Bersama pihak kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtib setempat tak henti-hentinya melakukan upaya sosialisasi hingga penyemprotan tempat-tempat publik yang ada di kawasan kelurahan Renteng.

Pantauan tribunlombok.net dilapangan menunjukkan bahwa, dalam beberapa hari terakhir, pihak Babinsa dan Babinkamtib bergerak dari lingkungan yang satu kelingkungan yang lain guna melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap wabah virus Corona atau covid-19 yang saat ini menghantui warga.

Sejumlah fasilitas publik seperti tempat ibadah (Masjid/musalla), pos-pos ronda dan lainnya tak luput dari pengawasan dengan disemprot menggunakan disinfektan.

Babinsa Kelurahan Renteng, Ismaini mengungkapkan bahwa, apa yang mereka lakukan saat ini tidak lain adalah sebagai bentuk ikhtiar untuk berupaya semaksimal mungkin melakukan pencegahan terhadap merebaknya wabah virus Corona.

“Kita harus melakukan pencegahan maksimal, untuk menghadang dan menghalau virus tersebut,” tegasnya.

Diantara upaya pencegahan yang dilakukan yakni, melakukan sosialusasi kepada masyarakat akan pentingnya waspada dan menjaga diri dengan pola hidup sehat dan bersih, serta mematuhi Surat Edaran dan himbauan dari pemerintah. Termasuk dengan menghindari massa atau berkumpul dengan orang banyak, serta tidak bepergian keluar rumah jika tidak bebar-benar untuk urusan mendesak atau urusan penting, terang Ismaini. (tl-02)

Headline

Kades Pandan Indah, Anharditya saat mengikuti kegiatan beberapa waktu lalu.

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Dalam seminggu terakhir, hampir disetiap desa yang ada di Lombok Tengah, banyak warga yang pulang atau datang dari luar daerah dan luar negeri. Banyak dari mereka yang tiba-tiba sudah sampai rumah sehingga membuat pihak aparat desa dan warga sekitar menjadi resah. Sementara diketahui kalau saat ini virus Corona atau Covid-19 sedang mengancam.

Kepala desa Pandan Indah, kecamatan Praya Barat Daya, Anharditya kepada wartawan mengaku menyayangkan lemah atau kurangnya pengawasan terhadap warga yang datang dari luar daerah serta kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri oleh pihak pemerintah atau yang berwenang.

Di desa Pandan Indah saja, dalam beberapa hari terakhir, ada beberapa warga yang datang atau pulang dari luar daerah, seperti Bali, Jawa dan lainnya. Bahkan sabtu malam (28/3/2020) sebanyak dua orang warga Pandan Indan pulang dan tiba dirumahnya dari menjadi TKI di Taiwan.

Pihak desa sendiri, begitu mengetahui kepulangan dua warga dari Taiwan tersebut, kangsung menghubungi keduanya beserta keluarganya. Pihak desa dan aparat desa lainnya berupaya menghimbau kepada yang bersangkutan untuk menjalani proses pemeriksaan kesehatan serta karantina dulu di tempat yang sudah disiapkan oleh Pemda Loteng.

Sedangkan saat ini untuk sementara keduanya oleh pihak desa di sarankan menjalani isolasi dirumah dan tidak boleh berhubungan dengan orang lain.

Banyaknya warga yang pulang dari daerah lain bahkan dari Luar Negeri yang tampa melalui proses pemeriksaan kesehatan sesuai SOP ini sangat disayangkan.

“Kami jadi heran terhadap pengawasan dipintu-pintu masuk Lombok, seperti pengawasan Bandara Internasional Lombok (BIL) dan pelabuhan Lembar”, ungkap Anharditya.

Terhadap hal tersebut, maka pihaknya sangat berharap kepada pihak terkait untuk segera mengambil langkah dan sikap tegas. Bila perlu menjemput warga-warga yang pulang diam-diam dari luar daerah dan luar negeri tersebut, untuk kemudian diperiksa kesehatan dan bila perlu dikarantina dulu, harapnya. (tl-02)

Headline

Kades Pandan Indah, Anharditya bersama Babinkamtibmas dan Kepala Pustu desa Padan Indah seusai keliling desa

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Mengantisipasi virus Corona serta untuk berupaya memutus rantai penyebarannya, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah melakukan sosialisasi ke semua dusun yang ada.

“Tim turun keliling ke 11 dusun yang ada di Pandan Indah untuk melakukan sosilisasi pencegahan virus Corona”, ungkap Kades Pendan Indah, Anharditya kepada wartawan.
Dijelaskan bahwa, tim desa turun melakukan sosialisasi ke masyarakat, sebagai bentuk upaya bersama dalam menangkal dan mencegah virus Corona yang saat ini meresahkan masyarakat.
Selain turun langsung di rumah kerumah, tim juga berkeliling desa dengan menggunakan kendaraan roda 4 yang dilengkapi pengeras suara. Melalui pengeras suara, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, serta mematuhi Surat Edaran ( SE ) serta himbauan yg dikeluarkan oleh pemerintah. Diantaranya yakni agar selalu menjaga kebersih diri dan lingkungan, dengan sering atau rajin mencuci tangan. Kemudian menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari kerumunan orang banyak, atau dengan kata lain menjaga jarak dengan orang lain. Terlebih dengan orang yang tidak dikenal atau orang baru.
Sementara jika ada warga yang pulang atau datang dari Luar daerah dan luar negeri, diharapkan untuk melaporkan diri ke aparat desa yang ada, untuk selanjutnya ditangani sesuai prisedur yang ada.

“Sekali lagi kami harapkan masyarakat Pandan Indah bisa mematuhi dan melaksanakan himbauan dari pemerintah, guna kebaikan kita bersama”, pungkas Anharditya. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Triunlombok.net – Situasi dan kondisi masyarakat saat ini bisa dibilang sedang resah dan panik akibat wabah virus Corona atau kofid-19. Ada rasa takut, khawatir, cemas yang saat ini menghantui masyarakat, termasuk masyarakat Lombok Tengah.

Pemerintah melalui perangkat terbawah yang ada di desa saat ini terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan upaya pencegahan dan memutus rantai penularan dari virus yang sangat mematikan tersebut. Tim medis dengan resiko kerja yang sangat tinggi saat ini berjibaku di setiap puskesmas serta rumah sakit yang ada.

Terhadap situasi yang terjadi saat ini, Ketua Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT), Agus Wahaji menyampaikan bahwa, upaya maksimal yang saat ini dilakuakan oleh aparatur pemerintah serta perjuangan para medis atau tim kesehatan yang ada, tentunya harus didukung oleh semua lapisan masyarakat yang ada.

Kesadaran dan keseriusan dan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk bisa membendung dan memutus tali rantai virus Corona saat ini. Dimana Surat Edaran (SE) atau himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah diharapkan bisa ditaati dan dilaksanakan oleh masyarakat.

Diantara yang harus dilakukan oleh masyarakat yakni menghindari pertemuan atau kerumunan orang banyak, menjaga bersihan diri dan lingkugan, serta yang paling penting saat ini adalah tinggal dirumah atau tidak bepergian keluar rumah jika tidak penting.

Sementara ditengah situasi masyarakat yang sedang dihantui kekhawatiran saat ini, para wartawan atau jurnalis juga terus berupaya untuk bisa menyajikan berita atau informasi yang uptudate dan terpercaya terkait perkembangan penyebaran virus Corona tersebut. Walau resiko yang tinggi juga menghantui para wartawan yang ada.

“Semangat terus kawan-kawan wartawan semua. Kita harus yakin kalau apa yang terjadi saat ini akan berahir”, pungkas Agus Wahaji. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Wabah virus corona atau Covid-19 saat ni menjadi musuh bersama seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Berbagai upaya antisipasi dan pencegahan terhadap virus yang sangat mematikan tersebut dilakukan. Tak terkecuali pihak Kodim 1620 Lombok Tengah pada Kamis (26/3/2020) berupaya melakukan antisipasi dan pencegahan dengan melakukan penyemprotan desinfektan di areal Makodim 1620 Loteng.

Kegiatan penyemprotan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng, Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.I, Pol, didampingi oleh Kasdim 1620/Loteng, Mayor inf.Dian Aksmiyandita, perwira staff, bintara, tamtama, PNS Makodim 1620/Loteng serta petugas dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah.

Dandim 1620 Lombok Tengah, Letkol Czi Prastiwanto kepada wartawan menyampaikan bahwa, penyemprotan desinfektan kali ini difokuskan kepada sedikitnya sepuluh titik lokasi di dalam area kesatria Makodim 1620/Loteng yakni dalam ruangan staf serta di luar ruangan staf.“Sebelum penyemprotan desinfektan dilakukan, sekitar pukul 09:00 Wita dilaksanakan pengisian cairan desinfektan kedalam tabung penyemprotan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Loteng beserta anggota Makodim 1620/Loteng,” paparnya.Adapun selain Makodim 1620/Loteng, kegiatan yang sama juga dilaksanakan oleh koramil 1620-09/ Pringgerata. koramil 1620-08/ Praya Timur. koramil 1620-07/Batukliang, yang pelaksanaannya dilaksanakan bersama Forum Komunikasi Kecamatan masing-masing. ( tl-02 )