Home Archive by category Headline

Headline

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Sejak mulai dibukanya sejumlah kawasan wisata yang ada, termasuk kawawan wisata pantai Kuta dan sekitarnya, hampir setiap hari, kawasan wisata yang ada dipadati pengunjung. Seperti yang terlihat Minggu, (5/7/2020), kawasan wisata pantai Kuta dan sekitar ramai atau dipadati pengunjung atau wisatawan. Kondisi ini tentunya dimanfaatkan oleh para pedagang asongan untuk menjajakan dagangan mereka.

Untuk menjaga kawasan wisata Mandalika sebagai kawasan wisata bebas Covid-19 dan sedang masuk fase new normal, semua pelaku wisata di dalamnya wajib menaati protokol Covid – 19. Salah satunya pedagang asongan  diwajibkan memakai masker.

“Untuk mempertahankan status bebas Covid-19 ini, khususnya memasuki tahapan new normal pariwisata, kami telah memasang peringatan untuk tetap menggunakan masker saat mengunjungi Kawasan The Mandalika termasuk para pedagang asongan,” ujar Operations Head The Mandalika I Made Pari Wijaya saat membagikan masker kepada para pedagang asongan, Minggu (5/7).

Penyaluran masker bagi pedagang asongan ini juga merupakan bagian dari program ITDC dalam melawan Corona.

“Kami juga mensosialisasikan informasi gerakan pentingnya cuci tangan pakai sabun dan masker untuk semua melalui spanduk, poster, dan flyer,” pungkasnya.

Managing Director The Mandalika, I Wayan Karioka menambahkan, memasuki tahapan new normal pariwisata, kawasan pariwisata The Mandalika akan dibuka kembali untuk umum. Artinya wisatawan akan mulai berdatangan, mengingat pedagang asongan merupakan salah satu pihak di dalam kawasan yang akan berhadapan langsung dengan wisatawan.

“Penggunaan masker oleh para pedagang asongan ini menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19,” jelasnya.

ITDC berharap, penyaluran bantuan masker kepada pedagang asongan dan sosialisasi protokol kesehatan ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga diri dari kemungkinan penularan Covid-19. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Sebagai upaya untuk terus memutus mata rantai virus Corona atau covid-19, serta untuk menyambut tahun ajaran baru, semua guru dan kepala sekolah (Kepsek) Yanga dan dilingkup Pemkab Lombok Tengah akan menjalani rapid test. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Lombok Tengah, H.M.Suhaili FT, SH dihadapan para kepala OPD selesai pelaksanaan senam bersama, Jumat pagi (3/7/2020) di kantor Bupati Lombok Tengah.

“Kadis Pendidikan segera menyiapkan berbagai kesiapan terkait rapid test para guru tersebut,” tegas Bupati.

Dijelaskan bahwa, pelaksanaan rapid test bagi guru tersebut merupakan keharusan, dan menjadi syarat bagi para guru untuk masuk mengajar ke sekolah.

Hal tersebut menurut Bupati, dilakukan tidak lain adalah untuk melakukan antisipasi, pencegahan serta memutus mata rantai penyebaran covid-19 diwilayah Lombok Tengah. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Masih tingginya kasus stunting dan kerdil di Lombok Tengah (Loteng), termasuk kasus angka kematian Ibu (AKI) dan kasus angka kematian bayi (AKB), menjadi atensi Pemda Loteng, khususnya Wakil Bupati, selaku ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinn Daerah (TKPKD) Lombok Tengah.
“Kita ngumpul di sini, untuk membicarakan generasi kita kedepan, 10 sampai 15 tahun ke depan, karena yang lahir sekarang, apalagi yang masuk katagori stunting, kerdil, pendek dan anak kurang gizi, akan kelihatan dampaknya beberapa tahun kedepan. Kalau kita tidak memperhatikan dan menangani anak-anak kita sekarang, terutama yang terkena stunting tadi dengan asupan gizi dan makan yang baik, maka generasi ke depan akan semakin kurang baik dan kurang sehat” ungkap H. L. Fathul Bahri, S.Ip, Wakil Bupati sekaligus Ketua TKPKD Kab. Loteng, pada saat Rakor TKPKD tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (29/6/2020). Kita di TKPKD, memang akan terus mengawal pelaksanaan penanganan stunting ini, karena menjadi salah satu fungsi TKPKD, untuk mengawal program kemisikinan. Kita bersyukur memang, data stunting kita lumayan turun dari tahun sebelumnya, yaitu 31 % tahun 2018 menjadi 24% tahun 2019, dari sekitar 80 ribuan anak, yang artinya ada sekitar 18 ribuan anak kita yang umur 0 – 5 tahun yang terkena stunting. Data 18 ribuan anak ini bagi kita banyak dan harus menjadi perhatian kita semua, OPD lingkup Pemda Loteng, sesuai dengan tupoksi masing. Begitu juga dengan kesehatan kepada ibu hamil dan banyinya, terutama yang tergolong miskin, harus menjadi perhatian serius dan utama dalam pelayanan segi kesehatan mereka, seperti dalam pelayanan Bansos kesehatan bagi masyarakat miskin, BPJS atau JKN bagi warga miskin yang tidak tidak masuk dalam data BDT/DTKS, Tambah Wakil Bupati.
Rakor TKPKD di ikuti oleh Asisten 3 setda, Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Kesehatan, BPKAD, RSUD, DP3AP2KB, bagian hukum, humas setda, pendamping PKH, TA pendamping Desa, dan Pokja TKPKD
Data yang di himpun oleh Pokja TKPKD, antara lain (1) Anak-anak yang terkena kasus Stunting masih banyak, yaitu 24 % dari atau 18 ribuan anak, dari sekitar 80 ribu-an bayi umur 0 – 5 tahun (data Dikes & BPS 2019), (2) Kasus Angka Kematian Ibu (AKI) sampai bulan Juni tahun 2020, sebanyak 13 Kasus. (3) Kasus Angka kematian Bayi (AKB) sampai bulan Juni tahun 2020 sebanyak 113 Kasus,
Sedangkan untuk penerima Penerima JKN/ KIS untuk pelayanan BPJS sebanyak 618.769 jiwa (data bulan Mei 2020), dengan rincian : 553.952 jiwa (PBI APBN), 16.530 jiwa (PBI APBD I) dan 48.267 (PBI APBD II). Artinya lebih dari 54% masyarakat Loteng yang mendapatkan kartu JKN/ KIS, dari jumlah sekitar 1.130.000 jiwa penduduk Loteng (data Dukcapil).
Di satu sisi, hasil monev Pokja TKPKD terhadap pelayanan masyarakat miskin ketika mengurus Bansos kesehatan, ibu melahirkan dan JKN daerah, birokrasinya lumayan panjang, yaitu harus ke dinas kesehatn, terus ke dinsos, terakhir ke Dikes baru bisa di layanan dari segi angggaran, bagi warga miskin yang melahirkan dan tidak terdaftar di data BDT/ DTKS, sedngkan dalam mengurus Bansos kesehatan dan JKN daerah harus ada rekom TKPKD, kemudian ke Dinsos, terakhir ke Dinas kesehatan.
Dalam rakor tersebut, TKPKD juga mengusulkan, bahwa (1) untuk anggaran Bansos kesehatan, harus tetap ada dan bila perlu di tingkatkan, untuk mengkaper masyarakt miskin yang tidak masuk data BDT. (2) Memotong birokrasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. (3) Meningkatkan koordinasi, kolaburasi, komunikasi dan kerjasama, dalam pelaksanaan program kesehatan bagi masyarakat, khususnya penanganan stunting dan pelayanan ibu hamil dan bayi, minimal antara Dikes, Dinsos, DP3AP2KB, DPMD, Pemdes dan program PKH. Terakhir, rakor menyimpulkan akan ada pertemuan lanjutan yang di fasilitasi oleh Bappeda, teruatam dalam memotong birokrasi pelayanan bagi masyarakat miskin. (,red txt

kerjasana bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tegah dengan media onlin tribunlombok.net

Headline

Lombok Timur
Tribunlombok.net – Lambannya penanganan kasus pengerusakan gapura Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiya’ul Fikri oleh Aparat Penegak Hukum (APH) yakni pihak kepolisian Polres Lombok Timur mendapat sorotan tajam pihak DPD II KNPI Lotim.

” Tiga Minggu sudah, pasca pengerusakan Ponpes tersebut, namun sampai saat ini belum ada tindakan atau perkembangan dari penanganan kasus tersebut,” terang Ketua DPD II KNPI Lotim, Muhammad Habiburrahman

Diungkapkan bahwa, tanggal 8 Juni 2020 menjadi titik buram dunia pendidikan, salah satu pondok pesantren yang berada di SUKARARA dalam tekanan. Para santri berkabung dengan ketakutan, wali murid sejak peristiwa itu menelepon para asatidz Ponpes. Nampaknya mereka khawatir, pengerusakan gapura yang dilakukan oleh oknum masyarakat mempengaruhi konsentrasi belajar anaknya, dan poin terpentingnya adalah keamanan.
Pondok Pesantren yang sudah memiliki alumni penghafal Qur’an ini tidak lagi fokus terhadap proses belajar mengajar dan mendidik insan qurani, melainkan disandera dengan rasa was was dan kepastian hukum atas perlakuan persekusi oknum oknum warga. Layaknya dunia pendidikan pada umumnya, iklim ketenangan dan tanpa gangguan kekerasan dan kebisingan merupakan keniscayaan yang harus diwujudkan.

Respon dan atensi publik sangat tinggi saat itu. Kini sudah memasuki usia 3 Minggu, sejak dilaporkannya kasus ini pada tanggal 9 Juni 2020, nampaknya belum ada progress yang memuaskan. Kami publik masih memantau dan menanti kepastian proses hukum yang telah menyandera dunia pendidikan.
Siapapun mereka dan darimanapun latar belakang para oknum yang mencederai dunia pendidikan entah horor ketakutan kepada para siswa/santri, merusak fasilitas kawasan pondok pesantren merupakan common enemy bagi kami.

Sembari menunggu proses keadilan, kami mempercayai proses hukum ini sportif dan penuh rasa keadilan.

“Sekali lagi, kami tidak lupa dan terus melawan lupa.
Ponpes Dhiaya’ul Fikri kami pastikan tidak sendiri dalam memperoleh keadilannya,” pungkasnya.

Adapun pimpinan Ponpes Dhiya’ul Fikri, TGH.Gunawan Ruslan juga mengaku heran kenapa proses hukum atau penganan kasus tersebut sangat lamban.

Dimana dijekaskan bahwa, sampai saat ini belum ada tanda-tanda peningkatan penanganan dari kasus pengerus tersebut.

“Saya sedikit heran dan bertanya-tanya, kenapa penanganan kasus tersebut lamban. Sementara saksi dan bukti yang diminta penyidik sudah dipenuhi,” ungkapnya.

Sementara Kopolres Lombok Timur yang coba dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, sampai berita ini diturunkan belum menanggapi. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Beredar luasnya video Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono yang menolak
laporan seorang anak yang ingin memenjarakan ibu kandunganya, mendapatkan banyak apresiasi
dan dukungan dari masyarakat luas. Tanpa terkecuali juga PCNU Lombok Tengah mendukung
langkah positif yang di ambil oleh Kasat Reskrim Polres Loteng tersebut.

“Kami dari PCNU Lombok
Tengah sangat mendukung dan memberi apresiasi atas langkah yang di ambil oleh Kasat Reskrim
Polres Loteng, apalagi dalam video yang beredar terlihat jelas dia Kasat Reskrim juga memberikan nasehat pada sang anak yang sebagai pelapor untuk merenung dan berfikir ulang bahwa tindakan yang dilakukannya kurang baik,” ungkap Ketua PCNU Loteng, H.Llu Pathul Bahri, S.IP.

Dijelaskan bahwa, langkah yang dilakukan Kasat Reskrim Polres Loteng sangat positif untuk keberlanjutan hukum dan kehidupan sosial kedeapannya, bahwa tidak semua masalah harus di selesaikan dimeja hukum.
Tindakan Kasat Reskrim Loteng itu semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita masyarakat luas, dimana kedepannya sekiranya ada masalah yang masih bisa kita selesaikan dibawah dengan bermusyawarah, maka sebaiknya kita selesaikanlah masalah itu dengan cara tersebut. Jangan sampai kita kehilangan nurani dengan sedikit–sedikit saling laporkan padahal itu hanya masalah kecil yang bisa diselesaikan dibawah. Apa yang dilakukan pak Kasat itu sudah tepat sekali, apalagi kita tahu sekarang ini budaya musyawarah yang menjadi ciri khas dari masyarakat Indonesia sebagai adat ketimuran kini sudah mulai terkikis.

Budaya musyawarah ini harus kita hidupkan kembali agar
kedepannya jika ada persoalan bisa diselesaikan dibawah dengan baik – baik, apalagi kita ini hidup bersosial yang setiap hari saling berinteraksi, menyelesaikan masalah dengan bermusyawarah itu sangat bagus sehingga tidak menimbulkan dendam antar pihak kedepannya, pungkasnya. (red)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Terkait dengan statmen salah seorang wakil ketua PWNU NTB yang menyayangkan konsolidasi yang dilakukan PCNU Loteng dalam menyikapi pilkada Lombok Tengah 2020 disalah satu media online. Maka penting kami sampaikan bahwa itu kami anggap sebagai komentar pribadi beliau bukan mewakili PWNU, apalagi kami tahu beliau sangat dekat dengan salah satu calon. Demikian diungkapan oleh Bahaidin Ahmad,
Wakil Sekretaris PCNU Loteng, Mantan Ketua Umum PKC PMII NTB 2014 – 2016

“Kami yakin PWNU NTB tidak akan gegabah menanggapi setiap kabar yang muncul, beliau – beliau PWNU NTB pasti akan tabayyun dulu sebelum komentar. Karena itu adalah tradisi dasar NU dalam menyikapi persolaan, tradisi itu tidak mungkin dihilangkan oleh PWNU kecuali mungkin yang memiliki kepentingan politik pribadi atau sebagai timses salah satu calon,” terangnya.

Sementara semua tahu bahwa NU begitu kuat menjaga agar tradisi yang di tinggalkan para sepuh dan orang tua kita selama ini di NU. Oleh karenanya, kami sayangkan statmen-statmen yang beliau sampaikan tidak berdasarkan sesuai fakta. Itulah makanya penting kita melakukan klarifikasi dan tabayyun dulu sebelum menyampaikan pendapat.

“Insya Allah kami dari PCNU Loteng tetap siap jika diminta untuk melakukan klarifikasi oleh PWNU, mau dipanggil ke kantor PWNU NTB kami siap kapanpun jua, mau dikantor PCNU Loteng kami juga siap dan kantor buka 24 jam untuk umum. Sekali lagi kami tegaskan bahwa NU tidak boleh kehilangan akar tradisi dan budayanya,” ungkapnya.

Namun terkait sikap pilkada memang kami dari keluarga besar PCNU Loteng sudah bulat untuk mendukung ketua PCNU Loteng, dan itu tidak ada yang salah apa yang kami lakukan karena kami juga tidak mungkin bertindak tanpa dasar. Maka kami berharap itu jangan diceroki apalagi dengan membawa – bawa nama NU. Dan kami dukung PWNU NTB harus memantau perkembangan dimasing – masing kabupaten kota di NTB yang melaksanakan pilkada serentak 2020 ini. Kami berharap jangan hanya fokus ke Lombok Tengah saja, Lombok Tengah ini sudah bassis NU jadi insya Allah kami sudah terbiasa menghadapi hal – hal seperti ini.

“Maka gak usah direcoki, kecuali memang yang ada kepentingan politik pribadi ya kami bisa mafhum. Tapi jangan karena tedensi kepentingan pribadi itu atau karena sudah dukung salah satu calon, lalu tiba – tiba statmen mengatas namakan NU menyalahkan orang lain. Kalo itu yang terjadi maka kami sangat sayangkan itu,” pungkasnya. (red)

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net — Para tokoh mulai dari Tuan Guru dan Banom Nahdlatul Ulama (NU) Lombok Tengah (Loteng) melakukan konsolidasi menyatakan sikap mendukung wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri dan Sekertaris Daerah (Sekda) H M Nursiah, untuk maju di Pilkada mendatang.
Rais Syuriah PC NU Lombok Tengah, TGH Ma’rif Makmum, menegaskan jika pihaknya sudah melakukan rapat konsolidasi bersama para tuan guru, tokoh, Banom, lembaga, pimpinan Ponpes yang bernaung di PC NU Lombok Tengah. Hasilnya disepakati jika mereka akan berjuang untuk memenangkan Pathul- Nursiah.
“Kami sudah berkomitmen untuk berjuang terkait keinginan kami menjadikan kader nahdiyin yakni Pathul- Nursiah menjadi Bupati dan wakil bupati Lombok Tengah,” ungkap Rais Syuriah PC NU Lombok Tengah, TGH Ma’rif Makmum saat melakukan rapat konsolidasi di Kantor PC NU Lombok Tengah, Rabu kemarin (24/6)
Pihaknya menegaskan, para tokoh NU ini berkeinginan untuk menjadikan Pathul-Nursiah untuk maju di Pilkada mendatang. Karena selama ini pihaknya melihat kontribusi nyata sudah dilakukan oleh Pathul Bahri dalam membesarkan NU. Salah satu contoh, tanah yang menjadi lokasi berdirinya PC NU Lombok Tengah, tidak terlepas dari perjuangan Pathul Bahri selama menjadi wakil bupati.
“Kita berharap agar para nahdiyin tetap kompak untuk memenangkan paket ini. Karena memang ini kehendak dari warga Nahdiyin juga,”terangnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Muhtasyar PC NU Lombok Tengah, Drs H Jamiluddin. Ia menegaskan jika keputusan yang sudah diambil oleh para tokoh ini harus dipatuhi dan dijalankan, dimana para nahdiyin harus tetap kompak dan bersatu untuk memenangkan Pathul- Nursiah nantinya.
“Kita sudah banyak pelajaran selama ini, maka kita harus kompak memenangkan paket Pathul- Nursiah. Apalagi Lombok Tengah merupakan basis NU. Maka sebagai tokoh wajib menyampaikan kesepakatan ini kepada warga Nahdiyin dimanapun berada hingga pelosok desa untuk kita sama- sama berjuang,” ungkapnya. ( red )

Headline

Dr.H.Lalu Satria Utama, AP, MAP

Menjadi anak desa tidak selamanya tertinggal. Ada kalanya anak desa dan dari keluarga sederhana justeru mengungguli anak kota yang hidup serba ada. Seperti yang ditunjukkan H.Lalu Satria Utama, AP, MAP

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Berada di wilayah dengan keterbatasan akses, infrastruktur dan informasi membuat warga di desa saat itu kesulitan untuk memperoleh kesempatan dan menjadi hambatan untuk mengenyam pendidikan lebih baik

Namun hambatan dan tantangan tersebut mampu dilalui dan dihadapi oleh Dr.H. Lalu Satria Utama, AP, MAP, yang lahir tahun 1976 di Desa Kateng Kecamatan Praya Barat. Semangatnya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya telah menghantarnya berhasil meraih gelar Doktor

Bakat serta kecerdasan yang dimiliki H.Lalu Satria Utamamulai terlihat sejak ia mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD). Saat SD, ia tercatat sebagai siswa berpretasi. Di Sekolah Dasar Ketangga sampai tahun 1989, HL.Satria Utama selalu keluar sebagai juara umum. Capaian tersebut bisa dipertahankannya di SMP 3 Praya Barat.

Perjuangannya tidak sampai disitu. Saat memutuskan sekolah di SMAN 2 Praya, ia kembali dihadapkan kondisi sulit. Lantaran tidak punya uang untuk membayar ongkos kendaraan ke sekolah memaksanya tinggal di salah satu kosan di Praya. 

Tapi jangan dikira menjadi anak kos saat itu seenak dan semudah sekarang. Karena ekonomi, bekal bulanan berupa beras dan lauk pauk yang diberikan keluarganya sangat terbatas. Kondisi ini kemudian mengharuskannya berhemat. Tidak jarang ia harus makan di rumah temannya hanya untun menghemat perbekalan sampai waktu yang ditentukan orangtuanya. Hebatnya, ia mampu bertahan sampai tamat di tahun 1995 dengan Nem terbaik se NTB.

Di SMAN 2 Praya, Satria bahkan memilih jurusan ilmu fisika (A1) yang saat itu merupakan jurusan tersulit dan jarang diminati siswa lain. Walau demikian, ia ternyata masih bisa menunjukkan kwalitasnya. Selain juara kelas, Satria berhasil keluar sebagai peraih salah satu nominasi peringkat 3 Olimpiade Matematika tahun 1994 se Kabupaten Lombok Tengah ( IMO).

Sederet prestasi mulai pendidikan dasar dan lanjutan membuatnya menjadi idola. Tidak hanya menjadi bintang pelajar, prestasinya juga banyak menuai pujian warga di desanya.

Hal ini kemudian membuat orang tuanya lebih bersemangat. Hanya saja saat itu kedua orangtuanya bingung kemana anaknya harus melanjutkan pendidikan tinggi yang sekiranya lebih menjanjikan bagi masa depannya.

Di tengah kebingungan tersebut, lanjut Satria, Kepala sekolah SMA 2 praya saat itu, Drs. Mersam Suma menyarankannya agar melanjutkan pendidikan sarjana ke STPDN di Jatinangor. 
Bak gayung bersambut, seleksi masuk STPDN dilalui dengan mulus. Masa pendidikan dilalui dengan baik hingga tamat pada tahun 1999 dan menjadi Pamong Praja Muda (PPM) yang dikukuhkan Presiden. Setelah PPM, ia kemudian menempati beberapa jabatan penting di Pemkab Bima dan Lombok Tengah.

Menjadi pejabat ternyata tidak membuatnya puas dengan ilmu yang dimiliki. Berkat prestasinya, tahun 2006 Pemkab Lombok Tengah menugaskannya sebagai pegawai tugas belajar ke Universitas Brawijaya Malang hingga menamatkan Magister bidang konsentrasi Kebijakan Publik tahun 2008 dengan prestasi memuaskan.

Setelah mencermati dinamika penyelenggaran pemerintahan membuatnya tertarik bergabung di dunia akademisi tahun 2010. 
Hebatnya, sebelum itu ia dipercaya sebagai perencana pada Bappeda Kabupaten Lombok Utara (2008-2010).

Sementara itu di kampus ia dipercaya menjadi pejabat pada Bagian umum dan kemahasiswaan tahun 2010-2015. Berangkat dari ketertarikan pada kehidupan kampus dan dunia akademis, ia kemudian memilih menjadi tenaga pengajar pada Institut Pemerintahan dalam Negeri tahun 2016 sampai sekarang. 
Di tahun yang sama ia memutuskan menimba ilmu pada program Doktor ilmu pemerintahan hingga menamatkan studi doktor ilmu pemerintahan ke 106 se Indonesia.

Hebatnya, di tengah kesibukannya ia mampu menyesaikan salah satu karyanya ilmiah yang sangat luar biasa. Yakni Kajian implementasi kebijakan Dana Desa dalam menguatkan kemandirian desa yang kini dikaji penerapannya oleh pemerintah pusat.

Dalam penelitiannya ini H.Lalu Satria berhasil mengajukan sintesis atas adanya dua pendekatan pada UU 6 tahun 2014 tentang desa, sebagai self governing community dan sebagai local self government dengan mengajukan konsep model baru yaitu model Implementasi Interaksi Pemberdayaan (model IIP) dengan menekankan pada kesungguhan proses interaksi dan pemberdayaan yang menghasilkan pembentukan nilai (values) sebagai outcome policy. Proses interaksi dan pemberdayaan dimaksud dapat dicapai dengan keharusan ada perekat. Yaitu adanya Capacity, Commitment, Communication dan Cohesiveness (4 C). Model ini akan menghindarkan desa dari kondisi legalistik manipulative, rendah partisipasi dan perilaku KKN, karena keterlibatan berbagai elemen dan kontrol sosial yang baik. 

Menurutnya, sumbangan karya ilmiah tersebut menjadi spesial ditengah wacana tentang kemandirian desa yang menjadi target salah satu nawacita presiden Joko Widodo. Terlebih kemandirian desa saat ini diuji dan sudah seharusnya ditingkatkan di tengah wabah covid 19. Di situasi ini, menurutnya desa harus tangguh terhadap bencana. 

Karya ilmiahnya tersebut juga ia dedikasikan bagi keluarga besarnya. Khususnya mamik dan inaq tuannya, istri, Datu Bini Dewi Sagitarini yang telah ikut berjuang dengan penuh kesabaran mendukungnya selama ini. Juga untuk putra putri tercintanya yakni Lalu Naufal, Baiq Umayya dan Lalu Maleeq Al Darabi.

Selain semangat, hal positif yang perlu dicontoh dari H.Lalu Satria adalah sikap rendah hatinya. Walaupun sudah menjadi orang sukses, tidak lantas membuatnya jumawa. Bukannya sombong, dirinya justeru mengaku ingin lebih dekat dengan masyarakat.

Di tengah kesibukannya pria yang dikenal murah senyum itu banyak terlibat kegiatan sosial. Salah satunya memotifasi anak lain agar lebih giat belajar. Serta meningkatkan kesadaran kepada para orangtua agar sadar pentingnya pendidikan.

Ia berharap perjalanan hidupnya bisa menginspirasi anak dan remaja terutama di desa agar lebih giat belajar dan berprestasi. Karena menurutnya, ketiadaan bukan alasan untuk berdiam diri. Sebaliknya, harus menjadi penyemangat perjuangan meraih kesuksesan dan masa depan lebih baik.

Khusus warga Kateng, Mangkung dan sekitarnya, ia berpesan agar jangan menyerah dan berhenti berjuang. Karena menurutnya menyerah berarti mati, sedangkan berjuang berarti menang.

Selamat kepada pak doktor atas promosi sidang terbukanya. Semoga bermanfaat bagi masyarakat luas. (red)

Headline

Lombok Barat
Tribunlombok.net – Warga di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat dihebohkan dengan penemuan Bayi berjenis laki-laki di muara Sungai Dusun Kongok, Minggu (21/6).
Kapolsek Senggigi Akp Hernawan Rizki.Y S.IK mengatakan berawal informasi dari Bhabinkamtibmas meninting, tentang penuman ini oleh warga Masyarakat nelayan Dusun Kongok.
“Seorang nelayan bernama Mahyudin, laki-laki 60 tahun, membuat tenda untuk tempat berteduh saat menunggu kapal nelayan datang,” ungkapnya.
Kemudian dirinya melihat ada sebungkus plastik warna putih, yang ada berisi kain kemudian berinisiatif mengambil kain tersebut untuk membuat tenda di dekat muara sungai.
“Pada saat mengeluarkan kain warna abu dan kain sprei warna merah tersebut, Mahyudin kaget di dalam plastik tersebut keluar sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki,” imbuhnya.
Kondisi bayi tersebut masih utuh, lengkap dengan ari-ari yang diperkirakan berumur 7-9 bulan masa kandungan.
Mahyudin kemudian memanggil nelayan lainnya yaitu Anwar, Muhammad dan Rendi untuk memastikan mayat bayi tersebut.
“Atas temuan tersebut, mereka kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas meninting dan Bhabinkamtibmas kemudian menginformasikan ke Polsek senggigi,” ujarnya.
Saat ini Polsek Senggigi telah Mengamankan dan sekaligus Olah TKP, Introgasi Saksi-saksi disekitar TKP dan mengamankan Barang Bukti.
“Selanjutnya membawa Mayat Bayi ke RS.Bhayangkara guna dilakukan Visum et Repertum dan kepentingan proses penyidikan,” tandasnya (red)

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi partai pertama yang telah memiliki sikap resmi dalam perhelatan pilkada di Kabupaten Lombok Tengah. DPP PKB telah menerbitkan surat persetujuan dan merekomendasikan pasangan Masrun-Aksar sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Lombok Tengah.

Keputusan DPP PKB tertuang dalam surat persetujuan Nomor:302/DESK-PILKADA/PKB/VI/2020 tanggal 18 Mei 2020. Surat persetujuan tersebut ditandatangani ketua desk Pilkada DPP PKB, Paisol Riza.

Penyerahan surat persetujuan untuk pasangan Masrun-Aksar dilakukan oleh Ketua DPC PKB Lombok Tengah, HL Pelita Putra di kediaman Ketua DPW PKB NTB, H.Lalu Hadrian Irfani, Ahad sore. Hadir juga pengurus DPW PKB NTB, DPC PKB Lombok Tengah dan anggota Fraksi PKB DPRD Lombok Tengah.

“PKB tidak menggunakan surat tugas. Tapi menggunakan surat persetujuan. Surat persetujuan ini sama artinya dengan PKB sudah 99,99 persen PKB untuk pasangan Masrun-Aksar. Dukungan PKB bisa dikatakan sudah 100 persen,” tegas Hadrian Irfani saat membacakan isi surat persetujuan DPP PKB di hadapan pasangan Masrun-Aksar, Ahad sore.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Lombok Tengah, HL Pelita Putra menegaskan, surat persetujuan yang diberikan DPP PKB untuk Masrun-Aksar diterbitkan melalui proses yang panjang. Mulai dari tahapan pendaftaran di desk Pilkada PKB Lombok Tengah hingga fit and propertest di DPP PKB.

“Semua pengurus, kader dan simpatisan harus menghormati keputusan partai, walaupun kita pahami bersama pasti ada dinamika dalam setiap keputusan. Kader wajib menaati putusan partai,” terang pria kelahiran Mangkung ini.

Pasca diterbitkannya persetujuan untuk pasangan Masrun-Aksar, DPC PKB Lombok Tengah akan melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Target PKB pada pilkada Loteng tahun ini adalam memenangkan pertarungan.

“PKB tidak mau hanya menjadi partai pendukung. Tapi menjadi partai pengusung dan mengantarkan pasangan calon yang diusung untuk memenangkan Pilkada Lombok Tengah,” tegasnya.

Menanggapi terbitanya surat persetujuan DPP PKB, H Masrun menyampaikan terimakasih kepada keluarga besar PKB yang telah mempercayakan dirinya dan HL Aksar Ansori. “Surat persetujuan PKB merupakan penyamangat bagi kami untuk terus bergerak dan berjuang,” terangnya.

Menanggapi beberapa hal yang disyaratkan PKB dalam surat persetujuan tersebut, Masrun segera melakukan konsolidasi dengan pengurus DPC PKB Lombok Tengah. Termasuk melengkapi syarat lain agar pasangan Masrun-Aksar bisa mendaftar di KPU Lombok Tengah September mendatang.

“Doa-doa kita semua terjawab. Alhamdulillah kita (Masrun-Aksar) tinggal selangkah lagi untuk melengkapi syarat pencalonan. PKB memiliki enam kursi. Kami terus membangun komunikasi dengan partai lain yang akan menjadi koalisi pengusung Masrun-Aksar,” terangnya.

Sedangkan HL Aksar Anshori menjelaskan, pihaknya akan membangun komunikasi intensif dengan DPC, DPW dan DPP PKB pasca terbitnya surat tugas. Beberapa hal yang disyaratkan PKB agar akan menjadi fokus garapan dalam beberapa minggu kedepan.

“Insya Allah masih ada kejutan-kejutan lain setelah kejutan hari ini. Mohon doakan semoga ikhtiar kami untuk menjadi pelayan masyarakat Lombok Tengah berjalan sesuai rencana,” pesannya.

Sementara itu, pantauan wartawan, surat tugas yang diterbitkan DPP PKB ke masrun-aksar menjadi kejutan dalam Pilkada Lombok Tengah. Tidak banyak yang memprediksikan pasangan ini akan mendapat rekomendasi PKB. Pasalnya, terdapat nama HL Pathul Bahri yang juga Ketua Tanfidziyah PC NU Loteng yang disebut akan mendapat dukungan PKB. Arah dukungan PKB yang hamper 100 persen ke Masrun-Akasar akan mengubah peta politik pilkada Lombok Tengah.(red/*)