Home Archive by category Headline (Page 112)

Headline

Headline Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Tanggal 15 Oktober 2018 ini, Kabupaten Lombok Tengah genap berusia 73 tahun. Dari usianya yang Sudan lebih dari setengah abad ini, Lombok Tengah (Loteng) terus berbenah guna menuju Kabupaten yang lebih baik, lebih maju dan sejahtera. Berbagai program unggulan serta Mega proyek sejauh ini terus diupayakan tidak lain untuk menuju Loteng yang lebih baik. Baca Selanjutnya

Headline Lombok Tengah

tribunlombok.net – Duka, sedih dan pilu hingga saat ini masih dirasakan oleh warga Lombok Tengah ( Loteng) yang terdampak gempa berkekuatan 7,0 SR pada awal Agustus 2018 lalu. Sampai saat ini ribuan warga Loteng yang terdampak gempa sebagian besar masih tinggal dibawah tenda terpal dengan beralaskan seadanya. Hal ini yang terjadi pada ribuan korban gempa Lombok di desa Selebung, Kecamatan Batukliang, loteng.

Baca Selanjutnya

Headline Obyek Wisata

 

Redaksi Tribunlombok.net – Sempat mengalami sepi terhadap kunjungan wisatawan akibat gempa yang anggarannya melanda Lombok pada awal Agustus 2018 lalu, pelan nun pasti sejumlah kawasan wisata yang ada mulai bangkit nan normal lagi. Salah satunya yakni kawasan wisata air terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu yang berada di desa Aik Berik, kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Baca Selanjutnya

Headline Pendidikan

Loteng, tribunlombok.net – Selain mengakibatkan roboh atau rusaknya ribuan unit rumah warga, gempa yang mengguncang Lombok pada awal Agustus 2018 lalu juga mengakibatkan rusaknya bangunan-bangunan publik seperti bangunan sekolah d sejumlah wilayah yang ada di loteng. Sebanyak 76 bangunan SMP yang ada di Loteng mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Terhadap sekolah- sekolah yang rusak tersebut sudah diajukan ke pemerintah pusat untuk segera dilakukan perbaikan.

Baca Selanjutnya

Headline Pariwisata

KOFRENSI PERS: Ketua BPC PHRI Lombok Tengah, L Pathurrahman, Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili dan Kadis Pariwisata, HLM. Putria saat memberikan keterangan di hadapan awak media.

LOTENG/TRIBUN LOMBOK—Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Loteng bergerak cepat menyikapi kelesuan pariwisata pasca gempa Lombok. Berbagai upaya dilakukan BPC PHRI agar pariwisata segera pulih seperti sebelum Lombok digoyang gempa.

Baca Selanjutnya

Headline Politik

AKSI: Bakal calon yang tidak lolos, Sampurna Winata sedang orasi di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, pekan lalu. (TRIBUN LOMBOK)

LOTENG/TRIBUN LOMBOK-Kisruh Pilkades Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat berbuntut panjang.  Panitia Pilkades terpaksa harus melaporkan salah satu bakal calon yang tidak lolos, Sampurna Winata ke Polres Lombok Tengah, Jumat lalu. Laporan dilayangkan Ketua Panitia Pilkades, Murakib dan dua panitia lainnya.

Pantauan Tribun Lombok, Murakib yang didampingi panitia lainnya, melaporkan Sampurna Winata ke Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah. Sampurna Winata dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

Mengacu pada laporan Murakib atau akrab disaba Roket, Sampurna dilaporkan dalam dua perkara. Pertama karena  dugaan pencemaran nama baik di hadapan halayak ramai. Tepatnya ketika Sampurna melakukan aksi damai ke Kantor Bupati Loteng, pekan lalu. Dalam aksi tersebut, Sampurna diduga mencemarkan nama baik panitia karena menyebut panitia pernah datang menemui pihaknya dan meminta uang sejumlah Rp. 20 juta agar bisa lolos sebagai Calon Kepala Desa Mekar Sari.

“Kami juga melaporkan sampurna dan kawan-kawan dalam dugaan pelanggaran Udang-undang ITE dan ujaran kebencian seperti yang ditulis media online koranmerah.com,” terang Murakib di Polres Lombok Tengah.

Dijelaskan Murakib, panitia sudah cukup sabar menghadapi kontestan pilkades yang tidak lolos. Sebelum ia melapor ke Polres Loteng, Murakib sempat menceritakan berbagai dinamika di lapangan. Misalnya, adanya teror yang masuk melalui SMS dan cara lainnya.

“Sebelumnya kami sabar. Tujuan kami hanya satu. Ingin mensukseskan  Pilkades Mekar Sari. Panitia dalam posisi netral dan tidak berpihak kemanapun. Laporan ini menjadi bukti bahwa kami tidak melakukan seperti yang dituduhkan saudara Sampurna dalam aksi damai waktu itu,” tegasnya.

Menyikapi adanya berbagai polemik yang muncul pasca penetapan calon yang lolos, Murakib menegaskan, panitia tetap melanjutkan tahapan Pilkades Mekar Sari.   Setelah tahapan penetapan nomor urut, tahapan selanjutnya adalah masa kampanye, hari tenang, pencoblosan, penghitungan suara dan penetapan pemenang.

Terkait beberapa tahapan yang masih menunggu, ia menyarankan masyarakat Desa Mekar Sari tetap mempercayakan seluruh tahapan pada panitia. Ia berpesan agar masyarakat memanfaatkan pemilihan kepala desa sebagai ajang mencari pemimpin desa yang terbaik. (tl-01)