Home Archive by category Headline (Page 2)

Headline

Headline

M.Bilal, baju putih tengah keluar sebagai juara pertama Bima Sakti Cup IX

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – luar biasa, berbekal semangat serta hasil latihan yang maksimal dan Suport dari Bupati Lombok tengah, M.Bilal Hamka Saifani (12) warga desa Puyung, Kecamatan Jonggat berhasil menjuarai turnamen bulutangkis bergengsi yakni Bima Sakti Cup IX yang dihelat di Kabupaten Badung, Bali.

Kepada wartawan, M.Bilal mengungkapkan bahwa, kejuaraan Bima Sakti Cup IX yang diikutinya tersebut, diikuti oleh para peserta dari enam provinsi yakni; DKI, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan NTB.

“Alhamdulillah dengan doa dan dukungan dari banyak pihak, khususnya Bupati Lombok Tengah, saya bisa berjuang maksimal dan meraih juara satu atau medali emas”, ungkap M.Bilal dengan semangat.

Diungkapkan oleh M.Bilal yang merupakan anak ketiga yang Lahir dari pasangan Saepudin dan Srimayasari warga desa Puyung bahwa, kejuaraan Bima Sakti Cup IX yang digelar tanggal 24-28 November 2021 adalah merupakan kejuaraan regional yang diikuti oleh enam provinsi. Dimana wakil atau lawan kawannya dari provinsi lain merupakan para atlet atau pemain yang hebat-hebat.

Namun dengan berbekal tekat yang kuat untuk meraih kesuksesan, serta hasil tempaan Latihan di PB.Rudys Mataram, akhirnya remaja kelahiran 18 Juji 2009 tersebut mampu keluar sebagai juara dengan mengalahkan wakilan dari Banyuwangi,Jawa Timur di final atau perebutan juara satu.

Atas prestasi yang diraihnya tersebut, M.Ikbal menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya kepada Bupati Loteng yang telah memberikan support dengan memberikan uang saku Rp.2 juta saat berangkat.

“Sekali lagi terimakasih atas suport dan dukungan semua pihak, khususnya Bupati Lombok Tengah”, ungkapnya dengan penuh rasa bangga. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, NTB melakukan kegiatan menanam pohon. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua DPW Gelora Indonesia, NTB Lalu Pahrurrozi, ST. ME., Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia, Lombok Tengah H. Efwin Akbariansyah, Kepala Desa Lantan, Erwandi S.Pd berserta kader Partai Gelora dan tokoh agama, tokoh, masyarakat, tokoh pemuda serta perempuan Desa Lantan.

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) melakukan penanaman 10 juta pohon secara serentak di 34 Provinsi sebagai bagian dari gerakan melawan perubahan iklim.

Penanaman dilakukan serentak pada tanggal 28 November 2021, bertepatan dengan Hari Menanam
Pohon Indonesia , di tiga lokasi: Kampung Cikoneng, Sub DAS Citarik, Cibiru, Cileunyi, Bandung (Hulu DAS Citarum); Waduk Jatiluhur, Purwakarta dan Muara Gembong (hilir/muara DAS Citarum) Bekasi, Jawa
Barat.

Program “GELORA Tanam 10 Juta Pohon“ pada dasarnya mengajak masyarakat baik individu, organisasi sosial maupun perusahaan untuk terlibat dalam gerakan menanam pohon seumur hidup.

Ketua DPW Gelora Indonesia, NTB L. Pahrurrozi menyampaikan bahwa angka 10 juta pohon yang dicanangkan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia membawa misi dan harapan tercapainya 10 juta kader Gelora Indonesia pada tahun 2024. Hal ini merupakan upaya besar bersama dalam rangka menumbuhkan gelombang perubahan yang dapat bermanfaat bagi seluas-luasnya masyarakat.

“10 juta pohon ini merupakan simbol penting dalam rangka mengupayakan tercapainya 10 juta kader Gelora di 2024,” kata Ketua DPW sesaat setelah kegiatan penanaman pohon.

Selain membawa misi politis, kegiatan ini juga membawa syiar tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan cara menanam pohon. Perubahan iklim yang semakin nyata terlihat mesti diantisipasi dengan kegiatan-kegiatan yang minimal dapat memperlambat kerusakan iklim itu sendiri.

“Meskipun sering dianggap remeh. Menanam pohon memberikan banyak manfaat dari mulai manfaat sosial, manfaat lingkungan hingga manfaat ekonomi. Tanpa perlu disebut panjang lebar, pohon secara alami menarik karbon dan mengeluarkan produk sampingan yang sangat berguna bagi manusia: oksigen,” kata L. Pahrurroz.

“Oksigen itu penting. Tetapi hal yang lebih penting adalah bahwa pohon menyerap karbon dan salah satu aspek terbesar dari pemanasan global adalah meningkatnya jumlah karbon dioksida yang terperangkap di atmosfer kita,” lanjutnya.

Kegiatan menanam pohon hari ini merupakan gerakan awal untuk langkah-langkah besar berikutnya.

Senada dengan L. Pahrurrozi, Ketua DPD Gelora Indonesia, Lombok Tengah, H Efwin Akbariansyah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Partai Gelora Indonesia terhadap menurunnya kualitas ekologi. Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus diupayakan Partai Gelora Indonesia dari elite DPN, DPW, hingga DPD dalam rangka merespon setiap perubahan.

“Kita di Partai Gelora, akan terus berkomitmen melakukan kegiatan sejenis. Hal ini menjadi syiar perubahan yang menjadi semangat sejalan dengan giroh partai,” ucap Efwin.

Ketua DPD Gelora Lombok Tengah ini menambahkan akan bersama-sama mengupayakan agar Partai Gelora dapat membawa seluas-luasnya manfaat, tak hanya bagi masyarakat, tetapi juga alam yang menjadi tempat hidup bersama mesti juga dirawat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Lantan, Erwandi S.Pd., memberikan apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada jajaran DPW Partai Gelora Indonesia, NTB yang telah mempercayakan tempatnya sebagai lokasi kegiatan yang bermanfaat ini. Ia menyampaikan bahwa Partai Gelora Indonesia, NTB merupakan satu-satunya partai yang memberikan perhatian kepada perbaikan kualitas iklim dan lingkungan.

“Partai Gelora Indonesia, NTB kalau saya boleh bilang merupakan partai politik pertama yang melaksanakan kegiatan ini. Hal itu menunjukkan bahwa partai ini (Gelora) memang hadir membawa arus perubahan bagi masyarakat,” ucap Kepala Desa Lantan yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebagai desa penyangga kebutuhan air khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Desa Lantan menyampaikan bahwa kegiatan menanam pohon merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kehidupan ke depan. Ia menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa tidak hanya terhenti sampai dengan hari ini. Ke depan, kata Erwandi, Partai Gelora Indonesia, NTB harus terus berkomitmen membawa dampak dan narasi positif bagi masyarakat.

“Semoga silaturrahi (kami) masyarakat Desa Lantan dengan Partai Gelora Indonesia NTB terus berlanjut. Tidak hanya terhenti dengan program menenam pohon, tetapi bisa berlanjut untuk hal-hal lain di kemudian hari,” kata Erwandi.(tl-02)

Headline

Mataram, Tribunlombok.net – Setelah sempat menjadi isu dikalangan kader partai Gerindra Lombok Tengah serta publik, akhirnya pada Minggu (28/11/2021) Muhalip dilantik menjadi ketua DPC Gerindra Lombok Tengah menggantikan Lalu Pathul Bahri yang saat ini menjabat Bupati Lombok Tengah.

Pelantikan Muhalip yang merupakan anggota DPRD Loteng dari daerah pemilihan (Dapil) Jonggat-Pringgarata sebagai Ketua DPC Gerindra Loteng dilakukan oleh H.Bambang Kristianto (HBK) di Hotel Astoria Mataram. Pelantikan sendiri dihadiri juga oleh Ketua dan jajaran pengurus DPD Gerindra NTB, anggota fraksi partai Gerindra DPRD NTB dan DPRD Loteng serta jajaran pengurus DPC Gerindra Loteng lainnya.

Dalam sambutannya pada pelantikan tersebut HBK menegaskan bahwa, Saya sangat berterimakasih kepada Muhalip yang berkenan untuk memegang jabatan pimpinan partai Gerindra Lombok Tengah. Saya faham sebagai pimpinan partai tidak mudah. Banyak sekali pengorbanan dan perjuangan yang harus dilakukan supaya partai Gerindra bisa bertahan dan lebih baik.

Menjelang Pileg dan Pilpres 2024, mari kita sebagai kader Gerindra berbenah diri dan menyiapkan diri untuk bisa mencapai prestasi yang gemilang.

Jika Dimasa lalu pergantian pimpinan diidentikkan dengan menjatuhkan kehormatan seseorang, maka saat ini pemahaman tersebut harus kita rubah. Dimana tidak ada yang kita korbankan dalam.pergantian pucuk pimpinan ini. Tidak ada yang kita korbankan,melainkan kita melakukan pergeseran kepemimpinan.

“Jadi saya tidak mau ada ribut, apalagi sampai masuk sosial media yang mempertontonkan kalau kita sebagai kader Gerindra terjadi pertikaian. jadi yang terjadi hanya pergeseran posisi pada jajaran kepengurusan partai Gerindra”, tegas HBK.

Oleh karenanya, HBK mengharapakan kepada pimpinan dan kepengurusan baru DPC Gerindra Lombok Tengah untuk merapatkan barisan dan berjuang maksimal untuk mensukseskan partai Gerindra. (tl-02)

Headline

Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya didampingi Ketua Jarpuk Rindang Loteng, Masnim saat memantau kreatifitas para penenun muda Loteng

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal masyarakat dan mengembangkan bakat dan keterampilan para pemuda, Jarpuk Rindang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, riset dan Teknologi RI pada bidang Kebudayaan (PBK) mengeglar Festival Penenun Muda budaya Mandalika bertempat di Alun-alun Tastura Praya, pada sabtu-minggu (27-28/11/2021).

Ketua Panitia yabg juga merupakan Ketua Jarpuk Rindang Lombok Tengah, Masnim menyampaikan saat acara pembukaan festival bahwa, Kegiatan ini merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Jarpuk Rindang bersama Pemkab Loteng sejak Oktober 2021 lalu, dalam upaya terus meningkatkan gairah kreatifitas para penenun muda Lombok Tengah. Dimana selain kegiatan festival kali ini, sebelumnya juga telah dilakukan beberapa kegiatan, diantaranya yakni pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda, pelatihan jurnalistik dan lainnya.

Diungkapkan bahwa, festival yabg diikuti olek para puluhan penenun muda usia 13-20 tahun dari tiga Kecamatan yakni Kecamatan Praya Barat Daya, Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Pujut tersebut merupakan salah satu upaya untuk terus melakukan pelestarian budaya lokal menenun serta untuk melakukan pembinaan terhadap para generasi muda penenun, yang merupakan salah satu aset berharga daerah.

Kami berharap, kegiatan ini bisa memacu semangat dan meningkatkan kreatifitas para pemuda, khususnya putri atau dedare Loteng untuk terus meningkatkan kemampuan menenun yang mereka miliki.

“Mereka adalah aset daerah yang sangat potensial dan berharga, oleh karenanya, kami berharap mereka bisa diperhatikan serius oleh pemerintah, melalui berbagai program pemberdayaan dan pembinaan kedepannya”, harap Masnim.

Sementara Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bagus sebagai motifasi dan pemicu semangat bagi generasi muda dalam mengembangkan budaya lokal peninggalan nenek moyang, yakni menenun.

“Kita harapkan generasi muda Loteng tidak hanya menjadi penganten baru dalam usia yang tidak direkomendasikan UU, melainkan diusia muda mereka bisa kreatif dan terampil, salah satunya dengan membudayakan budaya tenun”, terang Lalu Firman Wijaya.

Oleh karenanya, Sekda mengharapkan kegiatan seperti festival tenun ini terus digalakkan dan ditingkatkan. Begitu juga dengan kemampuan para penenun yang ada, harus tetua ditingkatkan, sehingga kedepannya mampu menghasilkan hasil tenun dengan berbagai kreasi menarik. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Bersama dengan Yayasan Tulus Angen Indonesia (YTAI) atau Tulus Angen Community (TAC), Komandan Kodim (Dandim) 1620/Lombok Tengah, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., memberikan santunan bagi sejumlah anak yatim di Dusun Bore Desa Persiapan Berinding Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Jum’at (26/11/21). Santunan diserahkan langsung oleh Dandim.

Selain itu, Komandan Kodim melakukan serah terima kunci rumah layak huni untuk Bapak Muhlis, warga Dusun Bore. Acara tersebut, dalam rangka peresmian bedah rumah yang di selenggarakan oleh Pengurus TAC di Kecamatan Kopang.

Serah terima kunci rumah layak huni ini merupakan bantuan bedah rumah dari Lembaga Amal Zakah dan Sadaqah (Lazah) Nahdlatul Wathan (NW) melalui Pimpinan Tulus Angen Community (TAC) Lombok Tengah, selaku mitra kerja Lazah NW.

Selain itu, Kegiatan ini juga merupakan wujud sinergitas TNI dengan smua pihak dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya.

Prosesi penyerahan disaksikan Kades Persiapan Berinding, Kades Kopang Rembige, Kepala Dusun Se-Desa Persiapan Brinding, Babinsa Desa Kopang Rembige, Ketua Pengurus TAC Kecamatan Kopang, serta anak-anak yatim
dan warga masyarakat desa setempat.

Dandim Letkol I Putu Tangkas berharap Geliat aksi sosial di Gumi Tatas Tuhu Terasna (Lombok tengah) bisa terus dilakukan. Sehingga dengan hadirnya relawan-relawan kemanusiaan seperti komunitas TAC, dapat semakin memberi manfaat bagi warga masyarakat.

“Hal semacam ini merupakan wujud nyata kepedulian kita bersama dalam membantu kesulitan masyarakat. Semoga kegiatan positif seperti ini bisa kembali dilaksanakan dengan sasaran warga lainnya yang memiliki rumah tidak layak huni,” ucap Dandim.

Ia juga berharap bantuan bedah rumah dan santunan anak yatim dapat membantu meringankan beban masyarakat. Dirinya pada kesempatan itu mengapresiasi kegiatan-kegiatan sosial yang selama ini telah diinisiasi pelaksanaannya oleh Yayasan Tulus Angen Community.

“Kami TNI Kodim 1620/Loteng, tentunya sangat mendukung dan berterimakasih kepada rekan-rekan TAC yang ada di wilayah Lombok Tengah, selama ini telah menjalin hubungan kerjasama yang baik untuk melakukan Misi-misi Kemanusiaan,” ujarnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam kegiatan bedah rumah, sehingga pengerjaannya bisa segera selesai dan segera bisa ditempati,” tutupnya. (tl-02)

Headline

Keterangan Foto : Usai Pertandingan , Manager Tim PSLT , HL Hadrian Irfani berbincang-bincang dengan Presiden Lombok FC , H Bambang Kristiono ( HBK ).

MATARAM, Tribunlombok.net – Lanjutan Liga 3 PSSI Rayon NTB mempertemukan Lombok FC vs Persatuan Sepak Bola Lombok Tengah (PSLT). Lombok FC unggul atas PSLT dengan skor 2-0, dalam laga perdananya di GOR 17 Desember, Turide, Jumat (26/11).

Di bawah guyuran hujan lebat dimana sebagian besar lapangan tergenang air, Lombok FC berusaha menekan PSLT.

Di babak pertama, trio striker LFC Edwin-Paul-Agus berupaya menusuk pertahanan PSLT. Namun, berulangkali bola terhenti oleh genangan air. Pertengahan babak pertama kiper PSLT terkejut dengan tendangan jarak jauh pemain Lombok FC. Antisipasi bola itu memakan korban, kiper PSLT cidera akibat mengantisipasi bola. 

Permainan berlanjut, lapangan becek menjadi kendala buat kedua Tim untuk mengembangkan permainannya. Mereka harus jatuh bangun untuk mengatasi kondisi lapangan yang kurang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sisi lapangan bagian timur yang lebih kering dimanfaatkan oleh para pemain untuk membangun serangan. Di ujung babak pertama tembakan Paul sanggup dihalau pemain PSLT. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Di babak kedua, Lombok FC kembali mengambil inisiatif menyerang. Trio Edwin-Paul-Agus berupaya mengejar bola-bola lambung yang dimainkan oleh pemain belakang Zahran dan Lodrico. Tendangan jarak jauh pemain tengah Lombok FC, Nanda berhasil ditepis kiper PSLT.

Umpan sayap Zahran di menit 55 disambut oleh Agus, saat hendak menendang pemain belakang PSLT melanggarnya. Wasit menunjuk titik putih. Eksekusi pinalti diambil Edwin dan berjalan mulus. Skor 1-0 untuk Lombok FC.
Gol ini menjadi penyemangat para pemain asuhan Coach Margono ini dengan terus memainkan bola-bola cepat. Di menit 61, Paul nyaris menggandakan skor. Bola berhasil dihalau keluar lapangan oleh pemain belakang PSLT.

PSLT tak ingin kehilangan muka, pemain sayap PSLT mencoba menusuk memanfaatkan sisi kiri lapangan yang relatif kering. Akibat lapangan yang becek, lagi-lagi bola tertahan di tengah lapangan. Pemain PSLT hanya sanggup bermain setengah lapangan.

Pemain Lombok FC lebih jeli memanfaatkan ruang kosong, tusukan dari Edwin dari sayap kanan kembali membuat pemain belakang PSLT harus mengganjalnya. Tendangan bebas diambil oleh Agus, gol tercipta di menit 81 melalui sundulan Nanda. Skor bertambah untuk Lombok FC menjadi 2-0. Hingga peluit panjang ditiup gol tambahan tak tercipta. 

Kondisi lapangan yang kurang baik mendapat komentar dari Presiden Lombok FC, H.Bambang Kristiono, SE (HBK). Menurutnya, permainan tidak dapat berkembang karena kondisi lapangan yang basah.

“Kami cukup puas dengan hasil ini. Hanya saja, kondisi lapangan ini ke depan akan menjadi perhatian saya juga teman-teman saya di DPR RI. Saya juga sudah ngobrolin masalah ini dengan pak Luthfi pada saat pertandingan uji coba beberapa waktu yang lalu, para anggota dewan di DPRD Provinsi NTB juga akan saya dorong untuk sama-sama memikirkan ini,” kata HBK.

“Saya akan koordinasikan dengan Pak Mori Hanafi agar NTB punya stadion yang berkualitas untuk mendukung prestasi pesepakbola kita di NTB,” sambungnya.

Sementara Juru Bicara Lombok FC Rannya Agustyra Kristiono mengatakan, kemenangan ini membawa asa bagi klub untuk mencapai target juara di Liga 3 PSSI Rayon NTB. Rannya, sapaannya mengaku Lombok FC akan terus berbenah agar bisa menjadi juara di ajang ini. Karena tahun 2022 mendatang, klub yang berjuluk Kijang Rinjani ini ingin masuk ke Liga 2 PSSI.

“2022 target kami adalah Liga 2. Semoga itu bisa terwujud. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan serta do’a masyarakat Lombok dan NTB untuk mendukung Lombok FC,” ujar dara yang saat ini masih menempuh study di Brunnel University, London, Inggris tersebut.

Kemenangan Lombok FC kemarin juga menurutnya tidak terlepas dari kehadiran para suporter yang diberikan julukan Babalo. Babalo ini merupakan singkatan dari Barisan Batur Lombok yang akan senantiasa mendukung para pemain Lombok FC berhadapan dengan beberapa klub peserta Liga 3 lainnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Komando Distrik Militer (Kodim) 1620/Loteng menggelar karya bhakti bersih bersih pantai bersama masyarakat di Dusun Blongsong Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kab. Lombok Tengah, Jum’at (26/11/21), untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan di sekitar wilayah pantai dari berbagai macam sampah yang mengotori.

Kegiatan tersebut diawali dengan apel bersama di sekitar area pantai blongsong yang di ikuti oleh ratusan Anggota dan masyarakat sekitar yang dipimpin langsung oleh Pelaksana harian lapangan (Plh) Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Zakaria, Dengan mengusung tema” Karya Bhakti TNI Pengabdian Untuk Negeri”.

Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan S.IP melalui Plh Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Zakaria mengungkapkan, bersih bersih pantai merupakan salah satu wujud pengabdian TNI secara nyata yang digelar melalui Karya bhakti untuk menjaga kebersihan pantai secara menyeluruh dikawasan pantai blongsong.

“Dengan tujuan agar masyarakat pada umumnya yang berada dan tinggal di wilayah pesisir pantai dapat menjaga dan mengurangi dampak pencemaran serta kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah dan plastik,”ujarnya.

Aksi bersih bersih pantai yang dilakukkan oleh anggota Kodim tersebut juga dapat mencegah kerusakan ekosistem laut yang ada di pantai khususnya pantai blongsong yang menjadi zona ekonomi wisata yang berada di teluk Awang Lombok Tengah.

“Jadi selain untuk menjaga, bersih bersih ini juga sebagai edukasi kita kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan,”terang Dandim.

Selain itu, Dandim menambahkan selain edukasi kegiatan tersebut juga sebagai langkah untuk menyiapkan lokasi penanaman serentak ribuan pohon Mangrove yang akan digelar awal Desember mendatang, dengan tujuan tumbuhnya pohon mangrove bisa mengurangi serta mencegah dampak ambrasi yang ada di pantai blongsong.

“Jadi kita ingin berkontribusi terhadap setiap aksi penyelamatan lingkungan melalui aksi nyata, sehingga kedepan dapat bermanfaat dan berguna bagi anak cucu kita bahkan terhadap keberlangsungan hidup ekosistem Laut,”pungkasnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Guna terus meningkatkan Koordinasi dan peran berbagai pihak dalam Pelaksanaan Program kemiskinan Ekstrim di kabupaten Lombok Tengah tahun 2021 – 2022, Kamis (25/11/2021) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemislinan Daerah (TKPKD) Litengmenggelar Rapat koordinasi ( rakor) yang dipimpin oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, HM.Nursiah.

Peserta yang hadir : Wakil Bupati Loteng, Lembaga lintas sector (BPS, BPN, PLN, BPJS kesehatan Kab. Loteng), Perwakilan BUMN / BUMD di Kab. Loteng ( Bank NTB Syariah, BPR, BRI, PDAM), Perwakilan Ormas (NU, Muhammadiyah, NW kab. Loteng) Baznas Kab. Loteng, OPD Kab. Loteng (Bappeda, BPKAD, Dinsos, Humas Setda) dan Pokja TKPKD Kab. Loteng

Wakil Bupati Lombok Tengah DR H. M. Nursiah S.Sos, M.Si pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Lombok Tengah, tahun 2020 berada pada angka 13,44%.

“Kita harus malu menyuarakan angak kemiskinan di Lombok Tenga yang masih cukup tinggi ini, sementara disatu sisi dengan adanya iven-iven Internasional dan banyak sekali program-program kemiskinan yang sudah di lakukan, baik oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, Desa dan pihak swasta lainnya”, ungkap HM.Nursiah.

Terhadap hal tersebut, Wabup menerangkan bahwa, apapun hasil data kemiskinan harus kita terima dan menjadi bahan untuk terus berikhtiar untuk masyarakat miskin. Juga data kemiskinan tersebut yang mengeluarkan adalah BPS, sesuai dengan UU yang ada, kita Pemda tidak bisa mengintervensi kebijakan dan keputusan BPS. Yang harus kita lakukan adalah berkoordinasi dan berkolaburasi dengan berbagai pihak dalam penanganan kemiskinan, termasuk BPS, karena pasti BPS mempunya alasan, penyembab, indicator maupun varibel sendiri sehingga bisa mengeluarkan data kemisksinan tersebut, termasuk mungkin bisa memberi masukan untuk bagaimana cara mengatasi berbagai problem yang di hadapi oleh masyarakat miskin.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah Pusat, yang merupakan hasil Rapat Terbatas Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kronis/ Ekstrim, tanggal 21 Juli 2021, yang di pimpin oleh Presiden, ada beberapa hal yang menjadi keputusan, (1) Walaupun menghadapi pandemi. upaya Pemerintah untuk menangani kemiskinan ekstrem tidak boleh berhenti agar kemiskinan ekstrim (extreme poverty) pada 2024 dapat mencapai 0%.(2) Percepatan penanganan kemiskinan ekstrem harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi. (3) Pastikan intervensi di sektor pendidikan. Kesehatan, air bersih, penerangan, tempat tinggal, sanitasi, kepemilikan lahan, pemberdayaan dapat diterima oleh masyarakat miskin. (4) Pertajam basis data (DTKS) untuk ketepatan target dan upaya percepatan penanganan dan (5) Libatkan sektor swasta untuk berperan sebagai off taker produk kelompok miskin ekstrem sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Kebijakan pusat ini menjadi salah satu dasar TKPKD Kab. Loteng mengundang pihak pihak terkait saat ini untuk melakukan rakor kali ini.

“Mari kita bersama-sama dalam penganan kemskinan ekstrim ini ke depan, untuk warga Loteng yang lebih baik”, tambah Wakil Bupati.

Sebagai informasi, bahwa Miskin/ Kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai kondisi dimana kesejahteraan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan esktrem – setara dengan USD 1.9 PPP. Di rupiahkan menjadi Rp 11.941 per kapita per hari atau Rp 358.233 per kapita per bulan. (Sumber: Kepala BPS pusat). Di satu sisi, garis kemiskinan Loteng tahun 2020 yang di keluarkan oleh BPS, sebesar Rp 421.439 Per Kapita per bulan.

Dengan garis kemiskinan tersebut, jumlah penduduk Loteng yang katagori miskin sebanyak 13,44% atau 128.100 jiwa. Artinya masyarakat yang tergolong Miskin Ekstrim adalah termasuk di dalam 13,44% tersebut. Ini memang data makro, yang tidak kita ketahui nama dan alamatnya.
Kalau di lihat dari data Basis data Terpadu/ Data Kesejahtraan Sosial (BDT/DTKS) Loteng tahun 2020, yang dikeluarkan oleh Kementrian Sosial, berjumlah 190.029 RT, atau sebanyak 580.988 jiwa. Lebih detil, data DTKS ini bagi per desil, yaitu Desil 1 (Sangat miskin) sebanyak 16.664 RT, Desil 2 miskin (20.104 RT), Desil 3 mendekati miskin (22.414 RT), Desil 4 mendekati msiin (44.018 RT) dan Desil 5 rentan miskin (86.829 RT). Data DTKS ini sudh jelas nama dan alamatnya. Kalau di lihat dari Jumlahnya, kemungkinan yang masuk katagori Miskin Ekstrim adalah Desil 1 dan Desil 2. Ini mungkin yang menjadi perhatian kita bersama ke depan, bagaimana kerja-kerja koordinasi, komunikasi dan kolaburasi berbagai pihak, bisa terus di tingkatkan, untuk sama-sama dalam penanganan masyarakat miskin, khususnya yang masuk katagori kemiskinan ekstrim.

Kepala PLN Loteng, Zazit Bustomi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, pihak PLN s bdiri dalam kurun waktu tahun 2021 telah melaksanakan berbagai program kemiskinan program, diantaranya Yaitu sebanyak 2025 pelanggan penyambungan gratis dengan total Dana sekitar 1,5 M. Kemudian ada juga dari ESDM yang di laksanakan oleh PLN sebanyak 229 pelanggan dengan dana sekitar 120 jutaan, akan selesai bulan desember ini.

Kami dari PLN mengharapkan Data palidasi warga perdusun yang belum punya listrik sendiri unutk bisa diusulkan ke Pusat, permasalahn yang serring terjadi adalah masalah data NIK dan alamat masyarakat/ pelanggan yang tidak jelas, harapnya.
Dari pihak BPS Loteng, Abdurrahim kami dari BPS selama ini kami sering berkoordinsi dengan TKPKD masalah kemiskinan. BPS tidak menghitung angka kemiskinan tapi pusat lewat BPS Provinsi yang yang menghitung dan mengeluarkan hasil surve BPS tiap tahun. kami di Kabupaten ada program namaya SUSENAS yang dilakukan tiap 6 bulan sekali yang dilakukan tiap tahun di oleh oleh BPS. di dalam Kegiatan Susenas itu ada 300 lebih Komoditi variable pertayaan dan tiap Kabupaten Mempunyai sampel 850 KK.
Dari pihak BPN Loteng, Al Suharli menerangkan bahwa, dari BPN Program yang telah kami lakukan adalah Legalisasi Aset yang syaratnya harus ada Tanah, sehingga ini menjadi bagian pemberdayaan layanan masyarakat Miskin, misalnya nelayan miskin sekitar 700 orang kami fasilitasi membuatan sertipikat tanah, berkoordinasi dengan kementrian/ dinas kelautan dan perikanan. untuk di Tahun 2022 mudahan ada aksi bersama untuk sasaran jelas dan disinergikan.
Sementara Pimpinan NW Cabang Loteng, H. Muzakkir Walad pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, Selama ini ormas dari NW dalam menuntaskan angka kemiskinan telah melakukan penelitian riset kajian. Hasil kajian yang dihasilkan penyebab kemiskinan ada 5 hal yaitu: pendidikan kurang / Rendah, Kesehatan yang kurang baik, tidak ada modal usaha, Malas bekerja dan tidak ada kerjaan. Walaupun sarana pendidiakn dna kesehatan sudah bagus, namun masyarakat banyak yang tidak memaksimalkan sarana yang ada Karena pendapatan yang masih kurang, banyak yang tidak mempuyai pekerjaan, masyarakat miskin.

“kami membuat lembaga nama Lazah NW, wadah untuk menghimpun dana sadakah, imfak, zakat, kemudian kami salaurkan ke masyarakat yang membutuhkan, terutama yang miskin. 2 tahun ini kami sedah membantu warga rehap rumah sekitar 4 buah, bantuan modal usaha dan lainnya. Ormas NW Sangat menyambut baik dalam keterlibatan dan bekerja sama bersinergi dengan pemda dan ormas lainnya dalam hal penanggulangan kemiskinan Daerah”, terangnya.
Sementara Kepala Bappeda Kab. Loteng, Lalu Wiranata menyampaikan bahwa, usaha yang luar biasa yang harus dilakukan dalam penanggulangan Kemiskinan Ekstrim yaitu bersama-sama berbagai kalanagan seperti rakor kali ini, Pemda sendiri pasti tidak bisa mengatasi kemeskinan sendiri, sangat perlu dukungan kalangan lembaga pertikal, BUMN/ BUMD, ormas, LSM dan pihak swasta yang peduli dengan penanganan kemiskinan ekstrim ke depan. ada beberapa pokus program yang telah dilakukan Pemda Loteng saat ini dan kedepan, untuk penanganan kemiskinan, antara lain Rumah Tempat Tinggal (RTLH), Sanitasi (jamban keluarga), Air Bersih permberdayan usaha kelompok masyarakat dan pelaku usaha kecil (Petani, ternak, nelayan, ibu-ibu rumah tangga, pelaku IKM/UKM). Dengan DPRD juga kami mulai bersinergi, dana aspirasi DPRD juga kita sudah sepakat sebagian di pergunakan untuk penanganan kemiskinan, seperti rehap rumah, akses air bersih, penataan sanitasi bersih dan pemberdayaan usaha masyarakat miskin untuk tahun 2022. (tl-02/*)

Headline

Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan

Jakarta, Tribunlombok.net – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menyatakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengujian omnibus law UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang memerintahkan kepada pembentuk undang-undang untuk melakukan perbaikan dalam jangka waktu paling lama dua tahun dan apabila tidak dilakukan perbaikan maka UU tersebut menjadi inkonstitusional secara permanen. Merespon putusan tersebut, Johan Kembali menegaskan pandangannya terhadap sektor pangan pada muatan UU tersebut yang harus segera diperbaiki. Menurutnya pasal-pasal dalam UU Cipta kerja selalu mengarah kepada liberalisasi pangan dan hal ini jelas bertentangan dengan konstitusi maka perbaikannya ke depan harus difokuskan agar memiliki keberpihakan terhadap kedaulatan pangan nasional, tegas Johan.

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini menyatakan bahwa UU cipta kerja tidak berpihak kepada produksi pangan nasional dan juga tidak berpihak pada kepentingan petani. Saya tegaskan agar point perbaikan omnibus law ini dapat menunjukkan keberpihakan kepada produksi dalam negeri dengan adanya larangan mengimpor pangan secara tegas ketika konsumsi dan cadangan pangan dalam negeri masih mencukupi, ujar Johan.

Johan menjelaskan bahwa berlimpahnya bahan pangan dalam negeri akibat masuknya impor pangan akan membuat petani kita semakin terpuruk, karena itu muatan perbaikan yang harus ada dalam omninus law terkait pangan adalah mengenai strategi perlindungan petani, dimana pemerintah harus memberikan prioritas membantu petani dalam penyediaan prasarana dan sarana produksi pertanian, memberi kepastian usaha, dan membuat kebijakan harga komoditas pertanian yang menguntungkan petani serta memberikan ganti rugi gagal panen dan memperkuat asuransi pertanian, papar Johan.

Legislator Senayan ini menilai muatan dalam UU Cipta Kerja telah mendorong peningkatan laju impor pangan sehingga membanjiri pasar pangan domestik dan telah berdampak membuat petani terpuruk dan tidak berpihak pada pertanian nasional. Putusan MK ini memiliki makna bahwa hal tersebut telah melanggar konstitusi karena menimbulkan korban dari masyarakat petani dan menciderai kedaulatan pangan nasional, ucap Johan.

Selanjutnya Johan menyebut bahwa omnibus law telah menghapus tujuh UU terkait dengan sector pangan dan investasi sector pertanian, bahkan telah melegalkan alih fungsi lahan budidaya pertanian untuk kepentingan umum dan atau proyek strategis nasional. Namun Saya lebih prihatin ternyata pangan dan Kawasan pertanian rakyat tidak menjadi bagian dari kepentingan umum ataupun isu strategis nasional, papar Johan.

Wakil rakyat dari Pulau Sumbawa ini setuju jika harus segera dilakukan perbaikan muatan dan sasaran dari UU Cipta Kerja ini karena sejak awal dirinya menegaskan telah menolak muatan dari omnibus law yang terlalu mengedepankan pertumbuhan ekonomi berbasis lahan yang diperuntukkan bagi pelaku usaha skala besar. Saya menilai omnibus law telah memicu terjadinya laju konversi dari pertanian ke non pertanian secara signifikan, dan hal ini telah mengancam ketahanan pangan nasional, demikian tutup Johan Rosihan. (tl-02/*)

Headline

Spanduk yang saat ini lumayan viral

Karman BM / New Fans Dr. Zul : Jangan Sampai Orang Luar Sdh Dapat Kecipratan Berkah, Kita Msh bertanya Dapat Apa?

Jakarta, Tribunlombok.net – Spanduk ini beredar di beberapa grup, nampaknya mobile banner (spanduk berjalan), diphoto di beberapa titik oleh orang-orang yang diduga sama, lalu diviralkan seolah-olah kelihatan massif. Dan memang itu kesannya, karena sosmed memberikan ruang hal-hal serupa.

Yang menarik tulisan pada spanduk. Tema nya sangat menggugah dan harus dipikirkan jawabannya oleh semua orang tanpa kecuali. Ekeskutif, legislatif, atau masyarakat sipil baik tingkat provinsi sampai ke desa-desa.

The mandalika, destinasi wisata yang dikembangkan oleh BUMN ITDC adalah projek prioritas nasional yang dirintisn berpuluh tahun lalu, bukan projek dongeng loro jongrang. Proyek itu melibatkan banyak stake holder pemerintah dan pusat. Sampai kemudian menjadi hari ini. Gemuruh dan semaraknya dinikmati oleh milyaran manusia di dunia. Perhatian semua orang sedanf tertuju pada semua sirkuit mandalika. Persis seperti legenda putri yg menjadi latar belakang penamaan lokasi tersebut. Putri cantik yang memiliki aura kecantikan menebar kemana-kemana sehingga semua pangeran dari penjuru nusantara berebut mempersuntingnya.

Kembali ke WSBK mandalika yang sukses (Berkat tangan dingin Dr Zul dan Forkopimda), dari pengamatan saya sampai detik saya menulis ini saya masih banyak menyaksikan video-video pendek dari pekerja wisata lombok, menceritakan tamu-tamu, wisatawan yang sedang memadati tempat belanja oleh-oleh, wisata pantai, dan sebagainya. Tak sedikit juga memposting keluhan, seperti terbatasnya akomodasi, naiknya harga-harga gegara WSBK, jalanan macet dan sebagainya.

Artinya dari posting-postinga pekerja wisata di sosmed itu perlu juga memjadi tema pembicaraan dalam seminar-seminar dan juga rapat-rapat evaluasi oleh pemerintah.

Jadi pertanyaanya #Pulau Sumbawa Dapat Apa? Harus juga di buat pertanyaan serupa, Lobar dapat apa? Lotim dapat apa? Dan yang bisa jawab pemerintah di tempat masing-masing. Supaya kita tak jadi penonton saja di tengah perebutan cinta putri mandalika. Jangan sampai orang luar sudah menemukan celah berkah, kita masih bertanya kita dapat apa?

Ini kesempatan menata kekurangan, menjaga kepercayaan pak Jokowi dan pemerintah pusat, untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. (tl-02)