Home Archive by category Headline (Page 2)

Headline

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Merebaknya wabah virus corona di sejumlah daerah yang telah ditetapkan sebagai darurat nasional dan darurat daerah termasuk Lmbok Tengah, NTB, tidak mempengaruhi terhadap proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Mandalika.

“Ditengah isue virus corona saat ini, proses pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika berjala terus sesuai scedul atau jawal yang telah direncanakan”, ungkap Sekda Loteng, H.M Nursiah yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, H.Lalu Herdan dalam jumpa pers jumat (20/3/2020 ) yang bertempat di ruang rapat lantai 5 kantor bupati Lombok Tengah.
Diungkapkan oleh Sekda Loteng bahwa, pembangunan sirkuit MotoGP yang ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2020 ini terus dikebut. Saat ini informasi yang disampaikan oleh pihak ITDC selaku pengelola kawasan KEK Madalika, pembanguanan fisik dari sirkuit MotoGP tersebut sudah mencapai 30 persen. Pembagunan sendiri terus berjala sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.
Diterangkan pula bahwa, memang dilapangan masih terdapat masalah terkait belum dibebaskannya sejumlah lahan yang ada. Namun hal tersebut sedang dalam proses penyelesaian oleh pihak ITDC bersama tim. Jadi permasalahan lahan yang ada tidak mempengaruhi proses pembangunan. Dimana proses pembangunan dilakukan sambil melakukan proses pembebasan terhadap lahan yang belum dibebaskan.

“Jadi sekali lagi, tidaklah benar gara-gara masih adanya lahan yang belum dibebaskan, pembangunan sirkuit MotoGP terancam batal. Pembanguanan jalan terus sembari tim terus bekerja melakukan proses penyelesaian terhadap lahan-lahan yang belum dibebaskan tersebut”, pungkas Sekda Loteng. ( tl-02 )

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan media online Tribunlombok.net

Headline

Lombok Tengah
Tribunlomok.net – Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lombok Tengah, Rabu sore (18/3/2020) pukul 17.30 wita, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang oknum Kepala Dusun (Kadus) di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah berinisial S. Oknum Kadus tersebut di OTT di rumahnya, karena diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap warga yang mendapatkan program Sertifikat Hak Atas Tanah (Sehat) Nelayan Tahun 2016, yang merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI), melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah.

Kapolres Loteng melalui Kasat Reskrim, AKP Priyo Suhartono yang dikonfirmasi wartawan mengungkapkan bahwa, oknum Kadus tersebut dibawa ke Mapolres Lombok Tengah, dan langsung diperiksa oleh tim penyidik bersama korban dan lima orang warga Desa Mertak sebagai saksi dalam OTT tersebut.

“Untuk lebih jelasnya, besok kita akan adakan press release,” terang Kasatreskrim.

Adapun informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa, dalam OTT itu, selain menangkap dan menahan oknum Kadus tersebut, tim Tipikor Satreskrim Polres Loteng juga berhasil mengamankan barang bukti ( BB ) berupa uang tunai sebesar Rp.6 juta dan beberapa sertifikat tanah milik warga.

Adapun OTT itu sendiri dilakukan oleh tim Tipikor Polres Loteng, berdasarkan adanya informasi dari masyarakat yang merasa dirugikan atas perbuatan oknum Kadus yang diduga meminta uang tebusan sertifikat kepada masyarakat. ( tl-02 )

.

Headline

Ahmad Ziadi (AHZ) – Lalu Aswatara

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Setelah sempat didekati oleh beberapa tokoh yang ingin menjadi pendampingnya pada Pilkada Loteng 2020, akhirnya Ahmad Ziadi ( AHZ ) menjatuhkan dan memantapkan pilihan pada Lalu Aswatara sebagai pendamping atau sebagai bakal calon Wakil Bupati yang akan mendampinginya. Keputusan tersebut tentunya didasari atas hasil survey yang dilakukan cukup lama.

Dian Sandi Utama selaku tim pemenangan dari AHZ mengungkapkan bahwa, AHZ ini seorang politisi, beliau 3 periode di legislatif sedangkan L. Aswatara adalah figur senior di Birokrasi, pasangan ini memenuhi unsur keseimbangan yang dibutuhkan masyarakat untuk kepemimpinan kedepan.

Pada survey RTK (Roda Tiga Konsultan) kita bisa baca, sosok AHZ ini lebihnya dimana dan masih kurangnya dimana. Hadirnya L. Aswatara sebagai pendamping beliau itu melengkapi AHZ.

Koalisi juga sudah fix, jumlah kursi untuk mengusung paket ini sudah lebih dari cukup tapi untuk sementara partai2 koalisi diluar Demokrat kita belum bisa buka dulu, tunggu di deklarasi masing2 partai, pungkas Dian Sandi. ( red/* )

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Jajaran kepolisian Polres Lombok Tengah terus berupaya maksimal menciptakan kondusifitas keamanan diwilayah Lombok Tengah. Dalam seminggu terakhir, jajaran kepolisian Satreskrim Polres Lombok Tengah, berhasil memburu dan menangkap 7 orang pelaku tindak kejahatan, yang terdiri dari pelaku curanmor hingga pencurian dengan kekerasan (curas).

Kasat Reskri Polres Loteng, AKP. Priyo Suhartono, dalam jumpa pers pada rabu 18/3/2020 di Mapolres Lombok Tengah NTB menyampaikan, penangkapan para pelaku berhasil dilakukan berkat kerja yang dilakukan jajaran Mapolres yang melibatkan informan dan Intel serta hasil penyelidikan.

Yang berhasil ditangkap tersebut antara lain, inisial S asal Praya dengan Barang Bukti (BB) TV LED 32″ kejadian pencurian di Praya, pelaku inisial AA asal Jonggat pelaku pencurian emas milik seorang ibu yang baru pulang dari pasar di Desa Nyerot.

Selanjutnya pelaku inisial RS yang mencoba melakukan pencurian di rumah tetangganya sendiri di Desa Aik Mual dan mencoba mencongkel lemari korbannya.

Selain itu, Polres juga berhasil menangkap 4 pelaku Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) berinisial ST pelaku utama yang juga residivis dan ditembak aparat karena berusaha kabur saat ditangkap. Dari keterangan ST, aparat kemdian memburu dan menangkap pelaku kejahatan lainny yakni HR,SS dan SH yang semuanya berasal dari Kecamatan Pujut.

Dari ara elaku, aparat berhasil mengamankan BB antara lain, sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam tanpa plat yang merupakan motor milik seorang Bule Swedia yang dicuri saat beli gorengan di Desa Kuta Mandalika beberapa waktu lalu.

Juga diamankan BB berupa sepeda motor Scoopy merah DR 2957 U, N Max DR 3021 UAR, Honda Beat Putih DR 3097 TS, Satria FU merah hitam tanpa plat, sepeda motor KLX hitam tanpa plat dan TV LED Samsung 32 in serta Emas, handphone, baju dan parang milik pelaku.

“Jumlah sepeda motor berhasil duamankan sebanyak 6 unit”, ungkapnya.

Adapun atas oerbuatan yang telah dlakukan, para pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 6 hingga 9 tahun penjara. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Sedianya, Ustadz Abdul Somad ( UAS ) akan mengisi tablig akbar di masjid Agung Lombok Tengah yang akan digelar tanggal 28-29 Maret 2020 mendatang, namun karena merebaknya wabah virus Corona, jadwal tablig akbar UAS serta Ustadz Das’ad Latif tersebut ditunda waktunya sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Terhadap penundaan tersebut, Panitia acara Road To Muslim United 3 yang akan menghadirkan UAS dan kawan-kawan ke Lombok Tengah, pada selasa (17/3/2020) menggelar jumpa pers di ruang kerja Wakil Bupati Lombok Tengah, NTB.

“Kedatangan Ustadz Abdul Somad tidak dibatalkan, namun ditunda”, ungkap Ketua Panitia Road To Muslim 3 Lombok, Muhammad Amrillah dihadapan awak media.
Dijelaskan bahwa, penundaan tersebut dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu dilakukan atas berbagai pertimbangan serta saran dari pemerintah. Tetapi kami sampaikan, faktor utama penundaan ini semata-mata karena wabah virus corona seperti yang kita ketahui bersama-sama saat ini, terangnya.

Untuk itu kegiatan yang menghadirkan UAS, Ustadz Das’ad Latif, Syeikh Husein Jaber, para habib dan sekitar 16 artis hijrah tersebut, diputuskan untuk dilakukan penjadwalan ulang dan akan tetap dilaksanakan.

Pada kesempatan tersebut panitia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung rencana kegiatan tersebut antara lain, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, pemerintah Provinsi NTB, Polda NTB, Polres Lombok Tengah, TNI, Pol-PP dan pihak Yayasan Masjid Agung Praya yang telah siap dengan lokasi kegiatan. Begitu juga terimaksih disampaikan kepada sponsor, para ulama yang akan hadir, rekan-rekan artis yang sejak awal akan bersedia hadir dalam acara ini, ungkapnya.

Muhammad Amrillah lebih lanjut, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Lombok atas penundaan kegiatan tersebut. Perjuangan masih belum selesai dan ia mengajak semua untuk berdoa agar senantiasa dilindungi dan rahmah Allah SWT senantiasa diturunkan kepada kita semua, pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri,S.Ip menyampaikan bahwa, penundaan yang dilakukan oleh panitia semata-mata karena mempertimbangkan sisi mudarat dan mamfaatnya, bukan karena desakan atau akibat dai adanya permintaan pihak lain.

Diterangkan bahwa, himbauan untuk mengurangi intensitas kontak dengan keramian itu, secara nasional diarahkan dari pusat, karena kondisi mengkhawirkan akibat wabah virus corona. Jangan sampai wabah yang tadinya kita anggap biasa saja ini kita remehkan, dan justeru akan jadi luar biasa, ungkapnya.

“Jadi terhadap keputusan dari pihak panitia untuk menunda kegiatan sangat kami apresiasi, penundaan itu memang semestinya harus dilakukan untuk kemaslahatan bersama”, pugkas Wabup. ( tl-02 )

Headline

Ketua DPRD Loteng, M.Tauhid didampingi Kabag Humas dan Protokol DPRD Loteng, Suhadi Kana saat memimpin Rapat pimpinan Dewan bersama sekretariat Dewan, Senin siang (16/3/2020)

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Keputusan Bupati Lombok Tengah untuk meliburkan siswa sekolah dan ASN terkait semakin merebaknya kasus Virus Corona disambut positif okeh pihak DPRD Loteng. Senin siang (16/3/2020) Dewan bergerak cepat dengan menggelar rapat mendadak dengan para pimpinan DPRD serta kesekretariatan dewan.

Pada rapat tesebut, ketua DPRD Loteng M.Tauhid mengatakan bahwa, berdasarkan rapat tersebut DPRD Loteng mengambil beberapa kesimpulan yakni mendukung upaya pemerintah dalan mencegah penyebaran virus corona.

Dimana pihak DPRD Loteng mendukung kebijakan Pemda Loteng yang mengambil langkah meliburkan sekolah, guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Selanjutnya mendukung Pemda untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh tentang bahaya penyebaran virus tersebut.

Selain itu, rapat pimpinan Dewan tersebut juga menghasilkan sejumah rekomendasi yakni ;
Mendesak pemda Loteng untuk segera melakukan langkah antisiapsi atas kelangkaan masker dan antiseptik yang saat ini terjadi. Oleh karenanya, Pemda Loteng harus segera mengupayaka atau menyiapkan masker dan kebutuhan lainnya yang terkait soal virus ini.
DPRD Loteng juga mendorong pihak Angkasa Pura untuk meningkatkan pengawasan terhadap penumpang pesawat yang datang ke Lombok. Begitu juga dengan pegawasan di kawasan wisata harus dimaksimalkan

Sementara akan halnya keputusan Bupati Loteng yang melarang ASN atau pejabat Loteng untuk kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah, pimpinan DPRD Loteng juga memutuskan selama 14 hari kedepan untuk tidak melakukan kunker ke luar daerah, termasuk tidak menerina hearing dari masyarakat bahkan juga tidak menerima kunjungan kerja dari DPRD luar Lombok Tengah maupun dari lembaga pemerintah lainnya.

Selain itu, Dewan Loteng juga akan melakukan penyesuaian kembali jadwal sidang yang telah ditetapkan, mengingat saat ini akan ada penyerahan perda inisiatif Dewan.
Selanjutnya pihak DPRD Loteng akan melakukan pemantauan secara intensif bersama Pemda Loteng serta pihak lainnya, untuk memantau perkembangan dan penyebaran virus corona ditengah masyarakat.

Adapun terkait anggaran penanganan virus Corona yang minim seperti yang dikeluhkan pihak Pemda Loteng, ada dana cadangan sebesar Rp.1 milyar yang bisa digunakan. Kalau dana tersebut kurang, nanti akan diusakan melalui perubahan anggan 2020, ungkap M.Tauhid. ( tl-02 )

Kerjasama Humas dan protokol DPRD Loteng dengan media online tribunlombok.net.

Headline

Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Memindak lanjuti ditetapkannya NTB darurat Corona, Minggu malam ( 15/3/2020 ) Bupati Lombok Tengah menggelar rapat khusus dengan Wakil Bupati, Forkompinda, kepala Satuan Kerja Pelayan Masyarakat ( SKPM ) lingkup Pemkab Loteng serta pihak terkait lainnya di Pendopo Bupati Loteng.

“Sebagai bentuk keseriusan kita dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona, mulai selasa (17/3/2020) semua sekolah diliburkan selama dua pekan dan ASN mulai Selasa ( 17/3/2020 ) libur atau bekerja dari rumah masing-masing selama satu minggu”, ungkap Bupati Lombok Tengah, H.M.Suhaili FT.

Pada kesempatan tersebut Bupati Lombok Tengah menegaskan bahwa, selama libur, para ASN akan turun ke masyarakat dan linkungan keluarga masing-masing untuk untuk melakukan sosialisasi kepada maayarakat terkait langkah-langah yang Harus dilakukan untuk mengantisipasi virus Corona.

Selain sosialisasi, para ASN bersama masyarakat dan pihak lainnya akan melakukan pembersihan diseluruh wilayah Lombok Tengah. Termasuk juga para kepala sekolah dan guru supaya mengguakan waktu libur untuk sama-sama membersihkan lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami harapkan semua pihak harus terlibat dalam proses antisipasi virus Corona ini. Termasuk juga para tokoh agama, Tuan Guru diharapkan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat”, harap Bupati.

Sementara khusus kepada para petugas kesehatan baik petugas rumah sakit maupun puskesmas serta klinik kesehatan yang ada, diharapkan bisa maksimal dalam upaya melakukan pencegahan dan penanganan segera jika ditemukan ada masyarakat yang terindikasi. ( red/*)

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan media online Tribunlombok.net

Headline

Mataram
Tribunlombok.net – Minggu siang ( 15/3/2020 ), Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah, Ketua DPRD NTB dan Sekda menggelar rapat dengan para bupati/walikota se-NTB di ruang rapat utama kantor gubernur NTB.
Rapat ini digelar sebagai keseriusan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengambil langkah-langkah kongkrit guna melindungi masyarakat dari penyebaran Virus Corona.

Beberapa keputusan penting di ambil pada rapat kali ini, yakni ; menetapkan status siaga darurat non bencana alam covid-19. Kemudian meminta kepala daerah bupati/walikota untuk menggelar sosialisasi dan langkah aniaipasi serta mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.
Menyemprotkan disinfektan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terhadap penyebaran virus corona atau covid-19. Slanjurnya mmutuskan untuk meliburkan sekolah dan kampus selama dua minggu kedepan, kecuali bagi siswa yang melaksanakan ujian.
Tidak memberi izin kepada kapal pesiar untuk masuk ke NTB dan menutup lokasi wisata tertentu seperti tiga gili dari wisatawan mancanegara, serta menutup lokasi tambang dan tidak mengizinkan pekerja WNA berada di AMNT.
Memperketat pengawasan untuk awak kapal barang yang masuk ke NTB. Kapal di izinkan bersandar karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Memperkuat pelibatan komunitas, tokoh agama, tokoh agama dan semua elemen untuk ikut mensosialisasikan covid-19 sehingga tidak menimbulkan kepanikan.
Untuk pengendalian secara terstruktur akan di bentuk gugus tugas secara terpadu.

Adapun semua hasil keputusan rat tersebut, termasy meliburkan sekolah dan kampusakan dimulai, Senin ( 1603/2020 ). ( red )

Headline

Maharani, Peneliti Lombok Research Center ( LRC )

NTB

Tribunlombok.net – Dalam pemberitaan koran harian Lombok Post pada jum’at tanggal 13 Maret 2020 yang lalu. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan target kepada Dinas Pariwisata NTB dari 4,5 juta kunjungan menjadi 7 juta kunjungan pada tahun ini.
Dari data yang dimiliki oleh Lombok Research Center (LRC) dua tahun terakhir yaitu tahun 2018 dan tahun 2019, NTB masih belum mampu memenuhi target 4,5 juta kunjungan wisatawan. Hal ini disebabkan oleh adanya kejadian bencana alam yang terjadi di NTB pada tahun 2018 yang lalu.
Hal ini juga di ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi di NTB yang masih dibawah 5 persen pada tahun 2019. Ekonomi di NTB masih belum pulih pasca bencana alam gempa bumi tahun 2018 yang lalu. Padahal sektor pariwisata menyumbang pertumbuhan ekonomi bagi NTB cukup tinggi.
“ NTB masih terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonominya dan berupaya keluar dari trauma bencana alam” ungkap Maharani Peneliti dari LRC. Semua orang bergerak agar ekonomi NTB kembali pulih. Semua pihak saling berkontribusi.
Belum hilang trauma pasca bencana alam, kini dunia diberikan cobaan baru yaitu mewabahnya virus Corona yang mengakibatkan banyak kematian dan lumpuhnya perekonomian banyak negara, pun begitu di Indonesia.
Hal ini juga dirasakan secara langsung oleh NTB sebagai daerah pariwisata. indonesia sudah mengeluarkan semacam peraturan yang melarang beberapa negara untuk masuk ke indonesia. Daerah daerah wisata lain seperti Bali juga sudah merasakan langsung dampaknya. Yakni berkurangnya kunjungan wisatawan sampai 20 persen.
Nah melihat kondisi ini, Maharani mengatakan “ Jika NTB memiliki target kunjungan wisatawan, ya harus realistis, sehingga jika target yang diinginkan oleh gubernur 7 juta itu terlalu berlebihan. Gubernur harus segera dibangunkan dari mimpinya”.
Bencana alam dan bencana virus corona merupakan faktor eksternal. Jika, bapak Gubernur ingin memiliki target kunjungan wisatawan yang banyak harus ditunjukkan dengan komitmen yang jelas dalam kebijakannya. Seperti penganggaran dibidang pariwisata harus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 ini, anggaran Dinas Pariwisata tidak sampai 5 persen dari APBD. “ ini menunjukkan bahwa Gubernur hanya bermimpi namun masih lelap dalam tidurnya.” Ungkap Maharani.
Jika memang bapak gubernur memiliki komitmen yang tinggi dalam bidang pariwisata, maka secara kebijakan anggaran gubernur harus berani memberikan porsi yang lebih besar, minimal 10 persen dari total APBD. “Namun tahun 2020 ini anggaran Dinas Pariwisata tidak sampai 5 persen dari total APBD. Jadi, antara ucapan dan kebijakan masih belum nyambung” ungkap Maharani.
Bagaimana mau melakukan pembanguan jika anggaran yang ada sangat kecil. belum lagi dengan masih banyaknya faktor internal yang masih belum selesai dalam bidang Pariwisata, seperti Inprastruktur, air bersih, energi yang belum stabil dan lain sebagainya.
“semua faktor internal harus dibereskan dulu, baru kita pasang target tinggi” tambah Maharani mengakhiri diskusi. ( red )

Headline

Anharditya, Kepala Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Munculnya polemik hingga adanya rencana Musyawarah Daerah Luar Biasa ( Musdalub ) Forum Kepala Desa ( FKD ) Lombok Tengah yang dimotori oleh beberapa Kepala Desa ( Kades ) mendapat tanggapan dari sejumlah Kades yang ada di Loteng.
Adalah Anharditya, Kades Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, mengaku sangat menyayangkan terhadap beberapa teman Kades yang belakangan ini gencar mencari dukungan untuk melakukan Musdalub guna mengganti ketua FKD Loteng.

Dimana hanya gara-gara permasalahan kecil atau terkait persoalan kunjungan kerja kepala desa se-Lombok Tengah kemudian terjadi dua kubu yang beseteru seolah-olah ingin membuat dirinya memiliki power untuk di ikuti oleh teman-teman Kades yang lain. Pemasalahan yang terjadi sebetulnya bisa di musyawarah kan di internal pengurus FKD dengan melibatkan DPMD sebagai penengah.

“Jangan kemudian kita bicarakan melalui media dengan cara saling menjatuhkan lebih-lebih sudah tidak hanya berbicara tentang persoalan perjalanan dines atau kunker, tetapi sudah di luar dari substansi dengan membicarakan program FKD yg tidak jelas. Menurut saya kalo memang FKD ini fasiv atau ada masalah tentunya harus menjadi evaluasi kita bersama untuk kemudian kita selesaikan ditingkat forum, supaya forum Kades ini aktif dan solid, bukan malah harus membuat forum tandingan”, terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa FKD ini terbentuk dengan hajatan yang sangat mulia yaitu sebagai wahana proses pembelajaran bagi kita semua yang pada saat ini kita semua sedang mengemban tugas dan fungsi sebagai kepala desa yang di percayakan ribuan masyarakat di wilayah masing-masing maka menjadi tugas pokok kita untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersikap lebih bijak dan elegan terhadap sebuah persoalan-persoalan semacem ini.

Terkait dengan kunjungan kerja ini, tentunya saya mengajak semua teman-teman kepala desa ini untuk lebih realistis saja terhadap persoalan Rate atau harga yang di tawarkan oleh pihak Agen dengan route dan agenda yang sama, pungkasnya. ( tl-02 )