Home Archive by category Headline (Page 3)

Headline

Headline

Lombom Tengah, Tribunlombok.net – BABINSA Desa Tampak Siring, Koramil 1620-07/Batukliang, Serma L. Ahadi, mensosialisasikan pencegahan Stunting dan Gizi Buruk di Dusun Antak Antak Kecamatan Batukliang, Senin 1 Agustus 2022.

Kepada warga binaan, babinsa menekankan pentingnya perhatian khusus bagi Balita (bayi bawah 2 tahun). Ia menilai peran serta keluarga, khususnya orangtua sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Dalam rangka menurunkan angka stuting dan gizi buruk di wilayah Lombok Tengah, kami menghimbau para orangtua keluarga agar lebih memberikan perhatian kepada anak, terutama masalah kesehatan,” Ucapnya.

Sementara Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., menjelaskan Sosialisasi oleh Babinsa sebagai langkah dan keseriusan TNI Kodim Lombok Tengah peduli kesehatan warga.

“Ini merupakan langkah serius kita mengedepankan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Lombok Tengah. Kita fokuskan juga pada perkembangan anak sebagai para generasi muda penerus bangsa,” Ujarnya, saat ditemui di Makodim.

Dandim mengeaskan, sosialisasi stunting dan gizi anak juga bertujuan untuk meningkatkan informasi dan edukasi kepada warga sehingga para orang tua lebih mengenai stunting dan gizi anak.

Dengan demikian, para keluarga dan orang tua nantinya bisa lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak. Sehingga, peningkatan gizi anak dan penurunan angka anak stunting dapat ditekan diwilayah Lombok Tengah.

“Tentunya sudah jelas, kita harapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas keluarga dalam memberikan perhatian bagi para anak-anaknya.,” Kata Dandim.

Dirinya berharap keseriusan mencegah Stunting dan Gizi Buruk di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, mendapat dukungan dari masyarakat dan sektor terkait.

“Khusunya peran serta kader PKK yang menjadi ujung tombak dalam penanganan stunting. Informasi stunting dan gizi ini harus terus digelorakan,” Pungkasnya. (tl-02)

Headline

MATARAM, Tribunlombok.net – President/CEO Lombok Football Club (Lombok FC), Rannya Agustyra Kristiono, turut mendampingi kunjungan kerja reses Wakil Ketua Komisi I DPR RI H. Bambang Kristiono, SE (HBK) ke Seoul, Korea Selatan, Jumat (29/07/2022). Kesempatan tersebut dimanfaatkan Rannya untuk bertemu dan berdiskusi secara mendalam dengan Asnawi Mangkualam, salah satu pemain Timnas Indonesia yang kini merumput di Ansan Greeners FC, Kota Ansan, Korsel.

“Saya sengaja menyempatkan waktu dan meminta bantuan staf KBRI Seoul untuk bertemu Asnawi, untuk belajar dan berdiskusi banyak perihal kehidupan Asnawi sebagai pemain sepakbola profesional di Negeri Ginseng,” kata Rannya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/07/2022).

Bek kiri Asnawi Mangkualam adalah salah satu pemain muda Indonesia yang sukses berkarier di kompetisi luar negeri. Bermain untuk Ansan Greeners semenjak Januari 2021, Asnawi tampil sangat impresif. Awal tahun ini, kontraknya pun terus diperpanjang manajemen klub yang berkarkas di Kota Ansan, Provinsi Gyeonggi, Korsel tersebut.

Rannya mengatakan, dari diskusi dengan Asnawi, dirinya banyak mendapat pengetahuan bagaimana seorang pesepakbola profesional menempa diri, mulai dari kehidupan sehari-harinya di tempat tinggal (Apartemen), sampai dengan kegiatan latihan di lapangan. Terlebih khusus masalah kedisiplinan.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kedisiplinan adalah salah satu faktor pembeda, antara klub amatir dengan klub profesional,” imbuh Rannya.

Butuh satu jam berkendaraan darat dari Seoul, ibu kota Korsel, ke kota Ansan. Bagi masyarakat Indonesia di Korsel, kata Rannya, Kota Ansan dikenal sebagai miniaturnya Indonesia di Korsel, mengingat banyaknya orang Indonesia yang berasal dari berbagai daerah tinggal di Kota ini. Diperkirakan, jumlah masyarakat Indonesia di Kota Ansan lebih dari tujuh ribu orang.

Sebagai figur yang saat ini sedang membangun klub sepakbola profesional di NTB, Lombok FC, Rannya banyak mendengar dari Asnawi, bagaimana dirinya yang sebelumnya juga adalah seorang pemain amatir, kemudian menjelma menjadi seorang pemain profesional yang telah membanggakan bukan hanya dirinya sendiri, tapi juga keluarga, bahkan Negara.

Kepada Rannya, Asnawi menuturkan bahwa dirinya memilih bermain di luar negeri dan keluar dari zona nyaman sebagai pemain Timnas di Indonesia, karena Ia ingin mengembangkan dirinya sebagai pemain yang berkarakter.

“Para pemain yang dipilih para pelatih adalah mereka-mereka yang memiliki karakter kuat. Dan saya merasa, di Korea inilah tempat yang tepat untuk saya menempa diri dan belajar banyak untuk menjadi pemain yang berkarakter,” kata Asnawi dalam pertemuan tersebut.

Rannya pun sangat yakin, dengan bekal pengetahuan dan pengalaman dari Asnawi, dirinya bisa mendorong pemain-pemain muda Lombok FC untuk bisa mengembangkan potensi dirinya hingga bisa seperti sosok Asnawi.

“Kalau kita mendengarkan pengalaman Asnawi yang telah mampu mengembangkan dirinya menjadi seorang pemain profesional, memang tidak mudah ya, diperlukan semangat, kerja keras, dan disiplin yang tinggi untuk mencapainyaIni yang harus dimiliki oleh talenta-talenta sepakbola kita di NTB, terutama dalam mengasah kedisiplinan agar para pemain bisa menjadi lebih kuat,” katanya.

Dara yang kini sedang merampungkan pendidikan di Brunell University, London, Inggris ini menjelaskan, akan selalu ada tantangan yang harus dihadapi dan diatasi oleh setiap pesepakbola profesional. Seperti halnya Asnawi yang juga memiliki tantangan besar untuk menembus skuad utama di klub sepakbola Ansan Greeners FC, mengingat para pelatih Korsel masih kurang percaya dengan kwalitas kemampuan para pemain yang berasal dari Asia Tenggara. Terlebih lagi diawal-awal kompetisi, dimana dibutuhkan adaptasi yang cepat dan latihan yang ekstra keras supaya dilirik dan dipercaya pelatih.

Kemauan besar yang disertai dengan effort atau usaha yang besar, terbukti telah menjadikan Asnawi yang berlatar-belakang kehidupan keluarga pesepakbola, dimana ayahnya adalah pemain dan sekaligus pelatih di PSM Makassar, bisa mewujudkan dirinya menjadi pesepakbola profesional dengan penghasilan atau gaji yang cukup besar.

Dengan penghasilan sebagai pesepakbola profesional, Asnawi pun menuturkan kepada Rannya, bahwa dirinya bisa membahagiakan diri sendiri, orang tua, maupun adiknya.
Paling tidak, pada kesempatan bertemu dengan Rannya tersebut, Aswani mengatakan, dirinya dapat memberikan gambaran, berbagi pengalaman, dan meyakinkan talenta-talenta muda yang dimiliki Lombok FC saat ini, bahwa meniti karier sebagai pesepakbola juga bisa menghasilkan pendapatan yang tidak kalah besarnya dengan profesi-profesi lain, asalkan sungguh-sungguh dalam menjalaninya.

“Harus tahan banting, dan melewati berbagai kesulitan di dalam latihan maupun pertandingan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Artinya enjoy sajalah, nikmati, dan jangan pernah mengeluh karena banyaknya tantangan dan kesulitan,” kata Asnawi menitipkan pesan untuk para pemain Lombok FC.

Sementara itu, Chairman Lombok FC H. Bambang Kristiono, SE (HBK), yang juga menyempatkan diri hadir bersama Rannya bertemu Asnawi di sela waktu memimpin kunjungan kerja reses Komisi I DPR RI di KBRI Seoul, Korsel menuturkan, Asnawi adalah prototipe, inspirasi, dan tauladan bagi anak-anak muda Indonesia. Asnawi telah membuktikan, bahwa meniti karier sebagai pesepakbola profesional juga sangat menjanjikan. Dan sejauh para pemain mampu bersungguh-sungguh dalam menempa dirinya, maka kesuksesan akan datang dengan sendirinya.

“Bagi Asnawi, kesuksesan, kegagalan, dan keberhasilan, adalah sebuah proses yang akan berjalan secara beriringan. Jika hasilnya gagal, bisa jadi refleksi buat ke depannya. Dan, andai kata berhasil, maka itu bisa jadi standar baru buat masa depan,” tandas HBK.

Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini ingin agar talenta-talenta muda Lombok FC, yang juga memiliki skil bermain sepakbola yang sangat baik, bisa menjadikan Asnawi sebagai sosok dan figur penyemangat untuk memberikan penampilan terbaik dalam setiap laga yang akan dijalani Lombok FC di Liga 3 NTB yang akan bergulir sebentar lagi. (tl-02)

Headline

Direktur LSM Garuda Indonesia M. Zaini

Lombok, NTB, Tribunlombok.net – Pemasangan Papan Reklame yang diduga berbau pornografi oleh Hotel Lombok Plaza membuat heboh masyarakat yang ada di Pulau Lombok.

Hal ini juga membuat banyak pihak merasa terganggu dan geram dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak Lombok Plaza hotel tersebut.

Salah satu pihak yang geram dan akan segera melakukan aksi mengepung hotel tersebut ialah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Indonesia.

Direktur LSM Garuda Indonesia M. Zaini mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang mengadu dan merasa terganggu dengan tindakan pihak Managemen Lombok Plaza hotel, sehingga ia akan menindaklanjuti aduan tersebut dengan melakukan aksi.

“Kami menerima banyak aduan dari para tokoh, mulai dari Tokoh Agama, Tokoh Masyrakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda. Apalagi NTB ini khususy pulau Lombok, dikenal dengan Pulau Seribu Masjid, dan Ratusan Pura tempat beribadah. Tindakan pihak Lombok Plaza hotel membuat kami geram dan akan segera mengepung hotel tersebut,” ungkap M. Zaini.

Ia juga berharap, tindakan negatif dari pihak Lombok Plaza hotel menjadi perhatian semua pihak. (tl-02)

Headline

Mataram, Tribunlombok.net – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar forum diskusi peluang usaha. Kegiatan yang digelar bersama Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI tersebut berlokasi di Dapoer Sasak Mataram, Sabtu (30/7).

Selain dihadiri langsung oleh Ketua Budang 2 BPP HIPMI Anggawira, sejumlah narasumber juga dihadirkan di antaranya Budi Santoso Branch Manager Jasaraharja Putra Mataram, Ardian Prawira Yudha COO Goorita, M. Hadi Nainggolan CEO Daun Agro, dan Angela Oetama CEO Gradana.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPD HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra mengungkapkan rasa bahagianya atas kedatangan Ketua 2 BPP HIPMI, Anggawira. Kata Dedy, kesempatan tersebut sangat baik untuk pengusaha muda di NTB. Dalam forum tersebut, lanjut Dedy, anggota HIPMI NTB bisa mendapat informasi peluang bisnis dan pembiayaannya.

Sementara itu, Ketua Bidang 2 BPP HIPMI Anggawira menyampaikan kegembiraannya bisa hadir di Lombok. Melalui pantunnya, Ia menyampaikan pengusaha muda NTB bisa go global.

Secara berturut-turut Narasumber menyampaikan materinya masing-masing. Yudha dari Goorita menyampaikan beberapa konsep dan tahapan agar produk UMKM bisa go global melalui platform digital.

Budi Santoso menyampaikan beberapa produk jaminan dari Jasaraharja Putra. Di antaranya jaminan kendaraan dan jaminan gedung. Sementara itu M. Hadi Nainggolan mengajak anggota HIPMI NTB untuk masuk ke usaha pertanian.

“Ini peluang besar bagi kita. Apalagi NTB menjadi lumbung pangan utamanya jagung di NTB,” harap CEO perusahaan offtaker pertanian Daun Agro tersebut.

Hadi juga menambahkan, ada perusahaan offtaker dalam bidang pangan di masing-masing kabupaten di NTB. “Saya ingin mengajak anak-anak HIPMI NTB untuk membuat perusahaan offtaker di NTB,” ajaknya.

 Ia juga mengatakan, perusahaan tersebut nantinya bisa dibuat spesialisasi untuk masing-masing produk pangan seperti jagung, padi, dan ternak sapi serta kambing.

Menanggapi banyaknya variasi usaha dari anggota HIPMI NTB, Anggawira mengatakan Bidang 2 menyiapkan solusi pembiayaan yang variatif. “Kita akan siapkan solusi yang variatif,” tegasnya.

Di akhir sesi, sebagai kata penutup, I Putu Dedy Saputra berharap lebih banyak lagi program seperti sekarang yang dihadirkan di daerah. “Lebih banyak lagi program seperti ini ke daerah. Karena kami di daerah butuh program-program seperti ini,” tandasnya. (tl-02/*)

Headline

LOMBOK TIMUR, Tribunlombok.net – Hantu merupakan fenomena paranormal yang paling banyak dipercaya di belahan dunia. Jika dalam perspektif sains, keberadaan hantu masih diragukan, tidak dengan budaya dan tradisi. Hantu sangat melekat dan diyakini secara turun-temurun dan mendapatkan legitimasi oleh narasi agama.

Kepercayaan terhadap fenomena paranormal tersebut juga melekat di masyarakat Lombok. Di Desa Rumbuk Lombok Timur, fenomena adikodrati tersebut sudah turun temurun diyakini.

Sebuah lingkok (tempat mata air) di Dusun Tanah Gadang 1 Desa Rumbuk dikenal penuh nuansa mistis. Di sana terdapat empat lingkok yang digunakan warga untuk mandi dan cuci pakaian sangat dikenal angker.

Lokasi tersebut bernama Lingkok Merdani. Di sana terdapat empat lingkok tepat berada di pinggir sungai. Sementara di atasnya terdapat pohon beringin dengan akar yang menghujam bumi.

Warga sekitar sering melihat penampakan hantu berwujud wanita berpakaian putih dengan rambut yang terurai menyeramkan. Warga sering melihat sosok wanita sedang duduk atau berdiri di sekitar lingkok.

Asal Usul dan Khasiat Air

Tokoh masyarakat setempat, Amaq Rusniah, mengatakan lingkok tersebut memiliki sejarah panjang yang sarat misteri. Konon, lingkok tersebut didirikan oleh bangsa lelembut bernama Mbik Mayani. Sosok tersebut diyakini wali jin dari Gunung Rinjani yang membangun lingkok tersebut.

Amaq Rusniah di hadapan Tim Ekspedisi Mistis yang digawangi PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, berkomunikasi melalui telepati dengan sosok yang disebut wali jin tersebut. Peristiwa transendental itu dijelaskan secara terpotong oleh Amaq Rusniah.

Dia menjelaskan, lingkok tersebut diyakini sebagian masyarakat dapat mengobati penyakit. Sehingga tidak jarang lingkok itu dikunjungi masyarakat dari luar kampung untuk mandi dengan niatan mengobati penyakitnya.

“Sampai sekarang banyak yang datang berobat mandi di sana,” katanya belum lama ini.

Dia mengatakan, ada ritual khusus yang dibawa masyarakat saat datang ke lingkok tersebut. Masyarakat biasa membawa ketupat, rokok pilitan, beras kuning dan lainnya. Mereka kemudian melakukan ritual mandi untuk membersihkan diri dari penyakit.

Percaya tidak percaya, namun itu diyakini masyarakat di sana. Aura mistis di lokasi tersebut juga sangat terasa jika hari menjelang magrib. Lingkok tersebut sangat sepi dan tenang dengan aura mistis yang melekat.

Penataan Kawasan Lingkok Merdani

Sementara itu Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis, Amrullah mengatakan fenomena mistis yang kerap dijumpai warga di sekitar Lingkok Merdani tidak pernah mengganggu warga sekitar. Serangkaian penampakan mistis haruslah dimaknai bahwa squad lelembut ingin memberikan pesan damai sekaligus penegasan untuk tetap setia menjaga kelestarian kawasan Lingkok.

“Sebagai warga Rumbuk , saya tidak terganggu dengan fenomena penampakan mahkluk astral karena itu bagian dari tradisi saling menghormati eksistensi antar dimensi,” ungkap pria kelahiran desa Rumbuk ini, Sabtu ( 30/7 ) .

Selanjutnya Amrullah berharap kawasan Lingkok Merdani bisa ditata rapi dan diberdayakan agar menjadi kawasan yang harmoni, asri dan bersih.

“Setidaknya dengan ada penataan kawasan lingkok merdani sebagai upaya merawat dan melestarikan peninggalan kebudayaan leluhur desa Rumbuk,” tukasnya. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Pengajian atau tausiah Ustad H Abdul Somad Batubara (UAS) yang berlangsung di Yayasan Nahdlatul Ulama (NU) Inen Lemo, Desa Beleka Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, sabtu siang (30/7/2022) dibanjiri Puluhan ribu jamaah.

Pantauan dilapangan menunjukkan bahwa, jamaah yang berdatangan dari berbagai penjuru Lombok Tengah Dan sekitarnya bahkan rela berdesak-desakan untuk bisa menuju lokasi kegiatan, untuk menyaksikan secara langsung ceramah/tausiah yang disampaikan ulama yang akrab disapa UAS tersebut.

Dalam tausiah yang disampaikan didepan ribuan jamaah yang hadir, UAS menyampaikan akan pentingnya generasi muda untuk selalu mematuhi kedua orang tuanya agar apa yang diinginkan atau dicita-citakan dapat terwujud apabila kita selalu mematuhi kedua orang tua kita. UAS juga menyampaikan agar generasi muda bisa terhindar dari bahaya narkoba karena narkoba bisa menyebabkan generasi muda ini kehilangan masa depannya.

Disamping itu, UAS juga menghimbau akan pentingnya pendidikan agama serta peran ibu dalam membentuk generasi yang sholeh dan generasi yang terbaik untuk bangsa kita, atau generasi terbaik untuk bangsa kita tercinta.
Dengan adanya Inen Lemo (IBU ILMU) sebagai induk ilmu, beliau (UAS) berharap bisa menjadi induk ilmu agama di daerah lombok ini khususnya desa Beleka.

Ibu dan bapak atau orang tua sangat berperan dalam membangkitkan semangat anak-anaknya agar mau dan bisa untuk terus belajar mendalami ilmu agamanya dan solusi dari semua itu adalah pendidikan agama yaitu pondok pesantren atau yayasan inen lemo ini karena dipondok pesantren dibimbing oleh ahlinya disana ada tuan guru, ustadz dan lain-lain.

“Silahkan nanti kedepannya ramaikan Yayasan inen lemo mengingat sejarah yang sangat luar biasa terjadi di yayasan inen lemo ini”, pinta UAS

Sementara itu pembina yayasan Inen Lemo, Tgh. Ibnu khalil mentampaikan bahwa, pihaknya berharap dengan kehadiran UAS bisa memberikan obat kerinduan bagi masyarakat Lombok yang sudah sangat rindu dengan kehadiran beliau.

Beliau sempat menyinggung yayasan Inen Lemo itu merupakan hal yang sangat luar biasa bagi. Kami apresiasi dan beliau UAS dengan begitu luar biasa menjabarkan sesuai dengan pendapat para ulama, dan alhamdulillah beliau berharap kedepannya yayasan Inen Lemo ini bisa lebih berkembang lagi kedepannya seperti yang diharapkan oleh UAS.
Semoga dengan banyaknya disinggung masalah bahaya narkoba oleh UAS tadi, masyarakat kita khususnya yang ada di Lombok umumnya Indonesia bisa menjadikan sebagai bahan renungan agar kedepannya kita mampu menjaga keluarga dan anak-anak kita agar terhindar dari bahaya narkoba ini, harap anggota DPD RI tersebut.

Sementara salah seorang Tokoh Pemuda Desa Beleka Kecamatan Praya Timur, Jopi Hendrayani menyampaikan, kalau mereka merasa bersyukur karena bisa bertemu dan mendengarkan ceramah UAS secara langsung. Bahkan warga Desa Beleka juga dari jauh sebelumnya sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut kedatangan UAS itu. “Syukur Alhamdulilah akhirnya kami bisa mendengarkan Dan mentaksikan tausiyah langsung dari ulama kita (UAS). Ini Moment yang ditunggu masyarakat Lombok Tengah sudah lama,” Terang jopi. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Sedikitnya 10 ribu lebih Santri dari 383 Ponpes Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lombok Tengah Sabtu 30/7,2022 melakukan pawai ta’aruf dalam rangka menyambut dan memeriahkan tahun baru Islam 1 Muharam.
Kegiatan pawai ta’aruf ini dilepas Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri di depan Ponpes Manhalul Ulum Praya.
Rute yang dilalui peserta Pawai yakni dari Ponpes Manhalul Ulum Praya menuju perempatan Tengari, kemudian ke selatan menuju jalan jalur dua, lalu belok kanan menuju Dinas Perhubungan lalu balik kanan menuju Masjid Agung dan berakhir di Becingah Adiguna Praya.

Pawai ta’aruf dipimpin Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri.

Ketua Tanfiziah PCNU Kabupaten Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri mengatakan kegiatan pawai ta’aruf ini dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan datangnya 1 Muharam 1444 hijriah. Sedikitnya 383 Pondok Pesantren diluar Madrasah dan lembaga mengirimkan sedikitnya 60 orang hingga diatas 100 santri. “Alhamdulillah santri kita sangat antusias mengikuti kegiatan ini” kata Bupati.

Bupati mengatakan setiap datangnya 1 Muharam seharusnya disambut dengan meriah takbir dan tahlil di Ponpes masing-masing ataupun di Masjid seperti halnya sambut Idul Fitri dan Idul Adha bukan dengan hal hal yang tidak bermanfaat. Bupati bertekad akan tetap menggelar kegiatan ini lebih meriah ok agi. “kita memuliakan datangnya tahun baru Islam dengan hal hal yang bersifat religius, kedepan kita akan sambut 1 Muharam dengan lebih meriah lagi” janjinya.

Sementara itu Panitia Kegiatan Pawai Ta’aruf yang juga Kasubag TU Kementrian Agama Kabupaten Lombok Tengah H.Hambali mengatakan sebanyak 9800 yang sudah masuk list namun nyatanya banyak yang datang. “Kami perkirakan di atas 10 ribu santri sebab yang menyatakan siap di list hampir 10 ribu, nyatanya lebih banyak lagi” ujarnya.

Dia menilai antusiasme santri dan guru luar biasa. Hal itu terlihat dari membludaknya peserta ta’aruf padahal kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya. “Ini berkat dukungan pimpinan Ponpes dan berkat dukungan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah” jelas Ketua LP Ma’arif Kabupaten Lombok Tengah itu

Hambali mengatakan pada hari santri nanti peserta Pawai akan akan lebih besar lagi sebab tidak hanya melibatkan Santri Ponpes NU saja tetapi juga Ponpes NW, dan lainnya.
Untuk diketahui jumlah Ponpes NU di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 383 Ponpes dengan 93 ribu lebih dan Madrasah sebanyak 1013 dengan jumlah guru 12 ribu. (tl-02/PROKOPIM)

Headline

MATARAM, Tribunlombok.net – Langkah sejumlah kalangan yang mendramatisir belum terbitnya keputusan DPD Partai Gerindra NTB terkait posisi Mori Hanafi di Alat Kelengkapan DPRD NTB setelah penggantian antar waktu (PAW) dari jabatan Wakil Ketua DPRD NTB, dinilai sebagai tindakan yang hendak mendiskreditkan Partai Gerindra.

“Saya sebagai Ketua Fraksi berharap bahwa persoalan ini jangan terlalu didramatisirlah.
Belum ada 1 x 24 jam pak Mori turun dari Wakil Ketua DPRD, tapi sudah distigmatisasi diterlantarkan, sangat keliru itu,” tandas Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB Sudirsah Sujanto, di Mataram, Jumat (29/7/2022).

Mori Hanafi diberhentikan secara hormat dari posisi Wakil Ketua DPRD NTB berdasarkan Keputusan Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri Nomor : 161.52/4913/OTDA tertanggal 15 Juli 2022. Kemudian, hanya lantaran DPD Partai Gerindra NTB belum memutuskan penempatan Mori Hanafi di Alat Kelengkapan (AKD) DPRD NTB, serta merta muncul pemberitaan di media yang menyudutkan Partai Gerindra, seakan-akan telah menelantarkan kadernya sehingga nasibnya terkatung-katung.

Sudirsah menegaskan, penempatan Mori di Komisi atau AKD DPRD NTB sepenuhnya urusan internal Partai Gerindra. Selayaknya semua pihak harus menghormati hal tersebut. Jika pun penempatan tersebut saat ini belum dibahas, hal itu semata lantaran DPD Partai Gerindra NTB masih fokus mempersiapkan verifikasi Partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum.
Serta persiapan menghadapi Rapimnas Partai di DPP Partai Gerindra awal minggu depan.

“Semua pengurus di DPD Partai Gerindra NTB lagi turun ke bawah. Mengonsentrasikan waktu, tenaga, pikiran, dan kegiatannya untuk persiapan verifikasi Partai,” tandas Sudirsah.

Mori sendiri kata Sudirsah, menganggap bahwa belum adanya keputusan Partai atas penempatan dirinya di AKD DPRD NTB sebagai masalah kecil. Tidak ada pengaruhnya. Walaupun sebenarnya ndak pantas juga jika dikaitkan dengan tunjangan AKD yang akan diterimanya. Sebab katanya, take home pay yang akan diterima paling hanya akan berselisih Rp. 200 ribu andai pun penempatan di AKD tersebut belum ditetapkan hingga pergantian bulan.

“Kongkritnya kalau pak Mori saja nggak mempermasalahkan persoalan ini, kenapa kita harus meributkannya,” tandas Sudirsah.

Ketua Bidang OKK DPD Partai Gerindra NTB ini pun meminta semua pihak, termasuk Mori, untuk tenang, menahan diri dan sabar. Menunggu sepenuhnya arahan Partai nanti seperti apa. Naufar Furqoni Fadinduan hendaknya menjadi contoh bagi kader juga simpatisan Partai. Tidak pernah ribut-ribut walaupun sudah dua bulan lebih ditunjuk Partai menjadi Wakil Ketua DPRD menggantikan Mori, belum juga dilantik.

“Adinda Farin nggak ada ribut-ributny tuch. Dan nggak merasa dihambat-hambat juga. Begitulah kader sejati Partai,” tandas Sudirsah.

Ditegaskannya sekali lagi, penempatan Mori di AKD adalah urusan internal Partai Gerindta. Dan biarlah Partai Gerindra bersikap untuk menentukan keputusan terbaik buat kader-kadernya.

Lagi pula, Partai Gerindra adalah Partai besar. Sudah berpengalaman dalam mempromosi dan mendegradasi jabatan kader-kadernya. Karena itu, politisi asal Lombok Utara ini menekankan, apa yang terjadi saat ini adalah hal yang biasa dan tidak ada istimewa-istimewanya.

“Dinamika pergantian jabatan di internal Partai itu bukan hanya terjadi di NTB. Tapi juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Yang pasti, evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tandas Sudirsah.

Diapun memastikan, bahwa muara dari pergantian jabatan kader Gerindra di DPRD NTB tersebut adalah untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat. Bukan kepentingan Partai semata. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Suvervisi Wilayah V KPK RI meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah untuk membuat komen center untuk mempermudah informasi terkait perkembangan di lapangan. “Beberapa daerah sudah sukses melakukan hal itu seperti Surabaya Bayuwangi, DKI Jakarta dan lainnya, saya berharap di Lombok Tengah juga membuat” pinta Kasatgas saat melakukan rapat evaluasi dan koordinasi dengan Pemda Loteng Kamis 28/7. 

Dengan adanya komen center itu nanti semua aktivitas mulai dari level RT hingga Kepala Dinas akan terintegrasi. Untuk itu peran RT perlu dimaksimalkan sebab mereka sangat mengetahui keadaan masyarakatnya sehingga nanti melalui Komen Center ini RT dapat melaporkan segala aktivitas dan kegiatan di tengah masyarakanya. “Nanti pak Bupati dan Wakil Bupati bisa mengetahui perkembangan di masyarakat melalui laporan RT itu karenanya difasilitasi seperti halnya di Kota Bima RT dibelikan Handphone untuk memantau perkembangan aktivitas masyarakatnya” sarannya.

RT katanya merupakan garda terdepan dalam satu pemerintahan sebab mereka paling mengetahui persoalan ditengah masyarakat baik itu jumlah penduduknya, tingkat pendidikan, luas wilayah dan sebagainya. “Mereka paling tahu permasalahan di desanya atau di kampung nya, pak Bupati dan Wabup bisa cepat tahu dari laporan RT melalui Komen Center” jelasnya. 

Dia mengkritisi Kepala Desa dan Camat yang jarang turun ke masyarakat untuk menggali informasi permasalahan di tengah masyarakat. Mereka lebih senang di belakang meja dan menjadi mandor. “Dari pada jadi mandor dibelakang meja, lebih baik ke lapangan” katanya.

Menurutnya pemanfaatan teknologi dan informasi mutlak dilakukan sebab diera sekarang ini teknologi sangat penting dalam mempercepat dan mempermudah pekerjaan. (tl-02/SN)

Headline

Politisi Muda Golkar M. Zainul Arifin.

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Terkait dengan adanya rencana Bupati Sukiman Mendukung pembangunan gedung pengolahan porang di Lombok Timur tahun 2022 ini yang menelan anggaran sekitar 9 milyar mendapat sorotan dari Politisi Muda Golkar M. Zainul Arifin.
Politisi Muda Golkar yang sekaligus sebagai aktivis petani ini mengatakan bahwa pembangunan pertanian di Lombok Timur belum memiliki blue print yang baik sesuai dengan potensi local. Lombok Timur memiliki banyak potensi komoditi unggulan yang dimiliki seperti cabe, Tomat, kelapa, nanas dan lainnya. Lalu kenapa Bupati sukiman ingin membangun pabrik pengolahan porang? Kenapa tidak membangun pabrik cabe yang merupakan komoditi unggulan Lombok Timur.
“ Porang merupakan komoditi baru dan masih belum jelas rantai pasarnya, belum jelas jumlah lahan dan berapa produksinya, belum jelas berapa jumlah petani yang terlibat, namun anehnya kok Bupati berani mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk komoditi ini” Ungkap Arifin Benteng Islam.
Selanjutnya, Politisi muda ini mengatakan bahwa rencana pembangunannya berada di Pringgebaya, kenapa harus di pringgabaya?. Dan jangan sampai kita hanya membuang uang besar yaitu 9 milyar namun belum memiliki dampak. Seharusnya Bupati dan Pemerintah daerah sebaiknya konsen kepada komoditi yang memang benar-benar sudah faliar bagi petani Lombok Timur, dan banyak petani yang terlibat disana. Artinya jangan mencari-cari komoditi baru sehingga kesannya kita diajak untuk bermimpi.
“Kenapa Bupati terkesan mencari-cari komodti baru, seolah-olah kita petani diajak untuk bermimpi” Ungkap Zaenul Arifin.
Jika pemerintahan Sukiman ingin serius mengembangkan sector pertanian lebih baik mengembangkan yang sudah ada dan jangan mengajak petani untuk bermimpi. Saat ini di tahun 2022 ini pemerintahan sukiman hanya menganggarkan sector pertanian sekitar 2 persen dari anggaran belanda daerah. Artinya anggaran sudah kecil, namun di buang percuma.
“anggaran sudah kecil dan tidak focus lagi seolah-olah kita buang-buang anggaran” Ungkap Zaenul Arifin menutuk diskusi sore itu (13/7/2022). (tl-02)