Home Archive by category Headline (Page 3)

Headline

Headline

Wabup Loteng, HM.Nursian bersama tim dan Pokja TKPKD saat monev program kemiskinan di dusun Lamet Kentawang, Bonder

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Setelah pada Selasa (11/1/2022) kemarin, Wakil Bupati Lombok Tengah, HM.Nursiah dan tim OPD serta Pokja TKPKD Lombok Tengah turun langsung ke desa Batu Jangkih untuk melakukan monitoring terkait pelaksanaan beberapa program pengentasan kemiskinan, hari ini, Rabu (12/1/2022) Wabup bersama tim TKPKD kembali turun ke dusun Lamet Kentawang, desa Bonder, Kecamatan Praya Barat.

Disusun Lamet Kentawang, Wabup dan tim melihat langsung atau memonitoring program bantuan ternak kambing yang diberikan kepada masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, melihat perkembangan serta potensi ternak kambing yang ada, pihaknya kedepan akan mencanangkan dusun Lamet Kentawang menjadi Kampung Kambing”, ungkap HM.Nursiah kepada masyarakat yang didampingi oleh Kepala Dusun Lamet Kentawang dan Kades Bonder, Selamet Riadi.

Lebih lanjut Wabup menegaskan bahwa, dengan melihat keberhasilan masyarakat dalam berternaknkambibg jenis kacang tersebut, maka peternakan kambing ini harus dikembangkan kedepannya. Mengingat hal ini adalah merupakan salah satu solusi dalam menuntaskan kemiskinan bagi masyarakat.

Oleh karenanya, Wabup mengharapkan supaya masyarakat atau anggota kelompok ternak yang ada untuk tetap berkoordinasi dengan aparat pemerintah, baik pemerintah desa maupun dengan pihak dinas/instansi terkait jika ada kendala atau permasalahan yang terjadi.

“Untuk pencanangan dusun Lamet Kentawang menjadi kampung kambing tersebut, Pemda Loteng melalui Dinas Pertanian dan Peternakan serta UPT yang ada siap untuk mendukung sepenuhnya”, tegas Wabup.

Sementara Kades Bonder, Selamet Riadi bersama Kepala dusun Lamet Kentawang pada kesempatan tersebut menyatakan siap untuk mendukung dan menjemput amanah dijadikannya dusun Lamet sebagai Kampung Kambing tersebut.”

“Kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak, khususnya Pemda Loteng terkait dengan akan dijadikannya dusun Lamet Kentawang sebagai Kampung Kambing, tentunya dengan dukungan program program yang ada”, harap Kades Bonder. (tl-02)

Headline

HBK

MATARAM, Tribunlombok.net – Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H Bambang Kristiono, SE (HBK) bakal mengawal penuh pembangunan DAM Mujur di Kab. Lombok Tengah yang sudah sangat didambakan warga setempat. HBK bakal menggunakan seluruh jejaringnya di pemerintah pusat untuk mewujudkan hal tersebut.
 
“Bendungan Mujur memiliki posisi yang sangat stratgis untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat di Kab. Lombok Tengah. Mewujudkan bendungan ini adalah sebuah keharusan, saya akan all out dalam mendorong mewujudkannya,” kata HBK, Selasa (11/01).
 
Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini secara khusus telah menggelar pertemuan dengan Tim 11 di Kab. Lombok Tengah. Tim 11 merupakan tim yang beranggotakan para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi pembangunan Bendungan Mujur ini. Tim 11 antara lain beranggotakan sejumlah pejabat di Pemkab Loteng dan juga perwakilan dari lembaga non pemerintah.
 
Dalam pertemuan tersebut, Tim 11 sangat berharap HBK menjadi figur sentral yang akan membuka jalan bagi dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembangunan Bendungan Mujur. Mengingat bendungan ini sudah sangat lama didambakan oleh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.
 
HBK saat ini memang mendapat amanah untuk duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Namun, posisi strategisnya di DPP Partai Gerindra memungkinkan HBK menggerakkan jejaringnya untuk memback up penuh pembangunan Bendungan Mujur.
 
Sebagai wujud keseriusan, di tengah pertemuan dengan Tim 11, HBK langsung menghubungi dua koleganya yang kini duduk di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, yakni Wakil Ketua Komisi V Andi Iwan Darmawan Aras dan Anggota Komisi V H. Mulyadi. Komunikasi tersebut menghasilkan aksi nyata, di mana Komisi V langsung mengagendakan kunjungan lokasi di mana Bendungan Mujur akan dibangun.
 
“In syaa Allah, kunjungan teman-teman dari Komisi V akan dilakukan pekan depan paling cepat,” ungkap politisi Partai Gerindra yang juga Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini.
 
HBK menekankan, Bendungan Mujur akan menjadi solusi menjaga ketahanan pangan masyarakat di Kab. Lombok Tengah. Keberadaan Bendungan Mujur akan menjadikan ribuan hektare lahan-lahan persawahan yang saat ini hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun, bisa menjadi lahan yang sangat produktif dengan mampu menanam padi dua hingga tiga kali setahun.
 
Dalam perencanannya, Bendungan Mujur akan mampu mengairi sedikitnya 10.121 hektare lahan pertanian. Selain itu, bendungan ini juga menjadi solusi untuk mengatasi kekeringan di daerah Kab. Lombok Tengah bagian selatan, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Bendungan Mujur akan menjadi sumber air baku yang bisa diolah menjadi air bersih sehingga kesulitan air bersih yang selalu dialami masyarakat bagian selatan Kab. Lombok Tengah setiap tahunnya akan bisa teratasi.
 
Pastikan Masyarakat Tak Dirugikan
 
Selain membuka jalan dukungan penuh pemerintah pusat untuk pembangunan Bendungan Mujur, dukungan dari HBK juga untuk memastikan bahwa pembagunan bendungan ini tak akan merugikan masyarakat yang lahannya akan menjadi lokasi pembangunan dan yang akan menjadi lokasi area genangan bendungan.
 
HBK menegaskan, masyarakat akan mendapatkan ganti untung yang sangat sepadan. Selain itu, masyarakat juga dipastikan akan ditempatkan di lokasi relokasi pemukiman yang akan tetap membuat mereka nyaman dan produktif. Sehingga masyarakat tak perlu mengkhawatirkan akan kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian, karena mereka pindah ke lokasi pemukiman yang baru, juga tak perlu mengkawatirkan pendidikan anak-anak mereka akan terputus, lantaran jauh dari lokasi sekolah mereka sebelumnya.
 
“Bendungan Mujur akan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Kemaslahatan itu juga harus terwujud semenjak pembebasan lahan dan juga saat relokasi warga terdampak. Mudah-mudahan semua ikhtiar kita mendapat ridho dari Allah SWT”, tandas HBK.
 
Pembebasan lahan Bendungan Mujur telah mulai dilakukan semenjak tahun 2006. Namun begitu, proses pembebasan lahan hingga saat ini masih berjalan lambat. Total saat ini lahan yang baru selesai dibebaskan hanya di kisaran lima hektare. Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan Pemukiman Kembali warga terdampak atau Land Acquisition Resettlement Action Plan yang saat ini masih dalam proses di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTB sepenuhnya nanti akan menjadi acuan. Dibutuhkan sedikitnya Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar untuk pembebasan lahan di luar kebutuhan relokasi.
 
Secara keseluruhan, Bendungan Mujur memerlukan lahan seluas 394,92 Hektare. Dimana luas lahan yang telah diukur saat ini mencapai 177.56 Hektare. Sedangkan luas lahan yang belum diukur sebanyak 217.38 Hektare.
 
Direncanakan, Bendungan Mujur akan memiliki kapasitas tampung air sebesar 23,03 juta meter kubik dengan panjang tubuh bendungan utama 2,8 kilometer. Bendungan akan mampu meningkatkan intensitas tanam lahan persawahan hingga 6.181 Hektare.
 
HBK menegaskan, dirinya akan secara berkala mereview setiap perkembangan atas pencapaian yang telah dicapai dalam proses akselerasi pembangunan bendungan ini kepada publik. Sehingga masyarakat mengetahui kuatnya komitmen dirinya, Pemerintah Pusat, dan jajaran Pemkab Lombok Tengah untuk bisa mewujudkan pembangunan Bendungan Mujur.
 
Sementara itu, Sekretaris HBK Peduli Rannya Agustyra Kristiono, yang juga masuk di jajaran kepengurusan Tim 11 mengungkapkan, pembangunan Bendungan Mujur merupakan salah satu aspirasi yang terus disuarakan oleh masyarakat Kab. Lombok Tengah dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan HBK.
 
“Aspirasi masyarakat untuk pembangunan Bendungan Mujur ini menjadi salah satu concern pak HBK yang memang dalam janji kampanyenya ingin mewujudkan ketahanan pangan untuk masyarakat,” kata Rannya.
 
Dia menegaskan, pembangunan Bendungan Mujur ini juga sejalan dengan langkah Pemerintah Pusat yang saat ini memang sedang memprioritaskan program Food Estate sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan.
 
Tentu saja kata Rannya, akselerasi pembangunan Bendungan Mujur butuh proses. Karena itu, butuh dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
 
“Bendungan Mujur ini bukan semata untuk kemaslahatan masyarakat Kab. Lombok Tengah semata. Tapi juga untuk kemaslahatan dan kemanfaatan bagi masyarakat Bumi Gora,” imbuh Rannya. (tl-02/*)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Hari senin (10/1/2022) HPI Lombok Tengah bersilaturahim ke kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Praya, Lombok Tengah. Silaturahim ini dihajatkan untuk membangun sinergitas praktisi Pariwisata dengan BLK lebih ke untuk persiapan mencetak SDM di bidang pariwisata khususnya dunia Guiding.

Syamsul Bahri selaku Ketua DPC HPI Lombok Tengah mengatakan silaturahmi ini kita bangun terus karena melihat prospek Lombok Tengah yang sangat tinggi Hari ini sebagai pusat perhatian dunia.
Dengan adanya sircuit balap kuda besi bergengsi tersebut, dimana kebutuhan SDM mumpuni di dunia pariwisata sangat kita butuhkan. Disamping untuk memperkuat SDM yang sudah ada juga mencetak SDM baru yang kompeten di dunia guiding. Oleh karenanya kami berharap kedepannya diperbanyak pelatihan2 bahasa asing seperti bahasa spanyol, italy, prancis, belanda dan lainnya. Hal tersebut penting untuk menopang kebutuhan wisatawan. Salah satunya yakni para mekanik motoGP sebagian besar berasal dari negara italy, spanyol dan lainnya. Sehingga mempermudah mereka untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat kita ketika mereka ingin mengetahui banyak hal terkait budaya, objek wisata dan lain-lainya.

“Jangan sampai karena alasan keterbatasan SDM pariwisata Loteng diantaranya tidak mampu menguasai bahasa asing yang saya sebut tadi, kemudian pihak ITDC ataupun MGPA mendatangkan SDM luar sehingga kita hanya bisa sebagai penonton saja”, cetusnya.

Tak hanya itu, dalam rangka mengurangi angka pengangguran, kita berharap BLK juga memperbanyak pelatihan guiding sehingga anak-anak muda yang memiliki keinginan terjun di dunia pariwisata bisa kita akomodir, dan kami dari HPI Lombok Tengah siap berkolaborasi dalam rangka melatih SDM Lombok Tengah demi menjawab tuntutan kebutuhan pariwisata, tutupnya.
Pada kesempatan tersebut Dedet selaku kepala BLK juga menyambut hangat kedatangan HPI Lombok Tengah.

“Kami sangat bersyukur atas kedatangan kawan-kawan ini, insya Allah kita berkomitmen untuk sama-sama meningkatkan SDM guna mengurangi pengangguran yang dampaknya juga mengurangi kemiskinan, dengan harapan dengan ikhtiar kita ini goals sehingga tercapainta IPM Lombok Tengah yang tinggi, sehingga bisa bergeser ke atas melampaui kabupaten kota di atas kita, dimana saat ini posisi Lombok Tengah bertengger di no.7 dari sepuluh Kabupaten/Kota”, jelasnya.

Sebagai tindak lanjut Dedet enegaskan bahwa, kedepannya antara pihak HPI fan BLK Praya akan kita buat MoU untuk hajatan ini. Hal ini penting mengingat Lombok Tengah sebagai kabupaten tuan rumah untuk perhelatan bergengsi MotoGP, maka dibutuhkn SDM-SDM mumpuni di bidang pariwisata baik itu untuk SDM hotel, restourant, guiding dan lainnya. (tl-02)

Headline

Anggota Komisi III DPRD Loteng, H.Lalu Arif Rahman Hakim, SE,.MH

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Banyaknya lahan lahan yang dikapling dan ditelantarkan oleh mereka yang mengaku pengusaha atau investor membuat Pihak Dewan Lombok Tengah prihatin. Betapa tidak, tidak sedikit dari para investor yang sudah menegang Hak Guna Bangun (HGB) dan HPL cukup lama, bahkan hampir 30 tahun. namun sampai saat ini belum ada tanda tanda mereka akan membangun.

Terkait hal diatas, Anggota Komisi III DPRD Loteng, H.Lalu Arif Rahman Hakim, SE.,MH menegaskan bahwa, keberadaan para investor yang sudah cukup lama diberikan izin berupa HGB dan HPL oleh pemerintah, yang tersebar disepanjang pantai selatan Lombok Tengah, mulai dari kawasan desa Prabu, tumpak, Mekar Sari, Selong Belanak serta Montong Ajan dan lainnya.

Diungkapkan bahwa, perusahaan perusahaan atau investor yang ada sudah terlalu lama menguasai lahan lahan yang ada. Tidak tanggung tanggung, para investor yang katanya akan membangun kawasan wisata, namun tidak kunjung jadi tersebut rata-rata menguasai lahan ratusan hektar dengan diberikannya izin berupa HGB dan HPL.

Terhadap kondisi tersebut, politisi PBB yang sudah tiga periode duduk sebagai anggota DPRD Loteng tersebut akan mendorong pembentukan panitia khusus (Pansus) DPRD Loteng, guna mengkaji dan membedah permasalahan terkait lahan lahan terlantar tersebut.

“Kita akan mengkaji permasalahan yang terjadi. Jika kemudian perusahaan yang telah diberikan izin HGB dan HPL tersebut tidak kunjung membangun, maka sebaiknya izin HGB dan HPL yang telah diberikan pemerintah dikaji ulang dan bila perlu dicabut”, terang Politisi yang akrab disapa Bajang Arif tersebut.

Dijelaskan pula bahwa, lahan atau kawasan yang yang dikuasai oleh para investor tersebut adalah merupakan lahan lahan yang sangat potensial. Terlebih Presiden RI sendiri telah menetapkan kawasan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata penyangga KEK Mandalika.”

“Jadi, jika para investor yang sudah puluhan tahun menguasai lahan lahan yang ada tidak kunjung membangun, sebaiknya dievaluasi dan dicabut izin yang mereka kantongi”, tegas Bajang Arif kembali. (tl-02)

Headline

Kepala Dishub Loteng, Drs. H. Supardan

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kembali akan memberlakukan sistem jalur dua arah untuk dua jalan utama di Kota Praya. Masing-masing jalan Soekarno-Hatta dan jalan Diponegoro, mulai simpang empat kantor Samsat Praya hingga simpang empat pendopo Bupati Loteng. Kebijakan jalur dua arah tersebut akan mulai diberlakukan pada Senin (17/1) mendatang.

Kepala Dishub Loteng, Drs. H. Supardan, dalam keteranganya, Senin (10/1) kemarin, mengatakan, saat ini untuk jalan Soekarno-Hatta sendiri masih diberlakukan jalur satu arah. Seiring dengan perkembangan daerah, kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalan Diponegoro hingga Kampung Batuson dan utara Masjid Agung menjadi padat.

Mengingat dijalan tersebut masih memberlakukan sistem dua arah. Sehingga untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan Diponegoro, Kampung Batuson hingga utara Masjid Agung tersebut, maka jalur di jalan Soekarno-Hatta akan dikembalikan menggunakan jalur dua arah. Dengan begitu bisa mengurangi kepadatan kendataan dijalur yang lain.

Hal itu penting, sebagai salah satu upaya dalam menekan dan mengantisipasi terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas. “Dengan menekan kepadatan kendaraan, salah satu cara untuk menekan potensi terjadinya kasus-kasus kecelakaan lalu lintas,” sebut Supardan.

Saat ini rencana pembelakuan jalur dua arah di jalan utama Soekarno-Hatta tersebut masih tahap sosialisasi. Harapanya supaya masyarakat pengguna jalan dan kendaraan nantinya tidak kaget bahwa ada perubahana jalur di jalan utama yang melewati pendopo Bupati dan Wabup Loteng tersebut.

“Tidak kalah penting dengan pemberlakuan sistem dua jalur ini nantinya masyarakat pengguna kendaraan diharapkan bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Tetap tertib berkendara serta mematuhi aturan lalu lintas,” tutup Supardan. (tl-02/*)

Headline

PLT.Dirut PDAM Loteng saat gelar PKM di desa Aik Bukak

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Ingin lebih dekat dengan masyarakat, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah gelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) di Desa Aik Bukak. Desa ini merupakan salah satu Desa sumber mata air dari PDAM Lombok Tengah, Sabtu (08/01/2022).
Kegiatan PKM kali ini merupakan kegiatan ke-3 setelah Desa Lantan dan Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara.

Hamdan, Kepala Desa Aik Bukak, Sangat mengapresiasi kegiatan PKM karena baru kali ini dilakukan kegiatan silaturahim oleh PDAM Loteng. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bagus dan tumben kita dikunjungi langsung oleh Dirut PDAM selama PDAM berdiri. Kegiatan seperti ini harus rutin dilakukan supaya terjalin komunikasi yang baik” Jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh 13 Kepala Dusun se Desa Aik Bukak. Mudahan kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan oleh Managemen PDAM walaupun tidak formal, dan tentu sebagai masyarakat sumber air kami berharap ada kontribusi dari PDAM Lombok Tengah semata-mata untuk masyarakat Aik Bukak. Jangan sampai kami justru masyarakat sumber mata air tidak bisa menikmati air bersih” Tutupnya.

Desa Aik Bukak merupakan sumber air khusus untuk pelayanan air bersih di kecamatan Praya melalui sumber mata air Aik Bone yang dibangun sejak tahun 1976.

Lalu Kemi, Direktur Teknik PDAM Lombok Tengah saat ditemui media menjelaskan untuk pengembangan mata air aik bone saat ini belum ada upaya pengembangan, namun lebih kepada optimalisasi sumber yang ada.

“Dengan kemampuan produksi 70 lt/d di musim hujan dan ada penurunan sampai 40% di musim kemarau, pada saat kemarau ini menjadi fokus kita bagaimana caranya supaya di musim kemarau bisa tetap stabil di angka 70 lt/d,” Jelasnya.

Sementara Bambang Supratomo, PLT. Dirut PDAM berkomitmen untuk terbuka dalam mengelola PDAM Lombok Tengah. “Kegiatan PKM ini merupakan upaya dari PDAM agar lebih terbuka dan lebih dekat dengan Masyarakat. Khususnya semeton tiang di masyarakat sumber air, lebih khusus lagi di Desa Aik Bukak. Kontribusi yang diharapkan oleh Pak Kades dari PDAM Lombok Tengah untuk pendampingan dan bimbingan secara teknis PAMdes dan kami juga berkomitmen untuk memberikan dukungan terkait program penghijauan. Karna ini juga untuk kepentingan bersama, menjaga hutan kita dan menjaga keberlangsunhan sumber air kita dimasa depan, Tengasnya.

Terkait isu pembayaran air yang membengkak oleh masyarakat, Bambang meminta agar masyarakat bisa langsung menyampaikan komplainnya melalui Call Center atau WA Center, “Kalau ada masalah teknis, kebocoran/macet ataupun masalah komplain tagihan langsung saja hubungi Call Center, WA Center kami, atau bisa juga melalui Medsos PDAM Lombok Tengah, maka sesuai SOP petugas kami akan merespon 2×24 untuk menindak lanjuti.

“Atau jika tiang/pelinggih ada waktu datang langsung ke kantor UPT atau Kantor Pusat PDAM Lombok Tengah secara langsung sehingga kita bisa bukakan langsung datanya, letak kesalahannya dimana dan solusinya bagaimana”, tutupnya. (*)

Headline

Penasehat/kuasa hukumnya Dirut RSUD Praya, Lalu Anton Hariawan,SH,MH

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Setelah mengeluarkan statemen pada pemberitaan sebelumnya dimana pimpinan dan Dewas pengawas (Dewas) BLUD RSUD Praya Kabupaten Lombok Tengah bekerja tanpa mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Bupati Lombok Tengah di tahun 2017 hingga 2020 lalu. Direktur RSUD Praya kembali mengeluarkan statemen kalau dirinya menjalankan tugas sebagai pimpinan BLUD RSUD Praya tanpa diawasi oleh Dewas yang ditunjuk Bupati. Pihaknya secara tegas menyatakan kalau Ketua, Sekertaris dan anggota Dewan Pengawas BLUD RSUD Praya tidak bekerja sesuai tupoksi namun tetap menerima gaji setiap bulannya.

Direktur RSUD Praya Kabupaten Lombok Tengah, dr Muzakir Langkir melalui Penasehat hukumnya, L Anton Hariawan SH MH menyatakan, pihaknya membenarkan kalau kliennya selama menjadi pimpinan BLUD walau tanpa SK Bupati bekerja sendiri. Pekerjaan mengelola BLUD dari semenjak menjabat sebagai pimpinan BLUD tidak pernah diawasi oleh dewas yang secara struktur BLUD memiliki Dewas yang berjumlah sebanyak lima orang yang berasal dari ASN Pemkab Lombok Tengah. ‘’Klien saya bekerja mengelola BLUD di RSUD Praya bekerja sendiri tanpa dibantu dan diawasi oleh Dewas yang ada,’’ ungkapnya.

Padahal jika mengacu dari Permendagri nomor 79 tahun 2018 tentang BLUD pasal 12, tertulis jelas apa saja yang menjadi tugas dan fungsi dari Dewan Pengawas BLUD. Adapun tugas dan fungsi Dewas sesuai Permendagri tentang BLUD Pembina tekhnis dan Pembina keuangan pada point B terdiri dari satuan pengawas internal dan Dewan Pengawas. Dewas memiliki tugas yakni memantau setiap perkembangan kegiatan BLUD, menilai kinerja keuangan maupun non keuangan BLUD dan memberikan rekomendasi atas hasil penilaian untuk ditinjaklanjuti oleh pejabat BLUD. Harus juga memonitor tindak lanjut hasil evaluasi dan penilain kinerja dari hasil laporan audit pemeriksa eksternal pemerintah. Memberikan nasehat kepada pejabat pengelola dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. ‘’Dan Memberikan saran dan pendapat kepada kepala daerah mengenai Rencana Belanja Anggaran, permaslaahan yang dihadapi pengelola dan kinerja BLUD,’’ sambungnya.

Dengan begitu komplek tugas dan fungsi Dewas yang seharusnya menjalankan tugas yang dilindungi oleh payung hukum yang jelas. Pihaknya menyatakan kalau dari semua tugas dan fungsi Dewas tersebut satupun tidak pernah dijalani selama Direktur RSUD Praya menjadi pimpinan BLUD. Dewas BLUD RSUD Praya bersentuhan dengan Pimpinan BLUD ketika hendak mengambil honor setiap bulan yang diambil oleh Dewas secara rafel. ‘’Padahal seharusnya Dewaslah yang intens menjalankan tugas melihat bagaimana perkembangan jalannya pengelolaan BLUD RSUD Praya,’’ tegasnya.

Selain itu, honor yang diterima Dewas setiap bulannya juga masuk dalam Rencana Belanja Anggaran (RBA) BLUD setiap tahun yang disusun oleh pimpinan BLUD. Artinya honor pantastis yang diterima oleh Dewas diatur setiap tahunnya dalam RBA BLUD tidak diimbangi oleh kinerja Dewas memonitor pengelolaan BLUD dan melaporkan hasil kinerja mereka ke Kepala Daerah. Dimana honor Ketua, Sekertrais dan anggota Dewas setiap bulannya dari BLUD diatur jelas dalam Permendagri dalam pasal 21 yang berbunyi segala biaya yang diperlukan Ketua dan Sekertaris Dewan Pengawas sumber pendanannya dari BLUD dan dimuat dalam RBA. ‘’Ya intinya Dewas ini hanya sebagai pelengkap struktur BLUD dimana tanpa bekerja namun terus menuntut honor setiap bulannya,’’ ujarnya.

Pihaknya juga menyatakan kalau pengelolaan keuangan yang sedang berperkara di Kejari Loteng saat ini tidak pernah diberikan saran oleh Dewas. Padahal sesuai tugas Fungsi pokok harusnya Dewas yang pro aktif untuk menjalankan tugas dan fungsinya tanpa harus diminta oleh pimpinan BLUD setiap tahunnya. ‘’Sesuai Permendagri masa jabatan Dewas BLUD dijabat selama lima tahun dan dapat diangkat kembali pada periode setelah berakhir jabatannya,’’ katanya.

Menurutnya, fungsi pengawasan Dewas harus rutin dilakukan terutama dalam melakukan monitor. Harusnya pengawas yang aktif memantau perkembangan BLUD dan kinerja keuangan baik bendahara maupun bagian keuangan harus dipantau terus. Dan setiap RBA harusnya diberikan saran Dewas namun hal itu sama sekali tidak dijalankan. ‘’Bisa dikatakan dewas tanpa bekerja namun tidak menolak untuk mendapatkan honor setiap bulannya,’’ imbuhnya.

Adapun struktur Dewan Pangawas BLUD RSUD Praya Kabupaten Lombok Tengah tahun 2017-2020 yang tidak malu menerima honor setiap bulan walau bekerja tanpa SK dan tidak menjalankan fungsinya yakni di ketuai oleh Wakil Bupati saat ini, DR HM Nursiah. Dimana jabatan Sekertaris di jabat oleh Kasubag Perencanaan RSUD Praya yakni, L Muhammad yunus dan anggota Dewas dijabat oleh Baiq Aluh Windayu yang juga menjabat Kabag Keuangan di Setdakab Loteng, Qorik Atmaja Pegawai di Bagian Keuangan Setdakab Loteng dan Zaenal Mustakim. Bahkan pihaknya juga menyatakan kalau Kepala Inspektorat, HL Idham Khalid pernah menjadi Dewas hanya beberapa bulan saja saat menjabat sebagai PLT Sekda lantas digantikan karena pindah jabatan. “Walau sebentar Kepala Inspektorat tetap menerma honor,” paparnya.(tl-02))

Headline

Ustad Mizan Qudsiyah ( tengah) didampingi dua kuasa hukumnya saat menyampaikan permohonan maaf

MATARAM, Tribunlombok.net – Ustad Mizan Qudsiyah secara terbuka menyampaikan permintaan maaf yang tulus dan ikhlas kepada seluruh Umat Islam di Pulau Lombok dan NTB. Tak pernah terlintas sedikitpun bahwa dirinya berniat melecehkan atau menghina makam-makam keramat di Pulau Seribu Masjid

Permintaan maaf terbuka tersebut, disampaikan Ustad Mizan, Sabtu (8/1/2021). Dia didampingi kuasa hukumnya Gilang Hadi Pratama dan Apriadi Abdi Negara.

Secara khusus, permintaan maaf tersebut juga telah dikemas dalam bentuk video dan diunggah Gilang Hadi Pratama di akun media sosial miliknya pada hari yang sama.

Mengawali permintaan maaf, Ustad Mizan menyampaikan bagaimana masyarakat dan umat muslim di Pulau Lombok telah terprovokasi oleh ceramah dirinya. Video ceramah sepanjang 19 detik tersebut pada akhirnya telah menimbulkan reaksi masyarakat.

Dirinya dipandang menghina atau melecehkan makam-makam keramat di Pulau Lombok seperti makam Sekarbela, makam Batulayar, makam Loang Baloq dan makan Tuan Guru Haji Ali Batu.

“Melalui kesempatan ini. Dari hati yang ikhlas, saya menyampaikan bahwa saya, sama sekali tidak berniat melakukan pelecehan atau penghinaan dan penodaan terhadap makam keramat tersebut dalam ceramah saya,” kata Ustad Mizan.

Namun demikian, sekiranya ceramah tersebut dinilai telah menghina dan telah melecehkan serta melukai perasaan umat muslim di Pulau Lombok khususnya, maka dirinya menyampaikan permintaan maaf.

“Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam dalamnya,” katanya.

Ditegaskan Ustad Mizan, penyampaian permohonan maaf tersebut disampaikan dalam rangka bersama-sama menjaga perdamaian dan kedamaian serta kondusivitas masyarakat di Pulau Lombok.

Secara khusus Ustad Mizan juga menyampaikan, dirinya menerima kritik, saran, dan nasehat dari para alim ulama di NTB untuk melaksanakan syiar Islam secara teduh dan baik. Hal tersebut sangat disadarinya demi terciptanya keamanan, kenyamanan, dan persatuan umat Islam.

“Demikian permintaan maaf kami, semoga Allah swt meridhoi dan melindungi kita semua,” katanya.

Dengan permintaan maaf ini, Gilang Hadi Pratama berharap umat muslim di Pulau Lombok memberi maaf kepada Ustad Mizan. ( tl-02 )

Headline

Wabup Loteng, HM.Nursiah bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat menunjukkan hasil Sangkep warige penentuan waktu Bau Nyale 2022

Lombok Tengah, tribunlombok.net – Puncak keluarnya cacing laut atau nyale, di Pulau Lombok Tengah akan terjadi pada tanggal 20 sampai 21 Februari 2022 berdasarkan hasil sangkep warige (musyawarah) para tokoh budaya di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Nah, pertanyaan nya apakah kali ini tebakannya tepat ?, Sebab dalam kurun waktu tiga tahun, perkiraan Nyale keluar ke permukaan laut kerap meleset.

Wakil Bupati Lombok Tengah H.M.Nursiah yang ikut dalam sangkep Warige para tokoh budaya dari 4 penjuru mata angin yakin hasil sangkep Warige akan tepat.https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-7796227097987365&output=html&h=300&adk=1448929729&adf=2751249309&pi=t.aa~a.2768277898~i.2~rp.4&w=360&lmt=1641644817&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=4305203574&psa=1&ad_type=text_image&format=360×300&url=https%3A%2F%2Fwww.sasambonews.com%2F2022%2F01%2Fbau-nyale-diputuskan-21-februari-2022.html%3Fm%3D1&flash=0&host=ca-host-pub-1556223355139109&fwr=1&pra=3&rh=267&rw=320&rpe=1&resp_fmts=3&sfro=1&wgl=1&fa=27&dt=1641644927939&bpp=89&bdt=2916&idt=89&shv=r20220104&mjsv=m202201040101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3Da974f4e160aa7bdc-225dce9583cf00c8%3AT%3D1640343365%3ART%3D1640343365%3AS%3DALNI_Mb6NjrHp6euUEB_L8OZsNkpVEHD1A&prev_fmts=0x0&nras=2&correlator=4917724864819&frm=20&pv=1&ga_vid=558672268.1641644927&ga_sid=1641644927&ga_hid=1462936945&ga_fc=0&u_tz=480&u_his=1&u_h=760&u_w=360&u_ah=760&u_aw=360&u_cd=24&u_sd=2&dmc=2&adx=0&ady=1137&biw=360&bih=590&scr_x=0&scr_y=0&eid=44753742%2C31063947%2C31060475&oid=2&pvsid=4259513446451499&pem=236&tmod=829&ref=https%3A%2F%2Flm.facebook.com%2F&eae=0&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C360%2C0%2C360%2C590%2C360%2C590&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&ifi=2&uci=a!2&btvi=1&fsb=1&xpc=nXptSEj6Lm&p=https%3A//www.sasambonews.com&dtd=614
“Ini sesuai hasil sangkep warige yang telah digelar bersama para tokoh budayawan,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah kepada wartawan sesuai sangkep warige di Desa Wisata Ende, Desa Sengkol, Kecamatan Praya, Sabtu.
Tes Iklan”Perayaan Bau Nyale tahun ini masih di masa pandemi, sehingga pelaksanaannya tetap mengacu pada protokol kesehatan COVID-19,” kata Nursiah.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lendek Jayadi menuturkan bahwa penetapan waktu pelaksanaan acara puncak Bau Nyale dilakukan mengacu pada tanda-tanda alam seperti bunyi tengkere dan kemunculan rasi bintang Rowot serta penanggalan Sasak

Menurut Yakum, tokoh budaya yang menghadiri sangkep warige, tahun ini cacing laut atau nyale akan mulai dicari pada Minggu, 20 Februari 2022. “Dan tumpahnya pada Hari Senin tanggal 21 Februari 2022,” katanya.
 Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah saat membuka kegiatan sangkep Warige di Sengkol Kecamatan Pujut Sabtu 8/1.

Ketua Majelis Kerama Adat Sasak Lalu Suhardi mengatakan, waktu pelaksanaan acara puncak Bau Nyale ditetapkan oleh para tokoh budaya dari berbagai penjuru mata angin dalam sangkep warige.
Tradisi Bau Nyale dilaksanakan pada bulan Februari untuk nyale awal dan pada bulan Maret untuk nyale akhir di Pantai Seger dan kawasan pantai selatan Lombok.

Pada puncak acara Bau Nyale, warga akan turun ke laut untuk memburu cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika, putri dengan jiwa bersih yang rela berkorban untuk kesejahteraan masyarakat. (tl-02/SN)

Headline

MATARAM, Tribunlombok.net – Anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) secara resmi menyerahkan rumah yang sudah direnovasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Penyerahan dilakukan secara simbolis dengan memberikan kunci rumah. Total ada 50 rumah yang direnovasi melalui program BSPS tahun 2021.

“Tahun 2022 ini saya akan memperjuangkan tambahan untuk masyarakat Pulau Lombok. Saya mohon do’anya,” kata HBK di hadapan warga saat penyerahan.

Penyerahan dipusatkan di Dusun Selusuh, Desa Mas-Mas, Kecamatan Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah, Sabtu (8/1/2022).

HBK dalam sambutannya menyebutkan, bantuan BSPS Kab. Lombok Tengah untuk tahun anggaran 2021 sebanyak 50 rumah tersebar di beberapa Kecamatan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengharapkan program BSPS yang diberikan tersebut bisa membantu meringankan beban warga yang belum mampu memperbaiki rumah mereka. Apalagi di tengah serangan Covid-19 yang menyebabkan banyak masyarakat menghadapi kesulitan.

Hasil dari BSPS ini adalah terwujudnya rumah layak huni dengan pemberi bantuan yang tepat sasaran, tepat prosedur, tepat waktu, bermanfaat, dan akuntabel.

HBK menyebutkan bahwa program BSPS atau bedah rumah, merupakan program dari Kementerian PUPR yang diperjuangkannya di Senayan.

“Biarpun saya di Komisi I, tapi alhamdulillah, saya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan P. Lombok ini secara lintas Komisi,” ujar pria yang juga dikenal sebagai Samurai Prabowo Subianto ini.

Seperti diketahui, impitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih dirasakan masyarakat Indonesia. Tak kecuali di NTB. Hal ini menjadi keprihatinan banyak pihak tak terkecuali bagi legislator yang dikenal rajin berbagi ini.

Sementara itu, Nurjanah salah satu warga yang menerima bantuan BSPS ini mengaku sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan.

“Saya mendo’akan pak HBK tetap sehat dan terus berbuat untuk masyarakat di Pulau Lombok,” katanya.

Kunjungi Dusun Anggur di Lombok Utara

Sehari sebelumnya, HBK mengunjungi Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kab. Lombok Utara. Dusun yang dikenal sebagai salah satu Kampung Anggur di Gumi Dayan Gunung.

Dalam kunjungannya tersebut, HBK didampingi oleh putri tercinta Rannya Agustyra Kristiono, Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Carter Febrianto Ridawan, anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra dapil Lobar-KLU, Sudirsah Sujanto dan sejumlah anggota HBK Peduli.

Di kampung Anggur ini dibudidayakan puluhan varietas anggur seperti, Dixon, Monel, Trans, Gospy, Velles, Banana, CRV, dan lain-lain.

Dalam diskusi dengan warga, HBK mendapatkan informasi terkait dengan bibit anggur yang dijual cukup mahal, dan kelompok warga biasanya mengeluarkan iuran untuk membelinya, harganyapun bisa berkisar RP 450 ribu sampai Rp 1 juta.

“Saya akan perjuangkan bagaimana caranya masyarakat Dusun Rebakong bisa mendapatkan bibit yang murah dan terjangkau. Nanti saya cek di Komisi IV DPR RI,” kata HBK menjawab keluhan warga.

Selain itu, HBK juga menilai Dusun Rebakong bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk memanfaatkan halaman rumah menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.

“Prospek kampung ini untuk dikembangkan menjadi tujuan rekreasi alternatif sangatlah besar,” kata HBK.

Apalagi nanti bila digandeng dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan memanfaatkan sosial media untuk promosi agar wilayah ini semakin terkenal.

“Saya mendorong anak muda disini untuk tidak hanya memanfaatkan sosial media sebagai sarana hiburan tapi juga promosi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rannya mengaku sangat senang bisa mengunjungi Dusun Anggur tersebut. Dia bahkan langsung mencoba memanen buah anggur dan mencicipinya.

“Tekstur buahnya kenyal dan manis,” kata Rannya.

Dara yang sedang kuliah di London, Inggris ini mengaku sangat berbahagia bisa ikut ayahnya datang langsung ke lokasi kampung anggur di Lombok Utara ini.

“Saya lihat postingannya di social media. Alhamdulillah, bisa langsung kesini dan bisa mencicipi buah anggur langsung dari pohonnya,” ungkapnya riang gembira. (tl-02/*)