Home Archive by category Headline (Page 3)

Headline

Headline

Lombok Timur
Tribunlombok.net – Kasus pengerusakan Gapura Ponpes Dhia’ul Fikri dusun Ranggem, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur beberapa waktu lalu mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan yang ada. Salah satunya datang dari LSM Kasta NTB yang meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus pengerusakan tersebut.

“Kami minta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini kepolisian Polres Lombok Timur untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku pengerusakan,” ungkap Ketua LSM Kasta NTB, Muhanan, SH

Muhanan secara umum menilai bahwa zaman sekarang sudah tidak pantas lagi ada pengerusakan-pengerusakan, apalagi itu tempat pendidikan berbasis agama. Atas kejadian tersebut, kami mengharapkan pihak APH untuk segera mencari kebenaran dan kepastian terhadap motif dari pengerusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Hal tersebut penting untuk menjawab opini publik yang beragam saat ini. Kami tidak mengharapkan sesuatu yg akan terjadi jika masalah ini tidak segera ditangani oleh APH. Sekarang pendapat publik sangatlah sensitif apalagi menyangkut pesantren. Terlebih pendapat-pendapat dimedsos saat ini seperti tanggapan yang menyatakan “Hanya PKI yang melakukan pengerusakan pesantren”, pendapat ini jangan dibiarkan oleh APH karena bisa berdampak konflik yang besar nantinya.

“APH kami minta utk segera bertindak cepat dan tanggap utk mengantisipasi kemungkinan2 yg akn mengancam ketenangan masyarakat sipil dibawah”, pungkasnya.

Sementara untuk diketahui bahwa penerusakan gapura Pondok Pesantren Dhia’ul Fikri di Dusun Ranggem, Kecamatan Sakra Barat oleh oknum warga Sukarara berinisial ‘S’ menggunakan alat berat, sekitar pukul 18.30 WITA pada Senin( 10/6/2020 ) lalu. ( red )

Headline

Lombok Timur
Tribunlombok.net – Kasus corona virus disease (Covid-19) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren yang agak mengkhawatirkan. Begitupun juga yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Berbagai strategi telah dilakukan daerah terutama Lombok Timur dalam melakukan upaya pencegahan.
Kebijakan terbaru yaitu dengan mengalihkan anggaran pemilihan Kepala Desa untuk penanganan Covid-19.

Instrument kebijakan yang mewajibkan daerah untuk melakukan realokasi dan perubahan focus anggaran untuk penanganan pandemic Covid-19 yaitu Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020, turunannnya yaitu Keputusan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2020.

Selain itu, ada beberapa regulasi yang terkait yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 yang diikuti oleh Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan belanja tidak terduga, pemanfaatan kas daerah serta realokasi dan perubahan focus anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi.

Hal itu yang menjadi perhatian khusus bagi daerah Lombok Timur, dikarenakan dalam kondisi seperti saat ini akan mengakibatkan penurunan penerimaan daerah yang cukup signifikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu peneliti dari Lombok Research Center (LRC) yaitu Bapak Maharani yang mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Lombok Timur harus memiliki strategi yang jitu dalam menjaga keseimbangan keuangan (fiscal) daerah, sebab dalam kondisi normal saja pendapatan daerah Lombok Timur sekitar 11 persen atau sekitar 317 milyar dari total belanja derah. Itupun masih banyak kebocoran seperti pajak Mineral Bukan Logam Dan Batuan (MBLB), dari retribusi pasar dan lainnya.

Untuk itu dimasa pendemi ini pemerintah daerah harus memiliki strategi yang jitu dalam, minimal mempertahankan pendapatannya. Masih ada sisa waktu sekitar satu semester lagi.
“Dibutuhkan strategi kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, jangan sampai hanya untuk mengejar target pendapatan, masyarakat yang menjadi sengsara. “ tambah Bapak Maharani.

Ada beberapa pos pendapatan yang harus digali lagi untuk menjaga keseimbangan fiscal daerah. “ jika pemerintah daerah serius, pemerintah harus mengajak pelaku, praktisi, akademisi dan masyarakat untuk duduk bersama mencari strategi menjaga keseimbangan fiscal dan menggali pos-pos pendapatan daerah berdasarkan potensi yang dimiliki oleh Lombok Timur,” terangnya.

Kedepan jangan sampai hanya untuk mengikuti keputusan bersama antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri Nomor 119/2813/SJ/2020 dan Nomor 177/KMK.07/2020 yang secara eksplisit memerintahkan daerah merelokasi anggarannya sebesar 50% dari belanja barang/jasa dan belanja modal untuk penanganan pandemi. Beberapa sector strategis lainnya diabaikan sehingga keseimbangan antar sector seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan dan social tidak berjalan dengan baik. Dan akan menimbulkan masalah baru di dalam kehidupan bermasyarakat, jelas Maharani. (red)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Gembar-gembor pembentukan Panitia khusus ( Pansus ) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah akhirnya terealisasi. Pansus dalam rangka menelusuri dan mengawasi pemanfaatan anggaran Covid-19 tersebut di tetapkan atau diputusan melalui sidang paripurna yang digelar Rabu (10/6/2020).

Dalam rapat paripurna itu, dipilih dan diputuskan sebagai Ketua Pansus yakni Suhaimi. Sementara wakil Ketua Pansus adalah Legewarman.

“Pansus ini akan mulai bekerja besok tanggal 11 Juni sampai 8 September, selama tiga bulan,” ujar Ketua DPRD Lombok Tengah, M Tauhid usai sidang.

Tugas Pansus kata dia,  untuk melakukan pengawasan terkait dengan semua anggaran penanganan Covid-19. Karena selama anggaran covid-19 yang dialokasikan Pemerintah Daerah belum jelas, program apa saja yang dilakukan refocusing dan realokasi.

Sementara Ketua Pansus Covid – 19, Suhaimi mengatakan, ada beberapa poin yang akan dibahas dalam nanti, yakni proses transisi menuju perubahan APBD Lombok Tengah Tahun 2020. Dimana perubahan penjabaran Peraturan Bupati tentang penjabaran APBD untuk anggaran penanganan Covid-19  yang dilakukan selama tiga kali.

Ia menegaskan, dalam proses transisi APBD itu pihaknya akan mulai mengevaluasi pelaksanaan semua anggaran covid-19.  Sehingga dengan adanya Pansus, pihaknya berharap isu yang berkembang di masyarakat  tidak hanya menjadi gosip.

“Besok kita akan susun jadwal, semua pihak akan kita undang untuk bisa memberikan bukti, supaya penggunaan anggaran covid-19 ini jelas,” pungkasnya. ( tl-02/adv)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Tim Cobra Sat Resnarkoba Polres Lombok Tengah terus bergerak guna memberantas peredaran narkoba yang cukup meresahkan. Selasa (9/6/2020) tim melakukan penggerebekan di wilayah desa Mujur, Kecamatan Praya Timur. 5 ( Lima) orang yang di duga menguasai narkotika golongan 1 jenis sabu berhasil ditangkap dan diamankan. Dari lima orang yang di amankan tersebut, satu diantaranya adalah seorang wanita.

Kapolres Lombok Tengah melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Hizkia Siagian, STK menjelaskan bahwa, kelima tersangka ditangkap bersama barang bukti (BB) berupa 1 (satu ) Bungkus besar butiran kristal bening diduga narkotika Jenis sabu dengan berat bruto 5, 30 gram, 1 (satu) poket butiran kristal bening diduga narkotika jenis sabu berat bruto 0,64 gram, 1 (satu) buah tas pinggang warna hitam, (satu) buah hp, 1 ( satu) rangkaian alat hisap berupa bong, uang tunai sebesar Rp. 460.000 dan 1 (satu ) buah timbangan digital. Total BB diduga jenis Sabu yang berhasil diamankan yakni seberat 5,94 gram.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa, penggerbekan dan penangkapan tersebut dilakukan, setelah sebelumnya aparat kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat terkait aktifitas dari para pelaku yang meresahkan masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, aparatpun bergerak melakukan penggerbekan.

Selanjutnya para tersangka bersama BB diamankan di Polres Lombok Tengah, untuk selanjutnya menjalani proses hukum. ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Dugaan penyalah gunaan dan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum kepala desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat akhirnya berbuntut panjang. Karena banyaknya desakan dari masyarakat kepada Komunitas Pemerhati Pembangunan Desa (KPPD) agar dugaan-dugaan tersebut di laporkan ke Aparat Penegak Hukum ( APH ), akhirnya senin ( 8/6/2020 ) ketua KPPD desa Pengenjek yang didampingi LSM ALARM NTB dan beberapa LSM melayangkan laporan ke kejaksaan negeri praya. Laporan tersebut diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri Praya.
Ketua KPPD Desa Pengenjek Saiful Muslim, SH. menerangkan dalam jumpa persnya bahwa, laporan atas dugaan penyimpangan Dana Desa tahun anggaran 2019 yang dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut adalah murni tindakan pidana, yang tentu sekali harus segera diproses secara hukum. Disamping itu juga kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahannya dan pengelolaan anggaran sejauh ini kurang transparan dan akuntabel, sehingga banyak kekeliruan baik dalam hal administrasi maupun pelaksanaan di lapangan.

Saiful juga menekankan bahwa, APH harus bertindak cepat dalam menangani kasus ini, supaya tidak menimbulkan gejolak dimasyarakat.

“Jangan sampai setelah ada gejolak, baru pihak APH menangani,” terangnya.

Laporan dugaan penyimpangan ADD dan DD tersebut di serahkan ke Kejaksaan Negeri Praya dan di tembuskan ke Bupati Lombok Tengah, Inspektorat, POLDA NTB dan kejaksaan tinggi NTB di mataram, serta pihak DPMD kab. Loteng yang diterima langsung oleh kepala dinasnya bapak Jalaluddin.

Dalam keterangananya saat menerima laporan tersebut, Kadis DPMD Loteng, Jalaludin menjelaskan bahwa kepala desa harus lebih transparan, partisipatif dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang mengatur bagaimana pengelolaan keuangan desa. Namun ketika kepala desa tidak berjalan sesuai koridor tersebut tentu itu merupakan penyimpangan yang bisa saja endingnya adalah perbuat melawan hukum, nah ketika hal itu terjadi ya kepala desa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri.
Karena kami dari dinas itu terus melakukan pembinaan terhadap semua pemerintah desa yang ada, agar bekerja menurut aturan perundang-undangan, tutupnya.

Sementara itu Kepala Desa Pengenjek, Khaerudin yang dikonfirmasi diruang kerjanya menyatakan siap untuk mempertanggungjawabkan semua program kerja yang dilaksanakan

“Terkait laporan yang diajukan pihak KPPD ke Jaksa, kami siap untuk hadapi,” ungkapnya singkat. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mulai Senin (8/6/2020) mempersiapkan diri menuju Fase Kenormalan Baru (New Normal) ditengah Pandemi Virus Corona atau Covid-19. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Tengah yang tergabung dalam Gugu Tugas Covid-19 Lombok Tengah akan turun ke masing – masing Kecamatan di Lombok Tengah yang terbagi menjadi tiga Zona yakni Zona Utara, Tengah dan Zona Selatan untuk mensosialisasikan Persiapan New Normal.”Mulai besok (Senin, 8/6/2020) Forkopimda – Gugus Tugas akan melakukan Safari Silaturahim ke semua Kecamatan untuk mensosialisasikan New normal,”ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H. Lalu Herdan, Minggu, (7/6/2020).
Dalam surat yang ditandatangani Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT, SH Nomor : 005/31/ Humas, Perihal : Silaturahim Forkopimda/Gugus Tugas Lombok Tengah, Tanggal, 2 Juni 2020 yang ditunjukkan kepada Camat se – Lombok Tengah.
Dalam surat tersebut dijelaskan, dalam menjalin Komunikasi yang baik dan kerjasama yang terpadu dalam penanganan Covid-19 serta mempererat tali silaturahim antara Forkopimda – Gugus Tugas Kabupaten Lombok Tengah dengan Gugus Tugas Kecamatan dan Desa, maka diadakan Silaturahim ke semua Kecamatan di Lombok Tengah.
Dalam surat tersebut juga diminta kepada para Camat untuk menghadirkan Gugus Tugas Kecamatan dan Desa.
Berikut Jadwal Silaturahim Forkopimda / Gugus Tugas Lombok Tengah.
Hari Senin, 8 Juni 2020 (Zona Utara) :
1. Kecamatan Pringgarata
2. Kecamatan Batukliang
3. Kecamatan Batukliang Utara
4. Kecamatan Kopang
Hari Selasa, 9 Juni 2020 (Zona Tengah)
1. Kecamatan Janapria
2. Kecamatan Praya Tengah
3. Kecamatan Praya
4. Kecamatan Jonggat
Rabu, 10 Juni 2020 (Zona Selatan)
1. Kecamatan Praya Timur
2. Kecamatan Pujut
3. Kecamatan Praya Barat
4. Kecamatan Praya Barat Daya (red)

*Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan media online Tribunlombok.net*

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Sampai dengan Senin (2/6/2020) total warga Lombok Tengah yang terpapar atau terkonfirmasi positif terkena Corona atau covid-19 yakni mencapai 74 orang. Belasan diantaranya yakni tim medis yang terdiri dari para dokter serta perawat Rumah Sakit (RS).

Dari total jumlah warga yang positif covid-19 tersebut, 24 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh, 50 orang masih dalam isolasi atau perawatan, serta sampai saat ini yang meninggal dunia akibat covid-19 di Loteng masih nihil atau nol.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kalak BPBD Lombok Tengah, Murdi, yang juga merupakan sekretaris tim gugus percepatan penanganan covid-19 Lombok Tengah, melalui jumpa pers Senin siang (2/6/2020). ( tl-02 )

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Tokoh pemuda Lombok Tengah Jeni M Y meminta Kepada Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ), H.Helmi Qazwani melakukan peninjauan ulang pelelangan proyek pembangunan gedung pemerintah yang pagu anggaran sebesar 10 milyar yang bersumber pada dana hibah Pemerintah Daerah kabupaten lombok tengah tahun anggaran 2020 yang ditetapkan sebagai pemenang pada hari kamis tanggal 28 mei 2020 jam 17.00 witta seperti yang ditayangkan LPSE adalah PT. Ditaputri Waranawa yang beralamat di Mall klender ruko nomer 26 jalan i gusti ngurah rai jakarta timur (kota) – DKI Jakarta.(01/06)

Menurut Jeni mengingat banyaknya rekam jejak PT. Ditaputri Waranawa yang kurang baik di berbagai wilayah di indonesia seperti beberapa Kabupaten yang ada di indonesia seperti proyek pembangunan GOR di Parigi Sulteng tahun 2019, Pembangunan Gedung Dukcapil di Kupang (NTT) tahun 2018, revitalisasi pasar manggisan jember tahun 2018, dan pembangunan Puskesmas di KLU (NTB) tahun 2018 yang masing-masing bermasalah dan tidak selesai sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja dan masuk menjadi daftar hitam (black list).

“Saya heran kenapa Perusahaan yang track recordnya sering bermasalah ditetapkan sebagai pemenang tender?” ungkap Jeni

Maka dari itu Jeni M Y memohon dan berharap kepada Kepala BPBJ H. Helmi Qazwani meninjau ulang keputusannya yang telah menetapkan PT.Ditaputri waranawa sebagai pemenang melalui LPSE lombok tengah.

“Supaya apa yang terjadi di beberapa kabupaten yang ada di indonesia tersebut tidak terjadi di lombok tengah, karena lombok tengah sekarang sedang menjadi perhatian dunia secara umumnya dan menjadi pusat perhatian pemerintah pusat secara khususnya.” harap Jeni di hadapan media.

Lebih lanjut, Jeni mengatakan lombok tengah sekarang sudah menjadi percontohan pembangunan indonesia bagian timur.

“Jangan hanya gara-gara beberapa oknum kuasa direktur perusahan, pembangunan yang ada di lombok tengah menjadi mangkrak dan apa yang sudah menjadi rencana kedepan menjadi terhambat hanya gara-gara kurang teliti menelaah rekam jejak perusahaan-perusahaan yang ikut tender pada pelelangan proyek yang ada di Lombok Tengah.” ujar jeni.

Jeni M Y juga memohon kepada kuasa pengguna anggaran Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang L. Firman Wijaya dan Pejabat Pembuat Komitmen dinas terkait supaya benar-benar memantau dan ikut terlibat secara langsung dalam proses lelang di setiap anggaran proyek yang ada di dinas PUPR sehingga tidak terjadi proyek molor bahkan tidak selesai sesuai waktu yang sudah di tentukan.

“Jangan hanya mengandalkan dan menyerahkan semua proses lelang setiap proyek ke Pokja saja dan harus betul-betul mengawasi setiap pekerjaan proyek supaya tidak terjadi keterlambatan pengerjaan proyek seperti yang terjadi sebelumnya.” pungkasnya. (red)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Bahwa pada hari ini, Senin, (1/6/2020), telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai
Abdulkadir, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 125 sampel dengan hasil
103 sampel negatif, 4 (empat) sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19. Dari data tersebut, terdapat sebanyak 8 (delapan) kasus baru positif asal Lombok Tengah. Hal tersebut tetungkap melalui release resmi yang dikeluarkan oleh Sekda Loteng, H.M.Nursiah selaku Ketua Harian Gugus Tugas Lombok Tengah.

Kedelapan pasien positif baru tersebut yakni ;

• Pasien nomor 657, an. Tn. IMDJ, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 658, an. Ny. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 659, an. Tn. M, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 660, an. Tn. ASN, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 661, an. Ny. BWN, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 662, an. Tn. LR, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 663, an. Tn. MA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 665, an. Tn. SS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19.Saat ini dirawat di RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik

Dengan adanya tambahan 8 (delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, maka jumlah keseluruhan pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Lombok Tengah sampai hari Senin (1/6/2020) sebanyak 74 orang, dengan perincian 24 orang sudah sembuh, 0 orang meninggal dunia, serta 50 orang masih positif dan dalam keadaan baik. (red)

Headline

Lombok Tengah
Tribunlombok.net – Berdasarkan release resmi dari Sekda NTB, H.Lalu Gita Ariadi selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, jumlah kasus positif Corona atau covid-19 NTB hari ini, Sabtu (30/5/2020) kembali membludak. Sebanyak 42 tambahan positif baru dari hasil swab tes yang dilakukan. Dari 42 positif baru tersebut, 14 diantaranya warga Lombok Tengah dan 11 orang adalah merupakan tim medis Lombok Tengah.

Ke-14 pasien positif baru Lombok Tengah tersebut yakni ;

  1. Pasien nomor 603, an. Ny. M, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Rungkang,
  2. Kecamatan Praya Barat, Kabpaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 604, an. Tn. LA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 605, an. Ny. YUNS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Praya,
    Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan
    ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini
    menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 606, an. Tn. H, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 607, an. Tn. J, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 608, an. Ny. YH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Pelambik,
    Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 609, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan
    Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 610, an. Ny. LNSW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 611, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

10 • Pasien nomor 612, an. Ny. RO, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

  1. Pasien nomor 613, an. Ny. H, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 614, an. Tn. MA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.
  3. Pasien nomor 624, an. Tn. FUP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 628, an. An. RSL, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19
    tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H.Omdah sat dikonfirmasi membenarkan terhadap terpaparnya 11 tenaga medis RSUD Praya tersebut. Ke-11 tim medis tersebut terdiri dari dokter, perawat dan pegawai atau staf administrasi RSUD Praya.

“Atas positifnya para tim medis tersebut, maka kedepannya akan dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua tenaga medis yang ada di RSUD praya, baik dokter, perawata maupun para pegawai,” terang H.Omdah. (red)