Home Archive by category Headline (Page 3)

Headline

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Menilai proses pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ( BPHTB ) di Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) Lombok Tengah berbelit-belit dan memakan waktu yang lama, Sejumlah pengurus Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), Senin (14/9/2020) mendatangi kantor DPRD Lombok Tengah.

Kedatangan para notaris tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Loteng, H.Lalu Kelan beserta sejumlah anggota Komisi II lainnya. Sedangkan dari pihak Bapenda Loteng, hadir Kabid PBB-PHTB Badan Pendapatan Daerah, Lalu Jayaprana beserta staf.

Ketua IPPAT Lombok Tengah, Zainul Islam, SH pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, kehadiran IPPAT kali ini dalam rangka mengadukan terkait rumitnya dalam mengurus BPHTB di Lombok Tengah. IPPAT mengeluhkan lamanya proses penetapan BPHTB. Akibatnya kerap dikeluhkan oleh masyarakat yang ditimpakan kepada PPAT.

“Sejauh ini kami sebagai notaris atau PPAT seringkali merasa dirugikan dengan berbelit dan lamanya waktu pengurusan BPHTB. Hal ini tentunya dangat merugikan bagi kami serta masyarakat,” ungkap Zaenul Islam.

Berbelit belit dan lamanya proses mengurus BPHTB ini menurut Zaenul, diantaranya disebabkan karena tim yang dimiliki oleh Dipenda Loteng terlalu banyak untuk melakukan verifikasi yakni sebanyak 8 orang. Dimana 8 orang pejabat atau tim Bapenda Loteng ini harus bersepakat dalam menilai besaran BPHTB baru kemudian bisa diterbitkan sehingga memakan waktu hingga berhari-hari bahkan sampai 1 bulan lamanya.

“Kita menuntut agar tim 8 ini segera dibubarkan karena di daerah lain tidak ada. selain itu tidak ada dasar hukumnya pembentukan tim 8 BPHTB ini,” ungkap Zaenul.

Sementara salah satu PPAT lainnya yakni, Saharjo, SH pada kesempatan tersebut meminta agar keluhan dan tuntutannya mereka segera direalisasikan oleh Dipenda. Karena hearing ke DPRD kali ini adalah kesekian kalinya mereka lakukan dalam membahas persoalan rumitnya BPHTB ini, karena sebelumnya sudah beberapa kali PPAT bertemu dengan pemerintah daerah guna membahas persoalan ini.

“Seharusnya kami pun bisa melakukan langkah langkah hukum kepada pihak Bapenda yang membentuk tim 8 hanya berdasarkan SK kepala Bapenda dan tidak ada aturannya sama sekali dari pemerintah pusat. kami minta ada berita acara pertemuan hari ini,” kata Saharjo.

Sementara itu Kabid PBB-BPHTB, Lalu Jayaprana menyatakan pembentukan tim 8 itu murni kebijakan dari kepala Bapenda yang terdiri dari semua unsur di Bapenda.

“Tim 8 ini melakukan verifikasi lapangan langsung karena kadang oleh tim lain dokumen yang diajukan oleh PPAT tidak dipercaya oleh seluruh tim,” katanya.

Selain itu lamanya proses penerbitan BPHTB tidak lepas dari banyaknya dokumen yang harus dikerjakan. Setidaknya ada 70 berkas yang dibahas setiap harinya. Sementara berkas lainnya menumpuk atau ngantri untuk dibahas.

Permasalah tim dan proses yang dilakukan murni kebijakan Kepala Bapenda, terkait hal ini tentunya kami akan berkoordinasi lagi,” katanya.

Menanggapi berbagai permasalahan yang dikeluhkan oleh para notaris atau PPAT tersebut, ketua Komisi II DPRD Loteng, H.Lalu Kelan menyatakan memberikan pilihan kepada Bapenda Loteng setelah menyerap keluhan dari PPAT hari ini.

“Pilihannya yakni tim 8 itu bisa dikurangi atau dirampingkan, atau tetap 8 tapi waktunya bisa dipersingkat menjadi 3 hari saja seperti Kabupaten lainnya” katanya.

Sementara karena penentu kebijakan yakni Kepaka Bapenda tidah hadir pada hearing tersebut, Pertemuan PPAT dan Bapenda akan kembali digelar pada Rabu mendatang yang difasilitasi oleh Komisi II guna menyepakati keputusan bersama. Dan pada pertemuan Rabu besok, Kepala Bapenda diharapkan bisa hadir, supaya permadalahan atau tuntutan dari para PPAT tersebut bisa terpenuhi atau ada solusinya terhadap persoalan BPHTB ini. (tl-02)

Headline

Praya, Tribunlombok.net – Aparat gabungan dari TNI, Polri dan Satpol-PP serta Dinas Perhubungan Lombok Tengah menggelar operasi yutisi dalam rangka penerapan protokol kesehatan covid-19 di jalan protokol Kota Praya, Senin (14/9) pukul 09.00 wita.

Setiap pengguna jalan baik itu yang menggunakan sepada motor maupun mobil yang tidak pakai masker diminta untuk minggir dan dilakukan penindakan berupa teguran dengan diberikan sanksi sosial dengan menyapu sampah atau pus’up.

“Pada tahap awal ini kita berikan sanksi sosial berupa push up dan menyapu sampah sesuai kondisi fisik warga,” ujar Kabid Ketertiban Umum dan Keamanan Masyarakat SatPol-PP Lombok Tengah, M Saleh

Pemberian sanksi tidak pakai masker ini dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular Covid-19 dan Peraturan Bupati Lombok Tengah. Untuk sanksi denda berupa uang Rp 100 ribu sesuai perda terbaru itu akan diterapkan pada minggu depan, sehingga pada razia kali ini masih diberikan saksi sosial.

“Sesuai arahan dari Bupati Lombok Tengah saat ini masih tahap sosialisasi sehingga diberikan sanksi sosial saja,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid dengan cara pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah, jagan menyepelekan tidak pakai masker, kalau tidak mau diberikan denda berupa uang Rp 100 ribu.

“Pakai masker, kalau tak mau di denda Rp 100 ribu,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamina mengatakan, razia masker ini dilakukan di tempat keramaian baik itu di Kota Praya maupun di 12 Polsek Jajaran di Lombok Tengah.

“Sasaran razia ini adalah tempat keramaian untuk mencegah penyebaran virus Covid,” ujarnya.

Dikatakaan, dari hasil razia masker yang telah dilakukan, kesadaran masyarakat menggunakan masker masih rendah. Seperti halnya hari ini masih ada yang ditemukan warga yang tak pakai masker, meskipun mereka telah dibagikan masker.

“Masker telah dibagikan, jadi wajib pakai masker. Kalau ditemukan tidak pakai masker diberikan denda Rp 100 ribu,” ujarnya

“Jumlah personil yang dilibatkan dalam razia masker ini sekitar 66 personil,” pungkasnya (red)

Headline

Sersan Hamdin Dapat Reaward Liburan ke Jogjakarta

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Prajurit Kodim 1620 Lombok Tengah, Senin pagi, [14/09/2020] diberikan motivasi dan semangat dalam menjalankan tugas di tengah pandemi covid 19.

Mereka diberikan pengarahan dalam menjalani kehidupan sehari hari menghadapi situasi akhir akhir ini oleh Motivator kenamaan, Dr.Aqua Dwipayana.

Dalam penyampaiannya, Aqua menekankan agar para prajurit tetap semangat dalam mengemban dan mengabdi pada bangsa dan negara. Menurutnya yang terpenting bagi prajurit, harus menyadari bahwa menjadi prajurit adalah suatu kebanggaan tak ternilai yang tidak semua orang bisa mendapatkan amanat dari negara dan rakyat.

” Para prajurit TNI harus bangga dengan pekerjaan sebagai TNI yang level pekerjaan kelas dunia ini,” kata Pakar Komunikasi ini.

Selanjut ia juga memberikan tips cara hidup agar menjalankan tugas dengan tenang, salah satunya dengan tetap ikhlas dan bergembira selalu. Menerima pemberian tuhan sebagai satu keberkahan dan selalu merasa cukup. Selain itu juga dengan memamfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal hal yang produktif yang memberikan nilai lebih bagi masyarakat meski dalam suasana wabah melanda dunia.

” Alangkah ruginya ada yang tidak bahagia hari ini. Waktu itu hanya ada hari ini, kemaren dan esok. Kita harus ikhlas menerima pemberian Allah dengan bersyukur, ” katanya.

Di tengah tengah acara, Dr.Aqua meminta seorang prajurit teladan untuk maju ke depan tempat ia berdiri, maka berdirilah seorang prajurit bernama Sersan Hamdin yang saat ini menjadi Babinsa di desa Mantang, Batukeliang.

Dr. Aqua bertanya ke Sersan Hamdin terkait prestasi sehingga menjadi Babinsa Teladan.

” Saya semaksimal mungkin melaksanakan segala kegiatan dan perintah atasan. Selain itu, desa tempat jadi Babinsa menjadi desa dengan Poskamling terbaik di NTB dan saat ini di Lomba Kampung sehat menjadi salah satu yang terbaik bocorannya,” kata Hamdin didampingi istrinya menjawab pertanyaan Dr.Aqua.

Atas jawaban itu, Dr. Aqua sangat terkesan sehingga langsung memberikan reward atas prestasi Sersan Hamdin dengan memberikan paket liburan ke Jogjakarta.

” Karena dia bekerja dengan ikhlas mengharap Ridha Allah maka Allah yang membalas, saya tidak pernah kenal sebelumnya dengan pak Hamdin, ” katanya.

Atas penghargaan itu, Sersan Hamdin mengaku sangat bersyukur atas riski yang tak terduga ini. Ia akan menjadikan reward ini sebagai motivasi untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Dimana ia telah menjadi babinsa sejak tahun 2012 lalu. Ia sempat menjadi Babinsa desa Kateng, Desa Batunyala dan Desa Ketare. Dan saat ini bertugas di desa Mantang, Kecamatan Batukliang. (red/KM)

Headline

Praya, Tribunlombok.net – -Seorang pemuda bernama Wira (20 tahun), menghilang terseret ombak besar Pantai Tanjung Bongo Bukit Merese, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Minggu, 13 September 2020 sekitar pukul 17.00. Hingga hari ini, Senin (14/9), Wira masih belum ditemukan.

Kapolsek Pujut Lalu Abdurrahman yang menerima laporan dari warga sekitar, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama personil Sat Polair Polres Lombok Tengah guna melakukan pencarian terhadap korban.

”Sesaat Setelah menerima laporan tersebut kami langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian bersama personil satpolair Polres Lombok Tengah,” kata Kapolsek.

Pencarian sempat dihentikan mengingat cuaca buruk dan kondisi gelap di lokasi kejadian. “Cuaca kurang bersahabat seperti ombak yang cukup tinggi serta jarak pandang yang terbatas merupakan kendala selama pencarian. Hingga pukul 22.00 Wita, Pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini senin (14/09), tetapi hasil masih nihil,” imbuhnya

Peristiwa tersebut bermula ketika korban (W) alamat Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, bersama seorang temannya yaitu Adam, hendak berfoto dilokasi kejadian. Tiba-tiba datang ombak besar dan langsung menyeretnya ketengah.

Korban sempat ditolong olang temannya, namun temannya tidak sanggup memberikan pertolongan karena kondisi ombak laut cukup besar. Korban akhirnya menghilang terbawa arus.

“Korban merupakan salah satu calon siswa Brigadir Polri yang sudah menyelesaikan tes seleksi tahap Kesehatan,” Tutup Lalu Abdurrahman. (red)

Headline

Praya, Tribunlombok.net – -Seorang pemuda bernama Wira (20 tahun), menghilang terseret ombak besar Pantai Tanjung Bongo Bukit Merese, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Minggu, 13 September 2020 sekitar pukul 17.00. Hingga hari ini, Senin (14/9), Wira masih belum ditemukan.

Kapolsek Pujut Lalu Abdurrahman yang menerima laporan dari warga sekitar, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama personil Sat Polair Polres Lombok Tengah guna melakukan pencarian terhadap korban.

”Sesaat Setelah menerima laporan tersebut kami langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian bersama personil satpolair Polres Lombok Tengah,” kata Kapolsek.

Pencarian sempat dihentikan mengingat cuaca buruk dan kondisi gelap di lokasi kejadian. “Cuaca kurang bersahabat seperti ombak yang cukup tinggi serta jarak pandang yang terbatas merupakan kendala selama pencarian. Hingga pukul 22.00 Wita, Pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini senin (14/09), tetapi hasil masih nihil,” imbuhnya

Peristiwa tersebut bermula ketika korban (W) alamat Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, bersama seorang temannya yaitu Adam, hendak berfoto dilokasi kejadian. Tiba-tiba datang ombak besar dan langsung menyeretnya ketengah.

Korban sempat ditolong olang temannya, namun temannya tidak sanggup memberikan pertolongan karena kondisi ombak laut cukup besar. Korban akhirnya menghilang terbawa arus.

“Korban merupakan salah satu calon siswa Brigadir Polri yang sudah menyelesaikan tes seleksi tahap Kesehatan,” Tutup Lalu Abdurrahman. (red)

Headline

Praya, Tribunlombok.net – -Seorang pemuda bernama Wira (20 tahun), menghilang terseret ombak besar Pantai Tanjung Bongo Bukit Merese, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Minggu, 13 September 2020 sekitar pukul 17.00. Hingga hari ini, Senin (14/9), Wira masih belum ditemukan.

Kapolsek Pujut Lalu Abdurrahman yang menerima laporan dari warga sekitar, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama personil Sat Polair Polres Lombok Tengah guna melakukan pencarian terhadap korban.

”Sesaat Setelah menerima laporan tersebut kami langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian bersama personil satpolair Polres Lombok Tengah,” kata Kapolsek.

Pencarian sempat dihentikan mengingat cuaca buruk dan kondisi gelap di lokasi kejadian. “Cuaca kurang bersahabat seperti ombak yang cukup tinggi serta jarak pandang yang terbatas merupakan kendala selama pencarian. Hingga pukul 22.00 Wita, Pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini senin (14/09), tetapi hasil masih nihil,” imbuhnya

Peristiwa tersebut bermula ketika korban (W) alamat Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, bersama seorang temannya yaitu Adam, hendak berfoto dilokasi kejadian. Tiba-tiba datang ombak besar dan langsung menyeretnya ketengah.

Korban sempat ditolong olang temannya, namun temannya tidak sanggup memberikan pertolongan karena kondisi ombak laut cukup besar. Korban akhirnya menghilang terbawa arus.

“Korban merupakan salah satu calon siswa Brigadir Polri yang sudah menyelesaikan tes seleksi tahap Kesehatan,” Tutup Lalu Abdurrahman. (red)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Upaya negosiasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses land clearing lintasan Sirkuit MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diklaim warga mulai menunjukkan hasil yang positif. Memasuki hari ketiga proses land clearing, Ahad (13/9), Suhartini yang mengklaim salah satu titik lintasan sirkuit adalah lahan miliknya, memberikan dan atau mengikhlaskan untuk dilakukan land clearing guna pembangunan lintasan Sirkuit MotoGP Mandalika.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. didampingi Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, yang memonitor ke lokasi dan berhadapan langsung dengan Suhartini dan Adi suaminya, mengapresiasi keputusan dan sikap Suhartini yang dengan ikhlas memberikan lahan yang diklaimnya, untuk dilakukan land clearing tanpa keinginan untuk menghalang-halangi.

“Alhamdulillah, atas nama Kapolda NTB, kami mengapresiasi keputusan keluarga Ibu Suhartini yang sudah mau diajak bekerjasama, sehingga proses land clearing hari ketiga dengan titik lahan yang diklaim Suhartini bisa terlaksana tanpa gangguan dan halangan,” ungkapnya.

“Semoga Allah subhanahuwata’ala akan selalu memberikan berkah dan pahala bagi keluarga Ibu Suhartini,” lanjut Kombes Artanto yang diamini Suhartini dan suaminya.

Namun demikian, lanjut Kombes Artanto, proses land clearing lahan yang diklaim Suhartini hari ini, bukan berarti menutup hak Suhartini untuk melakukan gugatan secara perdata melalui pengadilan. Pihaknya pun berjanji akan mengawal setiap proses manakala Suhartini menempuh jalur hukum.

“Kami dari Kepolisian yang merupakan pengaman, pelindung, dan pengayom masyarakat, dalam hal ini khususnya Polres Lombok Tengah akan mendukung dan terus mengawal, setiap proses sesuai ketentuan hukum, jika Suhartini mengajukan gugatan kepada ITDC melalui pengadilan. Itu adalah hak Suhartini sebagai warga negara yang dilindungi undang-undang,” tandasnya.

Dalam kesempatan silaturrahmi dan bercengkrama dengan keluarga Suhartini tersebut, Kabid Humas Polda NTB juga mengungkapkan bahwa sesuai informasi yang diterima dari Ketua Tim Verifikasi Dokumen Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dari 42 orang pemilik lahan enclave (dalam kawasan) Sirkuit MotoGP Mandalika, sesuai hasil verifikasi sebanyak sembilan pemilik lahan akan segera mendapatkan pembayaran dari PT ITDC.

“Total ada Rp. 16,9 milyar sudah didaftarkan untuk dilakukan transfer ke rekening Pengadilan Negeri Praya, untuk dilakukan pembayaran terhadap sembilan pemilik lahan enclave. Diharapkan warga yang memiliki hak konsinyasi, nantinya mendatangi Pengadilan Praya untuk mengambil haknya,” kata Kabid Humas.

Sementara Suhartini yang didampingi Adi suaminya, kepada media menyampaikan bahwa pihaknya mempersilahkan ITDC melakukan land clearing, atas lahan yang menurutnya adalah miliknya.

“Silahkan saja gusur lahan kami itu, ndak apa-apa, kami tidak akan menghalang-halangi. Tapi tolong selesaikan apa yang menjadi hak-hak kami,” kata Suhartini.

Sedangkan Adi yang mendampingi istrinya, di hadapan Kabid Humas Polda NTB dan Kapolres Lombok Tengah, menyampaikan terima kasih atas bantuan dan upaya pihak Kepolisian dalam melaksanakan tugas pengamanan tidak melakukan tindakan kekerasan.

“Iya, kita nggak akan menghalangi Pak, silahkan saja (melakukan land clearing, red). Terima kasih untuk Bapak Kapolres dan semua aparat keamanan, untuk ada keputusan seperti ini saya ucapkan banyak-banyak terima kasih,” ucap Adi.

“Untuk dukungan (pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika, red), saya tetap mendukung,” tutupnya. (red/*)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Empat partai pengusungan pasangan Masrun-TGH Habib (MANTHAB) yakni PKS, HANURA, PAN dan Berkarya optimis menang pada pilkada serentak 9 Desember 2020 Mendatang. Rasa optimis tersebut lahir karena semangat juang empat partai pengusung yang sangat tinggi. Tidak itu saja, peta politik di Lombok Tengah hari ini sangat menguntungkan pasangan Masrun-Habib.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Tim Pemenangan Masrun-Habib, Humaidi di sela-sela deklarasi dan rapat kerja tim pemenangan di hotel dMax, Ahad siang.
Seperti diketahui, pasangan Masrun-Habib diusung empat parpol dengan total 10 kursi. Diantaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hanura, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Berkarya.
Pantuan wartawan media ini, deklarasi dan rapat kerja dihadiri H Masrun selaku calon Bupati. Ketua dan Sekretaris empat partai pengusung. Selain itu hadir sejumlah pengurus Parpol pengusung yang masuk dalam struktur pemenangan.
“Khusus PKS, sudah dua kali menjadi partai pengusung yang sukses di Pilkada Lombok Tengah. Insya Allah kali ini juga sama. Keyakinan dan semangat kami sama seperti saat pilkada pilkada sebelumnya,” terang Humaidi.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Lombok Tengah, Lalu Firmansyah sangat yakin pasangan Masrun-Habib akan mendulang suara paling banyak pada Pilkada tahun ini. Hal ini karena Paslon Masrun-Habib bisa diterima semua kalangan.
“Lombok Tengah membutuhkan pemimpin yang Solah dan Soleh. Kombinasi itu ada di Paslon Masrun-Habib,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPC PAN Lombok Tengah, Marsekan Patawi menegaskan, pasangan Masrun-Habib menjadi satu-satunya paslon yang merefresentasikan Millenial. “TGH Habib Ziadi Thohir menjadi satu-satunya kandidat termuda. Usianya beliau baru 34 tahun. Sangat millenial,” paparnya.
Keberadaan Habib sebagai sosok Millenial religius akan memberikan warna tersendiri dalam pemerintahan Lombok Tengah kedepan.
“Degradasi moral menjadi tantangan terberat pemerintah daerah kedepan. Kami yakin Masrun-Habib mampu untun itu,” jelasnya.
Sementara, Ketua DPC Berkarya Lombok Tengah, Ramdan optimis pasangan Masrun-Habib keluar sebagai pemenang. “Kami rasakan sendiri bagaimana arus dukungan masyarakat bawah sejak Paslon ini daftar di KPUD. Dukungan berbagai element terus mengalir,” katanya.
“Mathabkan hati dan pikiran untuk sama-sama lecok sorban Mas,” serunya. (red)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Polda NTB yang di wakili oleh Dir Intelkam Kombes Susilo RI, melakukan silaturrahim dan pemberian Bansos kepada warga di Desa Pengengat dan Desa Pengembur Kecamatan Pujut kabupaten Lombok Tengah, Sabtu 12 September 2020.

Kegiatan silaturahim yang di fasilitasi oleh Konsorsium LSM Loteng dan LRC tesebut, dalam rangka untuk mensosialisasikan tentang kampung sehat, antisipasi masyarakat dalam mengadapi virus corona, ketahanan pangan bagi rumah tangga dalam, serta kondusifitas, leamanan, dan kenyamanan masyarakat dari segala hal yang berkaitan dengan narkoba, miras, kekerasan, keamanan dan lainnya.

Di Desa Pengengat, kegiatan silaturahim dan bansos di hadiri oleh Kades, kadus pengengat, pemuda, warga sekitar dan orang tua jompo, sedangkan di Desa Pengembur, dihadiri oleh kadus Bus Mas pemuda, warga sekitar, ibu-ibu dan pendamping Desa.

Di Desa Pengengat, Kombes Sosilo RI menyatakan bahwa sangat perlu masyarakat menyiapkan diri dan berinovasi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti peniapan bahan makanan yang bergizi, menanam buah-buahan di pekarangan, menyiapkan pangan untuk kedepannya, membuat kolompok masyarakat dalam meningkatkan pendapatan dari hasil pertanian, termasuk bisa memanfaatkan BUMDes dalam menampung dan menjual hasil pertanian. Yang penting juga, dalam menhadapi virus korona, masyarakat selalu di ingatkan untuk memakai masker, mencuci tangan dan hidup sehat.

Kalau di lihat dari kondisi wilayah desa Pengengat dan Pengembur, air bersih memang sangat di butuhkan, termasuk air untuk mengairi sawah, karena merupakaa daerah tadah hujan. Termasuk menanam tumbuhan keras, tanaman buah-buahan dan tanaman untuk penghijauan. Dir Intelkam Polda NTB menyarankan supaya Pemdes berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk program penghijauan dan pengadaan bibit buah-buahan, sedangkan untuk air bersih dan air sawah bisa membuat sumur bor dan embung kecil penambpung air, di arahkan ke Dinas PUPR setempat.

Pak Mahrup, Kepala Dusun pengengat Desa Pengengat, berharap bahwa dalam menghadapi serbuan norkoba bagi anak-anak remaja, pihak Polda NTB bisa membantu lewat jajarannya di kabupaten dan kecamatan serta desa, untuk terus memantau dan mencegah terjadinya penyebaran narkoba ke Desa Pengengat, termasuk Kecamatan Pujut secara umum, karena wilayah wisata kuta yang dekat menjadi primadona bagi para bandar narkoba di Pujut dan Loteng umum nya.

Untuk bibit buah-buahan, palawija dan tanaman besar lainnya, di harapkan Polda, LSM Konsorsium dan LRC, bisa memfasilitasi dengan pihak terkait, baik dinas di Loteng maupun di tingkat Provinsi.

Sedangkan di Desa Pengembur, Muliadin, salah satu warga dan pendamping desa, berharap supaya masalah air bersih dan air sawah bisa di fasilitasi dengan Pemda Loteng supaya ada program yang masuk ke Desa Pengembur. Juga untuk tanaman rumah tangga, seperti bibit buah-buahan, sayur mayur, penghijauan, bisa di laksanakan di desanya. (red)

Headline

H.Lalu Pelita Putra: Jika Ditemukan anggota fraksi PKB tidak laksanakan fakta integritas, sangsi tegas telah menanti

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Sebagai bentuk keseriusan dari Partai kebangkitan Bangsa (PKB) dalam mengusung dan mendukung pasangan hj.Lale Prayatni – H.Sumum (PAS) pada Pilkada Loteng 2020, Minggu (13/9/2020) dilakukan penandatanganan fakta itegritas kesanggupan dukungan kader PKB dan seluruh anggota Fraksi PKB Loteng dihadapan ketua DPC PKB Loteng.

Ketua DPC PKB Loteng, H.Lalu Pelita Putra saat dikonfirmasi menegaskan bahwa, penandatanganan fakta integritas tersebut adalah merupakan perintah partai, dan berlaku untuk semua daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020.

Untuk Lombok Tengah sendiri, penandatanganan fakta integritas oleh seluruh anggota fraksi PKB DPRD Loteng, adalah terkait komitnen dukungan terhadap pasangan PAS.

Dalam fakta integritas tersebut ditegaskan bahwa, setiap anggota Dewan atau Fraksi PKB harus bergerak berjuang semaksimal mungkin dengan potensi yang dimiliki untuk memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung. Dimana untuk Lombok Tengah kita mengusung pasangan PAS.

Sementara jika kemudian ditemukan adanya anggota fraksi yang tidak mendukung pasangan yang diusung partai, maka partai PKB telah menyiapkan sandi tegas sesuaui AD/ART partai yang ada.

Diungkapkan pula bahwa, penandatanganan fakta integritas ini berlaku atau dilaksanakan diseluruh daerah yang melaksanakan Pilkada. Bahkan jika ada daerah atau Kabupaten/Kota yang tidak menggelar Pilkada, maka diharuskan untuk membantu perjuangan kader PKB daerah terdekat yang melaksanakan Pilkada.

Adapun khustus untuk Pilkada Loteng, DPC PKB beserta seluruh pengurus dan jajaran akan berjuang maksinal atau total untuk kemenangan pasangan PAS, ungkap H.Lalu Pelita .

Sementara Bakal calon Bupati pasangan PAS, hj.Lale Prayatni dalam sambutannya saat penandatanganan fakta integritas tersebut menyatakan bahwa, kepercayaan yang diberikan oleh PKB yang menjadi salah satu partai pengusung pasangan PAS pada Pilkada Loteng akan dimaksimalkan untuk sama-sama berjuang meraih kemenangan, tentunya dengan harapan menuju Lombok Tengah yang lebih baik, lebih maju kedepannya sesuai dengan selogan pasangan PAS yakni Lombok Tengah yang “Menah Tandur”. (tl-02)