Home Archive by category Hukrim

Hukrim

Hukrim

LOMBOK TENGAH

Tribunlombok.net – Asrama mahasiswa Lombok Tengah di Malang Jawa Timur, akan dijual. Rencana penjualan dibahas dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (12/02/2019).

Sidng paripurna dipimpin Ketua DPRD, H.Ahmad Fuadi dan dihadiri Sekda Lombok Tengah, HM.Nursiah.

Dalam penyampaiannya, HM.Nursiah mengatakan, sidang paripurna permohonan persetujuan penjualan asset Pemkab Lombok Tengah sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pengelolaan barang milik daerah pasal 331 ayat 1. Didalamnya dijelaskan, pemindahan barang milik daerah baru bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan dari DPRD untuk tanah dan bangunan dengan nilai lebih dari Rp 5 milyar.

Dikatakan Sekda, penjualan lahan dan bangunan asrama tersebut juga sesuai dengan rekomendasi DPRD yang menginginkan agar pemanfaatan aset Pemkab Lombok Tengah itu lebih optimal. Rencananya, setelah dijual asrama mahasiswa Lombok Tengah akan dipindahkan ke tempat yang lebih strategis yakni lebih dekat dengan pusat pendidikan di Malang.

Untu itu pihaknya berharap agar rencana tersebut disetujui DPRD sebagai dasar penjualan secara lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang.

Setelah mendengar penyampaian pemerintah daerah, rapat paripurna diskor selama 15 menit untuk memberikan kesempatan masing-masing fraksi menyampaikan usulan anggotanya yang akan duduk dalam keanggotaan Panitia Khusus (Pansus). Setelah melalui pembahasan internal, 9 fraksi di DPRD Lombok Tengah sepakat untuk membentuk Pansus.

Setelah terbentuk, Pansus akan mulai melakukan pembahasan dari tanggal 13 sampai dengan 20 Februari 2019. ( tl-02/ADV )

Hukrim

PUJUT/tribunlombok.net–Nasib naas menimpa Miwah, 25 tahun warga Desa Bangkat Parak, Kecamatan Pujut. Nyawa korban melayang karena disengat aliran listrik di salah satu ladang jagung di Dusun Pasung, Desa Bangkat Parak, Kecamatan Pujut. Peristiwa ini terjadi Kamis, (17/1) sekitar pukul 17.00 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tribunlombok.net menyebutkan, peristiwa ini berawal ketika korban dan suaminya Lahim pergi ke ladang jagung di Dusun Pasung. Di lokasi, korban dan suaminya memupuk jagung secara bersamaan pada Kamis sore. Namun karena ada keperluan lain, Lahim pulang lebih dahulu dan membiarkan istrinya melanjutkan pemupukan.
Hingga magrib menjelang, korban tidak kunjung pulang. Lahim memutuskan mencari istrinya ke ladang jagung. Namun apes, Lahim menemukan istrinya tergelatak tidak bernyawa dan mengali luka di bagian lengan dan tubuh akibat sengatan listrik.
Peristiwa ini langsung dilaporkan ke warga. Pihak keluarga menerima kejadian ini dan korban di makamkan Jumat. (tl/01)