Home NTB Pulau Lombok Archive by category Kota Mataram

Kota Mataram

Kota Mataram

Ngaku Minjam, Dan kembalikan Uang Ke Istri Tersangka Dua

MATARAM/tribunlombok.net- Polres Mataram kembali meringkus tersanga baru dalam kasus Oprasi Tangkap Tangan (OTT) Pungutan Liar (Pungli) dana rekonstruksi masjid pasca gempa bumi Kamis (17/1). Tersangka berinisial SL Kepala Sub Bagian Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag Provinsi NTB.
Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, tersangka diringkus di rumahnya tanpa perlawanan. Dari tangan tersangka SL di temukan buku rekening dengan bukti trasfer sebesar Rp 30 juta serta Rp 25 juta yang di berikan secara lansung atau kes dari tersangka IKA.
“Kita temukan buku rekening, trasferan dari tersangka IKA pada tanggal 5 Januari 2019, serta uang yang di berikan secara lansung Rp 25 juta,” ujarnya, dalam pres comprence Kamis 17/1.
Ia menuturkan, menurut keterangan SL, uang yang di transfer serta di berikan secara kes tersebut bukan dana rekonstruksi masjid melainkan uang yang ia pinjam kepada tersangka IKA. Sehingga dana uang Rp 55 juta itu di kembalikan kepada istri tersangka IKA.
“Alibi SL seperti itu, karena alibi itu kita terus dalamai, dan sekarang SL kita tetapkan sebagai tersangka,” tuturnya.
Saiful juga menjelaskan, SL merupakan otak dari pungli tersebut, pasalnya SL memerintahkan IKA, serta IKA memerintahkan BA untuk menarik potongan dana rekonstruksi masjid pasca gempa.
“Saling perintah,” ungkapnya.
Disinggung keterlibatan kepala Kemenag NTB serta Kepala Kemenag Lombok Barat (Lobar) dalam kasus ini, Saiful menegaskan pihaknya masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut.
Dalam kasus tersebut, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 12 Huruf e Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 1 miliar.
Sebelumanya, BA diamankan melalui OTT usai menerima jatah dari salah satu seorang pengurus masjid. setelah di lakukan pengembangan dan pengeledahan di ruang kerja tersangaka BA polisi kembali mengamankan IKA, dan kini polisi kembali mengamankan SL. (tl/can)