Home Archive by category Pariwisata

Pariwisata

Headline Lombok Tengah Obyek Wisata

LOTENG – Pengelolaan Bendungan Batujai sebagai salah satu destinasi wisata, terus diupayakan Pemkab Lombok Tengah.
Bupati Lombok Tengah,HM.Suhaili menargetkan penataan Bendungan Batujai bisa bersamaan dan menjadi pendukung keberadaan Sirkuit Motor GP. Terkait hal itu, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memperoleh izin pengelolaan.

“ Kita harapkan rampung dengan sirkuit,” kata Bupati di Praya, Jumat (12/04/2019).

Dikatakannya, wilayah penerima manfaat terbesar aliran Bendungan Batujai adalah Lombok Barat. Tapi paling tidak karena lokasi genangannya di Lombok Tengah, seharusnya bisa dimanfaatkan. Terutama keindahannya sebagai salah satu daya tarik pariwisata. Seperti halnya yang dilakukan di daerah lain. Yang mana aset BWS banyak dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah.
Pengembangan obyek wisata Bendungan Batujai akan berdampak besar bagi pariwisata. Sesuai perencanaan yang sudah dibuat Pemkab Lombok Tengah, di kawasan Bendungan Batujai akan dilengkapi berbagai fasilitas. Mulai taman bermain, pusat kuliner, olahraga dan lainnya.

Dengan harapan, keindahan Bendungan Batujai bisa mendukung obyek wisata lain di Lombok Tengah. Hal terpenting, pengembangannya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami selalu menginginkan agar bagaimana potensi ini benar-benar bisa dikelola sepenuhnya untuk kepentingan orang banyak,” harapnya.
Menurut Bupati, letak Bandungan Batujai sangat strategis. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Bandara Internasional Lombok (BIL). Sedangkan di Utara Kota Praya sebagai pusat pemerintahan.
Keunikan lain Bendungan Batujai adalah genangannya yang berada di kota yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Mengenai anggaran pengembangannya, bisa ditanggulangi dengan sharing anggaran dengan pemerintah provinsi maupun pusat. “Intinya kita sudah sangat siap. Mudahan segera terealisasi,” pungkasnya. (tl-03)

Kabar Desa Lombok Tengah Obyek Wisata

LOTENG – Desa Wisata Desa, Kecamatan Pringgarata mulai mendunia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung.
Tidak puas dengan obyek wisata pasar pancingan, Pemerintah Desa Bilebante terus membuat trobosan. Salah satunya dengan mengembangkan homestay dengan memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai penginapan bagi wisatawan.
Kepala Desa Bilebante, Rakyatulliwaudin, menjelaskan, pengembangan homestay sudah dimulai setahun terakhir. Tujuannya untuk menampung wisatawan yang ingin menginap dan menikmati keindahan alam Bilebante.
Ia menjelaskan, setiap bulan ada saja wisatawan yang berkunjung dan menginap di rumah warga. Yang mana sewa homestay berkisar Rp 175 sampai Rp 200 ribu per malam. Dalam satu kali kungungan, pemilik rumah bisa memperoleh keuntungan jutaan rupiah. Adapun pelayanannya, disesuaikan dengan stardar pelayanan hotel. Terlebih para pemilik rumah telah mengikuti berbagai pelatihan, khususnya tentang bagaimana melayani tamu. Baik dari kabupaten maupun Kementerian Pariwisata.
Dikatakan Rakyatul, hampir sebagian besar tamu yang menginap di Bilebante mengaku puas dengan pelayanan warga. Terlebih dengan pelayanan dengan mengedepankan tradisi khas Sasak, meninggalkan kesan mendalam bagi para wisatawan.

” Ini juga kita hajatkan untuk melengkapi destinasi wisata utama kita yakni pasar pancingan. Saat ini ada lima rumah warga yang khusus dijadikan homestay,” kata Rakyatul di rumahnya,beberapa waktu lalu.

Kedepan, keberadaan homestay di desanya akan terus ditata. Misalnya dengan menyiapkan fasilitas standar hotel maupun meningkatkan kwalitas pelayanan. Saat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bilebante telah mengajukan proposal penyiapan fasilitas MCK standar hotel bagi rumah-rumah warga yang menjadikan huniannya sebagai homestay. Tahun depan pihaknya menargetkan 75 rumah warga bisa dijadikan homestay.
Setelah semuanya tertata dengan baik, pengelolaan homestay dan destinasi wisata lain di Bilebante akan diatur melalui Peraturan Desa (Perdes). Termasuk memasukkan sebagian hasil pengelolaanya sebagai PADes.
Agar lebih maksimal, pihaknya terus berupaya menjalin kerjasama dengan travel perjalanan wisata. Dengan harapan Bilebante bisa dimasukkan sebagai salah satu paket tujuan wisata. “Dengan potensi wisata ini, kami yakin kedepan Bilebante akan menjadi desa yang makmur,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lombok Tengah, Lalu Putria,M.Pd mengapresiasi perkembangan Desa Wisata Bilebante. Dantara sekian banyak desa wisata di Lombok Tengah, Bilebante dinilai termasuk salah satu yang perkembangannya sangat pesat. Dia berharap, keberhasilan Pemdes Bilebante bisa diikuti oleh desa lain. Sehingga pengembangan pariwisata Lombok Tengah berkembang sesuai yang diharapkan masyarakat. (tl03)

Pariwisata

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net–Keinginan masyarakat lingkar KEK Mandalika untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi ke Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akhirnga terwujud, Jumat pagi (18/1). Pertemuan dengan tema Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi ini berlangsung di beach walk kawasan pantai Kuta Mandalika Lombok Tengah.
Pertemuan dihadiri Gubernur NTB, Sekda NTB dan sejumlah pejabat Pemprov NTB. Selain itu tampak hadir Direktur Utama ITDC, Mansyur Abdulbar dan jajaran, Kadis Pariwisata Loteng, Lalu Putria, Kepala Desa Kuta Lalu Mirate, dan ratusan masyarakat lingkar KEK Mandalika.
Pada kesempatan ini, Direktur Utama ITDC, Mansyur Abdulbar menjelaskan, kehadiran ITDC adalah untuk membangun Lombok Selatan. Bukan sekedar mencari keuntungan. Konsep pembangunan dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti masjid dan Bazar The Mandalika bagi pelaku UMKM. “Mudahan segala kegiatan kami bisa berguna bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menjelaskan, perekonomian dunia menganut sistem terbuka. Dan aktor utamanya adalah pengusaha dan masyarakat. Sehingga peningkatan ekonomi menjadi solusi mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
“Siapapun yang jadi Gubernur dan Bupati hendaknya memiliki kerendahan hati untuk mengatasi masalah masyarakat,” paparnya.
Untuk pengembangan usaha atau investasi di NTB, termasuk di KEK dan sekitarnya, Gubernur memastikan pengusaha mendapat perlakuan nyaman. Hanya saja para pengusaha hendaknya tidak melupan masyarakat sekitar agar tidak jadi penonton di rumah sendiri. “Satu sama lain saling mendukung agar mengetahui porsi masing-masing,” pesannya.
Dijelaskan, Mandalika bukan hanya milik masyarakat Lombok. Melainkan sudah menjadi berkah bagi dunia. Namun demikian, masyarakat sekitar Mandalika harus diperhatikan kesejahteraannya.
Pantauan tribunlombok.net, dialog ini domanfaatkan masyarakat untuk berkeluh kesah. Terutama terkait lahan yang inklab di dalam kawasan. Terhadap berbagai persoalan yang ada, pemprov NTB, Pemkab, ITDC dan masyarakat akan duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. (tl)

Pariwisata

Panitia Target 500, Peserta yang Daftar Lebih Seribu

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net—Ratusan tracker asal NTB dan Bali menjelajahi alam Kuta Mandalika, Ahad pagi (13/1). Peserta mengambil start di Pantai Seger. Setelah itu berlanjut ke Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Sebagian besar rute yang dilalui adalah daerah pegunungan di sekitar kawasan KEK Mandalika.
Ketua panitia event ini, Hendri Agus Herianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan event perdana di Lombok Tengah peserta sekitar seribu lebih. Peserta berasal dari seluruh kabupaten kota se NTB. Tidak itu saja, peserta juga datang dari Bali, NTT, Sumatra dan pulau Jawa.

Jumlah peserta diluar prediksi panitia. Semula target panitia hanya 500 peserta. Namun peserta yang daftar lebih dari seribu. Hal ini karena pelaksanaan berlangsung di kawasan wisata yang tengah mendunia.

“Rute yang dilalui juga cukup terjal dan menantang dengan melintas di empat desa. Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Tidak itu saja, jarak tempuhnya juga cukup jauh yakni 50 kilometer dengan mengelilingi terjalnya Gunung Prabu,” paparnya.

Ia berharap event seperti ini bisa digelar kembali untuk membangkitkan pariwisata di KEK.Mandalika ini.
Sementara, Camat Pujut, Lalu Sungkul usai melepas peserta menjelaskan, pariwisata kondisi Pulau Lombok beberapa bulan terakhir pasca gempa bumi sedikit lesu. Khususnya pariwisata di bagian selatan Lombok Tengah. Event-event seperti ini diharap muncul dari ide-ide dan gagasan anak muda Pujut. Tujuannya agar pariwisata bangkit dengan cepat. Seperti diketahui, dampak bencana alam bebeberapa bulan lalu masih terasa imbasnya. “Semoga bisa kita agendakan lebih meriah lagi. Bila perlu, atraksinya dimunculkan dan rute ,” sarannya.

Sementara itu, Kades Kuta, Mirate menjelaskan, event-event seperti ini menimbulkan banyak dampak positif. Kehadiran tracker menjadi salah satu pemacu kebangkitan pariwisata.(tl/01)

Pariwisata

Panitia Target 500, Peserta yang Daftar Lebih Seribu

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net—Ratusan tracker asal NTB dan Bali menjelajahi alam Kuta Mandalika, Ahad pagi (13/1). Peserta mengambil start di Pantai Seger. Setelah itu berlanjut ke Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Sebagian besar rute yang dilalui adalah daerah pegunungan di sekitar kawasan KEK Mandalika.
Ketua panitia event ini, Hendri Agus Herianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan event perdana di Lombok Tengah peserta sekitar seribu lebih. Peserta berasal dari seluruh kabupaten kota se NTB. Tidak itu saja, peserta juga datang dari Bali, NTT, Sumatra dan pulau Jawa.

Jumlah peserta diluar prediksi panitia. Semula target panitia hanya 500 peserta. Namun peserta yang daftar lebih dari seribu. Hal ini karena pelaksanaan berlangsung di kawasan wisata yang tengah mendunia.

“Rute yang dilalui juga cukup terjal dan menantang dengan melintas di empat desa. Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Tidak itu saja, jarak tempuhnya juga cukup jauh yakni 50 kilometer dengan mengelilingi terjalnya Gunung Prabu,” paparnya.

Ia berharap event seperti ini bisa digelar kembali untuk membangkitkan pariwisata di KEK.Mandalika ini.
Sementara, Camat Pujut, Lalu Sungkul usai melepas peserta menjelaskan, pariwisata kondisi Pulau Lombok beberapa bulan terakhir pasca gempa bumi sedikit lesu. Khususnya pariwisata di bagian selatan Lombok Tengah. Event-event seperti ini diharap muncul dari ide-ide dan gagasan anak muda Pujut. Tujuannya agar pariwisata bangkit dengan cepat. Seperti diketahui, dampak bencana alam bebeberapa bulan lalu masih terasa imbasnya. “Semoga bisa kita agendakan lebih meriah lagi. Bila perlu, atraksinya dimunculkan dan rute ,” sarannya.

Sementara itu, Kades Kuta, Mirate menjelaskan, event-event seperti ini menimbulkan banyak dampak positif. Kehadiran tracker menjadi salah satu pemacu kebangkitan pariwisata.(tl/01)

Pariwisata

Dilantik Jumat Pagi dan Langsung Bergerak Majukan Pariwisata

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net–Unsur Penentu Kebijakan (UPK) di BADAN Promosi pariwisata daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Tengah akhirnya resmi terbentuk. Pembentukan UPK BPBD sesuai dengan SK Bupati Lombok Tengah nomor 283 tahun 2018 tentang Pembentukan Unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Derah Kabupaten Lombok Tengah.
Terdapat Sembilan orang yang masuk sebagai untuk penentu di BPPD Lombok Tengah. Mereka berasal dari kalangan Asosiasi Kepariwisataan, Akademisi, Asosiasi Profesi, Media dan Perwakilan Air Line.
Sembilan nama dalam unsur penentu BPPD Lombok Tengah tersebut dilantik di Becingah Adiguna Praya, Jumat (4/1) siang. Pelantikan dan pengukuhan dilakukan Wakil Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri. Hadir Sekda Loteng, H Nursiah, Kadis Pariwisata, HL Putria, sejumlah Kepala SKPD, Asosiasi Pariwisata dan pihak terkait lainnya.
Wakil Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri saat melantik UPK BPPD Lombok Tengah berpesan agar BPPD bisa menjadi ujung tombak dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah. Terutama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok Tengah pasca bencana atau Lombok recovery.
Seperti diketahui kata Pathul Bahri, pariwisata kini sudah menjadi sektor prioritas pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Hal itu tidak lepas dari sumbangsih pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, sektor pariwisata kini menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sejak beberapa tahun terakhir.
“Kami meminta tim BPPD solid dan fokus bekerja membantu pemerintah dalam hal promosi pariwisata daerah. Saya melihat personil BPPD sudah tepat karena diisi personil yang pas. Silakan langsung kerja dan niatkan untuk ibadah,” pesannya.
LANGSUNG KERJA
Sementara itu, pasca pelantikan di Becingah Adiguna, UPK BPPD Lombok Tengah langsung bergerak merumuskan beberapa hal penting yang berkaitan dengan program promosi pariwisata. Rapat internal berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, HL Moh. Putria.
Pada rapat internal yang juga dihadiri Kadis Pariwisata tersebut disepakati beberapa hal. Diantaranya pembentukan unsur pelaksana yang akan dilakukan Januari dan berlanjut ke penyusunan program kerja BPPD.
“Sesuai amanat Undang-undang, BPPD bertugas membantu pemerintah untuk promosi wisata, branding dan riset. Tiga hal ini yang menjadi pekerjaan utama BPPD,” terang Ketua BPPD Lombok Tengah, Ida Wahyuni Sahabudin.
Ida berharap, pihaknya bisa membangun sinergi dengan pihak terkait. BPPD tidak bisa kerja sendiri. Leading sektor pariwisata harus ikut terlibat maksimal dalam promosi dan memajukan pariwisata daerah. Terlebih pariwisata saat ini sudah menjadi program prioritas pemerintah daerah.(tl/01)

Berikut personil UPK BPPD Loteng
NO
NAMA
JABATAN
PERWAKILAN

1
Ida Wahyuni
Ketua
Asosiasi Kepariwisatawan

2
M Paris S.Pd M.Pd
Wakil Ketua
Akademisi

3
Kanom S.Pd M.Par
Sekretaris
Akademisi

4
Samsul Bahri S.Adm
Anggota
Asosiasi Kepariwisataan

5
Mahdan S.Pd
Anggota
Asosiasi Kepariwisataan

6
Agus Wahaji S.Sos I
Anggota
Asosiasi Profesi/Media

7
Abdul Syahid SE
Anggota
Asosiasi Kepariwisataan

8
Miasa S.Pd
Anggota
Asosiasi Kepariwisataan

9
Johan Efendi
Anggota
Air Line (Citylink)

Pariwisata

PUJUT/tribunlombok.net–Ragam cara dilakukan Poltekpar Lombok untuk membantu pemerintah dalam memulihkan pariwisata Lombok. Sabtu pagi, ratusan mahasiswa Poltekpar diterjunkan ke kawasan pantai Mandalika Kuta untuk aksi bersih pantai. Kegiatan ini juga melibatkan warga sekitar dan sejumlah wisatawan asing yang peduli akan kebersihan pantai Mandalika Kuta.

“Kegiatan ini melibatkan 600 mahasiswa Poltekpar, wisatawan, karyawan ITDC dan masyarakat sekitar. Beach clean up dilakukan dari kampung nelayan sampai kawasan pantai Kuta, ” terang Humas KEK Mandalika ITDC, H Ady Sujono.

Sementara itu, salah satu warga Kuta, Arta Wijaya menyambut baik kegiatan ini. Ia yakin kegiatan pembersihan akan memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kebangkitan pariwisata Lombok, khususnya pariwisata Kuta. (tl)

Pariwisata

PRAYA/tribunlombok.net–Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Lombok Tengah Forum, Wartawan Lombok Tengah (FWLT) bersama PT. Mitra Alam Tengah menggelar kegiatan Lombok Green atau Lombok Hijau dengan tema NTB Bangkit 2018, Sabu, (15/12/2018).
Penghijauan terpusat di jalan pariwisata Dusun Selong Belanak hingga Dusun Serangan sepanjang 5 km di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Terdapat sebanyak 2.50 pohon yang ditanam. Terdiri dari bibit trambesi dan kayu putih.
Hadir dan ikut dalam kegiatan penghijauan itu, Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH yang diwakili Asisten I Setda Lombok Tengah, H. Lalu Muh. Amin, Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah H. Lalu Herdan, Kapolsek Praya Barat Kompol Suparta, Ketua PHRI Lombok Tengah H. Lalu Fathurahman, GM PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Lombok Internasional Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita, Selong Belanak Comunity Association (SBCA), Kades Selong Belanak Lalu Yahya, Kades Mekar Sari, Azhar, Ketua FWLT Agus Wahaji beserta seluruh pengurus dan anggota FWLT, para Penggiat dan Pemerhati Pariwisata, ratusan tokoh Masyarakat, Pemuda, dan Kadus se Desa Selong Belanak, serta puluhan wisatawan asing.
Dalam sambutannya, Kades Selong Belanak, Lalu Yahya menyampaikan ucapan terimakasih atas dipilihnya Kawasan Pariwisata Pantai Selong Belanak sebagai lokasi kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit 2018 yang dinisiasi oleh FWLT dan PHRI.”Kawasan Pariwisata Pantai Selong Belanak dan sekitarnya merupakan Proritas ke dua untuk dikembangkan setelah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Kuta. Untuk itu kami sangat bersyukur Selong Belanak dijadikan lokasi kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit, sehingga kedepan Kawasan Pantai Selong Belanak menjadi lebih Hijau, tertata, indah, bersih dan semakin ramai di kunjungi wisatawan,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Ketua PHRI Lombok Tengah, H. Lalu Fathurahman menyampaikan, kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit ini merupakan salah satu kegiatan memajukan sektor Pariwisata di Bumi Tatas Tuhu Trasna, dan untuk meyakinkan kepada wisatawan luar maupun dalam negeri, bahwa kawasan Pariwisata, khususnya di Lombok Tengah aman untuk dikunjuni pasca Gempa Bumi 7,0 SR yang mengguncang Lombok – Sumbawa, NTB pada bulan Agustus 2018 lalu.” Kegiatan ini salah satu kegiatan yang telah kami rencanakan bersama FWLT Pasca Gempa Lombok pada bulan Agustus lalu. dan kegiatan ini untuk meyakinkan kepada Dunia bahwa NTB, khususnya Lombok Tengah aman untuk dikujungi. Untuk itu kalau mau daerah kita dikunjungi wisatawan, tata dulu kawasan wisata kita, dijaga dan dirawat, karena kalau masih kotor, tidak nyaman dan masih semerawut, wisatawan pasti kecewa, karena yang mereka (wisatawan) cari keindahan, kenyamanan dan keamanan,” ujarnya.
Sementara itu mewakili Bupati Lombok Tengah, Asisten I Setda Lombok Tengah H. Lalu Muh Amin mengatakan, kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit atau sejenisnya, bisa dilaksanakan secara terus menerus, dan tidak hannya dilaksanakan satu organisasi saja, melainkan juga bisa dilaksanakan oleh Instansi, Lembaga Pemerintah, Swasta, Pelaku Pariwisata, bahkan oleh pemerintah ditingkat paling bawah, mulai dari tingkat Desa hingga ke tingkat Dusun.” Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terimakasih kepada FWLT dan PHRI serta para pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Bila perlu kegiatan semacam ini kita Lombakan mulai dari tingkat Dusun. Para Kadus bisa memulainya dengan menanam jenis jenis Pohon, lalu kita berikan nilai,” pungkasnya.
Kegiatan Lombok Green – NTB Bangkit 2018 itu juga mendapat dukungan dari Pemkab Lombok Tengah, BUMD, BUMN di Lombok Tengah, serta dari Instansi dan lembaga pemerintah lainnya.
Sementara itu, Ketua FWLT Agus Wahaji menjelaskan, kegiatan Lombok Green NTB Bangkit mendapat sambutan hangat sejumlah kalangan. “Ini karena pemilihan lokasi yang tepat yakni menghijauan jalur wisata yg belum ditanami pohon,” terangnya.
Dijelaskan, panitia memilih pohon trambesi karena beberapa pertimbangan. Salah satunya, pohon ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan sangat rindang. Dengan demikian, jalur wisata akan tampak hijau sejak beberapa tahun kedepan. (tl)

Pariwisata

Jokowi Ajak Wisatawan Datangi Lombok

LOMBOK/tribunlombok.net–Denyut nadi pariwisata Lombok pasca gemoa mulai bergerak. Hal ini seiring mulai ramainya wisatawan domestik dan mancanegara yang mendatangi pulau nan exotic ini. Bahkan, Presiden Indonesia, Joko Widodo ikut menyuarakan bangkitnya pariwisata Lombok melalui akun instagramnya.

Dalam akun resmi Presiden Indonesia tersebut, Jokowi menceritakan pendakian Rinjani yang kembali ramai setelah jalur pendakian melalui Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara resmi dibuka pekan lalu. Sedangkan dua jalur lainnya, Sembalun dan Senaru akan dibuka awal tahun depan.

Dalam akun Instagramnya Presiden Jokowi juga mengajak masyarakat dunia untuk berwisata ke Lombok. Daerah yang menjadi salah satu penyangga pariwisata nasional ini sudah kembali normal.

Seperti diketahui, pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi membuka jalur pendakian melalui Aik Berik. TNGR sekaligus melaunching sistem e-ticket pendakian Rinjani. Sehari, TNGR menarget sekitat 150 pendaki yang naik ke Rinjani melalui jalur Aik Berik. (tl-01)