Home Pariwisata Archive by category Obyek Wisata

Obyek Wisata

Headline Lombok Tengah Obyek Wisata

LOTENG – Pengelolaan Bendungan Batujai sebagai salah satu destinasi wisata, terus diupayakan Pemkab Lombok Tengah.
Bupati Lombok Tengah,HM.Suhaili menargetkan penataan Bendungan Batujai bisa bersamaan dan menjadi pendukung keberadaan Sirkuit Motor GP. Terkait hal itu, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memperoleh izin pengelolaan.

“ Kita harapkan rampung dengan sirkuit,” kata Bupati di Praya, Jumat (12/04/2019).

Dikatakannya, wilayah penerima manfaat terbesar aliran Bendungan Batujai adalah Lombok Barat. Tapi paling tidak karena lokasi genangannya di Lombok Tengah, seharusnya bisa dimanfaatkan. Terutama keindahannya sebagai salah satu daya tarik pariwisata. Seperti halnya yang dilakukan di daerah lain. Yang mana aset BWS banyak dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah.
Pengembangan obyek wisata Bendungan Batujai akan berdampak besar bagi pariwisata. Sesuai perencanaan yang sudah dibuat Pemkab Lombok Tengah, di kawasan Bendungan Batujai akan dilengkapi berbagai fasilitas. Mulai taman bermain, pusat kuliner, olahraga dan lainnya.

Dengan harapan, keindahan Bendungan Batujai bisa mendukung obyek wisata lain di Lombok Tengah. Hal terpenting, pengembangannya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami selalu menginginkan agar bagaimana potensi ini benar-benar bisa dikelola sepenuhnya untuk kepentingan orang banyak,” harapnya.
Menurut Bupati, letak Bandungan Batujai sangat strategis. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Bandara Internasional Lombok (BIL). Sedangkan di Utara Kota Praya sebagai pusat pemerintahan.
Keunikan lain Bendungan Batujai adalah genangannya yang berada di kota yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Mengenai anggaran pengembangannya, bisa ditanggulangi dengan sharing anggaran dengan pemerintah provinsi maupun pusat. “Intinya kita sudah sangat siap. Mudahan segera terealisasi,” pungkasnya. (tl-03)

Kabar Desa Lombok Tengah Obyek Wisata

LOTENG – Desa Wisata Desa, Kecamatan Pringgarata mulai mendunia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung.
Tidak puas dengan obyek wisata pasar pancingan, Pemerintah Desa Bilebante terus membuat trobosan. Salah satunya dengan mengembangkan homestay dengan memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai penginapan bagi wisatawan.
Kepala Desa Bilebante, Rakyatulliwaudin, menjelaskan, pengembangan homestay sudah dimulai setahun terakhir. Tujuannya untuk menampung wisatawan yang ingin menginap dan menikmati keindahan alam Bilebante.
Ia menjelaskan, setiap bulan ada saja wisatawan yang berkunjung dan menginap di rumah warga. Yang mana sewa homestay berkisar Rp 175 sampai Rp 200 ribu per malam. Dalam satu kali kungungan, pemilik rumah bisa memperoleh keuntungan jutaan rupiah. Adapun pelayanannya, disesuaikan dengan stardar pelayanan hotel. Terlebih para pemilik rumah telah mengikuti berbagai pelatihan, khususnya tentang bagaimana melayani tamu. Baik dari kabupaten maupun Kementerian Pariwisata.
Dikatakan Rakyatul, hampir sebagian besar tamu yang menginap di Bilebante mengaku puas dengan pelayanan warga. Terlebih dengan pelayanan dengan mengedepankan tradisi khas Sasak, meninggalkan kesan mendalam bagi para wisatawan.

” Ini juga kita hajatkan untuk melengkapi destinasi wisata utama kita yakni pasar pancingan. Saat ini ada lima rumah warga yang khusus dijadikan homestay,” kata Rakyatul di rumahnya,beberapa waktu lalu.

Kedepan, keberadaan homestay di desanya akan terus ditata. Misalnya dengan menyiapkan fasilitas standar hotel maupun meningkatkan kwalitas pelayanan. Saat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bilebante telah mengajukan proposal penyiapan fasilitas MCK standar hotel bagi rumah-rumah warga yang menjadikan huniannya sebagai homestay. Tahun depan pihaknya menargetkan 75 rumah warga bisa dijadikan homestay.
Setelah semuanya tertata dengan baik, pengelolaan homestay dan destinasi wisata lain di Bilebante akan diatur melalui Peraturan Desa (Perdes). Termasuk memasukkan sebagian hasil pengelolaanya sebagai PADes.
Agar lebih maksimal, pihaknya terus berupaya menjalin kerjasama dengan travel perjalanan wisata. Dengan harapan Bilebante bisa dimasukkan sebagai salah satu paket tujuan wisata. “Dengan potensi wisata ini, kami yakin kedepan Bilebante akan menjadi desa yang makmur,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lombok Tengah, Lalu Putria,M.Pd mengapresiasi perkembangan Desa Wisata Bilebante. Dantara sekian banyak desa wisata di Lombok Tengah, Bilebante dinilai termasuk salah satu yang perkembangannya sangat pesat. Dia berharap, keberhasilan Pemdes Bilebante bisa diikuti oleh desa lain. Sehingga pengembangan pariwisata Lombok Tengah berkembang sesuai yang diharapkan masyarakat. (tl03)

Headline Obyek Wisata

 

Redaksi Tribunlombok.net – Sempat mengalami sepi terhadap kunjungan wisatawan akibat gempa yang anggarannya melanda Lombok pada awal Agustus 2018 lalu, pelan nun pasti sejumlah kawasan wisata yang ada mulai bangkit nan normal lagi. Salah satunya yakni kawasan wisata air terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu yang berada di desa Aik Berik, kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Baca Selanjutnya