Home Archive by category Politik

Politik

Headline Lombok Tengah Politik

LOTENG – Bupati Lombok Tengah,HM.Suhaili FT, mengimbau seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ikut menggerakan masyarakat untuk menyalurkan suaranya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang.
Setelah pencoblosan, para kepala badan maupun dinas menyebar jajarannya ke masing masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memantau jalannya penghitungan suara.

“Setelah pencoblosan kita harus ikut memantau,” kata Suhaili di Bencingah Adiguna Praya, Jumat (12/04/2019).

Dikatakan Suhaili, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan untuk mengambil tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) tapi menjaga ketertiban pelaksanaan pemilu.
Misalnya Dinas Pendidikan, bergerak dengan guru, Dinas Kesehatan bersama perawat, dan lainnya. NantinyaNantinya, pemantauan akan dibagi menjadi beberapa tim yang disebar di semua wilayah.
Selain itu, para kepala desa dan camat diminta memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada untuk menyerukan kepada masyarakat agar bisa datang ke TPS.
Karena bagaimanapun juga, lanjut Suhaili, suksesnya pelaksanaan Pemilu akan mempengaruhi masa depan bangsa dan generasi yang akan datang. Tidak terkecuali mempengaruhi pembangunan Lombok Tengah.
Untuk itu, politisi Partai Golkar tersebut mengajak masyarakat untuk menyalurkan suara sesuai keinginan tanpa ada intervensi dari pihak manapun, demi Indonesia yang lebih baik.(TL03)

Politik

Lombok/tribunlombok. Net-Senator NTB, DPD RI Dapil NTB menggelar sosialisasi tentang Pancasila Undang-undang 1945 keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di kantor camat Pujut Lombok Tengah (31/01)Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda di kecamatan itu.Dalam kesempatan ini, H. Lalu Suhaimi Ismy menekankan pentingnya peningkatan sumberdaya manusia di tengah pesatnya pembangunan yang saat ini tengah tumbuh di Lombok Tengah terutama kawasan mandalika dimana kegiatan itu di lakukan.Suhaimi Ismy menegaskan Pembangunan di negara kita terus dilakukan, terutama di daerah kita Lombok Tengah yang mengalami pembangunan signifikan. Tetapi, kita harus siap dengan efek negatif dari pembangunan terutama budaya asing yang mulai masuk ditengah-tengah kita.”kita harus memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bingkai pancasila terutama benteng agama yang harus di perkuat” terang H. Lalu Suhaimi IsmySelain itu juga Suhimi Ismy menekankan pada penanaman nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak kita sejak dini. Mulailah dengan hal menjaga ibadah anak-anak kita, kembalikan tradisi magrib mengaji disetiap mushala, mengajarkan anak-anak kita memberi dan bersedekah.”Program magrib mengaji juga bisa menjadi benteng dari dampak negatif dari isue dan budaya luar, karena dengan pengetahuan agama”, lanjut Suhaimi Ismy.Lebih jauh Selain itu, di tengah tahun politik seperti saat ini, tetaplah kita menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI. Jangan sampai kita terpecah-pecah oleh pilihan yang berbeda, Pilihan boleh berbeda tetapi tetap saling respek dan menghormati, tidak boleh saling menghasut apalagi menyebarkan berita yang tidak benar.”Siapapun yang terpilih dalam pemilihan umum tahun ini, tetangga kita tetap akan menjadi tetangga kita, saudara kita tetap akan menjadi saudara kita, Kita sakit, tetap keluarga yang mengurus kita bukan para calon itu,” ungkap Suhaimi IsmyDengan adanya kegiatan ini masyarakat diharapkan menjadi paham sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk saling menyakiti sebagai saudara setanah air. Walaupun berbeda pilihan, tetap tujuan kita untuk kemajuan Indonesia. Sehingga usulan masyarakat yang Meminta pemerintah untuk mengembalikan pelajaran PMP dan penataran P4, karena zaman sekarang membutuhkan pendidikan moral yang kuat, khususnya moral pancasila. Menjadi aspirasi yang akan disampaikan oleb senator NTB, yang pernah tercatat sebagai kepala wilayah Kementrian Agama NTB ini.(tl)

Lombok Tengah Politik

KONSOLIDASI: Ketua DPC PBB Lombok Tengah, HL Arif Rahman Hakim sedang konsolidasi dengan pengurus partai dan caleg di Kantor BPC PBB Lombok Tengah, pekan lalu.

LOTENG/TRIBUN LOMBOK—DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Lombok Tengah menargetkan semua dapil terisi pada pemilihan legislatif 2019 mendatang. Target muncul setelah melihat peta kekuatan internal Caleg PBB di semua dapil dan caleg dari partai lain.

Baca Selanjutnya

Headline Politik

AKSI: Bakal calon yang tidak lolos, Sampurna Winata sedang orasi di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, pekan lalu. (TRIBUN LOMBOK)

LOTENG/TRIBUN LOMBOK-Kisruh Pilkades Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat berbuntut panjang.  Panitia Pilkades terpaksa harus melaporkan salah satu bakal calon yang tidak lolos, Sampurna Winata ke Polres Lombok Tengah, Jumat lalu. Laporan dilayangkan Ketua Panitia Pilkades, Murakib dan dua panitia lainnya.

Pantauan Tribun Lombok, Murakib yang didampingi panitia lainnya, melaporkan Sampurna Winata ke Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah. Sampurna Winata dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

Mengacu pada laporan Murakib atau akrab disaba Roket, Sampurna dilaporkan dalam dua perkara. Pertama karena  dugaan pencemaran nama baik di hadapan halayak ramai. Tepatnya ketika Sampurna melakukan aksi damai ke Kantor Bupati Loteng, pekan lalu. Dalam aksi tersebut, Sampurna diduga mencemarkan nama baik panitia karena menyebut panitia pernah datang menemui pihaknya dan meminta uang sejumlah Rp. 20 juta agar bisa lolos sebagai Calon Kepala Desa Mekar Sari.

“Kami juga melaporkan sampurna dan kawan-kawan dalam dugaan pelanggaran Udang-undang ITE dan ujaran kebencian seperti yang ditulis media online koranmerah.com,” terang Murakib di Polres Lombok Tengah.

Dijelaskan Murakib, panitia sudah cukup sabar menghadapi kontestan pilkades yang tidak lolos. Sebelum ia melapor ke Polres Loteng, Murakib sempat menceritakan berbagai dinamika di lapangan. Misalnya, adanya teror yang masuk melalui SMS dan cara lainnya.

“Sebelumnya kami sabar. Tujuan kami hanya satu. Ingin mensukseskan  Pilkades Mekar Sari. Panitia dalam posisi netral dan tidak berpihak kemanapun. Laporan ini menjadi bukti bahwa kami tidak melakukan seperti yang dituduhkan saudara Sampurna dalam aksi damai waktu itu,” tegasnya.

Menyikapi adanya berbagai polemik yang muncul pasca penetapan calon yang lolos, Murakib menegaskan, panitia tetap melanjutkan tahapan Pilkades Mekar Sari.   Setelah tahapan penetapan nomor urut, tahapan selanjutnya adalah masa kampanye, hari tenang, pencoblosan, penghitungan suara dan penetapan pemenang.

Terkait beberapa tahapan yang masih menunggu, ia menyarankan masyarakat Desa Mekar Sari tetap mempercayakan seluruh tahapan pada panitia. Ia berpesan agar masyarakat memanfaatkan pemilihan kepala desa sebagai ajang mencari pemimpin desa yang terbaik. (tl-01)