Home Posts tagged KEK Mandalika
Pariwisata

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net–Keinginan masyarakat lingkar KEK Mandalika untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi ke Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akhirnga terwujud, Jumat pagi (18/1). Pertemuan dengan tema Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi ini berlangsung di beach walk kawasan pantai Kuta Mandalika Lombok Tengah.
Pertemuan dihadiri Gubernur NTB, Sekda NTB dan sejumlah pejabat Pemprov NTB. Selain itu tampak hadir Direktur Utama ITDC, Mansyur Abdulbar dan jajaran, Kadis Pariwisata Loteng, Lalu Putria, Kepala Desa Kuta Lalu Mirate, dan ratusan masyarakat lingkar KEK Mandalika.
Pada kesempatan ini, Direktur Utama ITDC, Mansyur Abdulbar menjelaskan, kehadiran ITDC adalah untuk membangun Lombok Selatan. Bukan sekedar mencari keuntungan. Konsep pembangunan dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti masjid dan Bazar The Mandalika bagi pelaku UMKM. “Mudahan segala kegiatan kami bisa berguna bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menjelaskan, perekonomian dunia menganut sistem terbuka. Dan aktor utamanya adalah pengusaha dan masyarakat. Sehingga peningkatan ekonomi menjadi solusi mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
“Siapapun yang jadi Gubernur dan Bupati hendaknya memiliki kerendahan hati untuk mengatasi masalah masyarakat,” paparnya.
Untuk pengembangan usaha atau investasi di NTB, termasuk di KEK dan sekitarnya, Gubernur memastikan pengusaha mendapat perlakuan nyaman. Hanya saja para pengusaha hendaknya tidak melupan masyarakat sekitar agar tidak jadi penonton di rumah sendiri. “Satu sama lain saling mendukung agar mengetahui porsi masing-masing,” pesannya.
Dijelaskan, Mandalika bukan hanya milik masyarakat Lombok. Melainkan sudah menjadi berkah bagi dunia. Namun demikian, masyarakat sekitar Mandalika harus diperhatikan kesejahteraannya.
Pantauan tribunlombok.net, dialog ini domanfaatkan masyarakat untuk berkeluh kesah. Terutama terkait lahan yang inklab di dalam kawasan. Terhadap berbagai persoalan yang ada, pemprov NTB, Pemkab, ITDC dan masyarakat akan duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. (tl)

Headline

Target Operasi Bulan Maret 2021, Butuh Suport dan Sosialisasi Kiat

JAKARTA/tribunlombok.net–Menpora Imam Nahrawi mendukung rencana PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) yang akan membangun sirkuit MotoGP di daerah Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hal itu disampaikan Menpora saat menerima Dirut ITDC Abdulbar Mansoer di Lantai 10, Kemenpora, Jakarta, Senin (14/11) seperti dilansir laman www.kemenpora.go.id.

Menpora menyambut baik rencana besar ini. Pemerintah akan mendukung sesuai porsi yang diperlukan. “Senang sekali mendengar ini, MotoGP sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Jika ada di negara kita pasti sangat banyak yang menonton, daripada harus ke Malaysia seperti sekarang. Nanti saya akan menemui Menteri Pariwisata dan pihak-pihak terkait gna memberikan dukungan dan terus mempromosikan agar dapat terwujud,” ucap Menpora yang didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta
Dirut ITDC Abdulbar Mansoer menyampaikan rencana pembangunan Street Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat telah diadakan MoU dengan investor VINCI Construction.
Ada beberapa alasan untuk pemilihan wilayah Mandalika ini. Eksotik areanya sangat menarik minat wisatawan terutama para wisman (turis asing), dan dengan pengembangan infrastruktur pariwisata dengan penguatan sport tourism akan mempercepat pemulihan Lombok dari trauma musibah gempa yang menimpa pada tahun lalu.
“Pak Menteri kami perlu suport dan promosi yang kuat, kalau kita mau Maret 2021 MotoGP bisa di Indonesia. Investor sudah siap membangun Mandalika, dengan hadirnya spot turism akan memepercepat recovery Lombok,” katanya.
Ikut hadir pada acara tersebut yakni, Plt Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, Staf Ahli Ekraf Jonni Mardizal, Staf Ahli Hukum Olahraga Samsudin, Stafsus Bidang Keolahragaan Tommy Kurniawan, Sesdep Pemberdayaan Pemuda Eka Sukmawijaya, dan dari ITDC antara lain Head of Marketing & Investment Ricky Baheramsyah, Corporate Secretary Miranti Rendranti, Staf Menko Perekonomian Suwandi Ahmad. (tl/01)
Pariwisata

Panitia Target 500, Peserta yang Daftar Lebih Seribu

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net—Ratusan tracker asal NTB dan Bali menjelajahi alam Kuta Mandalika, Ahad pagi (13/1). Peserta mengambil start di Pantai Seger. Setelah itu berlanjut ke Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Sebagian besar rute yang dilalui adalah daerah pegunungan di sekitar kawasan KEK Mandalika.
Ketua panitia event ini, Hendri Agus Herianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan event perdana di Lombok Tengah peserta sekitar seribu lebih. Peserta berasal dari seluruh kabupaten kota se NTB. Tidak itu saja, peserta juga datang dari Bali, NTT, Sumatra dan pulau Jawa.

Jumlah peserta diluar prediksi panitia. Semula target panitia hanya 500 peserta. Namun peserta yang daftar lebih dari seribu. Hal ini karena pelaksanaan berlangsung di kawasan wisata yang tengah mendunia.

“Rute yang dilalui juga cukup terjal dan menantang dengan melintas di empat desa. Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Tidak itu saja, jarak tempuhnya juga cukup jauh yakni 50 kilometer dengan mengelilingi terjalnya Gunung Prabu,” paparnya.

Ia berharap event seperti ini bisa digelar kembali untuk membangkitkan pariwisata di KEK.Mandalika ini.
Sementara, Camat Pujut, Lalu Sungkul usai melepas peserta menjelaskan, pariwisata kondisi Pulau Lombok beberapa bulan terakhir pasca gempa bumi sedikit lesu. Khususnya pariwisata di bagian selatan Lombok Tengah. Event-event seperti ini diharap muncul dari ide-ide dan gagasan anak muda Pujut. Tujuannya agar pariwisata bangkit dengan cepat. Seperti diketahui, dampak bencana alam bebeberapa bulan lalu masih terasa imbasnya. “Semoga bisa kita agendakan lebih meriah lagi. Bila perlu, atraksinya dimunculkan dan rute ,” sarannya.

Sementara itu, Kades Kuta, Mirate menjelaskan, event-event seperti ini menimbulkan banyak dampak positif. Kehadiran tracker menjadi salah satu pemacu kebangkitan pariwisata.(tl/01)

Pariwisata

Panitia Target 500, Peserta yang Daftar Lebih Seribu

LOMBOK TENGAH/tribunlombok.net—Ratusan tracker asal NTB dan Bali menjelajahi alam Kuta Mandalika, Ahad pagi (13/1). Peserta mengambil start di Pantai Seger. Setelah itu berlanjut ke Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Sebagian besar rute yang dilalui adalah daerah pegunungan di sekitar kawasan KEK Mandalika.
Ketua panitia event ini, Hendri Agus Herianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan event perdana di Lombok Tengah peserta sekitar seribu lebih. Peserta berasal dari seluruh kabupaten kota se NTB. Tidak itu saja, peserta juga datang dari Bali, NTT, Sumatra dan pulau Jawa.

Jumlah peserta diluar prediksi panitia. Semula target panitia hanya 500 peserta. Namun peserta yang daftar lebih dari seribu. Hal ini karena pelaksanaan berlangsung di kawasan wisata yang tengah mendunia.

“Rute yang dilalui juga cukup terjal dan menantang dengan melintas di empat desa. Desa Kuta, Sengkol, Sukadana dan Desa Prabu. Tidak itu saja, jarak tempuhnya juga cukup jauh yakni 50 kilometer dengan mengelilingi terjalnya Gunung Prabu,” paparnya.

Ia berharap event seperti ini bisa digelar kembali untuk membangkitkan pariwisata di KEK.Mandalika ini.
Sementara, Camat Pujut, Lalu Sungkul usai melepas peserta menjelaskan, pariwisata kondisi Pulau Lombok beberapa bulan terakhir pasca gempa bumi sedikit lesu. Khususnya pariwisata di bagian selatan Lombok Tengah. Event-event seperti ini diharap muncul dari ide-ide dan gagasan anak muda Pujut. Tujuannya agar pariwisata bangkit dengan cepat. Seperti diketahui, dampak bencana alam bebeberapa bulan lalu masih terasa imbasnya. “Semoga bisa kita agendakan lebih meriah lagi. Bila perlu, atraksinya dimunculkan dan rute ,” sarannya.

Sementara itu, Kades Kuta, Mirate menjelaskan, event-event seperti ini menimbulkan banyak dampak positif. Kehadiran tracker menjadi salah satu pemacu kebangkitan pariwisata.(tl/01)