Home Posts tagged Lombok Tengah
Headline

PRAYA/tribunlombok.net–Polemik rencana pembangunan DAM Lokon Kecamatan Praya Tengah kembali menggelinding. Hal itu karena pembangunan DAM yang akan mengubah ribuan hektare lahan kering menjadi irigasi teknis ini belum ada kejelasan.

Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Ahmad Ziyadi menegaskan, Pemkab Lombok Tengah tidak serius membangun DAM Lokon. Hal itu dapat dilihat dari progres rencana pembangunan yang masih jalan di tempat. Nyaris tidak ada hasil apapun yang sudah ditelurkan. Padahal pembangunan DAM Lokon sangat dinanti ratusan ribu petani di Lombok Tengah. Khususnya petani di bagian Selatan.

“Omong Kosong Pemkab serius bangun Lokon. Tanda-tanda keseriusannya tidak ada, ” terang Ziyadi di sela-sela Musrenbang Perubahan RPJMD 2016-2023 di restorant dMax hotel, Senin siang.

Kalaupun serius, Pemkab Loteng sudah barang tentu melakukan berbagai tindakan konkrit seperti yang dilakukan untuk pembangunan pasar Kopang. Bahkan, untuk membangun pasar Kopang Pemkab berani mengalokasikan anggaran meski DED belum tuntas. Termasuk berani menggunakan dana pinjaman untuk pembangunan pasar Kopang.

Keseriusan lain juga ditunjukkan Pemkab Loteng saat ingin membangun kantor Bupati di Puyung yang dananya menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 200 miliar lebih. Begitu juga dengan proyek besar lainnya yang sedang berjalan.

“Coba digarap serius seperti menggarap pasar Kopang dan Kantor Bupati. Pasti progresnya sudah baik dan pembangunan sudah dimulai, ” yakinnnya.

Ziadi mencontohkan bagaimana keseriusan sejumlah kepala daerah di pulau Sumbawa dalam membangun DAM. Upaya kepala daerah di Sumbawa telah membuahkan hasil.

“Pembangunan DAM masuk dalam Nawacita pemerintah pusat. Tinggal keseriusan pemerintah daerah saja. Pusat dan Pemprov sangat mendukung. Masalahnya ada di Pemkab Lombok Tengah, ” gumamnya.

Dijelaskan, bentuk lain tidak seriusnya Pemkab Loteng dalam membangun DAM Lokon dapat dilihat dari kerja LARAP yang tidak kunjung selesai. Padahal, beberapa waktu lalu DPRD Lombok Tengah sempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 5 miliar untuk Larap dan kebutuhan lainnya. Namun apa yang terjadi, anggaran untuk Larap justru tidak terserap dan kembali ke kas daerah.

“Bagaimana kita mau bilang Pemkab serius ingin bangun DAM Lokon, kondisinya seperti ini. Cuma kalau dibilang tidak serius bangun, pemerintah marah. Masyarakat nilai sendiri sudah apakah pemerintah serius atau tidak, ” ajaknya.

Sebagai wakil rakyat, Ziyadi dan sejumlah rekan-rekannya memiliki komitmen kuat mensukseskan pembangunan DAM Mujur. Ia bahkan siap pasang badan dan melakukan apa saja asal bendungan ini segera terwujud.

“Dewan hanya peran budgeting. Kalau untuk topangan anggaran kami pasang badan. Sedangkan urusan perencanaan dan hal teknis lainnya ada di eksekutif,” jelasnya.

Karena perjuangan panjang untuk mendorong terwujudnya pembangunan DAM Lokon jalan di Tempat, Ziadi sempat berniat mundur dari perjuangan karena tidak ditopang komitmen kuat eksekutif. Hanya saja, rencana itu diabaikan dan ia memutuskan tetap berjuang sampai titik nadir.

“Sampai istiharah di tiga tempat untuk memutuskan apakah melanjutkan perjuangan atau tidak. Tapi hasilnya sama semua, perjuangan harus dilanjutkan karena akan mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat banyak.

Untuk mendorong Eksekutif agar serius membangun DAM Lokon, Ziyadi dan kawan-kawan sedang mempersiapkan sejumlah langkah. Salah satunya adalah menyiapkan pengerahan massa yang akan rutin melakukan demonstrasi. “Masih cari modal dulu untuk aksi percepatan pembangunan, ” tegasnya.

Menyikapi rencana Pembangunan yang masih jalan di Tempat, Ziadi mendorong Pemkab Loteng segera membentuk tim percepatan. Tim inilah yang kerja mengurus segala sesuatu untuk persiapan awal pembangunan DAM Lokon. (tl-01)

Headline Lombok Tengah

Tribunlombok.net – Tanggal 15 Oktober 2018 ini, Kabupaten Lombok Tengah genap berusia 73 tahun. Dari usianya yang Sudan lebih dari setengah abad ini, Lombok Tengah (Loteng) terus berbenah guna menuju Kabupaten yang lebih baik, lebih maju dan sejahtera. Berbagai program unggulan serta Mega proyek sejauh ini terus diupayakan tidak lain untuk menuju Loteng yang lebih baik. Baca Selanjutnya