Headline

Kajari Pastikan Tidak Ada SP3 Untuk Perkara Puskesmas Awang

Lombon Tengah, Tribunlombok.net – Penyidikan pembangunan Puskesmas Awang di Kecamatan Pujut yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya dipastikan berlanjut. Hal ini terungkap sekaligus menjawab isu yang berkembang di tengah masyarakat Lombok Tengah dimana kasus Puskesmas Awang akan di hentikan penanganannya oleh pihak Kejari.

Kajari Lombok Tengah, Fadil Regan SH MH di wakili Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus, Brata Hari Putra SH menyatakan, pihaknya membantah pihak Kejari akan menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Awang yang sedang ditangani saa ini. Menurutnya, proses penyidikan penanganan kasus Puskesmas Awang masih tetap berlanjut dan sedang intens ditangani oleh tim Jaksa penyidik yang ditugaskan menangani kasus itu. “Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Awang jalan terus dan tetap konsisten kami tangani serius,” ungkapnya.

Dimana penanganan kasus itu sudah menimbulkan kerugian negara sekitar Rp.700 juta. Dimana kecukupan dua alat bukti untuk menetapkan calon tersangka juga menurutnya sudah dikantongi Jaksa penyidik. “Kita naikkan ke penyidikan tentu tidak sembarang dilakukan, berdasarkan alat bukti yang ada kita kemudian menaikkan status perkara yang sedang kita tangani,” tegasnya.

Keseriusan menangani dugaan korupsi Awang juga terus akan ditunjukkan demi menjawab isu yang berkembang dimasyarakat. Berbagai isu yang disampaikan semua pihak ke Kejari juga akan serius didalami demi tegaknya hukum di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. “Semua isu yang masuk terkait penanganan perkara akan kami tampung dan akan kami dalami,” akunya.

Sementara ditanya mengenai adanya upaya pihak-pihak terkait mengembalikan kerugian negara yang terjadi diakuinya juga belum ada. Hingga saat ini pihaknya mengaku tidak ada kerugian negara yang berupaya dikembalikan dala tahap penyidikan ini. Bahkan, jika memang benar nanti kedeannya ada kerugian negara yang berupaya dikembalikan oleh pihak-piha terkait. Pihaknya memastikan upaya tersebut tidak kemudian menggugurkan upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kejari Praya. “Nanti kita liat mas yang jelas penanganan perkara Puskesmas Awang tetap konsisten kami tangani serius,” yakinnya.

Saat ini, audit kerugiaan negara pihak Kejari merangkul Inspektorat Kabupaten Lombok Tengah. Berkas-berkas yang diperlukan untuk Inspektorat melakukan audit potensi terjadinya kerugian negara sudah diserahkan pihak Kejari. Jika dalam perjalanan audit nanti adaberkas lain yang dibutuhkan pihak Inspektorat. Pihaknya mengaku segera akan dilengkapi sehingga kinerja Inspektorat melakukan penghitungan kerugian negara segera tuntas dilakukan. “Jika ada berkas tambahan yang dibutuhkan Inspektorat dalam menghitung sekiranya ada kerugian negara, maka segera akan kami kirimkan berkas yah dibutuhkan,” terangnya.

Dengan keseriusan pihak Kejari dalam melakukan penanganan perkara Puskesmas Awang. Masyarakat diminta untuk tidak khawatir adanya is pengehentian penanganan kasus atau ering disebut dengan SP3. “Tidak ada SP3 yang akan kami keluarkan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Awang,” paparnya.(tl-02)

Related Posts

Tinggalkan Balasan