Home Archive by category Headline

Headline

Headline

Penulis adalah Peneliti Lombok Research Center (LRC), Maharani

Lombok, NTB, Tribun lombok.net – Pada tahun 2022 ini, Bank NTB Syariah sudah berumur 58 tahun. Di tahun ke 58 ini, bisa kita katakan usia yang cukup matang bagi sebuah organisasi keuangan. Banyak lika liku yang pernah dihadapi sehingga mampu bertahan sampai usia ini.

Di era perkembangan jasa keuangan yang cukup cepat ini, Bank NTB Syariah harus mampu membaca peluang dan mengatasi segala tantangan yang ada. Secara eksternal, Bank NTB Syariah dihadapkan dengan peraturan terbaru dari Otoritas Jasa keuangan (OJK). Peraturan tersebut terkait dengan redefinisi pengelompokan Bank Umum dari sebelumnya BUKU menjadi Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI). Hal tersebut terdapat dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum.

Bahkan dalam beberapa media online beberapa waktu yang lalu, Komisi III DPRD NTB mendorong Bank NTB Syariah bekerja lebih keras lagi dalam memenuhi modal inti menjadi 3 triliun sampai Desember 2024. Jika hal itu tidak dilakukan maka bank NTB Syariah akan turun kelas menjadi Bank Perkreditan Rakyat atau BPR. Per September 2021, modal inti bank NTB syariah ini baru Rp 1,37 triliun.

Salah satu tahapan yang harus dilakukan juga yaitu mempercepat perubahan Anggaran dasar dan anggaran rumah Tangga terkait kebijakan keputusan membuka ruang bagi calon investor perorangan dan perusahaan swasta.

Sektor perbankan pada umumnya berperan sebagai institusi perantara keuangan (financial intermediaries) antara pihak pemberi dana atau penabung dengan peminjam atau penerima kredit di perekonomian suatu negara. Dari perspektif proses bisnis dan strategi yang diterapkan, perbankan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu traditional bank dan non-traditional bank.

Traditional bank menjalankan fungsi penyaluran sumber dana yang sebagian besar berasal dari masyarakat dan dana pihak ketiga yang kemudian disalurkan menjadi portofolio pinjaman bank, baik untuk aktifitas komersial, maupun konsumsi rumah tangga. Sumber utama pendapatan dari traditional bank datang dari biaya transaksi maupun aktivitas simpan pinjam.
Kantor cabang memiliki peran yang vital sebagai sarana untuk menarik nasabah baru dan melayani nasabah lama dari traditional bank. Untuk kategori non-traditional bank, kegiatan yang dijalankan lebih luas, misalnya meliputi; Nontraditional Fee-for-Service seperti penjualan asuransi, layanan pinjaman, pialang sekuritas, penjaminan asuransi, dan aktivitas jual beli aset.

Balik kembali pada model bisnis dan strategi apa yang dijalankan saat ini oleh Bank NTB Syariah kebanggaan Pemerintah Daerah NTB ini. Sampai semester kedua tahun 2022 ini, belum ada strategi khusus dalam menjalankan bisnis dan memperluas jangkauan. Diawal tahun atau bisa dikatakan awal semester pertama 2022, kita sempat diberi angin segar oleh Bank NTB Syariah. Kita sebagai masyarakat NTB disuguhkan oleh strategi bisnis Bank Syariah NTB yang mau menyentuh sector pertanian dan peternakan. Khususnya pada sector peternakan dengan menggandeng peternak dengan program KUR sapinya. Namun, sejak adanya wabah PMK yang melanda peternak, hal ini membuat program ini layu sebelum berkembang.

Jika dilihat dari kondisi saat ini, UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian di NTB bahkan secara nasional saat ini memiliki akses pembiayaan perbankan yang masih terbatas. Sampai saat ini, sejauh mana Bank NTB Syariah berupaya agar portofolio pembiayaan UMKM mencapai minimal 50% dari total kredit yang disalurkan sehingga secara tidak langsung Bank NTB Syariah mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian NTB.
Sumbangsih UMKM yang begitu besar terhadap perekonomian NTB, seharusnya mampu dilihat sebagai peluang yang bagus oleh Bank NTB Syariah. Jangan sampai pelaku UMKM tidak mengenal banknya sendiri. Bankan menurut data yang ada saat ini UMKM memberikan kontribusi 68% terhadap produk domestic bruto (PDB) dan 97% bagi penyerapan tenaga kerja nasional. Dari 64,2 juta jumlah UMKM di Indonesia, lebih dari 70%-nya belum dapat mengakses pinjaman modal yang penting untuk menjaga kelangsungan usaha dan selanjutnya berekspansi.

Di NTB, berdasarkan data dari Lombok Research Center (LRC) pelaku UMKM yang ada sekitar 643.679. itu tersebar dalam beberapa sector seperti Pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan hasil, makanan, industry olahan dan lain sebaginya. Namun sampai saat ini belum 30% mendapatkan akses pinjaman modal.
Lalu kenapa Bank NTB Syariah enggan menyentuh bisnis ini?. Atau apakah Bank NTB Syariah hanya mampu bermain di bisnis yang bisa dikatakan level aman?. Padahal jika menggarap sector UMKM ini akan dapat membuka akses terhadap modal kerja dan pinjaman bagi UMKM sekaligus membantu memulihkan ekonomi NTB yang akan berdampak kepada pemerataan ekonomi dan inklusi keuangan.

Secara umum, Bank pembangunan daerah (BPD) dan bank pelat merah. hampir tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Lantaran menyasar berbagai kredit bagi para aparatur sipil negara (ASN). Berdasarkan data dari OJK kredit BPD tumbuh 6,4% year on year (yoy) dari Rp 470,2 triliun menjadi Rp 498,6 triliun per Juli 2021. Padahal secara industri, kredit perbankan baru tumbuh 0,5% yoy menjadi Rp 5.563,7 triliun per Juli 2021. Dan di sector inilah Bank NTB Syariah bermain.
Dalam menjalankan bisnis perbankan. Ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Bank NTB Syariah, seperti yang dilansir dalam websitenya yaitu empat tantangan besar yang harus dihadapi. Empat tantangan tersebut pertama, produk dan pelayanan, kedua, teknologi untuk membangun sistem dan kekuatan untuk bersaing. Pada prinsipnya, bisnis bank sangat bergantung pada ketersediaan dana dan likuiditas Dana Pihak Ketiga (DPK). Jika DPK menurun, tentu bank tidak bisa melakukan ekspansi.
DPK bisa tumbuh dengan baik jika bank memiliki pelayanan yang bagus dan profesional. Hal ini tentu perlu dukungan teknologi yang memadai dan sesuai kebutuhan nasabah. Teknologi merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi. Lalu, tantangan yang ketiga adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Klasifikasi SDM bisa dilihat dari profesionalisme dan kompetensi. Saat itu, SDM Bank NTB sangat jauh dari harapan.

Tantangan yang terakhir adalah masalah budaya atau corporate culture. Budaya perusahaan yang bagus akan menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki kompetensi. Dengan melihat tantangan yang ada tersebut seharusnya bank NTB syariah mampu mengkreasi budaya yang tangkas atau lincah dalam beradaptasi dan memanfaatkan peluang. Kedua, harus melakukan transformasi digital. Di mana fokusnya bukan pada teknologinya tapi bagaimana sebuah layanan atau sebuah bisnis harus selalu bisa menawarkan nilai atau value bagi pelanggan.

Di tahun 2022 ini, Bank NTB Syariah sedang berbenah, seperti apa? Di beberapa cabangnya seperti Lombok Timur dan Pusat sedang melakukan renopasi besar-besaran. Sehingga mengganggu beberapa pelayanan yang ada. Seperti pelayanan di Lombok Timur yang berpusat di selong. Karena sedang membangun ini, membuat beberapa nasabah pun merasa sangat sulit melakukan transaksi. Atau jangan-jangan pembangunan kantor yang besar-besaran ini merupakan strategi untuk ‘Mengakali” kebijakan dari OJK.

Atau Bank NTB Syariah terkena dengan ungkapannya sendiri dan sudah merasa skeptis karena merasa sudah nyaman. Ibaratnya “Gua gini aja udah dapat captive market”. (*)

Headline

Tim ekspedisi mistis PDIP NB dan M16 saat mengumpulkan benda benda peninggalan kedatuan Benue untuk diuji penanggalan radiokarbon

LOMBOK, NTB, Tribunlombok.net – Letusan Gunung Samalas di Lombok pada tahun 1257 diyakini menghilangkan banyak peradaban. Konon Salah satunya yang terimbas erupsi dasyat Samalas ity adalah Kedatuan Benue di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah

Beberapa bukti artefak dan benda kuno peninggalan Kedatuan Benue akan dilakukan pengecekan penanggalan radiokarbon untuk mengetahui usia pasti benda tersebut.

Benda-benda yang akan dilakukan pengecekan penanggalan radiokarbon berupa potongan tengkorak manusia yang diduga berasal dari Kedatuan Benue, aneka pecahan logam dan tanah liat, beras kuno yang sudah menghitam dan beberapa keping koin bersimbol swastika.

Pengecekan penanggalan radiokarbon diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram. Benda-benda yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu tengah dibawa ke Jakarta untuk diuji.

“Pengujian radio karbon untuk mengetahui usia suatu benda. Untuk memastikan Kedatuan Benue ada dan eksistensi kebudayaan dan struktur sosial masyarakat saat itu benar-benar menelurkan kebudayaan yang besar,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Selanjutnya Bambang Mei F mengatakan Pengujian Penanggalan Radio Karbon terhadap sejumlah artefak yang terserak disejumlah lokasi sebagai langkah awal untuk menentukan titik dan koordinat sebaran petilasan kebudayaan Kuno Leluhur Lombok dikawasan tersebut.

“Dari bukti artefak yang ada, Tim Ekspedisi Mistis menyakini bahwa Kedatuan Benue merupakan salah satu kotak pandora kebudayaan maju Leluhur Lombok yang pernah Eksis,” ujar lelaki yang akrab disapa didu.

Seorang tokoh pemuda Desa Selebung, Muslim, mengatakan benda-benda yang diyakini peninggalan Kedatuan Benue ditemukan pada 2016 lalu pada kedalaman tanah 40 meter.

“Saat itu ada penggalian tanah uruk di bukit Dusun Ranjok, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Para pekerja menemukan benda kuno,” ujarnya.

Ada sebuah teko berbentuk burung Garuda ditemukan pada kedalaman tanah. Usia teko tersebut diperkirakan setara dengan usia Kedatuan Benue. Ada juga beras yang sudah menghitam berton-ton ditemukan. Diduga tempat ditemukannya beras kuno tersebut pada lokasi logistik Kedatuan Benue.

“Kita temukan beras yang masih ada pangkalnya dengan jumlah cukup banyak. Patut diduga lokasi ditemukan beras itu adalah tempat logistik Kedatuan Benue,” katanya.

Banyak warga sering menemukan benda-benda berusia kuno di wilayah tersebut. Namun sayangnya benda-benda tersebut banyak telah dibawa ke luar kampung maupun dijual masyarakat.

Bahkan, warga juga sering menemukan potongan tubuh manusia dengan perhiasan lengkap. Diperkirakan mereka merupakan korban dari letusan Gunung Samalas.

“Potongan tubuh manusia sudah kita kuburkan dengan layak. Itu kita perkirakan korban letusan Gunung Samalas pada 1257,” ujarnya.

Warga setempat, Rohati mengatakan telah banyak menemukan benda-benda peninggalan Kedatuan Benue di kampung mereka. Saat itu dia menyewa lahan warga untuk produksi tanah uruk.

“Saya temukan banyak beras kuno, artefak dalam bentuk logam dan lainnya. Bahkan warga lain menemukan lonceng kuno dan kapak,” katanya.

Rohati mengatakan ada warga juga pernah menemukan kepingan emas. Sayangnya itu kemudian dijual.

“Ada salah seorang warga pernah dapat kepingan emas di sini,” ujarnya.

Ada juga ditemukan bong atau tempat berwudhu bergambar naga. Benda-benda yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu masih berceceran dan diambil warga. Belum ada museum desa untuk menghimpun dan menyimpan benda-benda tersebut.

Rohati mengatakan saat pertama kali menemukan benda tersebut, dia terus mengalami mimpi-mimpi yang aneh. Pernah bermimpi bertemu seorang ulama yang menunjukkan dia masjid yang hampir ambruk.

“Saya sering mimpi aneh. Mimpi didatangi ulama. Bahkan pernah saya saat mau tidur seperti bunyi orang lempar logam atau emas di rumah saya,” ujarnya.

Sementara, Mukmin mengatakan beberapa profesor baik dari Indonesia, Prancis hingga Jepang melakukan penelitian di desa tersebut.

“Ada ahli geologi sering datang ke sini untuk melakukan penelitian. Karena di desa ini juga ada dorphal (batu berukuran besar),” ujarnya.

Dia berharap melalui pengecekan penanggalan radiokarbon dapat memastikan usia benda dan menjadikan desa tersebut desa sejarah dan budaya.

“Berharap desa ini menjadi desa sejarah dan budaya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Kedatuan Benue

Kedatuan Benue diyakini merupakan kedatuan tua di Lombok jauh sebelum Kerajaan Pejanggik dan Kerajaan Selaparang. Di sana ada petilasan atau serupa makam Datu atau Raja Benue.

Datu Benue diyakini tidak meninggal, namun tiba-tiba menghilang. Sehingga hanya tersisa petilasan saja yang kini sering diziarahi warga lokal maupun turis mancanegara.

Datu Benue memiliki julukan Wali Mukmin atau hamba Allah. Dia memiliki seekor kuda yang sangat cepat ketika berlari yang bernama Kuda Sambarani. Di depan makam tersebut ditemukan tempat mengikat kuda yang lengkap dengan sisa talinya.

Konon Kedatuan Benue sudah berdiri sejak 1800 tahun yang lalu, dengan mendirikan kedatuan yang kokoh. (tl-02)

Headline

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Kasus kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan kekerasan terhadap anak (KtA) beberapa tahun ini cukup tinggi. Hal ini membuat pemerintah daerah sampai Pemerintah Desa di Lombok Timur membuat terobosan kebijakan dan kolaborasi bersama.

Bertempat di aula kantor Desa Danger (11/8/2022) diadakan pertemuan untuk pembentukan kelompok Konstituen (KK). Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu perwakilan Tokoh Masyarakat, Tokoh perempuan, pemuda, kepala wilayah, kader posyandu dan beberapa mahasiswa.
Kegiatan pembentukakn KK ini di fasilitasi oleh Lombok Research Center (LRC). Kegiatan ini merupakan rangkaian program yang dijalankan oleh LRC yaitu pembangunan yang INKLUSI. Program INKLUSI adalah program kemitraan Australia-Indonesia yang mendukung prioritas kebijakan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.

Program ini diselaraskan dengan Pilar Pertama dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia, dan Rencana Aksi terkait, yang berkomitmen pada kerja sama untuk “mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan, mempromosikan kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan inklusif-disabilitas; Pilar Stabilitas dalam Rencana Pembangunan Tanggap COVID-19 Australia-Indonesia; dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN IV 2020-2024) Pemerintah Indonesia.
INKLUSI mendukung agenda RPJMN untuk “meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia”, dan secara spesifik mendukung kebijakan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan serta arah kebijakan Inklusi Sosial yang tertuang dalam RPJMN.

INKLUSI juga mendukung komitmen Pemerintah Indonesia pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan seruan “Tidak ada satu pun yang tertinggal” dalam pembangunan, dan pada saat yang sama menangani dampak pandemi COVID-19, termasuk dampak sosial ekonomi yang tidak proporsional terhadap perempuan dan kelompok masyarakat yang terpinggirkan serta potensi ancaman terhadap ruang masyarakat sipil.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Yayasan BaKTI sebagai salah satu mitra nasional INKLUSI bermitra dengan Yayasan Lombok Research Center (LRC) sebagai Mitra Daerah akan berfokus pada penghapusan kekerasan yang didasarkan pada kondisi kekerasan terhadap perempuan yang masih tinggi dan pelayanan yang masih sulit diakses oleh kelompok miskin, marginal dan disabilitas karena jarak, sarana dan prasarana dan pemahaman masyarakat tentang kekerasan itu sendiri. Sarana dan prasarana yang responsif gender, ramah anak, dan inklusi menjadi faktor utama aksesibilitas terhadap layanan.

Pada program INKLUSI, Yayasan BaKTI Bersama Lombok Research Center (LRC) sebagai Mitra Daerah akan mengatasi permasalahan melalui pemberdayaan ekonomi perempuan miskin dan marginal, yang menjadi penyebab terjadinya KtP (Kekerasan terhadap Perempuan), salah satunya akibat kondisi kemiskinan dan ekonomi, khusus di masa pandemi COVID-19 dimana angka kemiskinan semakin meningkat.
Kaspul Hadi Kepala Desa Danger sangat antusias dan mengucapkan banyak terima kasih kepada LRC yang mau turut berkolaborasi dalam membangun Desa Danger. Masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan di Desa Danger ini, apalagi dua tahun kemarin banyak anggaran pembangunan yang direfokusing akibat adanya Covid-19. Sehingga dengan adanya LRC berprogram di Desa Danger akan membuat semangat baru bagi kami selaku tuan rumah.

“Kami selaku perwakilan pemerintah Desa sangat berterima kasih kepada LRc yang telau mau berkolaborasi untuk memjukan Desa Danger” Ungkap Kaspul hadi.
Kaspul Hadi menambahkan bahwa masyarakat Desa Danger merupakan masyarakat yang beragam dan majemuk. Baik dari status social, perekonomian maupun dari adat dan budaya. Sehingga dengan adanya program Inklusi ini akan memberikan peran serta secara aktif seluruh lapisan masyarakat untuk membangun Desanya bersama.

Dalam kesempatan yang sama Baiq Titis yulianty selaku manager program Inklusi BakTI-LRC mengatakan bahwa program ini merupakan program yang cukup lama, sehingga tahapan-tahapan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi local. Untuk yang pertama yaitu pembentukan Kelompok konstituen (KK) sebagai ujung tombak program nantinya di tingkat Desa. Dan KK ini akan menjadi penyambung harapan masyarakat rentan nantinya ke pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Kelompok Konstituen ini merupakan ujung tombak program di tingkat Desa” Ungkap Titis Yulianty. (tl-02)

Headline

KKN-PPM XV UNIZAR Bekerjasama dengan BASARNAS PROVINSI NTB melaksanakan kegiatan sosialisasi Mitigasi Bencana dan penyerahan Buku SAR goes to school Di Desa Lantan

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – Pada hari Rabu, (10/8/2022) tim dari Basarnas provinsi NTB bekerjasama dengan KKN-PPM XV Unizar melaksanakan kegiatan sosialisasi Mitigasi bencana di desa lantan Kecamatan Batukliang Utara kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan ini di sambut antusias oleh peserta yang dalam hal ini di hadiri oleh ibu DPL Unizar, ibu Hafizatul Ulum,SH.,MH kepala Desa Lantan yang diwakili oleh sekretaris desa, perangkat desa, 10 kadus Desa Lantan ,Pokdarwis KTI dan perwakilan Sekolah dari Tingkat SD,SMP dan SMA se-desa Lantan.

Materi mitigasi bencana (evakuasi mandiri dan pertolongan pertama)
Pemateri pertama, menyampaikam terkait SAR dan pemindahan korban oleh IBN.Nyoman Ngurah Asrama, SH. Dan pemateri kedua terkait cidera jaringan lynak dan cedera alat gerak D oleh bapak Suhendra Maryandi.

Adapun desa Lantan adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Batukliang Utara, desa lantan mempunyai 10 dusun, dengan wilayah yang memanjang dari dusun kesah paling barat dan dusun rerantik paling jauh yang langsung berbatasan dengan hutan.
Desa lantan dengan bentuk desa yang berbukit dan dengan curah hujan yg hampir ada setiap saat tanpa kenal musim, maka sangat rawan dengan longsor. Dan juga desa lantan sebagai salah satu desa dengan pengembangan super skala prioritas dari provinsi NTB dan khususnya kabupaten lombok tengah sehingga dengan adanya sosialisasi mitigasi bencana yg diadakan oleh BASARNAS Povinsi NTB yang di prakarsai oleh KKN-PPM XV UNIZAR maka ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya kepada anak-anak usia SD, SMP dan SMA didesa lantan.
Dengan kegiatan ini masyarakat dan anak2 semakin faham apa yg harus dilakukan pada saat terjadinya bencana.
Dan yang tidak kalah pentingnya, hal ini sangat bermanfaat bagi pengelolaan wisata desa, khusunya air terjun dan destinasi wisata lainnya. Dimana pengelola jadi semakin faham dalam menjaga keamanan dan kenyaman pengunjung sehingga semakin banyak wisatawan yang merasa nyaman ditempat tersebut.

Sekertaris desa Lantan Bapak Abdul Karim,S.Pd mengungkapkan harapkan untuk kegiatan dari BASARNAS terus berlanjut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Dengan adanya
Sosialisasi Tentang Mitigasi Bencana yang diikuti oleh anak-anak dari tingkat SD,SMP dan SMA di harapkan mampu menghadapi bencana, baik bencana banjir, gempa bumi maupun longsor. Sehingga ketika terjadi bencana anak- anak tidak panik dan mampu untuk berpikir cepat bagaimana cara untuk menyelamatkan diri dan mampu untuk menolong orang tuanya”, ungkapnya.

Sementara Tindak lanjut dari program ini adalah anak-anak di tingkat SD,SMP dan SMA agar dapat membantu masyarakat, guru maupun keluarga dalam menghadapi bencana . Anak- anak dapat menjaga adik- adiknya ketika terjadi bencana, sehingga orang tua mereka terbantu dalam kondisi kepanikan saat terjadi bencana. Jadi anak- anak tidak selalu menjadi korban terbanyak dari suatu bencana, tetapi menjadi bagian dari penanggulangan bencana tersebut.

Dalam akhir kegiatan Sebagai bentuk apresiasi Basarnas Provinsi NTB dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana yang di hadiri oleh perwakilan sekolah dari Tingkat SD,SMP DAN SMA se desa lantan dilakukan penyerahan buku SAR goes to school kepada para Perwakilan guru dan murid di tingkat SD,SMP DAN SMA se desa lantan. (tl-02)

Headline

Lombok Timur, Tribunlombok.net – Pagi itu (10/8/2022) di ruang aula kantor Desa Sikur Selatan kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diadakan diskusi untuk membetuk Kelompok Konstituen (KK). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Wilayah, Kader Posyandu, tokoh Masyarakat, tokoh agama, Perwakilan masyarakat difabel, pemuda dan perempuan.

Kegiatan pembentukan KK ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Lombok Research Center (LRC) dalam program Pembangunan yang Inklusi. Program INKLUSI adalah program kemitraan Australia-Indonesia yang mendukung prioritas kebijakan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.

Program ini diselaraskan dengan Pilar Pertama dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia, dan Rencana Aksi terkait, yang berkomitmen pada kerja sama untuk “mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan, mempromosikan kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan inklusif-disabilitas; Pilar Stabilitas dalam Rencana Pembangunan Tanggap COVID-19 Australia-Indonesia; dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN IV 2020-2024) Pemerintah Indonesia.
INKLUSI mendukung agenda RPJMN untuk “meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia”, dan secara spesifik mendukung kebijakan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan serta arah kebijakan Inklusi Sosial yang tertuang dalam RPJMN. INKLUSI juga mendukung komitmen Pemerintah Indonesia pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan seruan “Tidak ada satu pun yang tertinggal” dalam pembangunan, dan pada saat yang sama menangani dampak pandemi COVID-19, termasuk dampak sosial ekonomi yang tidak proporsional terhadap perempuan dan kelompok masyarakat yang terpinggirkan serta potensi ancaman terhadap ruang masyarakat sipil.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sikur Selatan Bapak M. Habibuddin Hasbullah menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Desa Sikur Selatan bersama-sama untuk mendorong Sikur menjadi Desa yang Zero Stunting. Saat ini pemerintah desa selain fokus dalam penanganan Covid-19 juga mendorong agar masyarakat secara ekonomi juga berdaya. Dan secara infrastruktur, sanitasi berbasis masyarakat juga harus bisa teratasi dalam tahun ini. Keseimbangan ekonomi dan sanitasi menjadi syarat mutlak dalam mengatasi penurunan stunting di desa.
“Keseimbangan ekonomi masyarakat dan sanitasi yang layak menjadi syarat mutlak dalam penurunan stunting di desa” Ungkap M. Habibuddin.

Ketua BPD Bapak Tawakkal juga mengatakan bahwa saat ini secara pemikiran kita sudah menyadari pentingnya pembangunan yang inklusi, dalam semua sector kehidupan. Namun, secara pelaksanaan kita belum kearah sana. Sebagai contoh bahwa untuk sekolah saja di kecamatan sikur ini belum ada sekolah yang untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Semoga dengan adanya program INKLUSI dari LRC ini membuat kita memulai dari hal yang kecil namun tuntas.
“Sampai saat ini, di kecamatan Sikur belum ada sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus” Ungkap Tawakkal.

Ibu Baiq Titis Yulianty selaku manager program Inklusi LRC-BaKTI mengungkapkan bahwa program ini merupakan program jangka panjang. Sehingga setiap tahapan harus kita susun bersama sesuai dengan kondisi dan potensi local desa. Agar kegiatan yang dihasilkan tepat sasaran dan menjadi efektif. (tl-02)

Headline

Lombok Tengah, Tribunlombok.net – TIM Vaksinator dari Keswan dan Kesmavet kabupaten bekerjasama dengan Keswan, UPT dan HPT kecamatan, melakukan vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di Dusun Batu Ngerengseng Daye, Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, rabu (10/8/2022). Kegiatan ini mendapat pendampingan TNI-Polri.

Sebanyak 136 ekor Sapi milik warga disuntik guna meningkatkan imunitas/kekebalan tubuh, khususnya hewan ternak Sapi yang belum pernah terpapar virus PMK. Adapun jenis vaksin yang digunakan yakni AFTOFOR (Vaksin dari Perancis) dengan jumlah dosis sebanyak 2 CC.

Sebelumnya hewan ternak sapi yang akan di vaksinasi terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan mulut dan kuku. Namun apabila Sapi sudah atau sedang terpapar Virus PMK maka vaksinasi tidak dilakukan.

“Kegiatan ini dalam rangka menangkal penyebaran dan penularan Virus PMK di wilayah Lombok Tengah khususnya Kecamatan Batukliang Utara,” Kata Danramil 1620-07/Batukliang, Kapten Inf. M. Yuni Priharyono, dilokasi.

Ia pun menilai pentingnya edukasi kepada para peternak, sehingga para peternak paham apa yang disebut PMK dan tau apa yang harus dilakukan.

Sementara itu Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., menuturkan pihaknya akan terus membantu pemerintah mengatasi masalah PMK.

Menurutnya penanganan PMK pada hewan ternak seperti sapi harus disikapi dengan ketenangan disertai adanya sinergitas, kolaborasi dan pemahaman yang baik oleh seluruh stakeholders.

Olehnya ia meminta Babinsa jajarannya terjun ke lapangan untuk memetakan kondisi hewan ternak warga yang ada di desa-desa binaan. Agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan sebanyak-banyaknya terkait PMK, serta vaksinasinya.

“Kedatangan tim vaksinator PMK ke Desa Aiq Bukaq memberikan harapan untuk dapat menekan penyebaran virus PMK. Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dan semoga wabah PMK di Lombok Tengah bisa segera berakhir,” Pungkasnya. (tl-02)

Headline

Jakarta, Tribunlomnok.net – 10 Agustus 2022 – Dalam rangka penataan dan pemenuhan kebutuhan organisasi untuk siap mewujudkan transformasi bisnis, Menteri BUMN, selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, menyusun ulang anggota Direksi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-169/MBU/08/2022 tanggal 8 Agustus 2022 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengangkatan AnggotaAnggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero).

Melalui SK tersebut Menteri BUMN memberhentikan dengan hormat Abdulbar M. Mansoer sebagai Direktur Utama, Nugdha Achadie sebagai Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko, Taufik Hidayat sebagai Direktur Teknik dan SDM, serta Arie Prasetyo sebagai Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis.

Selanjutnya mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan menjadi Direktur SDM dan Legal Compliance dari semula Direktur Teknik dan SDM, dan Direktur Operasi dari semula Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis.

Kemudian, melalui SK yang sama, Menteri BUMN juga mengangkat nama-nama berikut sebagai anggota Direksi Perusahaan, yaitu Ari Respati sebagai Direktur Utama; Ahmad Fajar sebagai Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko; Wenda Ramadya Nabiel sebagai Direktur SDM dan Legal Compliance; serta Troy Reza Warokka sebagai Direktur Operasi.

Adapun pejabat Direktur Pengembangan Bisnis Ema Widiastuti, yang diangkat melalui SK363/MBU/11/2020, tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, Susunan Direksi dan Dewan Komisaris ITDC saat ini adalah:
Direksi ITDC:

  • Direktur Utama: Ari Respati
  • Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko: Ahmad Fajar
  • Direktur SDM dan Legal Compliance: Wenda Ramadya Nabiel
  • Direktur Operasi: Troy Reza Warokka
  • Direktur Pengembangan Bisnis: Ema Widiastuti

Dewan Komisaris ITDC:

  • Komisaris Utama: Ricky Joseph Pesik
  • Komisaris: Zainal Mutaqin
  • Komisaris: Irzani
  • Komisaris Independen: Ulin Ni’am Yusron

Vice President Corporate Secretary ITDC I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran direksi yang sebelumnya menjabat dan mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang menggantikan. “Kepada Direksi sebelumnya, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian serta kontribusi bagi kemajuan bisnis ITDC,” ungkapnya.

Made menambahkan bahwa dengan adanya penyegaran dalam susunan direksi ini diharapkan dapat meneruskan transformasi ITDC. “Penataan jajaran Direksi ITDC kami harapkan akan semakin meningkatkan semangat Perseroan untuk mewujudkan visi menjadi BUMN pengembang destinasi pariwisata kelas dunia yang terkemuka yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pariwisata Indonesia, berbasis kepada ekspertis Perseroan sebagai pengembang dan
pengelola kawasan pariwisata yang telah dirintis sejak hampir 50 tahun lalu, ketangguhan insan ITDC, serta kepercayaan dan dukungan penuh pemegang saham dan seluruh stakeholders,” tutup Made. (tl-02/*)

Headline

Pemberian bunga mawar, sebagai simbol kedamaian hidup dan kasih sayang sebagai bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum

Mataram, Tribunlombok.net – Hari ini, Rabu 10 Agustus 2022 Solidaritas Muda NTB mendatangi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat untuk memberikan dukungan kepada Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polda NTB, agar senantiasa terus bekerja melayani dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat NTB.

Hamidi, selaku koordinator aksi kepada wartawan mengungkapkan bahwa, maraknya aksi yang hampir setiap hari menghiasi pemberitaan media cetak dan online belakangan ini, ada pelecehan, pemerkosaan sampai kekerasan terhadap perempuan menggerakkan kami untuk secara langsung mendatangi Polda NTB.

Presiden Jokowi telah menandatangani UU 20 tahun 2022 tentang Provinsi NTB pada pasal 5 Point c menyatakan :
“NTB adalah suku bangsa dan kultural yang secara umum memiliki karakter religius dan berbudaya sekaligus menjunjung tinggi adat istiadat dan kelestarian lingkungan.”

Maka dari itu, sebagai sebuah bangsa yang beradat, berbudaya dan bercorak religius kami generasi muda NTB meminta kepada Aparat Penegak Hukum baik Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan untuk segera menangkap, menuntut dan mengadili para pelaku kekerasan seksual, pelecehan, pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan hukuman yang seberat-beratnya serta kami meminta secara khusus kepada Polda NTB, untuk menolak pemberian Restorative Justice kepada para pelaku kejahatan seksual tersebut, predator sex tidak boleh berkeliaran di bumi Nusa Tenggara Barat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada segenap aparat kepolisian yang bertugas hari ini dan telah menerima masa aksi dengan baik.
Salam Hormat!”, pungkas Hamidi. (tl-02)

Headline

MATARAM, Tribunlombok.net – Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menggelar kunjungan kerja di Lombok Timur dengan menyapa dari dekat para petani di Gumi Patuh Karya, Selasa (9/8/2022). HBK datang untuk meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan alat industri pertanian (Alsintan) dan juga mesin pompa air.

“Saya berharap, bantuan Alsintan ini dapat membantu meringankan para petani dalam mengolah sawahnya, dan membantu meningkatkan produktivitas para petani dalam memperoleh hasil panennya,” kata HBK di sela penyerahan bantuan tersebut.

Penyerahan bantuan Alsintan dan mesin Pompa Air ini merupakan bagian dari kegiatan reses HBK di Pulau Lombok. Dalam penyerahan Alsintan dan Pompa Air ini, HBK didampingi oleh seluruh anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur dan juga Sekretaris Yayasan HBK PEDULI Rannya Agustyra Kristiono. Para petani yang menerima bantuan Alsintan tsb, tergabung dalam empat kelompok tani, yakni Kelompok Tani Karya Hidup Satu, Balong Ate, Ingin Bahagia, dan Burne Satu.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menegaskan, saat ini, pertanian dan peternakan di NTB sesuai hasil survei yang baru saja dilakukan, masih menjadi dua pilihan paling atas yang sangat diharapkan masyarakat NTB untuk ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya.

“Intinya, saya berharap bantuan Alsintan ini dapat memberikan faedah dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan taraf hidup para petani di Lombok Timur,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Kepada hadirin yang hadir dalam penyerahan bantuan Alsintan tersebut, HBK juga menceritakan jika dirinya mendapat bocoran informasi dari para koleganya di Kementerian Pertahanan RI, bahwa Kemenhan RI memiliki program penyelenggaraan sekolah politeknik yang disupervisi oleh Universitas Pertahanan.

HBK menjelaskan, dirinya dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Partai Gerindra yang akan digelar pada tanvgal 12 dan 13 Agustus mendatang, akan menghadap secara khusus kepada Menteri Pertahanan Ri H. Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

“Saya akan meminta dan memperjuangkan program ini untuk saya bawa ke Dapil tempat saya berasal, yaitu Dapil NTB-2/P. Lombok. Mudah-mudahan bisa berhasil, dan saya minta do’anya,” kata HBK.

Lalu M. Tahir yang merupakan Ketua Kelompok Tani Karya Hidup Satu tak henti mengucap rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan HBK kepada para petani di Lombok Timur.

“Terima kasih pak HBK atas bantuan Alsintan yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat dan akan sangat meringankan pekerjaan-pekerjaan kami sebagai petani. Yang juga kami syukuri, sebagai pemilih pak HBK di Pileg 2019 yang lalu, pak HBK telah mampu memenuhi janji-janji kampanyenya,” kata Tahir.

Bantuan Sembako dan Dana Tunai

Selain penyerahan bantuan Alsintan dan mesin Pompa Air, dalam resesnya di Lombok Timur, HBK juga menyerahkan bantuan sembako dan bantuan dana tunai kepada para dhuafa, fakir miskin, dan para orangtua yang hidup sendiri karena tidak memiliki keluarga lagi.

Secara simbolis, bantuan sembako serta dana tunai tsb diberikan kepada Inaq Mel dan Inaq Maemunah, warga Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulya, Lombok Timur. Kepada HBK, Inaq Mel menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan penuh rasa haru.

Mengakhiri kegiatan reses di Lombok Timur, usai penyerahan bantuan sembako dan dana tunai kepada warga kurang mampu, HBK dan rombongan kemudian menyempatkan diri untuk mengecek secara langsung armada tangki air yang dioperasikan HBK PEDULI di Gumi Patuh Karya. Armada tersebut memang stand by di Lombok Timur untuk memasok kebutuhan air bersih bagi ribuan masyarakat di tengah kekeringan yang melanda, menyusul datangnya musim kemarau.

“Rawat terus ya, dengan baik, supaya terus mampu menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat-masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan,” pesan HBK dalam pengecekan armada tersebut.

Lalu Lukmanul Hakim, Koordinator HBK PEDULI Kab. Lombok Timur yang juga meurpakan Tenaga Ahli HBK selaku anggota DPR RI mengungkapkan, armada mobil tangki tersebut saat ini tidak pernah libur dan terus beroperasi menyalurkan bantuan air bersih kepada warga disetiap harinya.

“Tiap hari mobil tangki air ini keliling ke desa-desa di wilayah Lombok Timur bagian selatan dan juga timur. Tidak ada istirahat-istirahatnya. Tapi kalau hari Minggu terpaksa kita hentikan untuk melakukan perawatan,” kata Hakim. (tl-02/*)

Headline

Herman Rakha

Lombok Tengah, NTB – Penyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab diperlukan kewenangan dan kemampuan menggali sumber keuangan sendiri, yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Dalam hal ini, kewenangan keuangan yang melekat pada setiap kewenangan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Dalam menjamin terselenggaranya otonomi daerah yang semakin mantap, maka diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan keuangan sendiri yakni dengan upaya peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dengan meningkatkan sumber PAD yang sudah ada maupun dengan penggalian sumber PAD yang baru sesuai dengan ketentuan yang ada serta memperhatikan kondisi dan potensi ekonomi masyarakat.
Untuk itu, salah satu strategi didalam mencapai kemandirian daerah adalah melalui tata kelola serta pengembangan potensi PAD. Keberhasilan suatu daerah dalam upaya meningkatkan kemampuan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dapat tercermin dari tingkat peranan PAD. Atas dasar tersebut maka, diharapkan setiap daerah agar mampu untuk mengoptimalkan peranan dan kontribusi PAD melalui penggalian serta pengelolaan berbagai sumber-sumber PAD yang potensial sehingga kegiatan pembangunan di daerah dapat terealisasi.
Kabupaten Lombok Tengah sebagai salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memliki potensi dalam meningkatkan peranan dan kontribusi PAD terhadap pembangunan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai potensi dari berbagai sektor yang ada, seperti pariwisata, pertanian, pertambangan dan, lain sebagainya.

Realisasi PAD Kabupaten Lombok Tengah – Pertumbuhan PAD
2018 : 187,324,721,970.60 –
2019 : 204,512,599,142.12 9%
2020 : 206,419,405,625.90 1%
2021 : 163,077,512,900.58 -21%

Dalam periode 2018-2021, terlihat bahwa mengalami fluktuasi dan cenderung negatif pada tahun 2021 terkait dengan penerimaan pendapatan daerah. Pertumbuhan terbesar terjadi pada 2019 dimana, terjadi peningkatan PAD sebesar 9 persen dan 1 persen pada tahun 2020. Penurunan ini dapat dimaklumi karena pada tahun 2020 Pandemi Covid-19 mulai melanda yang berdampak terhadap penurunan aktivitas perekonomian akibat upaya pembatasan-pembatasan sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19. Situasi ini berlangsung hingga tahun 2021 dimana, pendapatan daerah menurun hingga minus 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan pemerintah daerah dalam mengelola potensi daerahnya dapat terlihat dari pertumbuhan PAD setiap tahunnya. Pertumbuhan PAD Kabupaten Lombok Tengah yang terus mengalami penurunan sejak 2018 hingga 2021 mengindikasikan bahwa pemerintah daerah Lombok Tengah belum mampu untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Rata-rata penerimaan pajak di Kabupaten Lombok Tengah adalah sebesar 2 persen (periode 2018-2021).

Tahun Realisasi Realisasi Total Pajak Hotel Dan Restoran / tahun ;
2018 : Rp. 17,754,620,900.00
2019 : Rp. 20,172,564,321.00
2020 : Rp. 8,428,864,030.55
2021 : Rp. 8,449,006,844.29
Rata-Rata Ro. 5,853,743,575.54 (hotel), Rp. 7,847,520,448.43 (restauran) dan tital Rp. 13,701,264,023.96

Berdasarkan data pada tabel 2 terlihat bahwa penerimaan pajak hotel di Kabupaten Lombok Tengah pada 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dalam dua tahun terakhir (2020-2021) penerimaan dari pajak hotel ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Artinya, kinerja pemerintah daerah didalam memungut pajak hotel tidak maksimal. Rata-rata penerimaan pajak hotel dalam tiga tahun (2019-2021) pertumbuhannya mengalami penurunan, yaitu sebesar -26%.
Kontribusi pajak hotel dan restoran pada PAD Kabupaten Lombok Tengah dalam 3 tahun terakhir (2019-2021) rata-ratanya sebesar 6 persen. Kontribusi tertinggi dari pajak hotel dan restoran terhadap PAD Lombok Tengah terjadi pada tahun 2019 yang mencapai 10 persen. Tahun berikutnya pajak hotel dan dan restoran mengalami penurunan tajam hingga mencapai 4 persen terhadap kontribusinya pada PAD. Tahun 2021 kontribusi ini kemudian meningkat menjadi 5 persen, yang kemungkinan dipengaruhi oleh adanya event kejuaraan superbike pada akhir tahun 2021. (*)

**Penulis adalah Peneliti Lombok Research Center